selasar-loader

Jika memang ekonomi syariah adalah solusi, mengapa banyak negara Islam saat ini tidak semaju negara Barat yang tidak menerapkan sistem ekonomi syariah?

Last Updated Dec 1, 2016

2 answers

Sort by Date | Votes
Izzudin Farras
Mahasiswa Ilmu Ekonomi Islam FEB UI

1. Sebagai seorang muslim, sudah sepatutnya meyakini bahwa ekonomi syariah adalah solusi. 

Sejarah telah membuktikan bahwa dalam kepemimpinan Umar Bin Abdul Aziz pada dinasti Bani Umayyah, tidak ada lagi orang yang dapat diberikan zakat. Zakat sebagai instrumen redistribusi kekayaan tidak mampu disalurkan kepada yang berhak (8 asnaf) karena tidak ada lagi orang yang termasuk ke dalam 8 asnaf tersebut alias sudah mampu secara ekonomi. 

2. Islam telah diturunkan secara sempurna, termasuk ekonomi syariah didalamnya karena ekonomi syariah adalah bagian yang integral dari ajaran islam. 

Ajaran islam yang telah sempurna tersebut pada hari ini belum diamalkan secara menyeluruh oleh negara islam di dunia. Umat islam sendiri belum mampu menciptakan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (lihat QS. 34:15). Artinya, ekonomi syariah itu sendiri belum mampu diamalkan secara utuh karena sangat berkaitan dengan aspek-aspek lainnya dalam islam. Perlu diketahui pula bahwa belum semua negara islam atau berpenduduk mayoritas islam menggunakan sistem ekonomi syariah.

Akan tetapi, sudah ada usaha-usaha menuju kesana dari beberapa negara islam seperti Sudan, Iran, Pakistan yang menerapkan interest free banking system di negaranya.

3. Apakah maju atau tidaknya suatu negara yang lazim digunakan saat ini, PDB per kapita, sudah mampu menggambarkan kemajuan suatu negara secara menyeluruh? Ekonomi syariah sendiri punya Maqashid Sharia Index yang menurut saya mampu dikembangkan untuk mengukur kemajuan suatu negara

Answered Jan 15, 2017
Sawqi Saad El Hasan
Islamic Economist

efgzVDMbgT_Nnsvxqu-56HZJEkwh6gRO.jpg

Untuk Mas Zulfian yang berbahagia.

Sejak manusia mengenal hidup dan bergaul dengan sosial, tumbuhlah suatu masalah yang harus diselesaikan bersama-sama, yaitu bagaimana setiap manusia memenuhi kebutuhan hidup mereka masing-masing, karena kebutuhan seseorang tidak mungkin dapat dipenuhi oleh dirinya sendiri. Sejak saat itu, muncullah ekonomi yang memang menjadi ilmu dalam memahami tentang kebutuhan dalam bertransaksi dengan manusia lain. Dunia Barat sendiri memunculkan beberapa ilmu yang mengarah kepada cara mengembangkan ekonomi untuk menyejahterakan hidupnya. Bahkan, mencari cara untuk mendapatkan hal yang diinginkan dengan cara apa pun meskipun harus mengorbankan orang lain.

Beberapa literatur menyebutkan bahwa sejarah teori yang terjadi dalam dunia Barat lebih banyak melihat dari kejadian-kejadian yang ada, kejadian-kejadian yang menyangkut ranah ekonomi. Keberadaan realitas pada masa itu membuat mereka mencari dan membentuk formula baru dalam menciptakan teori ekonomi. Saat teorinya tidak sesuai dengan zaman berikutnya, maka formula baru akan mereka cari kembali.

Dengan paradigma bahwa teori lahir karena adanya realitas sosial, maka yang tercipta di sana adalah suatu teori yang mengambang dan tidak konsisten sehingga pada waktu tertentu akan mengalami hambatan, lalu kemunduran, dan akhirnya kehancuran. Teori Barat lebih banyak mengembangkan teori kapital yang berasal dari perilaku sosial dan realitas sosial di sana. Pemikiran kapitalisme adalah sebuah sistem ekonomi yang terdapat filsafat sosial dan politiknya, didasarkan kepada asas pengembangan hak milik pribadi dan pemeliharaannya serta perluasan paham kebebasan. Sistem ini telah banyak melahirkan malapetaka terhadap dunia.

Menurut Čedomir Nestorović dalam bukunya yang berjudul Islamic Marketing: Understanding The Socio-Economic, Cultural, and Politico-Legal Environment diungkapkan bahwa studi pada lingkungan ekonomi bermula dari setiap studi pemasaran yang bermula pada satu pertanyaan, yaitu apakah kita memiliki pasar? Ketika melihat pertanyaan tersebut, saya terpikir bahwa kebutuhan terhadap penerapan ekonomi Islam masih pada tahapan pengenalan di berbagai negara. Belum memasuki tahapan lepas landas untuk mencapai keberlangsungan dalam penerapannya untuk negara. 

Kemudian, juga kita perlu mempertimbangkan kondisi geopolitik sebuah negara untuk menerapkan ekonomi Islam. Nestorović dalam buku yang sama juga mengungkapkan bahwa konteks politik dalam melakukan kegiatan pemasaran ekonomi Islam di negara-negara Barat tidaklah mudah. Hal tersebut dikarenakan adanya stigma negatif terhadap Islam yang selalu dikaitkan dengan terorisme dan radikalisme. Jadi, ketika sebuah forum ekonomi Islam menghasilkan suatu akad kesepakatan pada suatu jasa keuangan atau sebuah produk, maka hal tersebut akan dicurigai.

Selanjutnya, tantangan kedua adalah terkait dengan artikel ilmiah yang dihasilkan oleh praktisi dan akademisi yang bergelut pada segementasi Islamic Finance dan Islamic Economics. Banyak sekali hasil penelitian yang tidak terpublikasi ke dalam bahasa lain. Kalau pun terpublikasi, masih di jurnal tingkat nasional. Karya-karya tersebut belum terpublikasi ke bahasa lain seperti bahasa Inggris. Kemudian, hal tersebut juga belum banyak terpublikasi di jurnal internasional. Ini merupakan dilema yang harus segera diselesaikan dengan cara terus mengembangkan kemampuan berbahasa asing bagi praktisi dan akademisi sehingga kelak aksesibilitas terhadap karya ilmiah maupun laporan tahunan yang diberikan oleh praktisi dan akademisi dapat dipelajari oleh bangsa lain dengan baik.

Tantangan ketiga terkait dengan aksesibilitas terhadap jasa keuangan Islam. Malcolm D. Knight dalam artikelnya yang berjudul Globalisation and Financial Markets menyatakan bahwa sistem keuangan global saat ini jauh lebih mudah diakses oleh perusahaan dan rumah tangga daripada dua puluh tahun yang lalu, atau bahkan satu dekade yang lalu. Hal tersebut dapat dipenuhi jika dan hanya jika pemerintah dalam negara memperhatikan betul pembuatan kebijakan. Secara umum, pembuat kebijakan perlu memasukkan pemikiran mereka terhadap sejauh mana perbaikan dalam teknologi pemrosesan informasi dan komunikasi sekarang mendorong pasar keuangan. 

Bukan suatu kebetulan bahwa sistem keuangan telah memainkan peran yang jauh lebih besar dalam alokasi sumber daya, baik di negara maju maupun ekonomi pasar yang sedang berkembang selama lima belas tahun terakhir. Di banyak negara, ini mengharuskan pembaruan peraturan pada sektor keuangan. Motivasi umum untuk pembaruan tersebut adalah insentif yang efektif untuk memasukkan biaya peluang dari modal ekuitas dalam proses pengambilan keputusan. Dengan kata lain, penting untuk menghargai bahwa insentif berbasis pasar adalah sumber minat yang sama dalam pengembangan kerangka alokasi modal ekonomi oleh ekonomi berbasis pasar.

Islamic Finance dan Islamic Economics adalah fenomena ekonomi yang baru-baru ini hangat diperbincangkan kembali dalam dinamika perekonomian global. Sebelumnya, kedua hal ini hanya melekat erat dengan dunia Islam, termasuk kawasan Timur Tengah yang mayoritas adalah negara-negara Islam. Dewasa ini, ekonomi dan keuangan Islam mulai dipelajari dan bahkan diterapkan oleh negara-negara yang mayoritas penduduknya nonmuslim atau bukan negara Islam.

Dengan demikian, kiranya hal tersebut akan terwujud jika dan hanya jika ada niatan serius dari berbagai negara untuk mengembangkan ekonomi Islam. Di samping itu, diperlukan pula nilai tambah sebagai faktor perlindungan yang ditawarkan oleh berbagai negara agar para investor datang untuk menanamkan modal pada instrumen keuangan Islam yang diselenggarakan oleh negara. Kemudian, akad dan perlindungan yang ditawarkan negara terhadap investor harus jelas sehingga dapat menciptakan iklim investasi Islamic Finance dan Islamic Economic yang baik, menentramkan, dan menyejahterakan bersama.

Ilustrasi via wp.com

Answered Jun 22, 2017

Question Overview


3 Followers
869 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Bank pilihan terbaik kita: syariah atau konvensional?

Apakah hukum berinvestasi emas?

Apakah yang membedakan KPR Syariah VS KPR Murni Riba?

Apa Beda Bunga (Riba) dan Marjin?

Apakah denda ketika telat membayar cicilan dikategorikan sebagai riba?

Bagaimana caranya membeli rumah tanpa riba?

Apa saja jenis akad transaksi dalam perbankan syariah dan apa keunggulannya dengan bank konvensional?

Apakah benar BPJS haram? Jika iya, mengapa?

Bolehkah bermain valuta asing (valas) menurut syariat Islam?

Hal apa yang paling membedakan Waad dan Akad?

Kenapa Indonesia belum juga maju sementara Korea Selatan yang dulu lebih miskin dari kita justru maju sekali saat ini?

Bagaimana cara Jerman membangun kembali ekonominya setelah Perang Dunia II?

Apakah kunci sukses pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pada puncak bonus demografi di Indonesia (2025-2035)?

Apakah penggunaan alat ukur Gross Domestic Product (GDP) masih relevan untuk menghitung tingkat kesejahteraan sebuah negara?

Mengapa perhitungan Gross National Product (GNP) jarang digunakan sebagai alat ukur kinerja ekonomi?

Apa yang Anda ketahui tentang Green GDP?

Apakah inflasi selalu berdampak buruk untuk perekonomian?

Apakah konsekuensi deflasi terhadap kinerja perekonomian sebuah negara?

Ketika terjadi apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar, langkah taktis apa yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan kerja perekonomian?

Apakah depresiasi nilai tukar selalu memiliki dampak negatif untuk perekonomian?

Mengapa Tuhan membuat surga, padahal insentif tertinggi umat Islam adalah ridha Allah?

Apabila poligami adalah ibadah, mengapa banyak perempuan muslim yang tidak mau melakukannya?

Bagaimana cara mengakhiri konflik antara Sunni dan Syiah?

Apakah Syiah bukan Islam?

Mengapa Nabi Muhammad tidak mengizinkan Ali mempoligami Fatimah?

Apa yang dimaksud dengan bid'ah?

Apa yang dimaksud dengan munafik?

Apa yang dimaksud dengan halal?

Apa yang dimaksud dengan haram?

Apa yang dimaksud dengan mubah?

Mengapa sistem ekonomi kapitalis cenderung membuat suatu negara menjadi maju?

Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Bagaimana positioning Indonesia di dunia global?

Kapan Perang Dunia III muncul?

Apa yang membuat Israel menang dalam perang melawan gabungan negara-negara Arab?

Mengapa Israel dalam beberapa dekade menjadi maju sekali jauh meninggalkan negara-negara arab di sekitarnya?

Bagaimana cara yang paling efektif untuk mengakhiri konflik Palestina dan Israel?

Bagaimana cara mengakhiri konflik di Syiria?

Selain Korea Selatan, Singapura, apa ada cerita tentang negara lain yang dahulu miskin kini kaya raya?