selasar-loader

Bagaimana cara berhenti melukai diri sendiri?

Last Updated Dec 1, 2016

7 answers

Sort by Date | Votes
Wahada Nadya
F.Psikologi UGM | masih belajar dan terus belajar | batubatako.wordpress.com

Hasil gambar untuk cara berhenti melukai diri sendiri

Caranya adalah berpikir rasional. 

Analisis dirimu sendiri. Rasionalkah ini?

Mungkin dirimu merasa sedikit lega ketika melakukan hal tersebut ketika mengalami kebuntuan, tapi pikirkanlah kembali, apakah dengan hal tersebut permasalahanmu selesai?

Jadilah berani, telan kenyataan sekalipun pahit dan bertindaklah rasional.

Gambar via wikihow.com

Answered Dec 20, 2016

_gqkTi6Gm7Xdb6Jc7SjRw3b4PDRIa4Mp.jpg

Melakukan perlawanan terhadap tindakan sendiri yang dilakukan di luar kendali kesadaran diri adalah ibarat David and The Giant. Suatu tindakan yang bila dipikir secara sadar adalah hal tidak mungkin dan tidak masuk akal, tetapi diri sendiri melakukannya dan tidak bisa dikendalikan. Salah satu contoh kebiasaan ini adalah merokok. Bila dipikir secara sadar, semua orang sepakat ini adalah tindakan tidak berguna, tetapi bagaimana Anda bisa berkompromi untuk menghentikannya? Ini adalah tindakan pikiran bawah sadar.

Masyarakat luas saat ini meyakini bahwa cara kerja otak (pikiran) adalah 15% pikiran sadar dan 85% pikiran bawah sadar. Para pakar teknologi pikiran saat ini lebih cenderung kepada 1-5% berbanding 99-95% untuk pikiran bawah sadar. Bila kita bertanding face to face, hampir bisa dipastikan kemenangan ada di pihak…? Betul, pikiran bawah sadar. Karenanya, diperlukan trik-trik tepat untuk membujuk dan meminta raksasa ini agar tidak melakukan hal yang merugikan diri.

Secara default, kita sebagai manusia mempunyai program pertahanan diri sehingga tidak mudah untuk memutuskan melakukan perbuatan yang akan melukai diri yang mengakibatkan cedera. Program ini sudah tersimpan di pikiran bawah sadar manusia sejak lahir. Seorang bayi akan menangis/lari bila merasa tidak nyaman atau terancam. Orang tuanya tidak pernah memberikan pelajaran hal ini.  

Sederhananya, jika diri manusia dibaratkan sebuah komputer dan panca inderanya adalah layar komputer, terdapat banyak shortcut di layar dan banyak data yang disimpan di CPU. Jika tidak ada yang klik shortcut untuk membuka data, data yang tersimpan tak akan pernah diakses dan dijalankan. Kemudian bagaimana apabila terjadi error? Kita akan minta bantuan teknisi komputer untuk memperbaikinya. Teknisi tersebut akan mencari pemicunya (dari mengklik tombol shortcut), mengecek data yang tersimpan di CPU (database)-nya, kemudian melakukan perbaikan-perbaikan, bahkan menginstal ulang program tersebut bila diperlukan.

Menghentikan perbuatan melukai diri sebaiknya dilakukan dengan bantuan ahli yang tepat, karena akan sulit bila diselesaikan sendiri. Diperlukan kemampuan untuk mencari penyebab/pemicunya (mengapa pikiran bawah sadar melakukan melukai diri) berdasarkan data yang tersimpan di memorinya dan emosi yang menjadi pemicu perbuatan tersebut.

Untuk mencari ahli yang tepat pun tidak mudah. Diperlukan orang yang berkemampuan mengidentifikasi masalah dan memperbaikinya karena jika diberikan tindakan yang kurang tepat terhadap pikiran bawah sadar, dia akan semakin berulah dan akan semakin memperparah situasi sehingga berlaku lebih membahayakan. Pikiran bawah sadar tidak sama persis dengan CPU komputer. Dia terus menerus mengawasi kegiatan diri sendiri.

Ilustrasi via pixabay

 

Answered Dec 30, 2016
Ray Rahendra
digital strategist, writer, Juventus, marketeer

eah_SxFzcvmVB31X7g8nPQMhFE3L8Rol.jpg

Well, I dunno about you, tapi kalo saya, sebagai seorang manusia yang sudah cukup dewasa untuk bisa berpikir, seharusnya sudah tahu mana-mana saja hal yang menguntungkan dan merugikan. Yang merugikan salah satunya adalah melukai diri sendiri. Apapun caranya. Mau verbal, mau langsung, mau perasaan, mau fisik, intinya melukai diri sendiri jelas-jelas merugikan.

Bagaimana cara berhentinya? Dimulai dari berpikir, apakah hal yang menjadi alasanmu untuk melukai diri sendiri itu worth? Dan kalaupun memang si alasan ini worth, tanya lagi, apakah memang dirimu itu pantas buat dilukai? Cukup berikan pertanyaan-pertanyaan ini ke dirimu sendiri. Pikirkan baik dan buruknya, pikirkan tentang seberapa banyak orang yang peduli, pikirkan efek panjang yang bisa terjadi kalau kamu terus-terusan menyakiri diri sendiri.

Stres, tidak bisa tidur, anxiety, dan jadi emosian adalah tanda-tanda awal kerusakan psikologis lho buat mereka yang hobi melukai diri sendiri. Jelas gak mau, kan?

Answered Mar 7, 2017
Kartika Aprilia
Indonesian Literature, University of Indonesia.

JANGAN MENGGANTUNGKAN HARAPAN PADA ORANG LAIN

pRRI7JAkAyFkel1N_3VArooBXnZ-G430.png

via vebma.com (KAM)

Ada pepatah mengatakan bahwa sesuatu yang berlebihan akan tidak baik hasilnya. Begitu pula dengan harapan. Jika kita terlalu banyak berharap, maka hasil yang akan didapatkan nantinya dapat membuat kita kecewa (jika tidak sesuai harapan). Kita boleh berharap, namun secukupnya saja. Kita harus melapangkan dada untuk menerima segala hasil dengan ikhlas dan jangan banyak berharap.

Berharap, apalagi dengan orang lain, sangat fatal akibatnya. Semua orang memiliki sifat berbeda-beda. Kita tidak bisa menggantungkan harapan kita kepada orang lain. Penyakit hati timbul ketika kita terlalu banyak berharap kepada orang yang kita sayangi.

Contoh kecilnya adalah berharap mendapatkan sesuatu yang baik-baik dari pasangan. Hal tersebut wajar dilakukan, namun jika terus berharap pada orang lain, maka kita tidak bisa mandiri. Apalagi jika apa yang diharapkan tidak dilakukan sesuai keinginan kita. Hal itu akan menyakitkan diri kita sendiri.

Jika ingin berhenti menyakiti diri sendiri, janganlah menggantungkan harapan pada orang lain. Kita harus mengerjakan sesuatu dengan ikhlas dan menerima hasilnya dengan lapang dada. Dengan begitu, penyakit hati yang dapat menyakiti diri sendiri perlahan akan hilang dan kita pun akan semakin mandiri.

Answered Apr 6, 2017
Febrina Rachmayanti
Literature and a touch of make-up

 

qaWjviY6cCwNKEEMNz-_GVsYETlHu6XK.jpg

via takebackyourtemple.com (FR)

Seringkali kita sakit hati atau sedih bila sesuatu tidak sesuai dengan kemauan kita. Hal tersebutlah yang secara tidak sadar menjadi salah satu cara melukai diri sendiri. Padahal, bisa, loh, kita tidak terlalu memikirkan tentang hal itu. Cobalah untuk selalu menjadi orang yang open. Tidak bisa semua orang dipaksakan untuk menjadi yang kita mau. Apalagi menghendaki seseorang/sesuatu untuk berjalan sesuai rencana kita.

Perlu diketahui jika "kita tidak bisa mengendalikan pikiran dan hati orang lain, begitu juga dengan mereka". Kutipan ini bisa dijadikan tameng jika keegoisan kita mulai muncul. Memang, tidak enak selalu menjadi yang dipinggirkan, tetapi cobalah ikhlas dan lebih mencoba menjadi seseorang yang tidak egois.

Belajar itu perlu, apalagi yang berhubungan dengan perasaan dan emosi.

Salam.

Answered Apr 6, 2017
Mugniar
Blogger www.mugniar.com | Freelance writer

rqoAj17kYMrlgHt1_dAXYdgXWhy_0JIN.jpg

Hm, saya bukan orang yang suka melukai diri sendiri tetapi saya pernah mengenal orang yang melukai dirinya sendiri.

Kalau boleh menyarankan:

  1. Memperbanyak ibadah.
  2. Ikhlas menjalani sebagai ujian.
  3. Cari orang yang bisa dipercaya untuk ditempati curhat.
  4. Cari bantuan ahli (psikolog atau psikiater, atau keduanya) sebab bisa jadi Anda butuh bantuan medis berupa obat penenang dan lain-lain.
  5. Yakin bisa berubah menjadi lebih baik.
  6. Yakin akan bantuan Tuhan bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh menjadi baik.
  7. Jangan pesimis.
  8. Jangan jadikan orang lain (semisal anak) sebagai pengalih perasaan buruk.
 

Admin yth, saya mau ikut sayembara ini https://www.selasar.com/jurnal/35311/Sayembara-Selasar-Diperpanjang

Saya ingin hadiah Google Nexus, yah :)

 

Sumber gambar: selipan.com (KAM)

Answered Apr 30, 2017

Hasil gambar untuk bersyukur

Bersyukur terhadap apa yang dimiliki diri sendiri. Melukai diri sendiri sama artinya kita melukai apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita. Kita harus menyayangi diri kita. Jika kita tidak menyayangi diri kita sendiri, mana mungkin ada orang lain yang akan menyayangi kita. 

Ketika kita merasa kecewa atau sedih, ingatlah bahwa masih ada orang lain yang nasibnya lebih buruk daripada kita. Lihatlah ke "bawah" agar kita dapat lebih bersyukur terahadap nikmat yang diberikan Tuhan kepada diri kita. Jika kita bersyukur atas apa yang dimiliki dalam diri kita, kita pun tidak akan melukai diri kita sendiri. 

Gambar via harianbernas.com

Answered May 25, 2017

Question Overview


9 Followers
1425 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apa dan bagaimana cinta itu?

Kepada siapa kecenderungan waria memilih pasangannya?

Adakah kaitan antara parfum dan kepribadian seseorang?

Apakah status sebagai anak tunggal mempengaruhi sikap politik Presiden ke-6 RI?

Apakah status sebagai anak lelaki satu-satunya dalam keluarga mempengaruhi sikap politik Presiden Jokowi?

Pada umur berapa sebaiknya anak diajak untuk menjalankan ritual keagamaan?

Apa yang menyebabkan orang takut menikah?

Apa yang menyebabkan seseorang takut menghadapi masa depan?

Mengapa respons orang sedih umumnya menangis?

Apakah menangis itu sehat atau malah membuat sakit?

Apa tips/trik yang bisa dilakukan dalam 5 menit dan bisa mengubah hidup kita di masa depan?

Apa nasihat terbaik yang pernah Anda dapatkan?

Apa sepatah kata/nasihat yang Anda berikan kepada generasi muda berusia 15-20 tahun?

Apa kebiasaan sehari-hari yang Anda lakukan dan membuat Anda bahagia?

Bagaimana cara sederhana/singkat menjadi orang yang rapi dan teratur?

Apa satu kebiasaan Anda yang membuat hidup Anda sangat produktif?

Bagaimana cara singkat/sederhana untuk membiasakan bangun pagi?

Bagaimana cara terbaik untuk keluar dari zona nyaman?

Apa yang akan kamu lakukan bila hidupmu tidak berjalan sesuai dengan yang direncanakan?

Apa yang membuatmu merasa bermakna dalam hidup?

Menurut Anda, bagaimana kualitas seorang artis atau selebritis di Indonesia dari segi moral?

Siapakah diri Anda?

Apa arti nama Anda?

Siapa kamu?

Apa hasil Myers-Briggs Type Indicator-mu ?

Bagaimana kepribadian mu pada hasil tes Myers-Birggs Type Indicator?