selasar-loader

Bagaimana cara terbaik untuk keluar dari zona nyaman?

Last Updated Dec 1, 2016

16 answers

Sort by Date | Votes
Hana Fitriani
Product manager & kontributor Selasar.com.

H9fR1U4BfPAof3GNvK6BNRZn1XRqu8Zm.jpg

Tentukan tujuan dan target yang tinggi, pasang komitmen, dan "bakar kapal".

Semua hal tidak bisa mencapai hasil terbaik kalau tidak dilakukan secara all out. Strategi bakar kapal biasanya dilakukan oleh pebisnis awal yang nekad untuk cebur ke dunia dengan ketidakpastian tinggi. Untuk menghapus mental setengah-setengah dan rasa takut untuk ambil risiko (keluar dari zona nyaman), harus "bakar kapal", seperti resign dari pekerjaan, berani modal di awal, dan sebagainya. Oleh karena itu, mau gak mau tidak ada pilihan untuk mundur dan balik arah. 

Ilustrasi via cocospeaks.net

Answered Dec 24, 2016
J.S. Khairen
Author | Jombang itu bahasa Minangkabau, googling aja jgn males | @JS_Khairen

Ty8rd2zWvwxRsfEW87-rCK5-3fEGl9jM.jpg

Dalam buku terbarunya yang sengaja dikemas untuk millenials bertampilan kreatif dan menarik berjudul Baper - Bawa Perubahan, Prof. Rhenald Kasali Ph.D., mengatakan bahwa keajaiban tak pernah terjadi di zona nyaman.

Lalu, di manakah zona nyaman itu agar kita bisa tahu cara keluarnya? Zona nyaman bukan kaya zona perang atau zona bencana yang jelas bentukannya secara teritori, apalagi zona pertemanan (friend zone-red) --> ini juga kadang gak jelas sih

Zona nyaman itu lebih ke bentuk abstrak yang mengkungkung sanubari, langkah kaki, dan gebrakan kita. Penciptanya? Kebanyakan adalah kita sendiri. Saat ngerasa hidup gitu-gitu aja, gak ada kemajuan, itu dia zona nyaman. Kita secara gak sadar menutup diri untuk sesuatu yang namanya ekspansi kapabilitas #ciegitu.

Kadang, gak kadang sih, selalu, di luar zona nyaman tuh selalu banyak hal baru yang siap menyambut kita. Tapi risikonya juga tinggi. That's why, orang banyak takut keluar zona nyaman. Belum tentu kan mau ngebuang gawai pintar lo ke sungai, terus mulai sekarang ngabarin teman pakai surat? Ini contoh ngaco sih.

Contoh seriusnya bisa ditemukan di berbagai start-up Indonesia yang hari ini men-disrupt pasar, mengubah bisnis model lama, mengganggu pemain lama yang udah nyaman. So, sebelum terpaksa diubah, mending berubah dari sekarang dengan keluar dari zona nyaman. Kalau yang suka nonton film, nah kartun "Finding Nemo" itu contoh nyata banget yang menceritakan "stepping out from your comfort zone".

Jadi, cara terbaiknya menurut saya, ya udah, berani aja. Gampang kan? Emang gampang sih ngomongnya. So, selamat mengeluarkan diri.

@JS_Khairen

 

Ilustrasi via penulis

Answered Jan 7, 2017
hafidzul alim
Jauh yang dekat itu kadang lebih baik dibanding dekat yang jauh.

S5auhue0C9TacrowQPWc7kCs2iUNqyyJ.jpg

Habiskan masa bosanmu.

.

Zona nyaman, terkadang melenakan dan melupakan tanggungan, karena itu cara termudah adalah habiskan masa bosanmu dan kembali tengok apa tujuan dan targetmu. . .

gambar via motivasi-islami.com

Answered Jan 9, 2017

Berkawan dan mencari partner untuk bersaing dalam hal produktif

Answered Jan 19, 2017
Rezha Taufani
Psikologi Sosial, Psikologi Politik, Psikologi Lintas-Budaya

S2KsR6FafqNDq2nXt2CzRze7mMpaBIxQ.jpg

Masih ada beberapa paradigma negatif mengenai comfort zone. Sebenarnya, comfort zone tidak sepenuhnya merupakan suatu hal yang buruk bagi seseorang. Comfort zone atau disebut dengan zona nyaman adalah ruang batasan perilaku-perilaku yang dimiliki oleh seseorang, dimana pola aktivitas dan kebiasaan yang biasa dijalani oleh seseorang terjadi dengan pola yang konsisten untuk meminimalisir kecemasan dan tingkat stres seseorang. Bisa dikatakan bahwa zona nyaman merupakan representasi dari mekanisme pertahanan mental seseorang. Ada keuntungan untuk orang-orang yang memilih untuk menetap di kondisi zona nyaman karena dalam keadaan ini, seseorang akan mendapatkan kebahagiaan yang "biasa", kecemasan yang minim, dan tingkat stres yang rendah.

Gagasan utama tentang zona nyaman ditemukan oleh psikolog pada tahun 1908, Robert M. Yerkes dan John D. Dodson, yang menjelaskan bahwa orang-orang yang berada pada zona nyaman cenderung akan memiliki performa yang stabil. Namun, pada saat-saat tertentu, individu memerlukan asupan kecemasan yang relatif cukup dan tingkat stres yang relatif tinggi untuk mendorong individu mencapai performa maksimumnya. Sebutan lainnya untuk keadaan berupa kecemasan dan stres yang di luar normal itu adalah optimal anxiety. Namun, bila seseorang terlalu stres dan cemas maka bukan output berupa performa tinggi yang didapat, melainkan performa dan tingkat produktivitas yang semakin menurun. Seperti kayu yang terbakar oleh api namun karena api terlalu besar maka kayu akan cepat habis terbakar.

Jadi bagi seseorang yang mampu mendorong optimal anxiety-nya pada tahap yang lebih lanjut, ia akan mendapatkan suatu pencapaian yang luar biasa. Tapi bila seseorang tidak mampu mengukur sejauh mana ia bisa mengoptimalkan keadaan tersebut, maka yang ia dapat adalah kesulitan untuk mecapai suatu performa optimal.

Apa saja yang bisa didapat oleh seseorang saat mereka bisa keluar dari zona nyamannya?

  • Kemampuan produktivitas akan lebih meningkat karena ada dorongan serta ambisi untuk mencapai suatu target yang ditetapkan, namun konsekuensi untuk seseorang yang terlalu keluar kendali ialah akan lebih sulit untuk fokus dalam tujuannya dan cenderung keluar dari batas-batas perilaku normatif.
  • Kemampuan untuk berhadapan dengan kondisi yang tidak sesuai dengan rencana akan lebih mudah dihadapi oleh individu yang keluar dari zona nyaman karena mereka mampu beradaptasi dengan masalah yang dihadapinya.
  • Langkah keluar dari zona nyaman berikutnya akan lebih mudah ketimbang sebelumnya, karena ia sudah mengerti sampai sejauh mana batasan kemampuan yang ia miliki dengan sadar.
  • Individu akan cenderung lebih mudah untuk mengasah kemampuan pikirannya dan mengasah kreativitasnya ke tahap yang lebih tinggi dengan menemukan ide-ide baru yang inspiratif lalu menghindari confirmation bias dimana akan memunculkan tendensi untuk menyepakati ide-ide konservatif dibandingkan ide-ide yang segar dan progresif.

Ada beberapa cara dalam memicu individu untuk keluar dari zona nyaman, di antaranya ialah sebagai berikut.

  1. Lalui kebiasaanmu sehari-hari dengan hal yang berbeda dari hari-hari sebelumnya, agar terbiasa untuk menikmati hal-hal yang beda yang biasanya dinikmati dalam keseharian sehingga menjadi kebiasaan kita. Gunakan berbagai macam perspektif yang kamu miliki dalam setiap perbedaan yang kamu alami.
  2. Belajarlah untuk tenang dan berpikir mendalam meskipun menyita waktu dalam setiap pengambilan keputusan yang berdampak besar terhadap kehidupan. Gunakan indramu untuk merasakan dan mengamati lingkungan sekitar agar hasil keputusan yang dibuat pun matang.
  3. Percaya diri dan buatlah keputusan yang tegas, karena kadang keputusan yang tegas didasari kepercayaan diri yang kuat dan keteguhan diri dalam menghadapi segala kontradiksi yang kadang menjadi halangan untuk seseorang dalam mengambil keputusan.
  4. Lakukan dengan langkah-langkah yang kecil bila masih khawatir, mencoba hal-hal baru yang tidak biasa kita lakukan, tidak perlu terburu-buru dalam mengambil keputusan untuk keluar dari kebiasaan kita.

Zona nyaman tidak bisa ditetapkan secara sepihak sebagai suatu bentuk "kemalasan" karena mau tidak mau, setiap orang cenderung akan kembali pada zona tersebut. Sebagaimana setiap orang yang membutuhkan piknik, nah, fenomena piknik ini adalah suatu bentuk kalibrasi atau penyesuaian ulang untuk beristirahat dari perjalanan mental yang kita alami yang disebut hedonistic adaptation. Pola ini digunakan untuk mengembalikan tingkat stres dan kecemasan kembali ke tingkat yang normal. Ibarat mesin yang sudah terlalu panas, maka mental perlu diistirahatkan dulu agar dingin kembali dan supaya bisa beroperasi kembali dengan optimal.

Referensi:
Sivers, Derek. 2011. Anything You Want: 40 Lessons for a New Kind Entrepreneur. Kindle Edition.

Ilustrasi:
pixabay.com

Answered Jan 23, 2017
Dedy Syahril
Saya suka film, buku dan kacang garuda

s1kjEFdAcsSw_RsUovpQ7Mo4pnYFvoXA.jpg

Just Do It

Seperti tagline sepatu olahraga terkenal itu, lakukan! Jika kamu terus berhitung dan berencana, apa yang kamu niatkan tidak akan pernah terlaksana. 

Alm. Bob Sadino adalah salah satu tokoh inspiratif yang sering bercerita tentang bagaimana cara keluar dari zona nyaman. "Saya ingin miskin" ujarnya di salah satu stasiun televisi. "Dibalik harapan selalu ada kekecewaan, maka saya berhenti berharap. Berhenti membuat rencana, melangkahlah" tambahnya.

Saya yakin tidak semua orang berani membuat statement segila itu. Takut miskin adalah salah satu alasan awam orang-orang senang berada di zona nyamannya.

Jadi zona nyaman seperti apa yang ingin kamu tinggalkan?

Gambar diambil dari pinterest.

Answered Jan 24, 2017
Ananda Findez
Mencari jawaban dan menanyakan segala hal!

Pesan Go-Jek. Dia akan membawamu kemanapun yang Anda mau.

Answered Jan 25, 2017

lwNVwokhm_uBqisz-ka1O6Z87_gdXew1.jpg

Langsung action! Tidak usah terlalu dipikirkan. Nanti Anda karatan sendiri.

Answered Mar 17, 2017
Christie Damayanti
Just disabled woman, architect, urban planner, author, philatelist; motivator

Tf9E0hfy_7aRXVJEL5RBuxR2TnkCKOIk.jpg

via likethisadventure.com (FR)

Jika ingin mengejar impian. Jangan pernah menyerah. Zona nyaman hanya akan membelenggu kita karena itu akan menina-bobokan kita.

Semua dimuali dengan doa.

Answered Apr 13, 2017

Buka pintu langsung keluar.

Answered May 27, 2017

VdUIOxVCbcy7EXWHSXWmXJhjoUtS-ebN.jpg

Try to challange yourself. Imagine apa yang akan kamu dapat jika kamu berhasil break your limit. It is worth to try. Kamu mungkin akan menemukan jati dirimu, the real you, saat kamu coba untuk mendobrak your limit dengan keluar dari zona nyamanmu.

Takut gagal? Percayalah, seorang penulis tidak akan pernah membuat karya yang hebat tanpa membuat karya-karya yang "gagal" sebelumnya. This is your life. You design your life by yourself and break your limit.

Ganbatte!

Answered May 27, 2017
Rono Jatmiko
I am a bachelor of Psychology and Certified Hypnotherapist.

Hasil gambar untuk keluar dari zona nyaman

Think Big, Start Small, Move Fast.

Kira-kira itu tulisan yang ada pada buku SD Dharmono, CEO PT. Jababeka.

 

Think Big
Keluar dari zona nyaman yang pertama membutuhkan alasan. Kalau kata Simon Sinek, Start With Why. Kenapa Anda merasa perlu keluar dari zona nyaman sekarang? 

Biasanya kemungkinan alasan ada dua, yaitu:

1. menggapai hasil yang lebih besar; dan
2. menghindari potensi kejatuhan karena hanya menikmati zona nyaman.

Eksplorasi apa saja impian yang belum terpenuhi atau mimpi dan misi apa yang lebih besar dari yang sudah dicapai sekarang. Jika Anda hidup hanya memikirkan kenyamanan diri sendiri, akan lebih mudah mendekam di zona nyaman. Namun, kalau mimpi dan misi Anda terkait dengan orang lain (bagaimana memberikan manfaat dan membantu orang lain), kemungkinan besar Anda akan sulit bertahan di zona nyaman. 

Start Small
Penyebab utama seseorang tidak dapat keluar dari zona nyaman adalah karena mereka berpikir besar, lalu otak bilang, "Nggak mungkin", "Sulit", "Ngimpi".

Akhirnya, jawaban yang muncul adalah "Ntar aja deh", "Ah susah!", "Ya, liat nanti", dan seterusnya yang akhirnya membuat kita nggak jalan-jalan.

Mimpi boleh besar, tapi langkah awal harus kecil. Mulailah dari langkah terkecil, termudah, terdekat yang pasti bisa Anda gapai dan tidak mungkin gagal. Yang otak Anda akan merespons, "Ah gini doang sih gw bisa", "Kayaknya gampang nih, oke deh!" Kalau reaksinya enteng kayak gitu, maka Anda sudah benar.

Yang dicari bukan seberapa jauh Anda melangkah, melainkan mulai melangkah. 

Jika Anda sudah mulai melangkah, maka Anda akan mengalami yang namanya Zeigarnik Effect. Intinya, manusia punya kecenderungan kalau sudah mulai sesuatu, maka tanggung dan diteruskan sampai selesai. Pernah nonton film yang sebenarnya jelek dan gak menarik? Tapi, tetep ditonton sampai abis karena udah terlanjur nonton dari awal? Itulah Zeigarnik Effect.

Cari hal terkecil yang mudah Anda lakukan, dan sisanya akan ngikut.

Move Fast
Cari sesuatu yang kecil gampang yang harus dikerjakan ASAP (as soon as possible). Sekarang, hari ini, nanti malam, atau maksimal besok.

Jika Anda memutuskan untuk melakukan sesuatu yang sifatnya masih lama, minggu depan, bulan depan, apalagi tahun depan, maka ada risiko besar niat itu akan menguap di tengah jalan. 

Semoga bermanfaat.

 

Ilustrasi via kerjayuk.com

Answered Jun 21, 2017
Bagus Anugerah Yoga Pratomo
Mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia | Pecinta Buku

TOB3lpAAgPQfE_ecPhFp_vi8AlNsQzMq.png

"Apa hal-hal yang selama ini saya inginkan, tapi membuat saya takut untuk melakukannya?"

Cobalah untuk menjawab pertanyaan di atas dengan membuat catatan daftar dari hal-hal tersebut. Setelah itu, cari tahu mengenai constraint (halangan) yang ada. Kemudian lakukanlah hal-hal tersebut setelah memecahkan solusi dari constraint-nya. 

Semoga berhasil!

ilustrasi via newsmediaworks.com

Answered Jul 27, 2017
Fajrin
Blogger (Pendiri anakdagang.com)

viZqBSaqYWi_zv2GBjeczjYaN5h4x-JV.jpg

Cara terbaik untuk keluar dari zona nyaman adalah menjadi orang yang bodoh untuk beberapa saat. Apa yang menjadi goal jika hal itu dilakukan? Goal-nya adalah action, action akan membawa Anda mengetahui hal-hal yang selama ini tidak terlihat.

Lakukan apa yang ada dipikiran Anda dan tidak usah terlalu banyak mikir. Dalam proses tersebut, Anda akan menemukan jawaban yang sangat akurat untuk menjadi yang terbaik.

ilustrasi via maketheworldcyou.com

Answered Jul 27, 2017
Mugniar
Blogger www.mugniar.com | Freelance writer

Kalau memang berniat keluar dari zona nyaman, cari tantangan yang out of the box. Misalnya nih, kalau Anda bekerja dalam kubikel di kantor setiap harinya, keluarlah dan menjadi pengusaha atau agen asuransi, atau anggota MLM. Ini contoh saja, sih. Silakan dicari tantangan yang out of the box itu :)

Answered Aug 21, 2017
Muhammad Rizki Syahputra
S1 Ilmu Komputer USU|Rumah Kepemimpinan Medan

Mematikan kreativitas

Percaya atau tidak, zona nyaman bisa mematikan kreatifitas dari otak Anda. Sebab, semua kegiatan yang biasa dilakukan telah ditata dengan rapi dan monoton.

Dengan demikian hilanglah kreativitas, merasa tidak mendapatkan tantangan, dan bahkan tidak menyadari kekurangan yang ada pada diri Anda.

Tidak berkembang

Pasti Anda sering mendengar kalimat “Jangan berlama-lama di zona nyaman, nanti gak berkembang.” Dan itu benar adanya. Jika Anda merasa stuck dan tidak ada kemungkinan untuk berkembang, lebih baik Anda mengundurkan diri.

Cobalah untuk bangkit dari zona nyaman Anda dan berani untuk memilih mencari pekerjaan baru di perusahaan lain yang bisa membuat Anda menjadi lebih maju.

Menjadi pribadi yang lebih open-minded

Keluar dari zona nyaman juga akan membuat Anda menjadi pribadi yang lebih open-minded. Sebab, memiliki pemikiran yang terbuka akan mengeksplorasi pikiran Anda untuk menjadi lebih kreatif, tampil beda, menerima pada pengalaman dan cara pandang yang baru. Maka, makin tinggi pula peluang kesuksesan Anda.

Answered Feb 2, 2018

Question Overview


and 3 more
21 Followers
1980 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apa tips/trik yang bisa dilakukan dalam 5 menit dan bisa mengubah hidup kita di masa depan?

Apa nasihat terbaik yang pernah Anda dapatkan?

Apa sepatah kata/nasihat yang Anda berikan kepada generasi muda berusia 15-20 tahun?

Apa kebiasaan sehari-hari yang Anda lakukan dan membuat Anda bahagia?

Bagaimana cara sederhana/singkat menjadi orang yang rapi dan teratur?

Apa satu kebiasaan Anda yang membuat hidup Anda sangat produktif?

Bagaimana cara singkat/sederhana untuk membiasakan bangun pagi?

Apa yang akan kamu lakukan bila hidupmu tidak berjalan sesuai dengan yang direncanakan?

Bagaimana cara berhenti melukai diri sendiri?

Apa dan bagaimana cinta itu?

Kepada siapa kecenderungan waria memilih pasangannya?

Adakah kaitan antara parfum dan kepribadian seseorang?

Apakah status sebagai anak tunggal mempengaruhi sikap politik Presiden ke-6 RI?

Apakah status sebagai anak lelaki satu-satunya dalam keluarga mempengaruhi sikap politik Presiden Jokowi?

Pada umur berapa sebaiknya anak diajak untuk menjalankan ritual keagamaan?

Apa yang menyebabkan orang takut menikah?

Apa yang menyebabkan seseorang takut menghadapi masa depan?

Mengapa respons orang sedih umumnya menangis?

Apakah menangis itu sehat atau malah membuat sakit?

Apa yang membuatmu merasa bermakna dalam hidup?

Menurut Anda, bagaimana kualitas seorang artis atau selebritis di Indonesia dari segi moral?

Siapakah diri Anda?

Apa arti nama Anda?

Siapa kamu?

Apa hasil Myers-Briggs Type Indicator-mu ?

Bagaimana kepribadian mu pada hasil tes Myers-Birggs Type Indicator?