selasar-loader

Apa yang harus dilakukan praktisi keuangan syariah agar semakin banyak muslim Indonesia yang menabung dan bertransaksi di bank syariah?

Last Updated Dec 1, 2016

2 answers

Sort by Date | Votes
Sawqi Saad El Hasan
Islamic Economist

UbWUe3K4AURJr7DTXmsOwgq_b_inMEyE.png

Untuk Bapak Ma Isa Lombu yang berbahagia.

Harus kita akui bersama bahwa adanya perbedaan alam antara bank konvensional dan bank syariah. Konfigurasi yang ada pada bank syariah saat ini masih belum dapat membuat bank syariah dapat bersaing dengan bank konvensional. Hal ini bisa dilihat pada minimnya investor yang dihimpun oleh bank syariah untuk menggarap proyek di sektor riil. Sehingga, laba yang diperoleh bank syariah masih jauh dibandingkan dengan laba yang diperoleh bank konvensional.

Saat ini, praktisi keuangan syariah sedang berusaha meningkatkan layanan sarana, dan pra sarana yang mendukung aksesibilitas terhadap jasa keuangan yang ditawarkan kepada nasabah. Kemudian di samping peningkatan sarana dan prasarana yang mendukung produk keuangan syariah, para bankir syariah harus dibekali dengan pengetahuan yang memadai terhadap praktik dari akad-akad produk keuangan syariah.

Menurut Ahmad Ifham Sholihin, dalam bukunya yang berjudul Ini Lho Bank Syariah, menyatakan bahwa peningkatan kualitas SDM bank syariah bisa dilakukan dengan memberikan training hard skill tentang product knowledge secara continue, dan secara periodik melakukan pembahasan atas permasalahan yang muncul di lapangan, dan memberikan pembekalan keterampilan soft skill kepada mereka. SDM yang ditempatkan di bank syariah sebaiknya adalah mereka yang memang memiliki semangat, kesungguhan, dan kompetensi untuk berkarir di bank syariah. Mereka memiliki nilai lebih karena harus bisa memahami sistem perbankan syariah yang notabene adalah sistem yang baru dan belum begitu familiar di masyarakat.

Kemudian berikutnya adalah pelayanan prima. Agar bisnis tetap berjalan, bank syariah harus bisa memberikan layanan yang baik kepada nasabah. Nasabah harus dimengerti dan dilayani selangkah ke depan dari apa yang mereka harapkan. Kepuasan nasabah akan berdampak pada pertumbuhan loyalitas nasabah dalam menggunakan produk dan layanan bank syariah. Untuk itu, SDM bank syariah di semua lini perlu memiliki keterampilan pelayanan yang baik.

Selanjutnya, perlu diperhatikan juga fitur layanan yang diberikan oleh bank syariah apakah sudah bersahabat dengan penggunanya. Terutama pengguna yang memiliki aktifitas dan mobilitas tinggi dalam kesehariannya. Mengingat masih banyak bank syariah yang belum memiliki aplikasi untuk ponsel pintar baik yang berbasis sistem operasi IOS maupun Android. Hal ini tentunya juga harus ada niatan dari bank syariah dalam mengembangkan aplikasi perbankan dalam perangkat bergerak yang dimiliki oleh nasabah.

Faktor selanjutnya, yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan penggunaan produk dan jasa keuangan syariah adalah dengan melakukan sosialisasi yang masif kepada masyarakat. Saat ini, sosialisasi yang dilakukan hanya baru melalui event tertentu dan juga baru melalui media cetak dan elektronik. Untuk ke depan, saya berharap sosialisasi yang dilakukan juga harus menyentuh generasi millennial.

Generasi millennial merupakan target pasar yang cukup menjanjikan untuk perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Hal itu terjadi karena mereka senang mencoba sesuatu hal yang baru. Di samping itu, dengan mendapatkan kepercayaan dari generasi millennial dan adanya pengalaman dalam menggunakan produk dan jasa keuangan syariah. Oleh sebab itu, maka hampir dipastikan mereka akan berbagi dan menceritakan pengalamannya tersebut di media sosial mereka, seperti Twitter, Facebook, dan Instagram. Dengan membagikan pengalamannya, millennials yang lain akan tertarik untuk menggunakan produk dan jasa keuangan syariah. Millennials juga suka sesuatu yang simpel dan semua hal akan millennial cek dalam sosial media.

Kemudian, hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah branding yang dilakukan oleh para bankir bank syariah, yaitu harus masif dalam upaya menjadi tempat untuk berbisnis dan berinvestasi. Para bankir bank syariah harus kembali memikirkan kemudahan dalam bisnis dan investasi yang ditawarkan jika ingin menginisiasi banyak proyek di sektor riil. Bank-bank syariah bisa membuat event, di mana mereka juga akan menyerap aspirasi dari generasi millennial terkait dengan pengembangan produk dan jasa serta pelayanan bank syariah.

Selain itu, para bankir bank syariah harus melibatkan pihak ketiga dalam menarik nasabah. Contohnya, undangan endorsement terhadap komunitas kreatif yang berbasis pada halal industry atau komunitas hijaber yang nantinya mereka akan bertugas sebagai reviewer dari produk dan jasa keuangan syariah. Mereka akan mendokumentasikan hasil review-nya dalam bentuk foto dan video yang akan disebar melalui media sosial komunitas mereka.

Dengan demikian, upaya para bankir syariah dalam meningkatkan nasabah ini kiranya memperhatikan betul produk dan jasa yang ditawarkan. Hal tersebut dikarenakan agar tepat manfaat, tepat guna, dan tepat sasaran, sehingga nasabah akan loyal jika mendapat pengalaman dan pelayanan yang menyenangkan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan syariah.

Ilustrasi via http://warohmah.com

Answered Jun 24, 2017
Rahma Mieta
Senior Financial Planner at OneShildt | Interested in Islamic Finance

AgI66btiUL221XDVIRTdLj1kuYeLzO3X.jpg

Pertama, melakukan edukasi keuangan produk-produk perbankan syariah ke masyarakat dengan bahasa yang lebih mudah tanpa menghilangkan esensinya. Berdasarkan data yang saya lihat dari survey OJK mengenai literasi dan inklusi keuangan di Indonesia tahun 2016, literasi keuangan syariah dalam bidang perbankan berada di angka 6,63%. Bisa dikatakan, pemahaman masyarakat mengenai perbankan syariah masih rendah (belum mencapai tingkat well literate*). 

Tapi yang terpenting adalah memastikan literasi keuangan para front liners atau orang-orang yang berhadapan langsung dengan konsumen memiliki pemahaman dan kemampuan menyampaikan yang baik sehingga tidak ada lagi kesalahpahaman mengenai produk dan jasa keuangan perbankan syariah.

Beberapa kasus yang saya temui melalui media sosial, kebanyakan berkomentar mengenai ketidakpuasan produk pinjaman yang dirasa merugikan, yang pada akhirnya mengambil kesimpulan bahwa tidak ada bedanya dengan sistem bunga pada bank konvensional. Padahal jelas ada perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional, yaitu dari akad yang digunakan. Kesalahpahaman ini bisa terjadi paling tidak dikarenakan pihak bank tidak menjelaskan secara detail mengenai produk pinjaman, mulai dari fitur sampai risiko yang mungkin terjadi, hak dan kewajiban bank dan nasabah, dll. Pihak nasabah pun tidak aktif bertanya mengenai faktor "what if" yang mungkin terjadi. Atau mungkin sudah dijelaskan oleh pihak bank namun pihak bank tidak memastikan apakah nasabah sudah mengerti atau belum. 

Berharap kedepannya, kejadian ini tidak akan terjadi ketika para front liners ini memiliki kemampuan literasi keuangan dan kemampuan menyampaikan yang baik.

Kedua, mengembangkan produk dan jasa perbankan syariah agar bisa lebih berkompetitif dengan produk dan jasa bank konvensional. Tidak dipungkiri meskipun penduduk Indonesia mayoritas muslim, namun lebih banyak yang memilih untuk menggunakan bank konvensional. Salah satu alasannya adalah menilai produk dan jasa perbankan syariah masih kalah saing dengan produk dan jasa perbankan konvensional. 

 *) http://www.ojk.go.id/id/kanal/edukasi-dan-perlindungan-konsumen/Pages/Literasi-Keuangan.aspx

Answered Nov 2, 2017

Question Overview


3 Followers
779 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Bank pilihan terbaik kita: syariah atau konvensional?

Apakah hukum berinvestasi emas?

Apakah yang membedakan KPR Syariah VS KPR Murni Riba?

Apa Beda Bunga (Riba) dan Marjin?

Apakah denda ketika telat membayar cicilan dikategorikan sebagai riba?

Bagaimana caranya membeli rumah tanpa riba?

Apa saja jenis akad transaksi dalam perbankan syariah dan apa keunggulannya dengan bank konvensional?

Apakah benar BPJS haram? Jika iya, mengapa?

Bolehkah bermain valuta asing (valas) menurut syariat Islam?

Hal apa yang paling membedakan Waad dan Akad?

Apa bedanya marketing dan sales?

Mengapa kebanyakan produk bermerek ditargetkan pada pasar anak muda (youth culture)?

Apakah tips efektif membuat off-page strategy dalam ruang lingkup Search Engine Optimization (SEO)?

Apakah tips efektif membuat on-page strategy dalam ruang lingkup Search Engine Optimization (SEO)?

Bagaimana implementasi growth hacking atau akuisisi user baru yang paling efektif untuk sebuah produk teknologi yang baru launch?

Apa itu growth hacking dan apa yang membuat keahlian ini menjadi begitu istimewa?

Seperti apa strategi jitu beriklan di Facebook?

Seperti apa strategi jitu beriklan di Google?

Seperti apa strategi jitu beriklan di YouTube?

Berapa banyak waktu dan uang yang harus dikeluarkan agar konten dalam web kita menjadi no 1 di halaman pertama Google search engine?

Kenapa Indonesia belum juga maju sementara Korea Selatan yang dulu lebih miskin dari kita justru maju sekali saat ini?

Bagaimana cara Jerman membangun kembali ekonominya setelah Perang Dunia II?

Apakah kunci sukses pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pada puncak bonus demografi di Indonesia (2025-2035)?

Apakah penggunaan alat ukur Gross Domestic Product (GDP) masih relevan untuk menghitung tingkat kesejahteraan sebuah negara?

Mengapa perhitungan Gross National Product (GNP) jarang digunakan sebagai alat ukur kinerja ekonomi?

Apa yang Anda ketahui tentang Green GDP?

Apakah inflasi selalu berdampak buruk untuk perekonomian?

Apakah konsekuensi deflasi terhadap kinerja perekonomian sebuah negara?

Ketika terjadi apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar, langkah taktis apa yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan kerja perekonomian?

Apakah depresiasi nilai tukar selalu memiliki dampak negatif untuk perekonomian?

Adakah keterlibatan Indonesia pada Perang Dunia II?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

Hal-hal apa sajakah yang harus dipenuhi agar Indonesia menjadi pemimpin budaya populer dunia?

Foto apa saja yang bisa mengubah cara pandang kita tentang Indonesia?

Apa yang Anda banggakan dari Indonesia saat bertemu masyarakat internasional?

Masakan/makanan Indonesia apa yang menurut Anda paling mungkin go international?

Mengapa bangsa Indonesia dapat sebegitu lamanya dijajah oleh Belanda?

Makanan/masakan Indonesia apa yang paling memiliki nilai sejarah tinggi?

Apa yang membuat beberapa suku di Indonesia masih tetap bertahan dengan gaya hidup tradisionalnya, misalnya Suku Badui?