selasar-loader

Menurut Anda, apa kriteria seorang mahasiswa aktivis yang profesional?

Last Updated Aug 16, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Raudha Ilmi Farid
Raudha Ilmi Farid, FIK UI, BAKTI NUSA 7

Mahasiswa Aktivis Profesional.

Sekumpulan kata yang bahkan, saat kata-kata tersebut berdiri sendiri pun mereka memiliki makna yang cukup untuk mendominasi daftar pertanyaan kita dikubur nanti. Mahasiswa, identik dengan masa muda menuju dewasa. Sebuah representasi pemuda-pemudi harapan bangsa, pemuda-pemudi terpilih –katanya yang menjadi puncak dari seluruh tempat-formal para fakir ilmu berkumpul . Imbuhan maha di depannya tentu saja acap kali dibahas dan dimaknai sebagai sesuatu yang membuatnya memiliki power lebih yang –bagi-Ir.-Soekarno-, bahkan mampu mengguncangkan dunia. Tri dharma perguruan tinggi bahkan menggambarkan pondasi dasar dan tanggung jawab yang harus diemban olehnya. Pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian masyarakat sudah seharusnya menjadi aktivitas utama dari mahasiswa bukan?

Aktivis. Kata, dengan kata dasar aktif yang diberi imbuhan –is. Aktif sendiri tentu tak perlu didefiniskan lagi karena kita sama-sama tahu, aktif itu bergerak, ada yang sedang dilakukan, tidak diam, tidak pasif. Saya selalu ingat dengan salah satu materi pelajaran Biologi di sekolah dulu (bahkan sampai saat kuliah pun tetap dibahas), ada istilah transport aktif dan transport pasif. Keduanya merujuk pada bagaimana cara molekul atau ion di dalam tubuh kita dapat berpindah dari sel tubuh ke dunia luar sel. Menariknya, transport aktif membutuhkan energi tambahan, sementara transport pasif bisa dilakukan tanpa energi. Transpor aktif membutuhkan salah satu pekerjaan penting dari mitokondria (salah satu komponen dari sel) sebagai ‘pabrik produksi energi’ di dalam tubuh kita. Sehingga, tanpa pasokan energi dari mitokondria, transport aktif tak bisa dilakukan. Sementara transport pasif hanya mengandalkan hukum alam untuk melakukan perpindahan, yah, kira-kira sama seperti air yang mengalir akan selalu ke tempat yang lebih rendah misalnya. Pertanyaannya adalah, mengapa transport aktif harus memerlukan energi? Dan jika molekul serta ion yang melakukan perpindahan dengan cara transport aktif bisa menjawab, mereka akan berkata ‘karena kami, berpindah melawan arus…’

Pelajaran dari perpindahan molekul ini, membuat saya acap kali berkontemplasi bahwa untuk menempatkan diri sebagai aktivis, kita tidak bisa melakukan sesuatu hanya terbawa arus, serta tentunya kita butuh energi, butuh kekuatan! Dan, seiring dengan kekuatan yang besar, maka akan hadir pula tanggung jawab yang besar, pesan paman Ben kepada Peter Parker sang Spiderman kita.

 

Kata terakhir, profesional. Ada banyak versi pengertian yang teoritis tentangnya memang. Namun, bagi saya yang –kebetulan sedang menjalankan pendidikan Profesi, kata profesional memiliki makna bahwa kita sedang melakukan sebuah aktivitas yang berlandaskan ilmu pengetahuan spesifik tentangnya dan mampu diaplikasikan ke dalam dunia nyata, mampu kita ‘praktikkan’. Jadi, dibutuhkan kepandaian dan kompetensi khusus untuk melakukannya –kata KBBI. Ia juga tergambarkan memiliki etika serta aturan tertentu yang mengikat, yang menuntut si pelakunya untuk mengikat janji di awal dan memberikan pertanggungjawaban di akhirnya. Jadi, hemat saya, profesional menggambarkan elaborasi antara  hardskill dan softskill. Ibarat seorang perawat yang akan melakukan pemasangan infus, ia sebelumnya sudah harus disumpah untuk melakukan segala macam tindakan hanya demi kebaikan pasiennya, ia harus menguasai dengan baik ilmu memasang infus, paham anatomi pembuluh darah pasien, paham jenis cairan yang akan diberikan kepada pasien, paham kondisi pasien sebelum dan sesudah diberikan cairan infus, daaan, saat memasang infus, ia sapa pasiennya, ia panggil namanya, ia jelaskan apa yang akan ia lakukan, ia berikan senyuman terbaik, sampai pasiennya ‘gak berasa’ kalau infus pun sudah terpasang di tangannya. Belum berhenti sampai disana, ia harus menuliskan laporan apa saja yang ia lakukan kepada pasiennya. Profesional melibatkan seluruh panca indera, seluruh komponen diri, mulai dari kecerdasan otak, kecepatan berpikir, keterampilan kerja, serta sikap atau budi pekerti.

 

Pada akhirnya, mahasiswa-aktivis-profesional bagi saya adalah suatu peng-ejawantah-an keseimbangan dan kebersinambungan.

Ia harus mampu memiliki tujuan jelas tentang apa yang akan ‘dilakukannya’…

Ia harus berjanji -setidaknya pada dirinya sendiri dan pada Tuhannya, tentang apa yang akan ia lakukan adalah bukan untuk merusak segala bentuk ciptaan-Nya. Sehingga, ia mengerti untuk setiap langkah kebaikan yang ia lakukan, tentunya harus ia libatkan sang pencipta Kehidupan bukan?

Ia harus sangat fleksibel, pandai beradaptasi karena ia harus banyak berpindah, bergerak. Ia mungkin akan sering turun ke sawah di suatu pagi dan menginjakkan kaki di karpet istana di pagi berikutnya.

Ia harus ‘dekat’ dengan pedagang asongan, pergi ke sudut kota sampai ke pedalaman desa, tapi disaat yang sama ia juga harus tau bahwa ‘telat makan’ dan sering ‘jajan sembarangan’ bisa membuat kesehatannya tidak optimal. Padahal, Ia butuh energi yang banyak untuk ‘aktif’.

Ia mungkin punya waktu tidur yang tidak banyak. Tapi ia harus pastikan istirahatnya ‘cukup berkualitas’. Bahwa akan ia minimalisir ketergantungannya kepada orang lain, karena ia sadar, banyak yang sedang bergantung pada dirinya.

Ia mungkin harus berbicara kesana kemari, berbicara tentang ini itu, menganalisa problema disini dan disitu, berdiskusi dengan si-ini dan si-anu. Pastinya ia tahu bahwa untuk melakukan itu semua wawasannya harus luas. Ia akan gemar membaca!

Ia mungkin terlihat sangat sibuk mengurus kehidupan orang banyak. Tapi, walaupun begitu tentunya ia sudah tahu caranya mengurus diri sendiri bukan? Ia paham, mana saatnya ia harus mendahulukan kepentingan orang banyak, mana saatnya ia harus memastikan bahwa diri dan lingkungan sekitarnya ‘baik-baik’ saja.

Ia, yang urusannya ada di mana-mana, tentunya tidak akan pernah lupa bahwa sejatinya ia adalah mahasiswa, ia adalah fakir ilmu asset bangsa untuk juga mampu berlaga pada...(more)

Answered Jan 14, 2018

Question Overview


2 Followers
535 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apakah warna jaket almamater Universitas Gadjah Mada (UGM)?

Lebih penting mana, IPK atau organisasi?

Mengapa kita harus kuliah?

Bisakah kesuksesan diraih tanpa harus kuliah?

Apa motivasi terbaik Anda untuk seseorang yang mulai jenuh kuliah?

Apa strategi terbaik untuk mendapatkan IPK tinggi tapi tetap santai dalam kuliah?

Bolehkah ikut BEM meskipun sebenarnya tidak tertarik dengan dunia pergerakan mahasiswa?

Ketika menyadari bahwa Anda salah jurusan, apa yang Anda lakukan?

Pernahkah Anda di-drop out (DO) ketika kuliah?

Apa peristiwa paling menyebalkan ketika sedang mengerjakan skripsi?

Mengapa Kitabisa.com dipercaya banyak kalangan untuk mengumpulkan donasi?

Menurut Anda, bagaimana Corporate Social Responsibility (CSR) yang ideal dilakukan oleh perusahaan di Indonesia?

Apa sajakah kelebihan dan kelemahan orang Indonesia?

Apa yang harus saya ketahui tentang Indonesia dari segi kultural, sosial, ekonomi?

Jujur, apa komentar pertamamu saat kamu pertama kali ke Jakarta?

Apa yang membuat Anda tertarik bergelut di kegiatan sosial?

Menurut Anda, apa arti pengabdian?

Pengabdian masyarakat seperti apa yang dapat dilakukan oleh mahasiswa?

Bagi lulusan ilmu sosial, apakah Anda keberatan jika sains hanya digunakan khusus untuk menyebut ilmu pasti?

Mengapa orang lebih banyak bermain Twitter daripada Facebook?

Bagaimana cara mendapatkan kekayaan 1 miliar rupiah pertama Anda?

Saya seorang OB, Bagaimana cara menjadi direktur sebuah perusahaan?

Jam tangan apa yang Anda rekomendasikan untuk profesi penyelam?

Bagaimana cara meningkatkan sense of humor kita?

Bagaimana cara membuat diri saya menjadi lebih percaya diri?

Bagaimana Memperluas Sudut Pandang?

Bagaimana cara mengakselerasi budaya meritokrasi dalam birokrasi pemerintahan?

Apa pengalaman paling berkesan Anda dengan istri/suami yang berprofesi sebagai dokter gigi?

Apa pengalaman paling berkesan Anda dengan istri/suami yang berprofesi sebagai dokter?

Apa pengalaman paling berkesan Anda dengan istri/suami yang berprofesi sebagai pilot pesawat komersial?