selasar-loader

Apa saja yang menjadi alasan sebagian perempuan memutuskan untuk menjadi wanita karir?

Last Updated Nov 30, 2016

3 answers

Sort by Date | Votes

Gambar terkait

Setahun yang lalu, saya baru saja pulang dari suatu acara di Kemang. Saat itu, mobil yang saya dan tiga orang lainnya naiki sedang terdiam di depan rumah karena sang pemilik mobil sedang mampir untuk "buang hajat". Ketika mobil berhenti, ada seorang teman di jok belakang membahas pendapat seorang artis religius tentang perempuan. Dia mempertanyakan mengenai peran domestik para wanita yang bekerja. “Berapa jam waktu yang kamu luangkan untuk suami dan anakmu? Apabila kamu bekerja 8 jam, waktu tidur 6 jam, waktu ngurus anak sekian jam, terus berapa jam waktu untuk suamimu?” Dia pun melanjutkan dengan premis-premis yang menghubungkan jam terbang di pekerjaan dengan prioritas perempuan terhadap keluarganya.

Saat itu, saya langsung tergelitik untuk berpikir. Saya secara sadar dan tulus menyetujui bahwa urusan domestik harus lebih diprioritaskan dibanding pekerjaan dan karier. Bagi saya, bekerja dan menuai pengalaman adalah sarana untuk meningkatkan kualitas keluarga. Untuk substansi ini, saya sepakat.

Namun, seketika saya mendengar obrolan teman saya di belakang mobil itu, saya merasa ada yang kurang dari argumen tersebut. Teman saya mempertanyakan prioritas keluarga-karier pada wanita pekerja dengan membandingkan jumlah jam di kedua belah pihak. Dia merasa, dengan menghabiskan jam lebih banyak di pekerjaan, maka seorang wanita kurang memprioritaskan urusan keluarga. Pada bagian inilah, saya merasa kurang setuju karena berbagai alasan berikut.
1. Pemuka pendapat terlalu menyempitkan kesimpulan dan hubungan kausalitas dengan hanya mempertimbangkan variabel waktu atau jumlah jam.
2. Pemuka pendapat belum memastikan apakah meningkat dan menurunnya jam kerja langsung berbanding terbalik dengan prioritas urusan keluarga.

Pada poin pertama, saya mencoba melihat konsep jam terbang tidak hanya pada titik itu saja, melainkan investasi masa depan. Bagaimana jika waktu yang dihabiskan untuk bekerja dijadikan investasi untuk membuat keluarga yang lebih berkualitas? Selain jam terbang, saya coba memasukkan variabel benefit yang didapat. Ketika wanita memutuskan untuk bekerja, pasti ada iming-iming benefit yang akan didapat, entah itu sarana pengembangan diri, kebermanfaatan bagi sesama, uang, atau pengalaman. Benefit yang didapat ini juga seharusnya masuk menjadi salah satu variabel. Di samping itu, cost yang dikeluarkan ketika bekerja juga harus menjadi dasar pertimbangan. Contohnya adalah berkurangnya waktu yang dihabiskan untuk anak dan suami, kelelahan, atau fokus pekerjaan yang mungkin terngiang-ngiang.

Untuk poin kedua, bagi saya pribadi, waktu kantor dengan kualitas keluarga tidak memiliki hubungan kausalitas yang linier. Maksudnya, semakin banyak waktu yang dihabiskan di kantor, maka semakin ignorance dia dengan keluarganya. Sebaliknya, semakin sedikit waktu yang dihabiskan untuk berkarier, semakin peduli dan berkualitas keluarganya.

Menurut pendapat saya, hubungan waktu karier atau pengembangan diri dengan kualitas dia di rumah tangga dapat ditunjukkan dengan minimal (artinya dengan penambahan variabel-variabel lain bisa menjadi fungsi pangkat 3 dan seterusnya) fungsi kuadrat terbalik. Sampai dengan waktu ke-n, maka akan berlaku hukum perbandingan lurus antara waktu karier dengan kualitas keluarga. Artinya, semakin besar waktu yang dihabiskan untuk pengembangan diri maka semakin besar pula kontribusi dia untuk keluarganya. Tentu saja, perempuan yang tidak pernah baca buku dan berita sama sekali akan mempunyai pola dan dampak pengurusan keluarga yang berbeda dengan perempuan yang aktif mengembangkan dirinya.

Tetapi dalam fungsi kuadrat, ada titik kulminasi atau titik puncak. Ketika waktu yang dihabiskan sudah lebih dari n, maka waktu karier dia akan berbanding terbalik dengan urusan keluarga. Artinya, ketika seorang perempuan sudah menghabiskan waktu lebih dari sekian jam untuk bekerja, maka semakin kecil prioritas yang dia berikan pada keluarganya.

comparison

Sebagai contoh, waktu maksimal saya untuk bekerja dan mengembangkan diri di luar rumah adalah 7 jam. Ketika saya hanya menghabiskan 3 jam untuk bekerja, maka saya memberikan value yang tidak optimal kepada keluarga saya. Namun sebaliknya, ketika saya menghabiskan waktu 10 jam bekerja, maka waktu tersebut sudah tidak efektif-efisien lagi untuk memberikan value kepada keluarga. Saya selalu kecapaian ketika bertemu suami atau anak saya jadi kurang dekat dengan ibunya. Nah, penentuan titik kulminasi atau optimal dalam bekerja ini berbeda-beda bagi setiap wanita, berdasarkan variabel-variabel yang ditemukan di poin pertama.

Kesimpulannya, yang menjadi alasan perempuan untuk menjadi wanita karier adalah adaya harapan bahwa dia bisa menjadi lebih bermakna dan bermanfaat, bagi dirinya dan keluarganya. Namun yang perlu diperhatikan, jangan sampai perempuan menjadi terlalu cinta bekerja hingga dia tidak sadar bahwa dia sudah melewati titik kulminasi dan ternyata apa yang dia dapat tidak sepadan dengan apa yang dia korbankan.

 

Sumber gambar 1 via isanook.com

Sumber gambar 2 via wordpress.com

Answered Jan 5, 2017

Terlalu banyak faktor bila dijelaskan, akan tetapi saya akan coba memaparkan beberapa faktor yang sering dialami masyarakat Indonesia terutama oleh kaum perempuan. yaitu :

1. Penasaran : Sebagian wanita yang sedang atau telah menyelesaikan jenjang pendidikan tertentu, kerapkali ingin menciba mengaplikasikan hasil ilmu yang didapatnya dengan dunia kerja atas dasar penasaran dan berharap memperoleh pangalaman.

2. Kondisi yang mendesak : Kondisi ini tidak dapat dihindari mengingat Indonesia masihlah tegolong rendah produktifitas pendapatan perkapitanya di segi ekonomi. Sehingga bagi mereka (wanita) yang merasa berada di daerah masyarakat garis menegah kebawah harus terjun ke dunia karier.

3. Passion : Setiap manusia memilik Passion (bakat) yang apabila dioptimalkan akan menghasilkan sesuatu yang istimewa. Hal ini tidak bisa dihandari sebagian kaum wanita di masyarakat kita

Answered Jan 17, 2017

Menurut saya beberapa alasan perempuan menjadi wanita karir adalah

1. Sudah passion di bidang pekerjaan yang telah ia geluti.

2. Ingin mandiri, walaupun nantinya sudah memiliki suami. Dan dapat membantu keuangan keluarga.

3. Ingin berkontribusi dalam bidang yang ia geluti agar bermanfaat untuk orang lain.

Menjadi wanita karir itu bukan sebuah paksaan atau keputusan secara tiba-tiba. Terdapat sebuah proses panjang yang sampai akhirnya dia nyaman untuk menjadi wanita karir. Keputusan secara tiba-tiba hanya akan membuat stress dan pada akhirnya mengajukan surat pengunduran diri sebagai bentuk rasa bosa dan tertekan.

Answered May 8, 2018

Question Overview


6 Followers
1049 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Bagaimana cara mengatasi anak yang manja?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Benarkah anak yang suka tantrum memiliki kecerdasan di atas rata-rata?

Bagaimana cara yang tepat membuat anak yang pemalu menjadi aktif di kelas?

Benarkah anak yang 'fatherless' berpotensi menjadi kemayu? Mengapa?

Bagaimana cara mengatasi anak yang memiliki rasa ingin tahu berlebih?

Mengapa anak lebih baik tidur di kamar sendiri alias terpisah dari orangtuanya?

Bagaimana cara mendidik anak yang terpisah jauh dari orangtuanya?

Seberapa signifikan pengaruh pendidikan orangtua terhadap tumbuh kembang anak?

Bolehkah orangtua memaksakan mimpinya yang tertunda kepada anaknya? Mengapa?

Apakah pekerjaan orang tua (Ayah dan Ibu) yang sangat sibuk menjadi penghalang untuk bisa bersama dengan Anda?

Apa faktor yang menyebabkan seorang perempuan berselingkuh dari kekasih atau suaminya?

Apa perbedaan Anda dan pasangan Anda?

Apa persamaan Anda dan pasangan Anda?

Bagaimana rasanya diselingkuhi?

Apa yang melandasi suami mengizinkan istri untuk berkarir/bekerja di luar rumah?

Apa saja yang menjadi alasan sebagian perempuan memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga?

Bagaimana cara mengelola amarah terhadap pasangan?

Apa yang harus dilakukan untuk berdamai dan mengembalikan keadaan setelah mengalami pertengkaran dengan pasangan?

Bagaimana pilihan karier terbaik untuk perempuan?

Apakah botol parfum wanita paling indah yang pernah Anda lihat?

Bagaimana cara mendekati/PDKT dengan wanita yang benar?

Apakah sebelum berhijab kita harus menghijabkan hati kita dulu?

Apakah menyukai pria mapan lantas membuat perempuan menjadi materialistis (matre)?

Calon istri atau istri seperti apa yang kamu dambakan?

Bagaimana laki-laki memandang wanita alpha?

Apabila poligami adalah ibadah, mengapa banyak perempuan muslim yang tidak mau melakukannya?

Apa kriteria tingkatan tertinggi wanita salihah itu yang mau dipoligami?

Apa yang membuatmu merasa bermakna dalam hidup?

Menurut Anda, bagaimana kualitas seorang artis atau selebritis di Indonesia dari segi moral?

Siapakah diri Anda?

Apa arti nama Anda?

Siapa kamu?

Apa hasil Myers-Briggs Type Indicator-mu ?

Bagaimana kepribadian mu pada hasil tes Myers-Birggs Type Indicator?

Apa dan bagaimana cinta itu?

Kepada siapa kecenderungan waria memilih pasangannya?

Adakah kaitan antara parfum dan kepribadian seseorang?

Apakah status sebagai anak tunggal mempengaruhi sikap politik Presiden ke-6 RI?

Apakah status sebagai anak lelaki satu-satunya dalam keluarga mempengaruhi sikap politik Presiden Jokowi?

Pada umur berapa sebaiknya anak diajak untuk menjalankan ritual keagamaan?

Apa yang menyebabkan orang takut menikah?

Apa yang menyebabkan seseorang takut menghadapi masa depan?

Mengapa respons orang sedih umumnya menangis?

Apakah menangis itu sehat atau malah membuat sakit?