selasar-loader

Mengapa gunung menjadi objek yang paling sering digambar ketika menggambar pemandangan?

Last Updated Aug 9, 2017

2 answers

Sort by Date | Votes
Juwita Purnamasari
Penyuka kucing; Make Up Artist; Hobi Belanja

Ini semua karena Pak Tino Sidin. Ia adalah seorang seniman terkenal pada era 80-an. Seniman ini lahir pada tanggal 25 November 1925 di Tebingtinggi, Sumatera Utara. Pada saat orangtua kita masih kecil, Pak Tino sangat akrab dengan dunia anak. Beliau sering mengajari anak-anak bagaimana caranya menggambar dengan mudah. Misalnya, dengan membuat garis lurus dan garis lengkung. Atau dengan bantuan angka dan huruf.

Mengapa ketika diminta menggambar pemandangan, kita selalu menggambar dua gunung dengan jalan di tengahnya dan ada pematang sawah di kiri dan kanan jalan?

B4zQR19Xcu5oQpbxS5FVTx8mZCOlNiV2.jpg

Ini karena beliau ahahaha. Di tahun 80-an, ketika stasiun televisi saat itu hanyalah TVRI, Pak Tino didaulat membawakan acara bernama Gemar Menggambar. Dalam acara itulah pula, Pak Tino mengajari anak-anak se-Indonesia menggambar. Acara ini terbilang sangat sukses dan populer pada masa itu hingga mampu mempengaruhi jutaan anak-anak dalam meningkatkan kemampuan menggambarnya.

Ternyata Pak Tino ini memiliki salah satu gambar yang melegenda dari acara ini. Dan tahukah kamu, itu dalah gambar pemandangan tersebut. Pak Tino melukiskan dua buah gunung, dengan sawah di bawahnya. Ternyata orangtua dan anak kecil pada masa itu banyak yang mengingat formula menggambar ini dan mempraktikkannya. Ketika di sekolah diminta untuk menggambar pemandangan, maka formula inilah yang dituangkan di atas kertas gambar. Akhirnya gambar ini diturunkan ke anak cucu hingga hari ini.

Pak Tino juga dikenal dengan kata “Bagus”. Masih di acara yang sama, Gemar Menggambar, Pak Tino membuka kesempatan bagi anak-anak yang ingin mengirimkan karyanya. Karya tersebut, nantinya akan dipamerkan lewat layar kaca.

uhj11rQcMTCoF2Jirg0dfNqFszrwEUqD.jpg

Ternyata yang mengirimkan karya berupa gambar sangat benyak, meski begitu, Pak Tino tak pernah sedikit pun Pak Tino menilai buruk karya yang dikirimkan. Setiap karya yang dikirim, selalu dikomentari positif dengan kata “Bagus!”

Ia tahu betul bagaimana memotivasi anak-anak untuk terus berkarya. Ia tidak pernah mengecilkan hati anak-anak di Indonesia. Itulah sebabnya ia menjadi seniman favorit pada masa itu.

Pak Tino juga tidak hanya memperlihatkan gambar ke layar kaca, ketika kiriman karya tersebut ditampilkan, biasanya Pak Tino juga membacakan data diri pengirim. Misalnya nama, sekolah di SD mana, kelas berapa dan apa yang digambar. Ada yang menggambar pemandangan di belakang rumah dan macam-macam lagi. Pengirim gambar itu adalah anak-anak dari seluruh Indonesia loh. Ada yang dari Pulau Sumatera, Jawa dan lebih jauh lagi.

Penampilan Pak Tino bisa dibilang menarik untuk anak-anak. Sebagai seniman, Pak Tino selalu menggunakan topi baret ala seniman, lengkap dengan kacamata hitam tebalnya. Senyuman pun selalu nangkring di bibirnya. Usut punya usut, Pak Tino juga sudah lama merintis pendidikan seni lukis untuk anak-anak di Seni Sono Yogyakarta.

Pak Tino juga telah menciptakan beberapa buku panduan gambar untuk anak. Buku-buku tersebut menunjukkan kepada kita kalau menggambar itu tidak sulit. Ia juga menyelipkan pesan pada buku itu bahwa menggambar sangat menyenangkan karena mampu mengembangkan daya imajinasi kita.

Pak Tino kini telah tiada pada tahun 1995. Namanya kini diabadikan sebagai salah satu nama jalan di daerah Kadipiro, Yogyakarta. Di situ pula, kediaman Pak Tino dijadikan sebagai sanggar dan museum bernama Taman Tino Sidin.

Meski ia sudah tiada, semangat Pak Tino Sidin pasti selalu ada di hati dan di gambar anak-anak Indonesia!

Answered Apr 2, 2018
Anonymous

Apabila anak Indonesia diberi tugas untuk menggambar pemandangan bebas, secara umum hasilnya ialah gambar pemandangan gunung kembar atau dua gunung bersebelahan dengan jalan di tengah dan sawah di kanan kirinya.

Anehnya, anak yang belum pernah melihat secara langsung gunung atau pemandangan seperti itu pun, tetap menggambar dengan pola yang sejenis. Seolah gambar gunung kembar adalah pilihan satu-satunya pola gambar pemandangan yang dapat di gambar orang Indonesia semasa kecil.

KJezUp2efyGGkwQhSg4BXIi4voHs_B7z.jpg

Sebuah kondisi umum yang ditemukan dalam gambar anak-anak dengan pola "gunung kembar" adalah dua bidang 'luas' yang sulit ditaklukkan oleh anak-anak. Pola gambar tersebut menyisakan dua ruang bidang gambar yang penggarapannya bisa melelahkan.

Seseorang yang ingin mengisi kedua bidang tersebut, harus berpikir "bagaimana mengisi lahan luas di depan penggambar hingga ujung kaki gunung"? Kesadaran bahwa antara gunung dengan penggambar ada 'jarak' yang amat luas, amat jauh, memaksa penggambar harus bersusah payah mengisikan banyak objek dalam dua bagian lahan tadi.

Sebuah pemecahan masalah yang lazim ditemukan adalah, setelah menempatkan jalan lurus atau berkelok (ini bagian pola 'wajib' dalam pola gambar "gunung kembar"), adalah mengisi bidang kiri dengan gambar petak-petak sawah atau tegalan yang berpohon jarang, dan sebelah kanan dengan ruang berair sejenis danau atau laut.

Maka, detail gambar pemandangan gunung kembar ini, meliputi gambar dua gunung, jalan di antara dua gunung, matahari di antara dua gunung, petak sawah di samping kiri dan kanan, pohon, langit yang ada burung terbang, rumah, dan ruang berair sejenis danau atau laut.

fmQGmkbsXYlOOTbT3dMjQ16TX80w58G0.jpg

Keadaan seperti ini tentu merupakan bentuk ketidakkreatifan gambar anak yang anehnya dilakukan oleh banyak anak. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh berbagai faktor. Gambar tersebut menjadi gambar konvensional bagi anak Indonesia disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya karena beberapa hal, yakni:

1. Metode pengajaran guru

Kebanyakan anak menggambar dengan bentuk atau pola gambar yang sama tentu berasal dari pengajaran yang sama oleh guru. Guru dalam hal ini menjadi tokoh yang mempelopori hal ini. Cara mengajar guru yang mengajar seni rupa dengan sistem hapalan menjadi salah satu penyebab hal ini terjadi. Meskipun jika tidak ada niat seperti itu, gambar yang diajarkan oleh guru tetap sama yaitu gambar dua gunung dan satu matahari, padahal contoh yang diberikan bisa saja diubah.

2. Merupakan gambar khas pemandangan

Setiap ada pelajaran seni rupa khususnya menggambar, yaitu menggambar pemandangan, guru selalu mencontohkan gambar dua gunung dan satu matahari. Demikian banyak anak di Indonesia secara otomatis berpikir bahwa menggambar pemandangan adalah menggambar dua gunung dengan matahari di tengahnya.

Hal ini merupakan fenomena yang umum terjadi dalam pelajaran seni rupa di sekolah-sekolah negeri Indonesia. Sistem pendidikan seni rupa yang salah di sekolah-sekolah dasar negeri menghilangkan potensi kreatif anak Indonesia. Termasuk saat seorang guru memberi contoh di papan tulis dengan sebuah pemandangan dua gunung dan satu matahari.

3. Mudah dibuat

Dengan melihat gambar dua gunung dan satu matahari orang sudah bisa mengatakan bahwa gambar itu adalah gambar pemandangan, sehingga tidak perlu repot-repot menggambarkan pohon, hutan atau gambar alam lain yang lebih sulit.

Demikian pula pada gambar dua gunung dan satu matahari yang memiliki bentuk sederhana yaitu dua buah segitiga, sebuah garis melengkung di tengahnya dan sebuah garis datar sebagai garis dasar sudah menjadi sebuah gambar pemandangan. Kemudahan cara menggambar inilah menjadi hal yang mudah ditiru oleh anak terutama anak kecil sehingga dengan meniru gambar tersebut anak-anak sudah dapat dikatakan mampu menggambar pemandangan.

Hal itu tentu menggembirakan karena pada dasarnya usia mereka masih dalam tahap prabagan. Apalagi pada anak yang tinggal di daerah dekat gunung, pemandangan gunung dan matahari menjadi hal yang biasa. Objek yang sering dilihat oleh anak dan dekat dengan kehidupan anak akan lebih mudah dan cepat untuk diajarkan dan dimengerti anak.

4. Gambar yang mewakili banyak hal

Gambar yang terdiri dari dua gunung dan satu matahari sudah menjadi gambar yang dapat menceritakan berbagai hal. Yaitu suasana alam yang diantaranya terdapat dataran rendah, dataran tinggi, daerah pegunungan, daerah pesawahan, hutan,  jalan, suasana pagi, dan sebagainya.

Sebuah garis lurus yang menjadi garis dasar menjadi dasar yang mudah dibuat sebagai awalan untuk menggambar. Garis ini dapat mewakili area persawahan, jalan dan dataran rendah di bawah gunung. Bentuk segitiga merupakan perwakilan gambar gunung yang mudah dibuat bagi anak. Hanya dengan membuat gambar segitiga sudah dapat dikatakan gunung yang padahal dalam keadaan sebenarnya gunung memiliki permukaan bentuk dan isi yang rumit.

Digambarkan dua gunung sebab jumlah gunung yang lebih dari satu buah sudah dapat dikatakan sebagai pegunungan, hal ini berkaitan dengan keadaan di Indonesia yang memiliki banyak gunung. Sedangkan gambar sebuah matahari merupakan cerminan suasana di pagi hari ketika matahari terbit. Hal ini tentu sering dilihat oleh anak yang setiap pagi bersekolah (di daerah pedesaan).

Selain itu, jika semisal letak gambar matahari tidak terdapat di tengah-tengah dua gunung maka komposisinya kurang bagus. Matahari yuang terdapat di tengah gunung menjadi gambar yang simetris, yaitu salah satu dari prinsip keseimbangan.

5. Keadaan alam di Indonesia

UEgETnbtor64EDuj5ZQ6nuocguB-ZkR_.png

Gambar yang sudah banyak dicontohkan oleh guru di Indonesia ini tentu berasal dari tradisi turun menurun yang telah diajarkan pada masa sebelumnya. Keadaan alam di Indonesia yang kaya dengan kekayaan alamnya tidak terlepas dari keberaaan gunung berapi.

Banyaknya gunung yang ada di Indonesia menjadi pemandangan alam yang mudah dijumpai terutama di daerah pedesaan. Terlebih lagi pada masa dahulu sebelum munculnya banyak bangunan gedung yang besar dan terbentuknya suasana kota yang mendominasi.

Keadaan tersebut menjadi pemandangan yang indah di...(more)

Answered Apr 18, 2018

Question Overview


3 Followers
970 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apa filosofi desain Dieter Rams?

Apakah menganut prinsip bebas-sebebasnya dalam seni itu baik?

Lagu apa yang paling romantis yang pernah Anda dengar?

Menurut Anda apakah dunia seni itu kebanyakan diisi orang yang hanya pura-pura jenius dan sejenisnya?

Apa itu Metode Stanislavski?

Bagaimanakah asal-usul Tari Zapin?

Alasan apa yang membuat seseorang lebih menyukai lagu-lagu Barat daripada lagu dari Indonesia?

Jika seni adalah ajang kreativitas, pantaskah seni dilombakan?

Apa saja ruang seni terbaik di Indonesia? Mengapa?

Apa lagu-lagu yang cocok didengarkan sebelum tidur?

Seni modern apa saja yang merepresentasikan Indonesia (keseluruhan)?

Apa yang menarik dari Museum Affandi?

Siapa Affandi?

Apa sumbangsih seni rupa bagi kehidupan dan mengapa Anda menggeluti bidang ini?

Apakah kondisi sosial, politik, dan ekonomi saat ini mempengaruhi penjualan karya Seni Rupa Modern-Kontemporer?

Siapa pewaris tradisi para maestro seni rupa

Apa kekurangan dan kelebihan tulisan-tulisan Jajang Kawentar?

Siapa tahu Pahlawan Seni Rupa Indonesia

Apa itu semiotika?

Apa itu seni rupa purba?

Apa gunung terindah di Indonesia?

Pengalaman unik apa yang pernah Anda alami selama melakukan pendakian di Gunung Rinjani?

Apa pendapat Anda tentang peristiwa meninggalnya pendaki baru-baru ini?

Mengapa Anda suka naik gunung?

Berapakah waktu yang dibutuhkan untuk mendaki gunung?

Bagaimana tips jika ingin mendaki gunung di musim hujan?

Bagaimana cara ampuh mengatasi kram kaki saat mendaki gunung?

Apa hal yang paling berkesan bagi Anda ketika mendaki gunung?

Bagaimana tips berlindung dari sambaran petir di gunung bagi para pendaki?

Apa yang kamu pikirkan saat pertama kali mendengar "Sabana" di Indonesia?