selasar-loader

Apa definisi dari ikhlas?

Last Updated Aug 14, 2017

Apa definisi dari ikhlas ?

4 answers

Sort by Date | Votes

Sesuatu yang tidak bisa diucapkan namun bisa dirasakan.

Ikhlas itu ibaratkan surat Al Ilkhas, tidak ada kata ikhlas di dalamnya.

Answered Aug 14, 2017

bahkan jika ditanya definisi tentang ikhlas selama 1000 tahun, saya masih saja tetap bingung untuk menjawabnya. karena ketika term iklas dijadikan sebuah pertanyaan yang menghasilkan jawaban ataupun sebuah hal ihwal maka sejak saat itulah term ikhlas sudah bukan lagi jadi pembahasan

Answered Aug 19, 2017
pretty
i am beauty you are the beast,

ikhlas itu

Answered Aug 25, 2017
Ibnu Zubair
Menolak tua dengan rutin tertawa

lRpuDILOBpN0fPadoi35zA8Z9KV8PeCR.jpg

sumber foto: mediacerita.com

Menurut saya mustahil manusia bisa ikhlas, namun manusia tetap harus berusaha menjadi ikhlas. Ikhlas itu tidak berwujud, ia ada dalam hati, ukuran yang paling hakiki dari ikhlas, ketika suatu perbuatan baik tidak diikuti oleh perilaku lainnya yang dapat menganulir hakikat dari ikhlas itu sendiri. Ikutan yang paling sederhana dari ikhlas adalah sifat pamer. Ketika perbuatan baik yang dilandasi keikhlasan lalu diikuti dengan publikasi, maka nilai ikhlasnya menjadi berkurang atau malah nihil.

Petuah yang paling tepat tentang ikhlas adalah "ketika tangan kanan memberi, maka tangan kiri tidak boleh tahu", dan "tangan yang diatas lebih baik dari tangan yang dibawah". Secara kasat mata tidak mungkin kedua tangan yang berada pada posisi yang sama tidak saling mengetahui, tapi begitulah filosofinya. Demikian pula dengan kemuliaan seseorang dalam memberi, diletakkan posisinya pada derajat yang paling atas dibanding yang menerima.

Diawal saya katakan tidak mungkin ikhlas, karena setiap perbuatan baik yang kita lakukan, minimal dalam hati kecil kita masing-masing akan melakukan perhitungan dengan Allah. Hitung-hitungan itu terkadang hadir dalam lintasan pikiran liar sesaat, namun pikiran yang sekejap itu dapat mengurangi kadar keikhlasan. Kalau yang begitu saja sudah mereduksi keikhlasan, bagaimana dengan perilaku yang dipamerkan secara terbuka dan memang diniatkan untuk dipamerkan, seperti istilah pencitraan dalam kamus politis praktis.

Karena itu, menurut saya kita hanya diminta untuk berusaha menjadi ikhlas, soal kualitas dan kadarnya biar Tuhan yang tahu, dan tidak perlu diungkit ungkit ini ikhlas atau tidak. Selama perbuatan itu baik, jangan pikirkan kadar dan kualitas ikhlasnya, biar Tuhan yang menilai. Toh, kita tidak masuk surga karena tumpukan pahala, melainkan karena keridhaan Tuhan. Ada orang yang setiap hari berbuat baik dan beramal saleh, tapi ujung hayatnya meninggal dalam keadaan tersesat. Sebaliknya, ada orang yang sehari-hari berbuat maksiat, tapi diujung hayatnya mendapat hidayah. 

Kita hanya diminta memaksimalkan usaha, soal hasilnya Tuhan yang atur. Sebab tanpa usaha, kita tidak akan mudah mendapat keridhaan Tuhan. Jadi, marilah bekerja dengan sukarela, tapi jangan timbang-timbang dan menyusunnya untuk membuat perhitungan. Biarkan seperti air mengalir.

Answered Sep 1, 2017