selasar-loader

(Tugas Esai) Apa solusi ketahanan pangan, ekonomi, dan energi di Indonesia?

Last Updated Aug 8, 2017

Essay Solusi Ketahanan Pangan, Ekonomi, dan Energi di Indonesia

Mahasiswa baru diwajibkan menuliskan sebuah essay dengan tema-tema yang menjadi sebuah permasalahan yang sedang dihadapi oleh Indonesia saat ini. Dalam penulisan essay ini diharapkan mahasiswa baru mampu menuangkan pemikirannya kedalam sebuah tulisan serta belajar mengenai cara penulisan karya tulis yang baik dan benar. Oleh karena itu di dalam penulisan essay ini, mahasiswa baru menuliskan essay disertai dengan latar belakang, isi, kesimpulan, dan daftar pustaka dengan bentuk paragraf bukan bentuk per bab, dari data-data yang didapatkan untuk essay tersebut. Mahasiswa baru akan mengerjakan essay ini secara online pada web Raja Brawijaya 2017 dan batas minimal penulisannya yaitu 1000 kata tidak termasuk daftar pustaka. Berikut tema dan judul penulisan essay yang dapat dipilih salah satu oleh mahasiswa baru.
 

Tema : Solusi Mahasiswa dalam Menangani 3 Permasalahan Pokok Indonesia” 
Judul : 
1. Mewujudkan Ketahanan Pangan Indonesia dengan Penerapan Pertanian Berlanjut
2. Mewujudkan Insentif bagi Masyarakat Sebagai Upaya Pemerataan Perekonomian Daerah
3. Pemanfaatan Energi Alternatif Sebagai Upaya Perwujudan Indonesia Bebas Polusi

Diharapkan dengan permasalahan yang diusung, mahasiswa baru bisa menjadi insan yang solutif dan mampu berinovasi dalam menyelesaikan 3 pokok pemasalahan yang ada di Indonesia. 

Dalam Essay tersebut cantumkan Nama, Cluster, dan Fakultas.

10850 answers

Sort by Date | Votes

Nama : Eka Aprianti Nur Hidayatilah

Cluster : 23

Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Pemanfaatan Energi Alternatif Sebagai Upaya  Perwujudan Indonesia Bebas Polusi

            Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk sekitar 261,1 juta jiwa menurut perhitungan sensus tahun 2016. Tak ayal, menurut data World Resource Institute (WRI)  Indonesia adalah negara ketiga penyumbang polusi terbesar di dunia setelah China dan Amerika Serikat. China menempati urutan pertama sebagai negara penghasil CO2 terbesar dengan 10,26 miliar ton, disusul Amerika Serikat dengan 6,135 miliar ton. Hal ini dikarenakan banyaknya jumlah pembakaran yang dilakukan penduduk Indonesia dalam kebutuhan sehari-harinya. Mulai dari banyaknya jumlah kendaraan bermotor, gas emisi hasil pabrik, penggunaan pendingin ruangan bahkan yang baru-baru ini terjadi karena kebakaran hutan. Alih fungsi lahan gambut menjadi perkebunan juga menjadi penyebab emisi gas rumah kaca.  WRI mencatat, dari 100 tahun pertama, negara-negara barat mendominasi penghasilan CO2. Namun beberapa dekade terakhir justru beralih ke negara-negara Asia yang mengalami peningkatan drastis. 

            Kebutuhan energi kita akan selalu meningkat sedangkan ketersediaan energi selalu berkurang atau ongkos produksinya bertambah mahal. Sebenarnya hanya ada sedikit jenis sumber energi primer yang ada di bumi yaitu :

1.      Energi surya berupa radiasi yang berasal dari matahari.

2.      Energi panas bumi, yaitu energi yang berasal dari perbedaan temperatur antara inti bumi dan permukaan bumi.

3.      Bahan bakar fosil yaitu peninggalan dari hewan dan tumbuhan purbakala yang mengedap di perut bumi, termasuk diantaranya adalah batu bara, minyak bumi dan gas alam.

4.      Bahan bakar nuklir seperti Uranium dan Plutonium.

5.      Pasang surut air laut yang disebabkan oleh efek gravitasi matahari dan bulan terhadap bumi.

Diantara energi-energi primer tersebut, hanya energi surya (beserta hasil konversi alaminya), panas bumi, dan pasang surut air laut yang merupakan energi terbaharui atau dengan kata alin energi-energi tersebut tidak akan pernah habis dalam jangka waktu kehidupan manusia. Sedangkan bahan bakar fosil dan nuklir suatu saat nanti akan habis.

Bicara soal energi tentunya kita juga perlu mengetahui hukum-hukum alam tentang energi. Yang paling penting adalah hukum kekekalan energi dan hukum pertama termodinamika : energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Implikasi lain dari hukum ini adalah efisiensi konversi energi dari satu bentuk ke bentuk lain tidak akan melebihi 100%.

Tahun lalu media sering membicarakan minyak pohon jarak yang diproyeksikan untuk menggantikan bahan bakar diesel. Pohon jarak menghasilkan minyak yang kemudian diproses menjadi biodiesel. Sedangkan energi yang digunakan pohon jarak untuk mensintesis minyak jarak tersebut berasal dari sinar matahari. Konversi energi dari sinar matahari ke energi kimiawi tersebut tentunya tidak 100% efisien, tetapi hal ini tidak begitu menjadi masalah karena sinar matahari itu gratis dan melimpah. Menyebut minyak jarak sebagai ‘sumber energi’ sebenarnya tidak tepat, karena sumber energi sebenarnya adalah sinar matahari.

Masyarakat pula dihebohkan dengan penemuan seorang anak SD yang melakukan penelitian dengan satu batang singkong kecil yang dipotong menjadi empat bagian. Dia menancapkan pelat dan tembaga seng yang kemudian disambung dengan kabel kecil ke kalkulator dan jam digital. Hasilnya? Kedua benda menyala dan tetap akurat. Hal itu dikarenakan singkong dapat menghasilkan listrik karena mengandung cairan elektrolit untuk menghasilkan listrik yang diberi nama ‘Baterei Singkong’.

Penyebab krisis energi salah satunya adalah krisis ekonomi yaitu kekurangan atau peningkatan harga  dalam penyediaan sumber daya energi bahan bakar minyak yang dikarenakan BBM merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Kita tidak bisa mengambilnya terus menerus BBM dari dalam bumi, karena lama-kelamaan minyak mentah tersebut akan habis. Pada saat ini saja, persediaan minyak mentah semakin sedikit. Tidak hanya itu, kayu pun jika terus-menerus digunakan sebagai bahan bakar maka akan merusak lingkungan. Walaupun tanaman bisa direboisasi tapi tetap saja kita harus melestarikannya. Dan tanaman adalah jantung dunia sehingga kayunya tidak dapat kita ambil seenaknya. PLTD dan PLTU menggunakan BBM untuk membangkitkan listrik. Hubungannya dengan lapisan ozon kita adalah jika lapisan ozon menipis, maka keadaan bumi kita akan semakin panas. Sehingga, banyak energi listrik yang terbuang. Seperti AC, kulkas dan yang juga berbahasa adalah halon. Yang lebih bahaya lagi, barang-barang tersebut jika dipakai akan menghasilkan CFC. Dimana CFC ini dapat membuat lapisan ozon menipis.

Kita juga harus melakukan cara-cara tertentu untuk mengurangi polusi udara misalnya dengan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil, melakukan penyaringan asap sebelum asap dibuang ke udara, mengalirkan gas buangan kedalam air atau dalam larutan pengikat sebelum dibebaskan ke air, membangun cerobong asap yang cukup tinggi supaya asap dapat menembus lapisan inversi thermal, mengurangi sistem transportasi yang efisien dengan menghemat bahan bakar, mengurangi penggunaan angkutan pribadi serta memperbanyak tanaman hijau didaerah polusi udara tinggi.

Sudah banyak orang yang mencoba memberi solusi kepada masyarakat Indonesia, tetapi memang sumber daya manusia Indonesia yang kurang memadai. Masyarakat Indonesia sebaiknya diberikan solusi yang mudah ditiru dan tidak begitu banyak resiko, bahan-bahan mudah didapatkan serta yang lebih penting tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak. Masyarakat butuh energi alternatif. Apa itu energi alternatif? Yaitu sebuah kata yang merujuk pada semua energi yang digunakan untuk menggantikan sumber energi yang tidak bisa diperbarui. Sebenarnya kita punya banyak energi alternatif, misalnya :

1.     ...(more)

Answered Aug 9, 2017

Nama ; Faisal Dimas Mafridho

Cluster : 24

Fakultas : Hukum

LATAR BELAKANG

 

Bertambahnya jumlah penduduk  harus diiringi dengan kenaikan jumlah kebutuhan akan pangan”. Itulah bunyi dari Hukum Malthus, Sang Bapak Kependudukan. Hubungan antara pertambahan jumlah penduduk dan kebutuhan pangan tersebut bersifat positif. Dimana jika jumlah penduduk meningkat,  maka kebutuhan akan pangan pun ikut meningkat. Karena, pada dasarnya pangan merupakan kebutuan yang mendasar bagi setiap individu manusia. Seperti yang disebutkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1996 Tentang Pangan, “Bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya menjadi hask asasi setiap rakyat Indonesia dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk melaksanakan pembangunan nasional.

 

Permasalahan ketahanan pangan nasional akan menjadi hal yang menarik bagi negara – negara yang memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi dalam pemenuhan kebutuhan pangan para penduduknya. Kecepatan pertambahan jumlah penduduk di suatu negara harus di antisipasi dengan adanya kesiapan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan pangan, agar masalah dalam pemenuhan pangan tersebut tidak menjadi kendala yang dapat menimbulkan “domino effect” terhadap sektor lainnya dalam pembangunan nasional. Teknologi pangan sangat beragam tergantung dari pemakaiannya, namun sebaiknya  pemilihan teknologi pangan tertentu yang tepat seharusnya disesuaikan dengan kondisi pengguna. Selain adanya teknologi pengolahan pangan, sebaiknya perlu juga diterapkan adanya diversifikasi pangan untuk ketahan pangan. Adanya upaya diversifikasi pangan maka komoditi pertanian yang tidak begitu maju akan menjadi lebih maju, sehingga nilai jual pangan tersebut juga akan meningkat. Pemanfaatan hasil pertanian secara maksimal juga merupakan upaya untuk ketahanan pangan saat ini. Maka perlu adanya inovasi-inovasi pengolahan pangan serta kemajuan teknologi pangan memberi berbagai jenis produk ”pangan baru” yang berhasil dipasarkan. Dalam kondisi seperti ini, perlu perhatian terhadap keamanan, agar penganekaragaman pangan (food-diversity) dapat berlangsung baik. Ilmu dan teknologi pada kenyataannya sangat berperan dalam melahirkan teknologi mutakhir dalam mengatasi perubahan ancaman atau ancaman pangan baru terhadap kesehatan masyarakat, memecahkan masalah ancaman pangan

 

secar efektif, mengevaluasi regulasi, dan mengembangkan metode baru dalam mengukur dampak-dampak kesehatan masyrakat karena pangan. Hal inilah yang diperlukan untuk tetap mempertahankan ketahanan pangan.

 

 

 

ISI

 

Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan kekayaan sumber daya alamnya. Di sisi lain, Indonesia dikenal juga sebagai  negara yang menduduki peringkat ke empat terpadat didunia dengan jumlah penduduk 237.556.363 jiwa (BPS : 2010). Pada kenyataannya sekarang, kondisi ideal pemenuhan pangan terhadap pertambahan jumlah penduduk di Indonesia belum tercapai. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada tahun 2010 lalu dengan judul “Studi Tentang Kemandirian Pangan Sumber Karbohidrat Dan Protein Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan”, di ketahui bahwa angka ketersediaan pangan  telah melebihi kebutuhan pangan yang diperlukan. Walaupun penyediaan pangan pada tingkat nasional telah melampaui kebutuhan pangan, tidak berarti bahwa kecukupan pangan pada tingkat rumah tangga telah terpenuhi.

 

Di beberapa daerah di Indonesia masih dapat dijumpai masalah gizi seperti; kurang energi protein, kekurangan vitamin A, defisiensi Fe, serta kurang zat gizi lainnya. Masalah ini dapat juga menyangkut pertambahan penduduk yang meningkat, semakin terbatasnya sumberdaya alam, masih terbatasnya sarana dan prasarana usaha di bidang pangan, semakin banyaknya produk impor yang melindas produksi dalam negeri, masih minimnya pengembangan terhadap lahan serta besarnya proporsi penduduk miskin.

 

Hal ini tentu saja menjadi PR kita bersama sebagai warga negara Indonesia yang peduli terhadap masa depan negara ini. Pembenahan sistem yang bisa dilakukan untuk mencapai pembangunan nasional dan ketahanan pangan sebaiknya dimulai dari sektor pertanian terlebih dahulu. Jika sektor pertanian sudah kuat, maka hampir dapat dipastikan sektor – sektor lain dalam pembangunan nasional akan menguat pula.

 

Yang menjadi perhatian di sini adalah sejauh mana perkembangan teknologi pertanian serta produktivitas lahan pertanian di Indonesia dalam mendukung persediaan bahan pangan itu sendiri. Di satu sisi, import bahan pangan dapat menjadi salah satu alternatif pemenuhan ketahanan pangan yang efektive melihat sering terjadinya rawan pangan di Indonesia, namun dilihat dari kacamata ekonomi makro hal tersebut dirasa kurang efisien. Selain itu, dampak dari import itu sendiri perlu diperhatikan. Jika terjadi defisit perdangangan terus – menerus akibat import pangan dalam jangka panjang,  inflasi bisa saja melanda Indonesia. Hal lain yang bisa ditawarkan adalah pelaksanaan kembali program swasembada pangan seperti yang terjadi pada mas orde baru tahun 1984. Namun, realitanya bagi petani hal tersebut terasa sulit. Selain teknologi yang kurang memadai, masalah fluktuasi harga pasar yang tidak stabil serta ketidakpastian persediaan pangan riil menjadi kendala yang menyebabkan dilema di kalangan petani, apakah lebih baik impor atau tetap mengusahakan budidaya  di negara sendiri tapi  Rawan Pangan.

 

Data konkrit mengenai persediaan dan kebutuhan pangan sangat diperlukan, karena jika memang tidak mencukupi, tidak perlu dikatakan surplus hanya untuk menenangkan publik karena hal itu justru bisa memicu rawan pangan jika kondisi di lapangan persediaan pangan menipis. Seperti berita yang dimuat dalam Kompas pada hari Rabu, 20 Juli 2011, pukul. 18:35 WIB, serangan hama wereng serta musibah banjir menyebabkan banyak petani yang gagal panen serta ketidakpastian megenai persediaan panga riil yang akhirnya menyebabkan rawan pangan.

 

KESIMPULAN

 

(more)

Answered Aug 9, 2017

nama : aulia rahmah

cluster : 3

fakultas : teknik pertanian

Mewujudkan Ketahanan Pangan Indonesia dengan Penerapan Pertanian Berkelanjutan

 

       I.            Latar belakang

Ketersediaan pangan berhubungan dengan suplai pangan melalui produksi, distribusi, dan pertukaran. Sebuah rumah tangga dikatakan memiliki ketahanan pangan jika penghuninya tidak berada dalam kondisi kelaparan atau menghkhawatirkan akan ancaman kelaparan. ketahanan pangan adalah ketersediaan pangan dan kemampuan seseorang untuk mengaksesnya. Ketahanan pangan merupakan ukuran dalam mengatasi gangguan pada masa depan atau ketiadaan akan suplai pangan akibat berbagai faktor seperti kekeringan, gangguan pengiriman, kelangkaan bahan bakar, ketidak stabilan ekonomifaktor iklim, dan sebagainya.

     II.            Isi

 

Pangan merupakan kebutuhan utama bagi manusia. Di antara kebutuhan yang lainnya, pangan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi agar kelangsungan hidup seseorang dapat terjamin. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang dulu hingga sekarang masih terkenal dengan mata pencaharian penduduknya sebagia petani atau bercocok tanam. Luas lahan pertanianpun tidak diragukan lagi. Namun, Indonesia justru menghadapi masalah serius dalam situasi pangan yang merupakan kebutuhan pokok semua orang. Masalah komoditi pangan utama masyarakat Indonesia adalah karena kelangkaan beras atau nasi. Sebenarnya dulu kelangkaan ini tidak terjadi karena tiap semua daerah di Indonesia tidak mengonsumsi beras. Makanan utama di beberapa daerah di Indonesia juga berbeda-beda. Bahan makanan utama masyarakat Madura dan Nusa Tenggara adalah jagung. Masyarakat Maluku dan Irian Jaya mempunyai makanan utamanya sagu. Dan beras adalah makanan utama untuk masyarakat Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sualwesi, walaupun ada juga yang menjadikan singkong, ubi, dan sorgum sebagai bahan makanan utama. Tetapi, semua hal tersebut berubah total semenjak pemerintah orde baru dengan Swasembada Berasnya secara tidak langsung memaksa orang yang bisaa mengkomsumsi bahan makanan non beras untuk mengkonsumsi beras. Yang terjadi selanjutnya adalah munculnya lonjakan konsumsi/kebutuhan beras nasional sampai sekarang, sehingga memaksa pemerintah untuk mengimpor beras dari luar negeri. Padahal jika tiap daerah tetap bertahan dengan makanan utama masing-masing maka tidak akan muncul kelangkaan dan impor bahan makanan pokok beras. Efek lainpun muncul akibat perubahan pola makan masyarakat Indonesia. Keberagaman komoditi pertanian yang menjadi unggulan setiap daerah di Indonesia terlenyapkan demi progran Swasembada Beras.

 

Kondisi ketahanan Indonesia pada saat ini semakin memburuk, ini dikarenakan beralih fungsinya lahan pertanian Indonesia dengan pembangunan-pembangunan gedung serta perumahan. Yang berdasarkan kajian Komisi Perkara Korupsi (KPK), diketahui bahwa sebanyak 60.000 hertare sawah beralih fungsi di berbagai daerah setiap tahunnya. Yang diperkirakan setara dengan 300.000 ton beras. Menurut Pahala, ada campur tangan pemerintah daerah dalam hal tersebut. Pemerintah daerah merasa lebih untung jika lahan pertanian dialih fungsikan. Dikarenakan Pajak Bumi Bangunan yang diterima lebih besar, serta adanya izin-izin konstruktur juga dirasa menghasilkan banyak keuntungan bagi pemerintah daerah. Pemerintah pusat seharusnya lebih serius menanggapi hal ini, seperti yang diposting oleh FAO (Food and Agriculture Organisation) Indonesia saat ini berada di level yang kritis di indeks kelaparan global. Dan akan diperparah dengan terus meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia. Di masa yang mendatang, diprediksi akan terjadi kelagkaan pangan yang disebabkan oleh beberapa hal seperti kerusakan lingkungan, ketidak terdiaannya lahan, tingginya harga bahan bakar fosil yang mengakibatkan sulitnya pendistribusian bahan pokok, pemanasan iklim, dan hal-hal lainnya. Belum lagi adanya Washington Consensus yang kini menjadi problema bagi Indonesia. Yang mana Indonesia masih sangat bergantung pada konsensus tersebut. Selama hal itu terjadi, Indonesia tidak akan bisa mandiri secara pangan.

Menurut Herry Priyono, Konsensus Washington membuat rakyat Indonesia tidak leluasa dalam menentukan nasib produktivitas pertanian yang mengakibatkan lemahnya pertahanan pangan Indonesia. Tak heran jika rakyat miskin akan semakin miskin dan banyak yang menganggur dikarenakan hilangnya lapangan pekerjaan para buruh petani. Akibatnya, liberalisasi pasar akan menguasai cara pasar Indonesia. Alhasil, privatisasi perusahaan negara diberlakukan sebagai jalan untuk mengatasi krisis tersebut.

Pengaruh iklim El-Nino juga merupakan salah satu penyebab lemahnya ketahanan pangan. Seperti yang kita ketahui, El-Nino merupakan fenomena alam yang menyebabkan kenaikan suhu rata-rata permukaan laut pasifik yang mengakibatkan terlambatnya akan datangnya musim hujan sehingga menimbulkan kekeringan di beberapa daerah yang memiliki dampak turunan yang kompleks. Karena, tanaman pertanian sangat membutuhkan pengairan yang banyak. Jika musim kemarau tiba maka proses pengairan terganggu dan akan mengakibatkan sulitnya tanaman pertanian untuk tumbuh. Hal ini, akan sangat berdampak pada ketahananan pangan Indonesia dan akan berimbas pada perekonomian karena perlu mengeluarkan dana lagi untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan cara mengimpor dari luar negeri.

Pertanyaannya, bisakah negara kita ini mencapai ketahanan pangan yang stabil di masa yang akan datang bahkan mengekspor berbagai tanaman pertanian? Jawaban terpenting yakni berdasarkan perpolitikan di Indonesia. karena persoalan bukan semata-mata karna teknis di lapangan pertanian. Namun mencakup dari faktor produksi hingga pendistribusian, yang berujung pada komitmen semua institute politik juga.

Ada begitu banyak upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga ketahanan Indonesia tetap stabil. Yaitu dengan melakukan modernisasi pertanian. Apa itu modernisasi pertanian? Modernisasi pertanian merupakan penyuplaian barang-barang pertanian berupa...(more)

Answered Aug 9, 2017
Ida Rahmawati
maba UB, FMIPA2017

Nama : Ida Rahmawati

Cluster : 2

Fakultas : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

 

PEMANFAATAN ENERGI ALTERNATIF SEBAGAI PERWUJUDAN INDONESIA BEBAS POLUSI

        I.            LATAR BELAKANG

Penggunaan energi yang berlebihan akan menyebabkan semakin menipisnya persediaan sumber energi yang terlah dipakai. Maka dari itu dibutuhkan sebuah sumber energi baru yang dapat diperbarui agar energi tersebut tidak akan ada habisnya. Apalagi dengan pertumbuhan penduduk Indonesia yang sangat cepat akan sangat mempercepat menghabiskan energi yang dipakai.

      II.            ISI

Indonesia merupakan negara agraris sekaligus negara maritim yang memiliki penduduk lebih dari 200 jt jiwa yang tersebar di seluruh pulau yang ada di Indonesia. Indonesia juga merupakan negara yang sedang berkembang yang penduduknya akan terus bertambah. Sebagai negara berkembang yang sedang melakukan pembangunan di beberapa daerah tentunya membutuhkan sumber energi yang melimpah untuk memenuhi kebutuhan energi yang dikeluarkan. Terutama sumber energi yang berasal dari bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam . Energi yang berasal dari bahan bakar fosil akan semakin menipis persediaanya dan untuk membuat atau memperbarui energi ini akan membutuhkan waktu yang sangat panjang apabila terus digunakan. Selain itu untuk mendapatkan energi yang dibutuhkan memerlukan proses pembakarkan yang dapat menyebabkan polusi sehingga suhu sekitar akan naik dan menjadi panas. Untuk mengatasi masalah tersebut Indonesia membutuhkan Energi Alternatif.

Energi Alternatif merupakan sumber energi yang pemanfaatan atau penggunaannya dapat menggantikan peran dari energi utama yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Energi Alternatif sendiri ada yang tersedia dengan melimpah serta ada yang dapat dibuat atau diperbarui dalam jangka waktu yang relatif pendek. Dengan digunakannya energi alternatif limbah yang dihasilkan tidak akan merusak lingkungan atau setidaknya tidak menambah polusi yang sudah ada. Berikut beberapa sumber energi yang dapat di gunakan :

a.       Energi Matahari

Matahari merupakan pusat dalam tata surya. Matahari juga memberikan hidup bagi manusia yang ada di bumi memiliki energi yang sangat besar. Energi matahari adalah energi yang dihasilkan dari radiasi sinar dan panas yang dipancarkan oleh matahari. Energi matahari dapat diperoleh dengan mudah dan tidak akan ada habisnya. Energi matahari dapat digunakan sebagai pembangkit listrik (PLTS) yang dapat menggantikan baterai. Sehinggan penggunaan baterai dapat berkurang dan limbah yang dihasilkan baterai tidak akan bertambah dengan digunakannya energi ini. Selain sebagai pembangkit listrik (PLTS) energi matahari juga dapat digunakan sebagai pemanas air  dengan menggunakan panel surya. Dengan memanaskan air menggunakan panel surya dapat mengurangi penggunaan bahan bahar minyak yang dapat menghasilkan gas karbon (CO/CO2). Terutama di daerah pedesaan yang mayoritas penduduknya masih menggunakan kayu bakar sebagai pembuat energi panas yang menhasilkan asap dari pembakaran kayu dapat mencemari udara segar yang ada di pedesaan. Tidak hanya itu Energi Matahari juga sudah membantu kebutuhan manusia dan para rumah produksi yang membutuhkannya. Misalnya dalam pembuatan garam, ikan asin, keripik, menjemur pakaian, dll. Kekurangan energi ini adalah apabila sedang musim hujan dan langit dalam kodisi berawan dan matahari tidak muncul sehingga menghambat aktivitas manusia.

b.      Energi Air

Air merupakan kebutuhan pokok sehari-hari bagi manusia. Selain sebagai kebutuhan pokok air juga dapat digunakan sebagai pembangkit listrik (PLTA). Air berperan sebagai penggerak turbin dari suatu generator listrik. Dengan digunakannya air sebagai pembangkit listrik dapat memenuhi kebutuhan penggunaan listrik di Indonesia mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya adalah air. Sehingga sumber energi ini dapat sangat mudah didapatkan karena Indonesia memiliki sumber air yang melimpah baik itu air laut, air tejun, sungai, danau, maupun bendungan yang dapat digunakan sebagai pembangkit listrik.

c.       Energi Angin

Sama halnya dengan air dan matahari, angin juga dapat digunakan sebagai penggerak turbin sebuah generator yang dapat menghasilkan energi listrik. Penggunaan energi angin meningkat pesat sejak tahun 1990. Pada tahun tersebut energi yang dihasilkan rata-rata meningkat dari 200 Kwh menjadi 2,5 megawatt pada tahun 2000-an. Pembangkit Listrik Tenaga Bayu(Angin) terdapat di Bantul, Yogyakarta.

d.      Energi Biomassa

Energi Biomassa merupakan sumber energi yang dihasilkan dari bahan-bahan biologis seperti kayu, limbah, kotoran hewan, dan bahan bakar alkohol. Di Indonesia umumnya dihasilkan dari tanaman yang ditumbuhnkan untuk menghasilakn listrik atau panas, dan juga residu hutan seperti seperti serpihan kayu. Di Indonesia Pembangkit Listrik Biomassa hanya ada di Pulubala, Gorontalo yang memanfaatkan tongkol jagung sebagai bahan bakar alternatif.

e.      Panas Bumi

Panas Bumi adalah sumber energi panas yang dihasilkan dari dalam perut bumi. Energi ini diyakini cukup ekonomis, ramah lingkungan, dan berkelanjutkan untuk dikembangkan di Indonesia. Kondisi geografis Indonesia nyang terdapat banyak gunung aktif menjadikan energi ini memiliki potensial untuk dikembangkan. Tidak hanya itu energi listrik yang dihasilkan juga lebih tinggi dari pada yang dihasilkan dengan bahan bakar fosil. Saat ini Indonesia memiliki beberapa Pembangkit Listrik Panas Bumi yang terdapat di Sumatera Utara (PLTP Sibayak), Jawa Barat (PLTP Salah), Jawa Tengah(PLTP Dieng), dan Sulawesi Utara (PLTP Lahendong). Namun, mahalnya biaya yang  dikeluarkan untuk teknologi yang digunakan untuk mengekploitasi Indonesia menjadi penghambat dikembangkannya energi ini untuk daerah lain.

f.        Energi Biogas

Energi Biogas adalah energi yang dihasilkan dari kotoran, baik kotoran hewan, kotoran manusia, ataupun sampah. Pembuatan energi...(more)

Answered Aug 9, 2017

Pemindahan Ibukota Sebagai Upaya Pemerataan Pembangunan Ekonomi

I.               Latar Belakang

Kasus mengenai pemindahan Ibukota dari jakarta sedang terkuak kembali yang belum mencapai titik terang hingga saat ini. Banyaknya pro dan kontra menjadikan masalah ini kembali dibahas pada masa pemerintahan Jokowi-JK sekarang ini. Jakarta merupakan Ibukota sekaligus pusat pemerintahan, bahkan juga pusat bisnis, sedangkan Palangkaraya lebih baik untuk dijadikan Ibu kota karena daerah bebas gempa dan banyak juga faktor lain yang mendukungnya. Menurut beberapa pakar hukum tata negara, Jakarta memang sudah tidak layak menjadi lokasi dari pusat pemerintahan dan layanan publik.  Hal yang harus dipertimbangkan pula adalah pemerataan pembangunan ekonomi indonesia agar tidak hanya terpusat di pulau Jawa dan Sumatra.

II.            Pembahasan

"Harus dilihat dulu tujuan dari rencana ini apa. Kebutuhan apa yang mau dijawab dari wacana pemindahan tersebut? Kebutuhan publik, kebutuhan jalannya pemerintahan, kebutuhan jalannya negara lebih cepat, atau apa?" kata pakar hukum tata negara Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar Dari situ, lanjut Zainal, baru bisa dibahas lebih lanjut apa yang mau dipindah dari Jakarta dan ke mana pemindahannya. Meski demikian, dia berpendapat, Jakarta memang sudah tidak layak menjadi lokasi dari pusat pemerintahan dan layanan publik.

"Macet saja, misalnya, sudah bikin urusan lama, pemerintahan sudah terganggu. Belum yang banjir dan sebagainya," kata Zainal. Kalau memang kebutuhan yang hendak dijawab adalah soal efektivitas pemerintahan dan layanan publik, menurut dia yang dipindah cukup pusat pemerintahan.

Contoh terdekat sebagai rujukan adalah pemindahan pusat pemerintahan Malaysia dari Kuala Lumpur ke Putrajaya, sementara Ibu Kota Malaysia tetap di Kuala Lumpur. Itu pun, lanjut Zainal, implikasinya besar.

"Kalau terkait pemerintahan, semua dipindah. Semua perangkat termasuk markas TNI," sebut dia.

Demografi, termasuk infrastruktur sosial, menurut dia tak dimungkiri juga bakal terimbas bila semua aparatur negara harus ikut berpindah. Sekolah untuk anak-anak para abdi negara, sebut dia memberikan contoh, jelas harus tersedia di lokasi baru.

Bila Putrajaya dan Kuala Lumpur jaraknya bisa dibilang sepelemparan batu, lanjut Zainal, Indonesia punya pilihan lokasi sampai ke seberang Pulau Jawa. Berhitung implikasi yang mungkin timbul, Zainal berpandangan, pemindahan pusat pemerintahan tak harus mengambil lokasi yang jauh dari Jakarta.

Sebagai ibu kota negara, bukan baru kali ini. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, kajian pemindahan ibu kota akan rampung tahun ini. Apakah akan ke Palangkaraya?

Palangkaraya sudah disebut-sebut Presiden Soekarno sebagai ibu kota negara, saat presiden pertama RI itu meresmikan Kota Palangkaraya. Sebagai ibu kota provinsi Kalimantan Tengah pada 1957. Saat itu, Bung Karno ingin merancangnya menjadi ibu kota negara. Hal itu menurut Bung Karno sudah tertuang dalam master plan yang ia buat sendiri dalam pembangunan kota tersebut pada masa kemerdekaan.

            Dan, bukan hanya sekali itu Presiden Soekarno menyebut rencana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Palangkaraya. Kali kedua, Bung Karno menyampaikan Palangkaraya sebagai calon ibu kota negara pada Seminar TNI-AD I di Bandung pada 1965.

"Mari kita jadikan Jakarta dan Surabaya sebagai kota-kota mati. Kedua kota besar itu bagi saudara-saudara kita di luar Jawa ibaratnya sudah menjadi Singapura dan Hong Kong-nya Indonesia. Modal hanya berpusat di kedua kota besar itu, dan seolah-olah mengeksploitir daerah-daerah di luar Jawa," kata dia, beretorika.

            Pemindahan ibu kota kembali ramai era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Oktober 2010 silam. Waktu itu SBY menawarkan tiga opsi untuk mengatasi kemacetan di Ibu Kota Jakarta. Pertama, mempertahankan Jakarta sebagai ibu kota maupun pusat pemerintahan dengan pembenahan total. Kedua, Jakarta tetap menjadi ibu kota, tetapi pusat pemerintahan dipindahkan ke daerah lain. Presiden waktu itu mencontohkan Malaysia, yang beribu kota di Kuala Lumpur tapi pusat pemerintahannya di Putra Jaya. Terakhir, dibangun ibu kota baru, seperti Canberra (Australia) dan Ankara (Turki).

            Wacana pemilihan Kota Palangkaraya sebagai calon ibu kota, tentu tak semata melanjutkan cita-cita Bung Karno, namun setidaknya Bappenas memiliki kajian sementara terhadap alasan tersebut. Pemilihan Palangkaraya sudah memenuhi beberapa syarat. Seperti menurut Bappenas, Palangka Raya tidak memiliki gunung berapi dan lautan lepas sehingga aman dari ancaman gempa bumi.

Pendapat lain datang pula dari Andrinof Chaniago, mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas sekaligus perancang Visi Indonesia 2033. Andrinof berpandangan bahwa kondisi Jakarta sudah tidak layak terutama sebagai pusat pemerintahan. Pemindahan pusat pemerintahan bahkan sekaligus ibu kota dari Jakarta, sebut dia setidaknya sejak 2008. Namun, Andrinof menegaskan, wacana pemindahan ini bukan semata soal Jakarta.

"Ini penataan ulang tata ruang se-Indonesia. Jakarta hanya salah satunya," kata dia lewat pembicaraan telepon.

Jawa, kata dia, sudah kelebihan beban, baik soal ekosistem maupun populasi penduduk. Hampir 60 persen penduduk tinggal di Pulau Jawa, padahal luas daratannya tak sampai 7 persen daratan Indonesia.

Macet juga bukan cuma masalah Jakarta. Menurut dia, kemacetan sudah terjadi juga di sepanjang jalan utama pantura Jawa. Belum lagi masalah lingkungan seperti lereng gunung yang seharusnya jadi wilayah tangkapan air malah digerus.

"Dengan ini kita melihat usulan pemindahan ibu kota dalam kerangka menata Indonesia, bukan hanya menata Jakarta. Menata Indonesia berarti menata Jabodetabek, Jawa, antarpulau, barat-timur. (Menata untuk) kepentingan bangsa yang lebih besar," papar Andrinof.

            Total waktu yang dibutuhkan untuk realisasi pemindahan, menurut dia di...(more)

Answered Aug 9, 2017
Dhiva Putra Setiadji
Patience is a key element of success

DHIVA PUTRA SETIADJI

CLUSTER 2

FISIP

Mewujudkan Insentif Bagi Masyarakat Sebagai Upaya Pemerataan Perekonomian Daerah

“Bagaimana cara kita mewujudkannya?”

LATAR BELAKANG

            Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber  daya alam karya Tuhan Yang Maha Esa, dengan berlimpah kekayaan alam, pulau yang jumlahnya sangat banyak, dan suku beserta ras yang beranekaragam. Indonesia adalah negara berkembang dengan Ibukotanya DKI Jakarta yang akan menjadi kota yang maju dimasa depan nanti, karena berbagai pembangunan telah dilakukan untuk mencapai cita-cita negara ini. Salah satu pembangunannya adalah pembangunan ekonomi dimana itu adalah suatu proses yang mencakup untuk mencapai kesejahteraan umum. Untuk mencapai itu, membutuhkan jangka waktu yang panjang dan proses yang sangat sulit. Kunci dari pembangunan itu adalah kemakmuran bersama. Dan hasil pembangunan yang disebarkan secara merata adalah kunci dari keinginan yang akan dicapai. Untuk disebarkan secara merata itu tidak hanya dengan pembangunan nasional namun dengan pembangunan daerah khususnya bidang ekonomi karena  pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses yang mencakup pembentukan institusi-institusi baru, pembangunan industri-industri alternatif, perbaikan kapasitas tenaga kerja yang ada untuk menghasilkan produk dan jasa yang lebih baik, identifikasi pasar-pasar baru, alih ilmu pengetahuan dan pengembangan perusahaan-perusahaan baru. Di zaman era Globalisasi seperti ini teknologi berkembang secara cepat tanpa mengenal arah dan waktu, dan banyak dari daerah daerah di pelosok di Indonesia tidak mendapatkan pendidikan yang layak dan penghidupan yang layak dari pemerintah. Sulitnya keadaan geografis membuat mereka kesulitan untuk mengenal dunia luar, ditambah karena sulitnya keadaan ekonomi, dan pikiran masyarakat yang masih closemind membuat mereka susah dalam menerima perubahan.

ISI

 Hidup tak semudah apa yang kita bayangkan, mereka harus membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, lapangan kerja yang kurang  membuat masyarakat harus merantau dan kesulitan dalam mencari kerja di kota karena minimnya keterampilan yang dimiliki oleh SDM, pembangunan ekonomi dan infrastruktur yang kurang dan tidak merata membuat mereka mengalami kesulitan dalam hidup. Indonesia mempunyai kekayaan alam yang sangat melimpah namun tidak dipergunakan secara maksimal.Seharusnya dengan ini,  kita bisa memanfaatkan kekayaan ini, dan kita bisa meratakan pembangunan ekonomi di negara ini, namun nyatanya tidak. Misal, disuatu tempat ada suatu alam yang masih asri dan indah seharusnya dimanfaatkan sebagai suatu hal yang dapat menambahkan investasi dan insentif untuk suatu daerah agar kesejahteraan umum bisa terlaksana dan terealisasikan, namun pemerintah belum memberikan suatu hal yang maksimal untuk ini, kita tahu bahwa semua itu butuh proses, namun, proses ini sudah terlalu lama dan sudah tidak bisa kita toleransi lagi. Mengapa demikian ?,karena banyak masyarakat yang menderita, namun, terkadang banyak masyarakat yang menyalahkan pemerintah namun nyatanya tidak semuanya salah pemerintah tetapi juga salah masyarakat itu sendiri yang tidak memanfaatkannya dengan baik suatu hal. Namun, ada masyarakat yang sudah banyak melakukan implementasi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti dengan ekonomi kreatif diberbagai bidang, seperti mereka membuat kerajinan dan dijual ke wisatawan, inilah yang dapat dilakukan oleh masyarakat setempat demi mewujudkan suatu kemakmuran, namun hal ini saja tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan setiap saatnya, karena tidak setiap saat wisatawan datang dan berkunjung, inilah yang menjadi permasalahan, mengapa Indonesia mengalami ketidakmerataan ekonomi. Itu semua dikarenakan kurangnya kerja sama antara pemerintah terhadap masyarakat itu sendiri,dan kepada daerah-daerah yang sulit dijangkau, dan pemerintah juga seharusnya bisa lebih memanage dan memperhatikan dan focus terhadap masyarakat.

            Akhir-akhir ini banyak masyarakat yang bunuh diri karena factor ekonomi, semua disebabkan karena tuntutan kehidupan yang terlalu tinggi, Ditambah dengan utang negara yang terlalu tinggi bila seperti ini terus mau sampai kapan  daerah daerah yang keberadaan seperti batu kerikil yang dibuang ke dasar bumi menjadi berkembang. Ada alasan yang kuat mengapa  Esai dengan topik ini dibuat, karena terinspirasi dari sebuah cerita seseorang pernah mengalami hal yang membuat ia pun bingung, dia  pernah mengunjungi suatu tempat yang sangat indah, namun, kenyataannya tidak sesuai ekspetasi hanya sedikit sekali. pengunjungnya.  Sebagai mahasiswa banyak cara untuk membantu meringankan beban pemerintah, dan bekerja sama , bersama pemerintah maupun masyarakat demi kemerataan pembangunan ekonomi di negeri ini,  walaupun hanya membantu dengan hal kecil terlebih dahulu, tidaklah tak apa-apa seperti kata pepatah “bantulah mereka walaupun bantuan hanya sekecil batu kerikil di lautan”, bagaimana caranya?, ada banyak cara untuk membantu mereka :

Pertama, dengan promosi

Sebagai manusia, kita tidak bisa hidup tanpa orang lain, kita butuh bantuan dari orang lain begitu juga orang lain butuh bantuan kita, walaupun kita tidak bisa membantu banyak cobalah dengan membantu mereka dengan mempromosikan kearifan lokal daerah tersebut kepada teman-teman sehingga semakin banyak orang yang datang dan sebanyak pula juga mereka mendapatkan pendapatan masyarakat setempat.

 

Kedua, dengan memberikan fasilitas yang lebih baik, dari pemerintah maupun masyarakat

Kita tahu fungsi mahasiswa adalah sebagai social control atau yang disebut dengan pengendali social dengan ini kita bisa merubah sifat pandang pemerintah, kita bisa dengan cara mencurahkan aspirasi kita melalui wakil rakyat maupun dengan aksi demonstrasi yang dapat kita lakukan sehingga bila kita berhasil mendorong pemerintah untuk lebih peduli maka sebuah daerah akan dengan cepat bergerak tanpa hal apapun, sama dengan halnya Bali, jika saja pemerintah tidak...(more)

Answered Aug 9, 2017

Nama                   :Ahmad Fakihuddin Nur Fattah

Cluster       : 2

Fakultas     : Hukum

  • ·       Latar Belakang

Salah satu tujuan dari pertumbuhan  ekonomi di Indonesia adalah distribusi perekonomian yang lebih merata.  Tingkat pertumbuhan yang tinggi tanpa disertai pemerataan pembangunan hanyalah menciptakan perekonomian yang lemah dan eksploitasi sumber daya manusia. Dengan adanya distribusi atau insentif pendapatan yang merata, maka masyarakat Indonesia seluruhnya dapat hidup secara tentram dan makmur, karena tidak terjadi ketimpangan-ketimpangan sosial di masyarakat. Pembangunan daerah, utamanya daerah tertinggal merupakan proses natural dalam upaya mewujudkan cita-cita sesuai amanat undang-undang dasar, yaitu terwujudnya masyarakat makmur sejahtera secara adil dan merata.

Pemerataan hasil pembangunan di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Ketidakmerataan juga menjadi masalah dunia. Menurut data World Development Report 2006, 15,7% penduduk Indonesia pada tahun 1996 berada di bawah garis kemiskinan. Jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan meningkat menjadi 27,1 % pada tahun 1999. Gini Index untuk pemerataan penghasilan Indonesia adalah 0,34, hal ini menunjukkan adanya ketidakmerataan penghasilan yang cukup besar di Indonesia. Gini index merupakan ukuran tingkat penyimpangan distribusi penghasilan, Gini index diukur dengan menghitung area antara kurva Lorenz dengan garis hipotesis pemerataan absolut. Gini Index untuk pemerataan kepemilikan tanah di Indonesia mencapai 0,46, nilai ini menunjukkan adanya ketidakmerataan kepemilikan tanah yang cukup besar.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian insentif kepada masyarakat daerah, terutama daerah tertinggal yang masih sangat membutuhkan sokongan dana untuk pemerataan daerah mereka. Sarana infrastruktur yang baik dan berdampak terhadap aktvitas masyarakat itu sendiri. Diharapkan dengann masyarakat yang mendapat sokongan insentif tersebut dapat meningkatkan kreativitas dalam mengembangkan sektor-sektor pembangunan daerahnya.

 

  • ·       Isi

Bukan hal yang tabu dimasyarakat saat ini bahwa ketimpangan dalam pemberian insentif  berjalan tidak merata. Daerah yang memiliki potensi yang lebih dan sudah terlihat oleh daerah lain akan mendapatkan insentif lebih dari pemerintah pusat. Memang hal tersebut baik  bagi dearah yang memiliki potensi. Namun, hal tersebut semakin memperparah daerah yang tidak memiliki potensi maupun yang belum terlihat oleh pemerintah.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka Pemerintah bersama DPR telah bersepakat bahwa DID akan dialokasikan kepada daerah tertentu dengan mempertimbangkan kriteria tertentu. Dalam dokumen kesepakatan dinyatakan bahwa yang dimaksud dengan kriteria tertentu adalah daerah yang berprestasi antara lain daerah yang sudah melaksanakan fungsi pelayanan masyarakat dengan baik dan mendapatkan Opini WTP dan WDP dari BPK atas LKPD, dan daerah yang menetapkan APBD tepat waktu. Oleh karena itu kriteria dan indikator penetapan daerah penerima DID meliputi tiga kriteria kinerja:

 

1. Kriteria Kinerja yang pertama adalah Kriteria Kinerja Pengelolaan Keuangan

    yang terdiri dari :

    (a) Opini BPK atas LKPD

    (b) Penetapan APBD 2010 tepat waktu

    (c) upaya (effort) peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

2.  Kriteria Kedua adalah Kriteria Kinerja Pendidikan yang terdiri dari indikator :

    (a) Partisipasi Sekolah / Angka Partisipasi Kasar (APK)

    (b) Upaya (effort) peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

3. Kriteria kinerja ketiga adalah Kriteria Kinerja Ekonomi dan Kesejahteraan 
     Masyarakat yang terdiri dari :

    (a) Peningkatan Angka Pertumbuhan Ekonomi lokal

    (b) Penurunan Angka Kemiskinan

    (c) Penurunan Angka Pengangguran.

Dana Insentif Daerah (DID) adalah dana penyesuaian dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2014 yang digunakan dalam rangka pelaksanaan fungsi pendidikan, yang dialokasikan kepada daerah dengan mempertimbangkan kriteria kinerja tertentu. Penentuan daerah penerima dan penghitungan besaran alokasi DID ditetapkan berdasarkan kriteria kinerja utama; kriteria kinerja keuangan; kriteria kinerja pendidikan; dan kriteria kinerja ekonomi dan kesejahteraan; serta batas minimum kelulusan kinerja.

Tujuan pengalokasian DID sendiri adalah untuk mendorong daerah agar berupaya mengelola keuangannya secara lebih baik. Indikator keberhasilannya antara lain perolehan opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan pemerintah daerahnya, serta penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang selalu tepat waktu.

 

Dalam PMK tersebut, disebutkan bahwa DID tahun anggaran 2014 untuk daerah provinsi dan kabupaten/kota yang dialokasikan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23  Tahun 2013 tentang APBN Tahun Anggaran 2014 adalah sebesar Rp1.387.800.000.000,00. Proporsi DID untuk daerah provinsi ditetapkan sebesar 10 persen dari jumlah alokasi tersebut, sedangkan 90 persen sisanya adalah proporsi untuk daerah kabupaten/kota.
  

 DID dialokasikan untuk membantu daerah dalam rangka melaksanakan fungsi pendidikan sebagai kebijakan Pemerintah Pusat. Selain itu, DID tidak dapat digunakan untuk mendanai dana pendamping Dana Alokasi Khusus; kegiatan yang telah didanai oleh Bantuan Operasional Sekolah dari Pemerintah Pusat; pendidikan kedinasan; hibah kepada perusahaan daerah; dan bantuan sosial.

Penyaluran DID dilakukan dengan cara pemindahbukuan dari Rekening Kas Umum Negara ke Rekening Kas Umum Daerah secara sekaligus. Penyalurannya dilakukan setelah daerah penerima menyampaikan Peraturan Daerah mengenai APBD Tahun Anggaran 2014 dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak dari kepala daerah kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. Pengawasan atas pelaksanaannya dilakukan oleh aparat pengawas fungsional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

pemerintah juga bekerja sama dengan swasta lokal dan asing untuk menjalankan program...(more)

Answered Aug 9, 2017

Nama     : Islamy Ainiya Fitri

Cluster   : 01

Fakultas : Ilmu Administrasi                  

 

                            "Alokasi Dana Pemerintah Sebagai Upaya Pemerataan Pembangunan Sistem Ekonomi"

         Latar Belakang 

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepda individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut dipegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut. 

        ISI

Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.

Alokasi dana pembangunan untuk pemerataan pendidikan dan pemerataan fasilitas kesehatan akan lebih menjamin tercapainya pemerataan dalam jangka panjang. Kebijakan alokasi dana untuk pendidikan dan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pemerataan pendidikan serta pemerataan fasilitas kesehatan. Biaya pendidikan yang lebih murah dan tersedianya fasilitas kesehatan yang lebih baik dan lebih terjangkau akan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

Dalam bidang pendidikan, kebijakan bantuan operasional sekolah (BOS) belum mampu meringankan beban bagi masyarakat secara signifikan. Pada kenyataannya orang tua murid masih terbebani dengan biaya lainnya, seperti uang seragam yang lebih mahal daripada harga di pasaran, buku yang selalu ganti setiap tahunnya, dan biaya lainnya. Saat musim pendaftaran sekolah, banyak orang tua yang tidak mampu menyekolahkan anaknya di sekolah negeri karena biaya yang tidak terjangkau. Akibatnya mereka hanya menyekolahkan anaknya di sekolah yang memiliki reputasi kurang baik, bahkan ada juga yang tidak mampu menyekolahkan anaknya. Beban biaya pendidikan yang semakin mahal membuat orang tua yang kurang mampu tidak dapat menyekolahkan anak mereka. Anak yang seharusnya masih mendapatkan pendidikan justru sudah bekerja mencari nafkah untuk menyambung hidup keluarga. Rendahnya tingkat pendidikan berakibat rendahnya tingkat gaji yang diperoleh. Pekerja tanpa pendidikan hanya dinilai sebagai unskilled labor yang tidak memiliki bargaining position. Daya tawar yang rendah ini berakibat pada rendahnya tingkat pendapatan yang mereka peroleh. Sehingga pada waktu mereka masih tetap saja tidak dapat menyekolahkan anak mereka sampai ke tingkat pendididkan yang tinggi. Di sisi lain, orang tua yang kaya mampu menyekolahkan anak mereka sampai ke tingkat pendidikan tinggi. Dengan tingginya tingkat pendidikan dengan mudah mereka mendapatkan pekerjaan yang bergengsi serta memiliki bargaining position yang baik sehingga mendapatkan tingkat pendapatan yang tinggi.

Sejak pelaksanaan otonomi daerah, penyediaan dana kesehatan dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) disatukan dalam Dana Alokasi Umum (DAU). Penyatuan dana ini berakibat semakin kurang transparan penyediaan dana kesehatan. Apabila dana kesehatan kurang maka akan terbatas sekali pengadaan fasilitas kesehatan. Sumber daya manusia yang sehat akan menghasilkan sumber daya manusia yang produktif merupakan modal yang paling menentukan dalam keberhasilan pembangunan dalam jangka panjang. Pemerataan pendidikan dapat dilakukan dengan jalan menyediakan sekolah gratis sampai ke tingkat perguruan tinggi. Sekolah gratis ini dalam arti tidak ada pungutan biaya apapun, baik seragam, biaya operasional, maupun buku. Diharapkan juga sekolah gratis ini tersedia ke seluruh penjuru nusantara. Operasional sekolah harus mampu menekan biaya yang tidak perlu sehingga tidak terlalu membebani keuangan negara. Dengan menyediakan pendidikan sampai ke tingkat perguruan tinggi, diharapkan tingkat penghasilan penduduk akan meningkat karena sumber daya manusia yang dihasilkan lebih berkualitas. ingkaran setan ini dapat diputus apabila pemerintah menciptakan kebijakan supaya rakyat dapat memperoleh pendidikan lebih merata, dengan jalan meningkatkan subsidi untuk pendidikan, sehingga semua orang mendapatkan mutu pendidikan yang sama. Dengan tingkat pendidikan yang merata diharapkan tingkat pendapatan akan lebih merata sehingga rakyat benar-benar dapat merasakan manfaat pembangunan.

Sejak pelaksanaan otonomi daerah, penyediaan dana kesehatan dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) disatukan dalam Dana Alokasi Umum (DAU). Penyatuan dana ini berakibat semakin kurang transparan penyediaan dana kesehatan. Apabila dana kesehatan kurang maka akan terbatas sekali pengadaan fasilitas kesehatan. Dari segi pendidikan, Indonesia masih mengalami masalah ketidakmerataan pendidikan. Pemerataan pendidikan dan fasilitas kesehatan dapat menjamin tercapainya pemerataan dalam jangka panjang. Pembangunan itu harus berarti pembangunan manusia seutuhnya, bukan pembangunan dalam arti fisik saja (bangunan, jalan, bendungan dan lain sebagainya). Pembangunan harus dapat dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat. Pemerataan pendidikan dan fasilitas kesehatan dapat menjamin tercapainya pemerataan dalam jangka panjang. Melakukan pembangunan bagi masyarakat perlu memperhatikan kondisi dan karakter kehidupan masyarakat, yang nyata-nyata berbeda antara satu daerah dengan daerah lain, antara satu desa dengan desa yang lain. Cara-cara yang diseragamkan tidak dapat efektif pada masyarakat, karena tidak memperhatikan dan mengakomodasikan dengan baik, perbedaan-perbedaan dalam hal tradisi, tipe wilayah, kekuatan adat, cara hidup, keadaan...(more)

Answered Aug 9, 2017

Topik : Mewujudkan Ketahanan Pangan Indonesia dengan Penerapan Pertanian Berlanjut

Indonesia negara Agraris perlukah import beras?

        I.            Latar Belakang :

 Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benuaAsia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.466 pulau yang biasa disebut Nusantara Indonesia merupakan negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brazil. Fakta tersebut menunjukkan tingginya keanekaragaman sumber daya alam hayati yang dimiliki Indonesia dan hal ini, berdasarkan Protokol Nagoya, akan menjadi tulang punggung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan (green economy). Protokol Nagoya sendiri merumuskan tentang pemberian akses dan pembagian keuntungan secara adil dan merata antara pihak pengelola dengan negara pemilik sumber daya alam hayati, serta memuat penjelasan mengenai mekanisme pemanfaatan kekayaan sumber daya alam tersebut. Kekayaan alam di Indonesia yang melimpah terbentuk oleh beberapa faktor, antara lain:

·         Dilihat dari sisi astronomi, Indonesia terletak pada daerah tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi sehingga banyak jenis tumbuhan yang dapat hidup dan tumbuh dengan cepat.  

·         Dilihat dari sisi geologi, Indonesia terletak pada titik pergerakan lempeng tektonik sehingga banyak terbentuk pegunungan yang kaya akan mineral.   

·         Di bidang agrikultur, Indonesia juga terkenal atas kekayaan tanaman perkebunannya, seperti biji coklat, karet,kelapa sawit, cengkeh, dan bahkan kayu yang banyak diantaranya menempati urutan atas dari segi produksinya di dunia.

Ketahanan pangan adalah ketersediaan pangan dan kemampuan seseorang untuk mengaksesnya. Sebuah rumah tangga dikatakan memiliki ketahanan pangan jika penghuninya tidak berada dalam kondisi kelaparan atau dihantui ancaman kelaparan. Ketahanan pangan merupakan ukuran kelentingan terhadap gangguan pada masa depan atau ketiadaan suplai pangan penting akibat berbagai faktor seperti kekeringan, gangguan perkapalan, kelangkaan bahan bakar, ketidak stabilan ekonomi, peperangan, dan sebagainya. Penilaian ketahanan pangan dibagi menjadi keswadayaan atau keswasembadaan perorangan (self-sufficiency) dan ketergantungan eksternal yang membagi serangkaian faktor risiko. Meski berbagai negara sangat menginginkan keswadayaan secara perorangan untuk menghindari risiko kegagalan transportasi, namun hal ini sulit dicapai di negara maju karena profesi masyarakat yang sudah sangat beragam dan tingginya biaya produksi bahan pangan jika tidak diindustrialisasikan. Kebalikannya, keswadayaan perorangan yang tinggi tanpa perekonomian yang memadai akan membuat suatu negara memiliki kerawanan produksi.

World Health Organization mendefinisikan tiga komponen utama ketahanan pangan, yaitu ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan. Ketersediaan pangan adalah kemampuan memiliki sejumlah pangan yang cukup untuk kebutuhan dasar. Akses pangan adalah kemampuan memiliki sumber daya, secara ekonomi maupun fisik, untuk mendapatkan bahan pangan bernutrisi. Pemanfaatan pangan adalah kemampuan dalam memanfaatkan bahan pangan dengan benar dan tepat secara proporsional. FAO menambahkan komponen keempat, yaitu kestabilan dari ketiga komponen tersebut dalam kurun waktu yang panjang.

Kebijakan (UU Nomor 18 Tahun 2012) tentang Pangan mengamanatkan bahwa penyelenggaraan pangan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia yang memberikan manfaat secara adil, merata, dan berkelanjutan berdasarkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan nasional. Mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan merupakan hal mendasar yang sangat besar arti dan manfaatnya untuk mendukung pelaksanaan kebijakan terkait penyelenggaraan pangan di Indonesia.

      Dalam UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, disebutkan bahwa penyelenggaraan pangan bertujuan untuk. meningkatkan kemampuan memproduksi pangan secara mandiri, menyediakan pangan yang beraneka ragam dan memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan gizi bagi konsumsi masyarakat, mewujudkan tingkat kecukupan pangan, terutama pangan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu juga untuk mempermudah atau meningkatkan akses pangan bagi masyarakat, terutama masyarakat rawan pangan dan gizi, meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditas pangan di pasar dalam negeri dan luar negeri, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pangan yang aman, bermutu, dan bergizi bagi konsumsi masyarakat. Tujuan penting lainnya juga meningkatkan kesejahteraan bagi petani, nelayan, pembudi daya ikan, dan pelaku usaha pangan dan melindungi dan mengembangkan kekayaan sumber daya pangan nasional.

      Poin penting lain dari UU Pangan saat ini adalah urgensi dibentuknya lembaga yang mempunyai otoritas kuat untuk mengkoordinasikan, mengatur dan mengarahkan lintas kementerian/sektor dalam berbagai kebijakan dan program terkait pangan. Dalam UU Pangan yang disahkan oleh DPR bulan Oktober 2012, pada Pasal 126 disebutkan, “Dalam hal mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan dan ketahanan pangan nasional, dibentuk lembaga pemerintah yang menangani bidang pangan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden”. Kemudian pada Pasal 127 disebutkan, “Lembaga pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pangan”.

Mengingat lembaga ini posisinya sangat strategis, harapannya keberadaan badan otoritas pangan bisa terhindar dari benturan kepentingan atau ego sektoral terkait. Dengan posisi yang tinggi, kita tentu berharap badan otoritas pangan bisa lebih independen. Terlebih lagi, badan otoritas pangan tersebut berfungsi sebagai pembuat kebijakan pangan sekaligus operator pangan. Lembaga...(more)

Answered Aug 9, 2017

Nama    : Lettisyiah Warsito

Cluster  : 1

Fakultas : Teknologi Pertanian

 

Mewujudkan Ketahanan Pangan Indonesia dengan Penerapan Pertanian Berlanjut

 

  1. LATAR BELAKANG

Pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia sehingga pemenuhannya menjadi salah satu hak asasi yang harus dipenuhi secara bersama-sama oleh negara dan masyarakatnya. Pemerintah Indonesia selalu berupaya untuk mencapai kemakmuran rakyat indonesia, salah satunya adalah meningkatkan ketahanan pangan nasional. Pangan merupakan kebutuhan primer yang harus dipenuhi oleh setiap manusia.Salah satunya adalah kebutuhan akan beras, di Indonesia beras merupakan salah satu makanan pokok. Setelah beberapa tahun terakhir ini petani banyak yang mengalami gagal panen yang diakibatkan oleh berbagai macam bencana seperti banjir, dan musim kemarau yang berkepanjangan, oleh karena itu pemerintah melakukan kebijakan supaya warga indonesia tidak selalu bergantung pada beras.

 Salah satu kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan meningkatkan keanekaragaman konsumsi pangan. Kebijakan tidak hanya  ditujukan  untuk mengurangi ketergantungan pada beras, tetapi juga dimaksudkan untuk mengubah pola konsumsi masyarakat agar mengkonsumsi  bahan pangan yang beranekaragam dan lebih baik gizinya. Tetapi untuk daerah-daerah tertentu penganekaragamn konsumsi pangan itu masih sulit karena didaerah tertentu pola konsumsi masyarakat masih didominasi dengan padi-padian. Masyarakat umumnya masih mempunyai ketergantungan yang kuat terhadap beras.

Kita tahu bahwa indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber alam, tetapi coba kita teliti, apakah warga indonesia sudah sejahtera? Tentu jawabannya tidak, karena masih banyak rakyat yang tidak mendapatkan penghidupan yang layak. Contoh kita lihat gelandangan, yang setiap hari mereka mondar-mandir dijalanan dan bahkan mereka tidak mengonsumsi apapun dalam sehari. Untuk itu masyarakat membutuhkan kebijakan pemerintah untuk mensejahterakan mereka.

Di Indonesia, pemerintah sudah banyak melakukan kebijakan untuk mengatasi masalah pangan. Salah satu contohnya : pemerintah telah membantu para petani untuk meningkatkan jumlah panen, seperti membwrikan pupuk yang berkualitas.

 Untuk mempertahankan ketahanan pangan nasional, beberpa usaha yang perlu dilaksanakan secara simultan antara lain: pengendalian konversi lahan pertanian, mencetak lahan pertanian baru dan intensifikasi sistem pertanian dengan menerapkan tekhnologi yang dapat meningkatkan produktivitas dan sekaligus mempertahankan kualitas lingkungan. Walaupun secara teoritis ketahanan pangan mengandung aspek yang sangat luas, termasuk kemampuan mengadakan bahan pangan baik yang bersumber dari dalam maupun dari luar negeri, namun dalam berbagai kebijakan pembangunan pertanian, usaha pencapaian ketahanan pangan sebagian besar difokuskan pada peningkatan kemandirian pangan terutama beras.

  Sebenarnya jika ditinjau dari kondisi alam di Indonesia, negara kita termasuk negara yang kaya akan sumber daya alam.  Banyak negara luar yang datang ke Indonesia untuk mengolah bahan mentah dari Indonesia. Tetapi walaupun negara Indonesia kaya akan sumber daya alam kita mengimpor pangan, itu disebabkan karena kekurangan dan kemampuan sumber daya manusia. Maka untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia juga sangat membutuhkan sunber daya manusia untuk mampu mengolah kekayaan sumber daya alam. Meskipun di Indonesia lahan untuk bertani luas, jika sumber daya manusia tidak ada itu sama saja tidak menghasilkan apapun. Untuki itu sumber daya alam itu harus juga diikuti dengan sumber daya manusia.

 

2.       ISI

Pertanian merupakan sektor penyedia pangan yang tidak pernah lepasdari berbagai persoalan, baik persoalan ekologi, ekonomi, sosial danbudaya, bahkan persoalan kebijakan politik. Hal ini tidak berlebihan karenapangan adalah kebutuhan pokok penduduk, terutama di Indonesia.

Laporan  BPS tahun 2010 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia sudahmencapai 237,641,326 jiwa atau meningkat sebesar 15,21% dari tahun sebelumnya. Kondisi ini membutuhkan ketersediaan pangan yang cukup agar tidak menjadi salah satu penyebab instabilitas pangan nasional. Dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan terutama mempertahankan sekaligus meningkatkan produksi pangan, pada level lapangan masih banyak hambatan dan kendala yang dijumpai. Dari sekian banyak hambatan dan kendala tersebut, ada yang dapat ditangani melalui introduksi teknologi danupaya strategis lainnya, tetapi ada pula yang sukar untuk ditangani terutama yang berkaitan dengan fenomena alam

Pembangunan pertanian menempati prioritas utama dalam pembangunan ekonomi nasional. Dalam pendekatan perhitungan pendapatan nasional, sektor pertanian terdiri dari sub-sektor tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan. Selain sektor pertanian, terdapat delapan sektor ekonomi lainnya yang secar abersama menentukan besarnya pertumbuhan ekonomi bangsa melalui pendapatan domestik (GDP) dan pendapatan nasional (GNP). Pada tahun 1993, sumbangan sektor pertanian terhadap GDP adalah 18%, kemudian turun menjadi 15% pada tahun 1997. Namun dengan adanya krisis ekonomi,sektor pertanian kembali menunjukkan perannya yang lebih besar yaitu sumbangannya sebesar 17% pada GDP pada tahun 1998 (BPS 1998).Sedangkan pertumbuhan PDB menurut lapangan usahanya, pada tahun 1997pertumbuhan sektor pertanian sebesar 0,7% dan memberikan sumbangansebesar 0,1%. Pada tahun 1998, pertumbuhan mengalami penurunan menjadi 0,2% dan meningkat menjadi 2,7% pada tahun 1999

Petani adalah pelaku utama sektor pertanian primer (on farm)yang secara langsung terlibat dalam proses produksi komoditi pertanian (produsen). Kendati dengan posisi seperti itu, hampir bias dipastikan petani tidak berdaya untuk mengatur hasil pertaniannya dari sisi pasca panen. Bahkan pemilihan jenis komoditi yang harus ditanam, petani masih dapat diintervensi oleh pasar atau pelaku usaha.Inilah yang dimaksud dengan lemahnya posisi tawar petani. Menurut Branson...(more)

Answered Aug 9, 2017

Nama: Grace Caroline

Cluster: 1

Fakultas: Ekonomi dan Bisnis (Akuntansi)

 

Pemanfaatan Energi Alternatif Sebagai Perwujudan Indonesia Bebas Polusi

 

Kita pasti telah mendengar banyak mengenai apa itu polusi. Ya, seperti yang kita ketahui bersama bahwasannya polusi merupakan sesuatu hal yang tidak bagus. polusi adalah suatu pengotoran atau pencemaran. Polusi ini bisa menyerang apa saja, baik itu udara, polusi tanahpolusi air, bahkan polusi suara. Dan yang akan kita tegaskan dalam artikel kali ini adalah mengenai polusi udara.

Pengertian Polusi Udara

Polusi udara  sendiri merupakan suatu kondisi dimana udara yang ada di sekitar ini dicemari oleh bahan- bahan kimia, zat atau partikel yang bersifat negatif, atau bahan biologis lainnya yang  bersifat membahayakan manusia maupun makhluk hidup lainnya. Polusi udara atau yang juga disebut sebagai pencemaran udara ini seringkali mengakibatkan berbagai macam dampak yang merugikan, tidak hanya bagi manusia saja, namun juga bagi mankhluk hidup lainnya dan bahkan planet Bumi pada umumnya.

Polusi udara ini merupkan suatu kondisi yang menggambarkan udara yang tidak murni lagi karena tercemar oleh berbagai macam zat- zat polutan. Terjadinya polusi udara ini tidak lain dan tidak bukan merupakan dampak dari ulah manusia sendiri. Polutan yang mencemari udara ini paling banyak berupa asap- asap yang di dalamnya mengandung banyak sekali penyakit dan juga hal merugikan lainnya. Maka dari itulah disebut sebagai polusi udara.

Asap- asap yang menyebabkan pencemaran udara ini alan semakin banyak kita temui ketika zaman yang kita tempati ini semakin modern dan semakin banyak aktivitas- aktivitas industri manusia. Selain aktivitas industri dari pabrik- pabrik, aktivitas merokok di kalan manusia juga menyumbang dampak yang cukup siginifikan terhadap tingkat polusi udara dan juga asap- asap kendaraan bermotor pun demikian.

Penyebab Polusi Udara

Kita telah mengetahui  secara singkat atau gambaran umum mengenai apa itu polusi udara. Selanjutnya juga dijelaskan mengenai apa saja yang sekiranya dapat menimbulkan polusi udara ini. ada banyak sekali hal yang dapat menimbulkan polusi udara. Penyebab polusi udara ini pun dapat ditimbulkan melakui kegiatan atau aktivitas sehari- hari. adapu beberapa hal yang menyebabkan polusi udara antara lain adalah:

·         Asap kendaraan

Asap kendaraan merupakan penyebab dari polusi yang paling mudah untuk kita temui. Hal ini karena kendaraan merupakan alat transportasi yang siapa saja mempunyainya, baik kendaraan roda empat ayau mobil aupun kendaraan bermotor. Asap kendaraan merupakan salah satu faktor penyumbang polusi udara yang sangat besar. Asap kendaraan yang setap hari di produksi oleh milyaran kendaraan setiap detiknya akan sangat menyebabkan polusi udara.

Oleh karena itulah kita sering mendapati bahwa daerah pedesaan udaranya lebih bersih dan sehat daripada di perkotaan. Hal ini salah satunya karena di pedesaaan jarang kita temui kendaraan bermotor atau monil, sementara di kota sangat jarang yang mempunyai kendaraan bermotor maupun mobil.

·         Asap pabrik

Selain asap kendaraan bermotor atau mobil. Asap pabrik juga termasuk ke dalam pemicu dari adanya polusi udara. Asap pabrik ini bahkan menyumbang besar sekali gas karbon di udara. Asap pabrik juga bisa menimbulkan atau menjadi pemicu dari terjadinya hujan asam.

Asap pabrik yang dihasilkan dan biasanya dibuang melalui cerobong asap, apabila naik ke permukaan maka akan sangat membahayakan dan juga merupakan penyumbang dari gas- gas yang berbahaya. Seperti yang kita ketahui bersama bahwasannya asap yang dibuang tersebut merupakan wujud dari limbah pabrik yang tidak mempunyai fungsi sama sekali. Oleh karena itulah keberadaan limbah pabrik yang berupa gas dan di buang di udara ini merupakan faktor pemicu polusi udara.

·         Asap rokok

Penyebab polusi udara yang selanjutnya merupakan asap rokok. Seperti yang kita ketahui bersama bahwasannya rokok merupakan sesuatu hal yang sangat disukai oleh masyarakat laki- laki di Indonesia. Banyak sekali orang atau kaum pria di Indonesia ini yang merokok tanpa memilikrkan resiko yang akan terjadi masa yang akan datang.

Meskipun pemerintah dan bahkan produsen rokok sendiri menghimbau masyarakat untuk tidak merokok, namun tetap saja orang- orang di Indonesia selalu mencintai budaya merokok.  Asap rokok yang disebabkan oleh karena rokok yang dihisap ini mengandung banyak sekali gas beracun. Bayangkan saja jika jutaan orang setiap harinya memproduksi  asap rokok, maka hal ini tentu akan sangat mudah menjadi penyebab  terjadinya polusi udara.

·         Pembangkit listrik

Masih ada beberapa pembangkit listrik konvensional yang menggunakan bahan batu bara, gas, maupun minyak untuk dapat menghasilkan energi listrik. Sperti yang terjadi pada kendaraan bermesin yang mana praktiknya proses pembakaran listrik tersebut terjadi tidak sempurna yang justru akan menghasilkan gas berbahaya yang menyebabkan polusi udara. Gas- gas yang berbahaya yang telah disebutkan adalah sulfur dioksida, nitrogen oksida,karbon dioksia, serta partikulat. Selain menyebabkan  polusi udara, gas- gas berbahaya tersebut juga merupakan penyebab dari pemanasan global.

·         Letusan gunung berapi

Selain disebabkan oleh kativitas manusia, ternyata polusi udara juga bisa disebabkan oleh alam. Faktor alam yang menyebabakan terjadinya polusi udara adakla meletusnya gunung berapi. Indonesia merupakan negaya yang letaknya ada di sepanjang lempeng. Karena pengaruh letak geografis Indonesia memiliki banyak sekali gunung berapi. Gunung berapi yang ada di Indonesia ini banyak sekali yang masih aktif dan beberapa di antaranya memiliki siklus meletus yang rutin beberapa tahun sekali. Oleh karena itulah tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat akan terjadi letusan gunung berapi.

Gunung berapi yang meletus ini merupakan suatu benca alam. Tidak hanya akan menyebabkan banyak sekali kerusakan dan juga pencemaran, namun gunung berapi yang meletus...(more)

Answered Aug 9, 2017

Ario Budiarto

Cluster 2

Fakultas Ilmu Budaya

 

 

“PEMANFAAT  KERAGAMAN SUMBER DAYA ALAM INDONESIA SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF”

 

LATAR BELAKANG

Energi sangat dibutuhkan dalam kehidupan setiap manusia. Baik sebagai pendukung rumah tangga, industri maupun transportasi. Pesatnya pertumbuhan penduduk menyebabkan meningkatnya kebutuhan energi, yang akhirnya sering menjadi problema bagi masyarakat karena membuat harga listrik menjadi mahal, biaya industri jadi tinggi, serta biaya transportasi yg semakin menguras pendapatan masyarakat.

Banyak kota-kota besar sudah amat berkembang di Indonesia. Perkembangan ini tentunya membawa semangat yang positif bagi jalan Indonesia sebagai negara maju. Akan tetapi, kota-kota besar, apalagi yang sudah berupa kota metropolitan pastinya membutuhkan energi yang amat melimpah. Energi yang dibuthkan bukanlah hanya listrik untuk menyalakan ribuan lampu di gedung bertingkat dan jalan-jalan kota, namun juga untuk gas untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Tidak hanya di kota, desa juga memerlukan sumber energi untuk kelangsungan hidup masyarakatnya. Masyarakat di desa tidak bisa terus mengandalkan alat-alat konvensional untuk menjalani hidup di era modern sekarang ini. Mereka berhak untuk hidup nyaman dan layak sebagaiamana masyarakat di kota.

Amat disayangkan, sumber energi yang dimiliki belum bisa terbilang cukup untuk bisa memberikan energi berlimpah bagi seluruh masyarakat di Indonesia. Hal ini dikarenakan sumber energi yang digunakan saat ini adalah sumber energi yang tidak bisa diperbaharui dan nanti akan habis di masa yang akan datang. Sumber energi ini tentunya sangat tidak efektif bagi perkotaan yang memerlukan banyak energi. Selain itu sumber energi yang tidak bisa diperbaharui seperti bensi juga bisa menimbulkan polusi udara yang akan berdampak buruk bagi lingkungan.

Energi alternatif merupakan jawaban yang tepat untuk mengatasi permasalahan diatas. Hingga saat ini, pengembangan sumber energi yang bisa diperbaharui sedang gencar dilakukan. Energi yang dapat diperbaharui tersebutlah yang nantinya akan menjadi energi alternatif di Indonesia. Tujuan pengembangan energi di Indonesia agar dapat mengantisipasi kelangkaan sumber energi di masa depan.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Letaknya yang dilalui oleh garis khatulistiwa ikut pula menambah keragaman suber daya alam yang dimiliki. Di masa krisis energi sekarang ini, patutnya Indonesia bisa memanfaatkan sumber daya alam yang ramah lingkungan dan bisa diperbaharui sebagai energi alternatif dan mengatasi permasalahan energi yang ada. Pengunaan sumber daya alam sebagai sumber energi di Indonesia saat ini masih sangat terbatas dan belum bisa dimanfaatkan secara maksimal bila melihat kekayaan sumber daya alam yang masih tersimpan di bumi Indonesia. Di negara-negara maju, Penggunaan energi alternatif menjadi solusi tepat suatu bangsa terkait masalah kenaikan harga bahan bakar fosil. Hal tersebut juga mengurangi ketergantungan pada berbagai negara lain pada pasokan minyak bumi.

Namun fakta yang terjadi, energi yang dapat diperbaharui masih menjadi pilihan nomor dua di Indonesia sedangkan energi yang tidak dapat diperbaharui menjadi pilihan pertama. Hal ini sebenarnya wajar saja, karena penggunaan sumber energi yang tidak bisa diperbaharui memang banyak fungsinya. Namun apabila dilanjutkan yang terjadi adalah negara Indonesia akan kehabisan sumber energi, oleh karena itu harus ada terobosan terbaru demi mewujudkan Indonesia yang maju.

 

 

ISI

A. Definisi Energi Alternatif

Energi alternatif adalah istilah yang merujuk kepada semua energi yang dapat digunakan yang bertujuan untuk menggantikan bahan bakar konvensional tanpa akibat yang tidak diharapkan dari hal tersebut. Umumnya, istilah ini digunakan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar hidrokarbon yang mengakibatkan kerusakan lingkungan akibat emisi karbon dioksida yang tinggi, yang berkontribusi besar terhadap pemanasan global berdasarkan Intergovernmental Panel on Climate Change. Selama beberapa tahun, apa yang sebenarnya dimaksud sebagai energi alternatif telah berubah akibat banyaknya pilihan energi yang bisa dipilih yang tujuan yang berbeda dalam penggunaannya.

Istilah "alternatif" merujuk kepada suatu teknologi selain teknologi yang digunakan pada bahan bakar fosil untuk menghasilkan energi. Teknologi alternatif yang digunakan untuk menghasilkan energi dengan mengatasi masalah dan tidak menghasilkan masalah seperti penggunaan bahan bakar fosil.

B. Energi Alternatif di Indonesia

Dilihat dari letak geografisnya, Indonesia memiliki potensi sumber energi alternatif yang amat besar. Berikut adalah beberapa contoh energi alternatif yang bisa dimanfaatkan Indonesia sesuai dengan letak geografisnya.

1.       Energi Panas Bumi

Energi panas bumi atau geothermal adalah sumber energi terbarukan berupa energi thermal (panas) yang dihasilkan dan disimpan di dalam bumi. Energi panas bumi diyakini cukup ekonomis, berlimpah, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Namun pemanfaatannya masih terkendala pada teknologi eksploitasi yang hanya dapat menjangkau di sekitar lempeng tektonik, tetapi melihat kondisi geografis Indonesia yang memiliki banyak gunung aktif, energi panas bumi adalah salah satu sumber energi yang sangat besar untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dimiliki Indonesia antara lain: PLTP Sibayak di Sumatera Utara, PLTP Salak (Jawa Barat), PLTP Dieng (Jawa Tengah), dan PLTP Lahendong (Sulawesi Utara).

Keuntungan Tenaga Panas Bumi, hampir tidak menimpulkan polusi atau emisi gas rumah kaca. Tenaga ini juga tidak berisik dan dapat diandalkan. Pembangkit listik tenaga geothermal menghasilkan listrik sekitar 90%, dibandingkan 65-75 persen pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Sayangnya, walaupun di Indonesia memiliki cadangan panas bumi melimpah hingga 40 % cadangan panas bumi dunia, sumber energi terbarukan yang telah terbukti bersih ini tidak dimanfaatkan secara...(more)

Answered Aug 9, 2017
Anonymous

Pemanfaatan Energi Matahari sebagai energi alternatif sebagai upaya pewujudan Indonesia bebas polusi

 

       I.            Pendahuluan

Energi memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya sebab energy memberi banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari dimana energy membantu kita dalam melakukan segala sesuatu. Tanpa energy mungkin saja semuanya akan hancur, karena tata surya pun melakukan usaha yang menghasilkan energy agar semuanya berjalan sebagaimana semestinya.

Setiap harinya kita dapat merasakan energy yang timbul karena aktivitas kehidupan. Pada pagi hari misalnya, udara akan terasa dingin dan pada saat matahari sudah terbit maka udara akan terasa menghangat. Itu diakibatkan oleh energy yang dihasilkan oleh panas matahari

Energy sendiri adalah sebuah hasil, pastinya ia mempunyai sumber. Sumber energy ada yang terbarukan dan non-terbarukan. Energy yang terbarukan adalah energy yang dapat diperbaharui dan bisa dipakai tanpa khawatir habis. Sedangkan, energy non-terbarukan jumlahnya terbatas dan tidak dapat diperbarui walaupun ada yang bisa diperbaharui, tetapi memerlukan waktu yang sangat lama. Contoh saja minyak bumi. Minyak bumi banyak dipakai sebagai bahan bakar. Bahan bakar juga sebagi penunjang utama dalam beraktivitas makanya, sangat penting pemanfaatan minyak bumi.

 

    II.            Isi

Seiring waktu minyak bumi kian lama semakin menipis, Peningkatan permintaan energi yang disebabkan oleh pertumbuhan populasi penduduk dan menipisnya sumber cadangan minyak dunia serta permasalahan emisi dari bahan bakar fosil memberikan tekanan kepada setiap negara untuk segera memproduksi dan menggunakan energi terbaharukan. Selain itu, peningkatan harga minyak dunia hingga mencapai 100 U$ per barel juga menjadi alasan yang serius yang menimpa banyak negara di dunia terutama Indonesia.

Lonjakan harga minyak dunia akan memberikan dampak yang besar bagi pembangunan bangsa Indonesia. Konsumsi BBM yang mencapai 1,3 juta/barel tidak seimbang dengan produksinya yang nilainya sekitar 1 juta/barel sehingga terdapat defisit yang harus dipenuhi melalui impor. Menurut data ESDM (2006) cadangan minyak Indonesia hanya tersisa sekitar 9 milliar barel. Apabila terus dikonsumsi tanpa ditemukannya cadangan minyak baru, diperkirakan cadangan minyak ini akan habis dalam dua dekade mendatang.maka manusia perlu memilih energi terbaru yang dapat dimanfaatkan secara terus menerus dan tidak menimbulkan polusi atas paling tidak menimbulkan polusi yang lebih sedikit.

 

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak pemerintah telah menerbitkan Peraturan presiden republik Indonesia nomor 5 tahun 2006 tentang kebijakan energi nasional untuk mengembangkan sumber energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar minyak. Kebijakan tersebut menekankan pada sumber daya yang dapat diperbaharui sebagai altenatif pengganti bahan bakar minya

Energi Fosil di Indonesia khususnya minyak bumi / petroleum sangat terbatas, sehingga mayoritas untuk konsumsi Indonesia masih mengandalkan impor, yang harus di beli dengan dolar. Selain itu harga minyak bumi juga tidak stabil sangat berpengaruh terhadap kondisi politik dunia. Jadi jika saat ini harga listrik di Indonesia Rp1.058 per kWh – Rp. 1.507 per kWh maka kemungkinan 5 atau 10 tahun kedepan bisa Rp. 2.000/kwh – Rp. 2.500/kwh. Selain itu saat jika saat ini harga Solar Rp 6.900,- dan Premium Rp. 7.400 di saat harga minyak dunia harga minyak dunia $36,59/barrel, bagaimana saat harga minyak dunia meningkat sampai $120 atau $150 per barrel. Harus di ingat minyak bumi di dunia ini jumlahnya sangat terbatas, dan hukum ekonomi selalu bergantung kepada supply dan demand.

Sedangkan dengan energi alternatif, Indonesia tidak perlu terpengaruh dengan naik turunnya harga minyak dunia, dan juga tidak terpengaruh terhadap nilai dollar. Dikarenakan energi-energi alternatif ini tidak perlu di beli karena energinya sudah tersedia atau dapat disediakan sendiri di Indonesia, serta supplynya juga sangat banyak. Dampak lainnya energi alternatif lebih minim polusi yang menyebabkan melemahnya kesehatan masyarakat maka secara continue energi ini dapat mengurangi beban biaya kesehatan masyarakat.

Energi alternatif merupakan sumber energi yang pemanfaatannya dapat menggantikan energi utama. Seperti kita ketahui, efek gas rumah kaca dan juga semakin menipisnya sumber energi utama di dunia membuat kita harus mencari solusinya dengan menerapkan energi alternatif dengan mempertimbangkan dampak baik buruk yang ditinggalkannya.

Energi alternatif juga diharapkan bisa menggantikan peranan sumber energi yang utama yang sifatnya tidak terbarukan. Selain itu juga bisa meminimalisir pencemaran lingkungan hingga meminimalisir peningkatan efek gas rumah kaca yang memicu peningkatan suhu atau temperatur udara semakin meningkat. Ada banyak contoh energi alternatif yang bisa kita terapkan untuk mengganti sumber energi yang utama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 III.            Kesimpulan

Sebagai negara yang luas, Indonesia sebenarnya sangat berpotensi untuk pengembangan bio energi. Hanya saja selama ini belum tergarap dengan baik karena beberapa hal: petama; minimnya riset yang berkaitan dengan bio energi, kedua; belum adanya sinergitas antara masyarakat dengan pemerintah dalam pengembangan bio energi, ketiga ; masih sedikitnya petani plasma sebagai partner dalam pengembangan bio energi, ketidaktersediaan alat sederhana untuk pengolahan bio energi dalam home industri maupun UKM.

Langkah
Strategis Menghadapi krisis energi memerlukan langkah strategis semua pihak. Produsen, peneliti, dan pemerintah harus sinergis sehingga tidak timbul anomali program bio energi. Posisi pemerintah dalam program bio energi tidaklah cukup dengan mengeluarkan Inpres maupun Perpres, yang paling ditunggu adalah regulasi nyata dalam program ini. Dalam hal ini pemerintah harus memfasilitasi dan memberi insentif terhadap riset-riset yang concern dalam bidang bio energi, jika perlu...(more)

Answered Aug 9, 2017

Nama : Luthfiatul Annisa

Cluster: 1

Fakultas: Pertanian

TOPIK:  MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN INDONESIA DENGAN PENERAPAN PERTANIAN BERLANJUT

 

I.                    LATAR BELAKANG

Sektor pertanian merupakan pilar utama pembangunan perekonomian Indonesia dikarenakan hampir seluruh kegiatan perekonomian Indonesia berpusat pada sektor tersebut. Untuk mencapai keberhasilan peningkatan pembangunan sektor pertanian diperlukan adanya kerjasama antara berbagai kalangan yang berkecimpung langsung dibidang pertanian baik itu dari pelaku pertanian dalam hal ini petani, pemerintah, lembaga peneliti, ilmuwan, innovator, kalangan akademik maupun pihak swasta sebagai kalangan industry, dengan demikian diharapkan dengan hal tersebut dapat memecahkan masalah kebuntuan terhadap masalah pertanian yang dihadapi sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan ketahanan pangan nasional.

 

Mewujudkan ketahanan pangan nasional mempunyai arti strategis berkaitan dengan ketahanan sosial, stabilitas ekonomi, stabilitas politik, ketahanan nasional, dan kemandirian bangsa. Secara filosofis, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama, karena itu pemenuhannya menjadi bagian dari hak asasi setiap individu. Pemenuhan kecukupan pangan bagi seluruh rakyat merupakan kewajiban, baik secara moral, sosial, maupun hukum. Selain itu, pemenuhan kecukupan pangan merupakan investasi pembentukan sumber daya manusia yang lebih baik dan prasyarat bagi pemenuhan hak-hak dasar lainnya seperti pendidikan, pekerjaan, dan lainnya (Dewan

 

Keinginan pemerintah dan mayarakat Indonesia untuk mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh tercermin dari adanya Undang-Undang Pangan. Dalam undang-undang tentang Pangan (UU No 18 Tahun 2012 ) secara tegas mengamanatkan perlunya Indonesia membangun ketahanan pangan mandiri dan berdaulat. Ketahanan Pangan (food security) adalah kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya Pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.

 

 

 

II.                  ISI

Pendekatan dan praktek pertanian konvensional yang dilaksanakan di sebagian besar negara maju dan negara sedang berkembang termasuk Indonesia merupakan praktek pertanian yang tidak mengikuti prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Pertanian konvensional dilandasi oleh pendekatan industrial dengan orientasi pertanian agribisnis skala besar, padat modal, padat inovasi teknologi, penanaman benih/varietas tanaman unggul secara seragam spasial dan temporal, serta ketergantungan pada masukan produksi dari luar yang boros energi tak terbarukan, termasuk penggunaan berbagai jenis agrokimia (pupuk dan pestisida), dan alat mesin pertanian. Secara teoritis dan perhitungan ekonomi penerapan pertanian konvensional dianggap sebagai alternatif teknologi yang tepat untuk menyelesaikan masalah kekurangan pangan dan gizi serta ketahanan pangan yang dihadapi penduduk dunia. 

Setelah sekitar setengah abad kita menerapkan dan mengembangkan pertanian konvensional, sederetan daftar panjang dampak negatif telah dilaporkan dan dikemukakan oleh berbagai lembaga, peneliti dan perseorangan pada aras internasional, nasional dan lokal. Berbagai dampak ekologi, ekonomi, sosial, budaya dan kesehatan masyarakat semakin meragukan masyarakat dunia akan keberlanjutan ekosistem pertanian dalam menopang kehidupan manusia pada masa mendatang. 

 

Permasalahan pangan utama yang dihadapi oleh indonesia:

1.      Kelangkaan makanan

Kelangakaan makanan terjadi karena sedikitnya lahan-lahan untuk dijadikan sektor pertanian. Malah keadaan real adalah sebaliknya. Lahan-lahan yang tersisa kini dijadikan gedung-gedung industri.

2.      Kebutuhan konsumsi masyarakat yang membludak

Hal ini diakibatkan oleh laju pertumbuhan masayarat yang begitu pesat. Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia (setelah Republik Rakyat Tiongkok, India dan Amerika Serikat). Berdasarkan pada proyeksi Pemerintah, diumumkan di awal 2014, jumlah penduduk Indonesia akan bertumbuh dari 237,6 juta orang di 2010 menjadi 271,1 juta orang di 2020 dan menjadi 305,6 juta orang di 2035. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa jumlah penduduk berbanding lurus dengan jumlah kebutuhan konsumsi masyarakat

3.      Kesulitan tenaga kerja dalam bidang pertanian

Kurangnya minat dan kesadaran generasi muda akan hal ini merupakan faktor terbesar penyebabnya kesulitan tenaga kerja dalam bidang pertanian

4.      Mahalnya harga pangan

Berdasarkan Sensus Pertanian 2013, diketahui kepemilikkan sawah oleh petani sekitar 0,2 hektare per rumah tangga (RT). Pada tahun sama, di Thailand yang tersohor dengan produksi berasnya, mencapai 3 ha/RT.

"Ini, kemudian berpengaruh pada ekonomi petani dan gairah pemuda untuk usahakan pertanian," beber mantan Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPR RI itu.

5.       Lingkungan Fisik/Iklim

Dampak pemanasan global diduga juga berperan dalam menyebabkan krisis pangan dunia, termasuk di Indonesia, karena pemanasan global menimbulkan periode musim hujan dan musim kemarau yang semakin tidak menentu.

Dampak langsung dari pemanasan global terhadap pertanian di Indonesia adalah penurunan produktivitas dan tingkat produksi sebagai akibat terganggunya siklus air karena perubahan pola hujan dan meningkatnya frekuensi anomali cuaca ekstrim, dapat mengakibatkan pergeseran waktu, musim, dan pola tanam.

 

 

Alternative Pemecahan Masalah Pangan di Indonesia

1.    Menanam tanaman dengan cara Hidroponik dan Vertical sehingga tidak memerlukan lahan yang luas

2.  Menekan semaksimal mungkin pembangunan di Indonesia, sehingga lahan untuk pertanian tidak semakin menyempit

3.  Meningkatan ketahanan pangan baik dalam ketersediaan, stabilitas, aksesabilitas, konsumsi sehingga dapat dilihat kemajuan...(more)

Answered Aug 9, 2017

Nama : Maghfira Calista

Cluster : 3

Fakultas : Fakultas Hukum

Mewujudkan Ketahanan Pangan Indonesia dengan Penerapan Pertanian Berlanjut

“Pemberdayaan Petani, Langkah Utama Mewujudkan Ketahanan Pangan Indonesia”

 

LATAR BELAKANG

Pangan adalah kebutuhan yang paling mendasar dari suatu bangsa. Banyak contoh negara dengan sumber ekonomi cukup memadai tetapi mengalami kehancuran karena tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan bagi penduduknya. Sejarah juga menunjukkan bahwa strategi pangan banyak digunakan untuk menguasai pertahanan musuh. Dengan adanya ketergantungan pangan, suatu bangsa akan sulit lepas dari cengkraman penjajah/musuh. Dengan demikian upaya untuk mencapai kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional bukan hanya dipandang dari sisi untung rugi ekonomi saja tetapi harus disadari sebagai bagian yang mendasar bagi ketahanan nasional yang harus dilindungi. Dalam upaya meningkatkan pembangunan ketahanan pangan, peranan petani di pedesaan sangat besar dalam mendukung dan melaksanakan berbagai program yang sedang dan akan dilaksanakan karena kelompok tani inilah pada dasarnya pelaku utama pembangunan ketahanan pangan.

Pentingnya pemberdayaan petani tersebut sangat beralasan karena kalau kita perhatikan keberadaan kelompok tani akhir-akhir ini - terutama sejak era otonomi daerah dilaksanakan - ada kecenderungan perhatian pemerintah daerah terhadap kelembagaan petani sangat kurang bahkan terkesan diabaikan sehingga kelembagaan petani yang sebenarnya merupakan aset sangat berharga dalam mendukung pembangunan ketahanan pangan belum berfungsi secara optimal seperti yang diharapkan.

 

Mengingat semakin kompleks dan besarnya tantangan pembangunan ketahanan pangan mendatang, terutama untuk mencapai kemandirian pangan, maka kelembagaan kelompok tani yang tersebar di seluruh pelosok pedesaan perlu dibenahi dan diberdayakan, sehingga mempunyai keberdayaan dalam melaksanakan usaha taninya.

 

ISI

Petani yang seharusnya menjadi pelaksana dan subyek utama pembangunan pertanian di Indonesia saat ini sedang dalam keadaan yang tidak berdaya, tidak mandiri dan sangat tergantung pada pihak-pihak lain. Ketergantungan mereka terutama dengan program dan bantuan Pemerintah, dengan dunia swasta dalam memperoleh input produksi seperti benih, pupuk dan pestisida, dengan para tengkulak dalam penyediaan uang tunai. Mereka tidak mampu menentukan apa yang harus mereka lakukan. Program-program pemerintah pusat dan pemerintah daerah cenderung semakin meningkatkan ketergantungan mereka pada pemerintah. Karena ketergantungan dan ketidakberdayaan tersebut berbagai potensi manusiawi petani seperti inisiatif, kreativitas, inovasi, kearifan lokal menjadi semakin menghilang dan tidak berkembang. Berbagai kendala dan keterbatasan yang ada pada petani kita seperti, kualitas SDM, kepemilikan lahan dan modal, akses terhadap pasar dan informasi mengakibatkan petani tetap dalam posisi menjadi obyek pembangunan bukan sebagai subyek dan penentu pembangunan pertanian. 

Semua pihak terutama Pemerintah dan dunia swasta agar menerima, mengakui, menghargai dan memfasilitasi hak petani untuk mandiri dan berdaya dalam mengambil keputusannya sendiri. Merekalah yang paling tahu apa yang diperlukan dan paling baik dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka dalam kondisi sosial budayanya masing-masing.Tentang program pemberdayaan petani di pedesaan Agenda 21 membuat Bab khusus yaitu Chapter 32 dengan judul "Strengthening the role of farmers" atau Memperkuat Peran Petani. 

Petani melalui berbagai organisasi swadaya petani menuntut agar mereka ikut serta dalam setiap pengambilan keputusan tentang bagaimana tanaman pangan dibudidayakan, diolah, diperdagangkan dan bagaimana manfaat yang diperoleh dari sistem pangan dunia/nasional/lokal dapat di bagikan secara adil. Kecenderungan dan keinginan kelompok-kelompok petani mandiri seluruh dunia (termasuk Indonesia) tersebut bertujuan untuk mengubah konsep Ketahanan Pangan (Food Security) yang dianggap berorientasi pada kepentingan pemerintah menjadi konsep Kedaulatan Pangan (Food Sovereignity) perlu ditanggapi Pemerintah secara arif bijaksana. 
 

Permasalahan yang kita hadapi sekarang masih sangat sedikit petani Indonesia yang telah sadar dan mampu menuntut hak kedaulatan pangan yang mereka inginkan. Sebagian besar petani pangan masih terkukung dan tercekam dlam ketidakberdayaannya sehingga mereka hanya menunggu uluran dan inisiatif pihak-pihak lain terutama pemerintah. Merka tidak mampu keluar dari cekaman ketidakberdayaan tersebut atas usahanya sendiri.

Pemerintah dan pihak-pihak lain termasuk pihak swasta dan Perguruan Tinggi perlu membantu dan memfasilitasi usaha-usaha untuk mendorong kemandirian petani dan kelompok tani dengan metode pendidikan dan pelatihan petani yang sesuai dan efektif. Dari pengalaman Indonesia dan negara-negara berkembang lain dalam melaksanakan pelatihan petani secara partisipatori melalui sistem Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) yang benar, maka kemandirian, profesionalisme dan kepercayaan diri petani dapat dihidupkan dan dikembangkan kembali. Dengan petani yang mandiri dan profesional serta berani mengambil keputusan dalam menerapkan konsep Pertanian Berkelanjutan, ketahanan pangan lokal dan nasional yang mapan dan berlanjut dapat dicapai

Untuk mencapai keberdayaan tersebut, program pemberdayaan kelompok tani yang dilakukan harus dapat meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam hal (1) Memahami kekuatan (potensi) dan kelemahan kelompok; (2) Memperhitungkan peluang dan tantangan yang dihadapi, pada saat ini dan masa mendatang; (3) Memilih berbagai alternatif yang ada untuk mengatasi masalah yang dihadapi, dan (4) Menyelenggarakan kehidupan berkelompok dan bermasyarakat yang serasi dengan lingkungannya secara berkesinambungan. Agar upaya memandirikan dan memberdayakan kelompok tani tersebut dapat dilaksanakan, setidaknya ada empat langkah strategis yang harus dilakukan, diantaranya :

1.      peningkatan sumber daya manusia...(more)

Answered Aug 9, 2017

Nama     : Muhammad Rizaldi

Cluster   : 3

Fakultas : Ilmu Administrasi

 

Pemanfaatan Energi Alternatif Sebagai Upaya Perwujudan Indonesia Bebas Polusi

 

Latar Belakang

Polusi udara di beberapa kota besar di Indonesia telah sangat memprihatinkan. Beberapa hasil penelitian tentang polusi udara dengan segala resikonya telah dipublikasikan, termasuk resiko kanker darah. Namun, jarang disadari entah berapa ribu warga kota yang meninggal setiap tahunnya karena infeksi saluran pernapasan, asma, maupun kanker paru-paru akibat polusi udara. Di kota-kota besar, kontribusi gas buang kendaraan bermotor sebagai sumber polusi udara mencapai 60-70%. Kendaraan bermotor memegang peranan penyebab polusi yang besar karena hampir setiap orang memiliki dan menggunakan kendaraan bermotor dalam melakukan aktifitas sehari- hari. Kendaraan bermotor yang menggunakan BBM seperti bensin dan solar akan menghasilkan zat yang salah satunya yaitu karbon monoksida (CO). Organisasi kesehatan dunia (WHO) menetapkan beberapa jenis polutan yang dianggap serius.Polutan udara yang berbahaya bagi kesehatan manusia, hewan,serta mudah merusak harta benda adalah partikulat yang mengandung partikel hidrokarbon, sulfur dioksida, dan nitrogen oksida dan salah satunya yaitu karbon monoksida (CO). Semua zat tersebut diemisikan oleh kendaraan bermotor. WHO memperkirakan bahwa 70% penduduk kota di dunia pernah menghirup udara kotor akibat emisi kendaraan bermotor, sedagkan 10% sisanya menghirup udara yang bersifat marginal. Oleh karena kondisi yang memprihatinkan tersebut muncul beberapa temuan energy alternatif yang bisa menggantikan Bahan Bakar Minyak untuk kendaraan bermotor. Kelebihan dari energy alternatif sendiri yaitu dapat diproduksi dalam waktu relatif tidak lama dibandingkan dengan sumber energi tak terbarukan seperti BBM serta tidak menimbulkan polusi udara yang berlebihan. Namun penggunaan energi alternatif di Indonesia ini masih belum optimal. Essay ini bertujuan untuk memberi informasi tentang apa saja jenis energi alaternatif yang bisa digunakan untuk menggantikan BBM di masa yang akan datang.

ISI

BBM memang dibutuhkan semua kendaraan untuk dapat berjalan. Namun kita tidak bisa terus menerus mengandalkan bahan bakar fosil  karena energi tersebut lama kelamaan akan habis dan tidak dapat diperbaharui. Selain dampak polusi udara yang ditimbulkannya juga berbahaya bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu  muncullah berbagai terobosan energi alternatif yang dapat menggantikan BBM. Energi alternatif  dapat diproduksi dalam waktu relatif tidak lama dan juga ramah lingkungan. Berikut ini akan saya tunjukkan beberapa energi alternatif yang bisa menggantikan peran BBM diantaranya,

1.       Gas Alam CNG (Compressed Natural Gas) disebut juga Bahan Bakar Gas. Gas alam merupakan salah satu bahan bakar yang dihasilkan dari fosil tanaman dan hewan yang terkubur dalam tanah selama jutaan tahun. Proses pembentukan gas alam dimulai ketika fosil tanaman dan hewan masuk ke lapisan dalam bumi di bawah tekanan batu dan tanah. Kedalaman fosil yang masuk dalam tanah sekitar ribuan meter dari bawah lapisan batu. Fosil yang terkena tekanan panas selama jutaan tahun kemudian akan dirubah menjadi gas alam. CNG sering disebut sebagai bahan alternatif pengganti bensin.. Pemakaian gas alam sebagai pengganti bensin dan solar bisa mengurangi polusi. Dari segi polusi yang timbul akibat pembakarannya, gas alam lebih ramah lingkungan daripada bensin ataupun solar.  Gas alam untuk bahan bakar berbagai jenis kendaraan dapat dibentuk dalam material CNG atau LNG. Kendalanya pada tingkat keamanan pengguna. Gas alami ini harus disimpan dengan tekanan yang sangat kuat. Tidak boleh menggunakan sembarang tabung, harus dikemas dalam tangki atau tabung yang super berat.

2.       Gas Hidrogen, Hidrogen Energi Kimia merupakan konversi gas hidrogen menjadi listrik, sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar pada mobil listrik. Kini, penggunaan bahan bakar hidrogen pada mobil listrik telah direalisasikan. Sumber energi alami ini punya peluang besar untuk menjadi energi alternatif, pengganti BBM.

3.       Elpiji LPG (Liquefied Petroleum Gas) tentunya tidak asing lagi bagi kita. Hampir semua rumah menggunakan elpiji sebagai bahan bakar untuk kompor gas. Bahan bakar ini ternyata juga dapat difungsikan untuk menggerakkan mesin. Kini, LPG sudah banyak digunakan sebagai energi alternatif untuk menggerakkan mesin pada kendaraan transportasi. Tidak seperti CNG, untuk elpiji tidak membutuhkan tekanan terlalu kuat seperti pada gas alam.

4.       Biodiesel, Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono-alkyl ester dari rantai panjang asam lemak, yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber terbaharui seperti minyak sayur atau lemak hewan. Biodiesel merupakan kandidat yang paling baik untuk menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energi transportasi dunia, karena biodiesel merupakan bahan bakar terbaharui yang dapat menggantikan diesel petrol di mesin sekarang ini dan dapat diangkut dan dijual dengan menggunakan infrastruktur zaman sekarang.

5.       Nitrogen Cair, Nitrogen Cair adalah salah satu bahan bakar alternatif yang disiapkan untuk kendaraan masa depan. Proses pembuatannya, nitrogen cair dipanaskan, ekstrak panas menghasilkan tekanan udara dan digunakan untuk menggerakkan piston atau mesin sehingga bisa berputar.

6.       Etanol, disebut juga etil alkohol, alkohol murni, atau alkohol merupakan cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan sudah biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Etanol diproduksi dari tanaman, merupakan bahan bakar yang paling sedikit menghasilkan emisi. Beberapa bahan bakar yang dicampur dengan etanol yang terkenal adalah gasohol E10 yang terdiri dari 90 persen bensin dan 10 persen etanol. Di beberapa Negara sudah menggunakan E85 yaitu 85 persen etanol dan 15 persen bensin. Kelemahannya, E85 kurang efisien dibandingkan dengan...(more)

Answered Aug 9, 2017

Nama = Ni Made Ayu Astari Badung

Cluster = 3

Fakultas = Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Pemanfaatan Energi Alternatif sebagai Upaya Perwujudan Indonesia Bebas Polusi

 

LATAR BELAKANG

Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat tiap tahunnya dan juga dalam rangka memasuki era industrial di Indonesia, setiap penduduk Indonesia yang jumlahnya saat ini sudah lebih dari 250 juta jiwa pasti melakukan aktifitas yang memanfaatkan energi dari berbagai sumber energy. Dapat dilihat dari hukum kekebalan energi yang mengatakan bahwa energi tidak bisa dimusnahkan, namun bukan berarti kita bisa menggunakan energi dengan boros atau terlalu bersikap konsumtif dalam pemanfaatan energi di bumi.

Penghematan energi sangatlah diperlukan, bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk anak cucu kita di masa depan. Oleh karena itu, kita perlu melakukan penghematan energi dengan melakukan pengembangan energi alternatif. Energi alternatif yang dimaksud adalah energi alternatif yang ramah terhadap lingkungan.

Berbagai penelitian pun dilakukan untuk mendapatkan sumber energi alternatif. Untungnya ternyata di sekitar kita terdapat macam-macam energi alternatif yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti energi  yang tentunya tidak merusak lingkungan.

 

ISI

Penghematan energi atau konservasi energi adalah tindakan mengurangi jumlah penggunaan energi. Penghematan energy dapat dicapai dengan penggunaan energi secara efisien dimana manfaat yang sama diperoleh dengan menggunakan energi lebih sedikit, ataupun dengan mengurangi konsumsi dan kegiatan yang menggunakan energi. Penghematan energy dapat menyebabkan berkurangnya biaya, serta meningkatnya nilai lingkungan, keamanan negara, keamanan pribadi, serta kenyamanan. Organisasi-organisasi serta perseorangan dapat menghemat biaya dengan melakukan penghematan energi, sedangkan pengguna komersial dan industri dapat meningkatkan efisiensi dan keuntungan dengan melakukan penghematan energi.

Penghematan energi adalah unsur yang penting dari sebuah kebijakan energi. Penghematan energi menurunkan konsumsi energi dan permintaan energi pek kapita, sehingga dapat menutup meningkatnya kebutuhan energi akibat pertumbuhan populasi. Hal ini mengurangi naiknya biaya energi, dan dapat mengurangi kebutuhan pembangkit energi atau impor energi. Berkurangnya permintaan energi dapat memberikan fleksibilitas dalam memilih metode produksi energi.

Selain itu, dengan mengurangi emisi, penghematan energi merupakan bagian penting dari mencegah atau mengurangi perubahan iklim. Penghematan energi juga memudahkan digantinya sumber-sumber tak dapat diperbaharui dengan sumber-sumber yang dapat diperbaharui. Penghematan energi sering merupakan cara paling ekonomis dalam menghadapi kekurangan energi, dan merupakan cara yang lebih ramah lingkungan dibandingnyan dengan meningkatkan produksi energi.

Dewasa ini penggunaan energi dimuka bumi ini sangatlah banyak, oleh karena itu banyak orang bahkan pemerintah menghimbau untuk menggunakan energi seperlunya dan tidak berlaku konsumtif untuk menjaga keseimbangan antara keperluan manusia dengan sumber daya alam yang terdapat dimuka bumi ini. Salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan melakukan penghematan energi dengan pengembangan energi alternatif.

Energi alternatif adalah istilah yang merujuk kepada semua energi yang dapat digunakan yang bertujuan untuk menggantikan bahan bakar konvensional tanpa akibat yang tidak diharapkan dari hal tersebut. Umumnya, istilah ini digunakan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar hidrokarbon yang mengakibatkan kerusakan lingkungan akibat emisi karbon dioksida yang tinggi, yang berkontribusi besar terhadap pemanasan global berdasarkan Intergovernmental Panel on Climate Change. Selama beberapa tahun, apa yang sebenarnya dimaksud sebagai energi alternatif telah berubah akibat banyaknya pilihan energi yang bisa dipilih yang tujuan yang berbeda dalam penggunaannya.

Istilah "alternatif" merujuk kepada suatu teknologi selain teknologi yang digunakan pada bahan bakar fosil untuk menghasilkan energi. Teknologi alternatif yang digunakan untuk menghasilkan energi dengan mengatasi masalah dan tidak menghasilkan masalah seperti penggunaan bahan bakar fosil.

Oxford Dictionary mendefinisikan energi alternatif sebagai energi yang digunakan bertujuan untuk menghentikan penggunaan sumber daya alam atau pengrusakan lingkungan.

Sumber-sumber energi yang umum digunakan manusia bisa digolongkan berdasarkan bentuk energinya, misalnya bentuk energi angin adalah kinetik, bentuk energi air adalah potensial, dan bentuk energi matahari adalah internal. Energi angin dan air berpindah melalui kerja, sedangkan energi matahari berpindah melalui perpindahan panas. Bahan bakar fosil (minyak, gas, dan batubara) yang saat ini merupakan energi dominan di dunia juga tergolong dalam bentuk energi internal.

Dalam memilih sumber energi setidaknya terdapat empat parameter penting yang patut diperhatikan, yakni: jumlah/cadangan energi, kerapatan energi (energy density/energi per volume sumber energi), kemudahan penyimpanan energi (energy storage), dan kemudahan perubahan/perpindahan energi. Bila kemudian faktor lingkungan juga diperhitungkan, maka efek pencemaran lingkungan juga menjadi parameter penting bagi sebuah sumber energi. Dibandingkan dengan sumber energi yang lain, saat ini bahan bakar fosil unggul dalam hal jumlah, kerapatan, kemudahan penyimpanan, dan kemudahan perubahan/perpindahan energi.

Contoh energi alternatif yang dapat dikembangkan lebih lanjut adalah matahari, angin, air, gelombang air laut, bahan bakar bio, panas bumi, energi biomasa dan energi pasang surut.

  1. Matahari merupakan sumber energi terbesar bagi bumi yang berupa energi panas dan energi cahaya. Energi panas matahari dapat digunakan secara langsung, misalnya untuk mengeringkan pakaian. Energi cahaya matahari menerangi bumi pada siang hari. Selain itu, cahaya matahari dimanfaatkan tumbuhan hijau untuk melakukan fotosintesis. Energi cahaya matahari juga...(more)

Answered Aug 9, 2017

Nama : Zaris Laili Hidayati

Cluster : 3

Fakultas : Teknik

Mewujudkan Insentif Bagi Masyarakat Sebagai Upaya Pemerataan Ekonomi Daerah

Latar Belakang
"Desa harus jadi kekuatan ekonomi, agar warganya tak hijrah ke kota. Sepinya desa adalah modal utama untuk bekerja dan mengembangkan diri."
Lirik lagu yang tak asing bagi pecinta iwan fals mengilhami penulis untuk mengungkapkan idenya. Indonesia beberapa waktu yang lalu tengah berpacu dengan waktu dalam menyambut pelaksanaan pasar bebas Asia Tenggara atau ASEAN Economy Comunity (AEC) yang akan dimulai tahun 2015. Polemik pun muncul terhadap kemandirian ekonomi di pedesaan, potensi besarnya rawan terbengkalai. Faktor penyebabnya yaitu tak tertahannya arus urbanisasi. Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya. Sehingga urbanisasi ini mengakibatkan beberapa hal antara lain : terbentuknya suburb tempat-tempat permukiman baru di pinggiran kota, makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak mempuyai pekerjaan tetap), masalah perumahan yang sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan, lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan kerawanan sosial dan kriminal serta perekonomian daerah yang tidak stabil.
Isi 
ASEAN Economic Community atau AEC lebih tepatnya menurut asean.org merupakan integrasi ekonomi regional ASEAN yang akan dilaksanakan pada tahun 2015. Apa itu integrasi ekonomi ? Mungkin kebanyakan orang jelas familiar dengan Uni Eropa. Ya, Uni Eropa merupakan contoh konkret integrasi ekonomi kawasan regional, namun tentu saja AEC dan Uni Eropa berbeda menurut menteri perekonomian hatta rajasa yang dikutip dari sindonews:
“ASEAN ini dengan AEC adalah sebuah komunitas tapi bukan menjadi sebuah komunitas yang lepas, tapi komunitas yang terstruktur karena ada aturan yang mengikat kita secara internal. Nah, itulah yang membedakan kita dengan Un ion seperti Uni Eropa," ujarnya di hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis (18/4/2013).
Sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di desa. Itu cerita lalu. Kini kondisinya berbeda. Menurut Sudjatmiko (2014), tahun 2013 penduduk kota dan desa nyaris berimbang, 50,15 persen penduduk Indonesia berada di desadan 49,85 persen di kota. Diperkirakan awal tahun 2015 akan tercipta rekor baru. Jumlah penduduk kota akan melewati penduduk desa. Jika tren ini berlanjut, diperkirakan tahun 2045 sekitar 86 persen penduduk tinggal di kota.
Ditiliklebihdalam,urbanisasi tercipta akibat lemahnya ekonomi di desa. Desa sudah tidak mampu lagi memberi secuat harapan bagi penduduknya. Kesenjangan ekonomi penduduk desa dan kota sangat terasa, infrastruktur di desa dan kota berbeda jauh. Hampir semua sector ekonomi tersentralisasi di kota.
Ekonomi yang mandiri, dipahami sebagai ketidaktergantungan kepada pihak lain (dependency). Ketidaktergantungan tidak berarti keterisolasian dan tidak berarti tak mengenal  adanya saling ketergantungan (interdependency). Maka tidak semua Negara memiliki potensi yang sama, maka ada kebutuhan untuk saling mengisi dan kebutuhan ini  menciptakan perdagangan, dan dengan demikian mengakibatkan adanya lembaga yang disebut pasar. (Kartasasmita, 1996).
Desa memegang peranan sentral dalam meningkatkan ekonomi Nasional. Namun, rendahnya daya saing menjadi tantangan besar yang harus segera diselesaikan pemerintah. UMKM harus menjadi prioritas pemberdayaan guna mencapai desa mandiri ekonomi. Tujuan pembuatan essay ini untuk member solusi kepada pemerintah dalam rangka persiapan menuju AEC tahun 2015.
Total luas wilayah kota sekitar tiga setengah persen dari luas wilayah Indonesia. Jika urbanisasi tidak ditahan, pada 100 tahun kemerdekaan Indonesia, tiga setengah persen luas wilayah itu harus menampung 86 persen penduduk. Permasalahan di kota, seperti permukiman kumuh, kriminalitas, kemacetan, dan polusi, dapat menjadi semakin buruk jika desa tidak mandiri (Sudjatmiko, 2014). Sementaraitu, desamemilikibanyakpotensi yang terpendam. Sudah selayaknya desa mandiri, sudah selayaknya desa menjadi kekuatan ekonomi penopang negeri. Lantas bagaimana caranya agar desa dapat bertahan ditengah gempuran arus pasar bebas yang semakin meningkat?
Pemberdayaan UMKM
UMKM diartikan sebagai usaha-usaha padat karya dan hamper terdapat di semua lokasi terutama di perdesaan, lebih tergantung pada bahan-bahan baku lokal serta penyedia utama barang-barang dan jasa kebutuhan pokok masyarakat berpendapatan rendah atau miskin (Tambunan, 2009). Menurut penelitian APEC menunjukkan bahwa daya saing UMKM Indonesia paling rendah dibandingkan UMKM di sejumlah ekonomi APEC lainnya yang diteliti. Ini menimbulkan keraguan mengenai kemampuan UMKM Indonesia untuk mampu bersaing di pasar regional (misalnya ASEAN atau APEC).
Konsep pemberdayaan yaitu mengupgrade kemampuan, memotivasi dan mendorong potensi yang ada untuk dikembangkan ditawarkan sebagai solusi.
Potensi ekonomi desa diarahkan untuk meningkatkan produktivitas. Sehingga, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam di sekitar desa dapat ditingkatkan produktivitasnya. Maka, desa dan lingkungannya mampu secara partisipatif menghasilkan dan menumbuhkan nilai tambah ekonomis. 
Pemberdayaan yang dimaksud yaitu:
1.      Pasar Internet
Diupayakan semua UMKM lebih diarahkan untuk mendapatkan akses bukan askes. Internet dijadikan jembatan arus informasi mengenai pasar, teknologi, fasilitas perdagangan, perbankan dan lainnya. Pemasaran produk-produk desa harus sudah mulai merambah ranah internet. Pengadaan pasar internet bagi pelaku UMKM dirasa penting. Sejalan dengan itu maka perlu diadakan pengadaan...(more)

Answered Aug 9, 2017

Nama              : Rendy Sukma wijaya

 

Cluster            : 3

 

Fakultas         : Kedokteran

 

Latar belakang

 

Dalam era globalisasi sekarang ini, penggunaan energi dilakukan besar-besaran. Padahal energi tersebut pasti akan habis apabila diambil terus-menerus. Sebagai warga Indonesia yang berpendidikan, kita juga harus memikirkan hal tersebut. Pandai-pandai mencari energi alternatif yang ramah lingkungan.

 Dengan memanfaatkan barang-barang disekitar kita, diharapkan agar dapat dibuat energi alternatif yang ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Selain dapat mencemari lingkungan, bahan bakar fosil juga dapat merusak lapisan ozon. Menurut penelitian, lapisan ozon sekarang telah bolong dan semakin menipis. Tentu ini sangat berbahaya bagi kelangsungan kehidupan di bumi, baik untuk manusia, hewan, dan tumbuhan karena lapisan ozon dapat menahan sinar matahari yang berbahaya, seperti sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan kanker kulit

            Salah satu sumber energi yang paling banyak digunakan adalah minyak fosil atau BBM. Penggunaan BBM yang semakin meningkat telah menyebabkan harga BBM meningkat secara derastis. Ketersediaan BBM yang semakin menipis juga semakin menyebabkan harga BBM semakin tidak terkendali.
Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan, sebab hal ini dapat menyebabkan meningkatnya semua kebutuhan pokok manusia. Di sisi lain, pengembangan usaha pangan juga menimbulkan permasalahan tersendiri. Seperti Limbah pelepah kelapa sawit dan sisik ikan yang dihasilkan selama ini hanya dibiarkan begitu saja, padahal limbah ini dapat menyebabkan pencemaran disegala aspek lingkungan. Contohnya dapat menimbulkan aroma yang kurang sedap disekitar tempat produksi tersebut.

 Salah satu cara untuk mengatasi kedua permasalahan tersebut adalah dengan pemanfaatan limbah pelepah sawit dan sisik ikan menjadi energi alternatif. Selain sumber energi altenatif, teknologi alternative ini  juga membantu dalam mengurangi volume limbah buangan. Selain itu, teknologi ini juga tergolong ramah lingkungan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Malang - Nada, masih ingat ketika itu tahun 2014, masih semester dua masuk tiga di Jurusan Teknologi Industri Pertanian dan Keteknikan Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.

Berbilang tahun ia dan timnya yang terdiri dari Wisnu Aninditya dan Ameiga Putri berhasil menghasilkan produk BIOLATE, Bioethanol of Palm Oil Waste. Kadar kemurnian bioetanol mereka 94 persen, kurang 5 persen lagi untuk menjadi bahan bakar.

Di Pertamina Science Fun Fair 2016, Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (29/10/2016), BIOLATE satu dari sekian yang membuka stan dan memamerkan produk inovasinya.

Silih berganti pengunjung datang bertanya soal inovasi bioetanol. VP Corporate Communication PT Pertamina Wianda Pusponegoro; Direktur Sistem Inovasi Kementerian Ristek dan Dikti, Ophirtus Sumule, dan Direktur Gas, Energi Baru dan Terbarukan PT Pertamina Yenni Andayani, sekian orang yang meninjau stan BIOLATE.

Sejak mahasiswa baru, Nada dan mahasiswa di fakultasnya tertantang oleh kebijakan kampus. Mahasiswa, baik individu atau kelompok, yang berprestasi di event Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional, Olimpiade Sains Nasional Pertamina, dan ajang internasional, bebas tak ajukan skripsi.

Nada, Ameiga dan Wisnu, meski bukan menjadi juara pertama di Olimpiade Sains Nasional Pertamina 2015, BIOLATE sangat ekonomis untuk dikembangkan dalam skala industri lebih besar.

Kini, proyek BIOLATE masuk inkubasi PT Pertamina. Ada kelompok mahasiswa lain mendapat pendampingan Pertamina, mereka dari kampus di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Niatan mengajukan penelitian tentang bioetanol Nanda dan kawan-kawan tetap mereka lakukan. Bongkar pasang tim terjadi selama penelitian. Akhirnya tim mendapat komposisi yang pas.

sambil memperkaya pengetahuan, Nada, Wisnu dan Ameiga mengikuti lomba karya tulis ilmiah di Universitas Indonesia dan IPB pada 2014.

"Kami dapat uang atau modal awal dari lomba karya tulis ilmiah di UI dan IPB," Nada mengenang.

Pada satu kesempatan ada sebuah seminar yang mendatangkan petani kelapa sawit dari Kalimantan dan Sumatera. Mereka mengeluh, begitu banyak pelepah sawit tak terurus sia-sia.

"Dari situ kita tertantang membuat bioetanol. Apa pun tanaman yang mengandung gula bisa menghasilkan bioetanol. Nah, pelepah sawit mengandung karbohidrat tinggi tapi tidak untuk dimakan," Wisnu menimpali.

Tim pernah mencoba jerami padi, tongkol jagung, bagase, batang tembakau, bungkul kelapa sawit dan tandan kosong kelapa sawit. Sampai pilihan mereka jatuh pada pelepah sawit karena hasilnya banyak.

Di tengah mencari formula terbaik, tak sekali dua kali mereka membaca referensi, bertanya ke banyak dosen untuk mendapat pencerahan soal bioetanol. Banyak hal mereka tak pelajari secara mendalam bioteknologi di jurusan mereka.

Nada mengaku, bioetanol mereka pelajari di semester empat tapi tak mendalam. Boleh dibilang, ada sejumlah ilmu yang digunakan dalam proyek penelitian mereka justru ada di jurusan lain.

Tim mengawali memanfaatkan pelepah sawit dengam memotong kecil-kecil sampai seperti serbuk. Serbuk kasar ini lalu diproses melalui pretreatment sampai berukuran nano untuk melepaskan ligninnya.

Pretreatment pelepah sawit BIOLATE kini sudah dipatenkan. Setelah pretreatment masuk proses hidrolisis sampai menghasilkan glukosa, sebagai kandungan inti sebelum difermentasi dan menghasilkan etanol.

Nada yang berada di samping Ameiga lalu berbisik, "Kita menggunakan formula rahasia waktu membuat gulanya. Proses fermentasi juga menguras tenaga dan pikiran kami."

Proses fermentasi glukosa mereka gunakan yeast atau ragi murni untuk menghasilkan etanol. Etanol bening yang masih mengandung air dipisahkan melalui proses destilasi. Eureka! Jadilah bioetanol murni.

"Kami kurang ahli di tenaga bioteknologi. Kami harus belajar ulang. Itu yang membuat penelitian kami lama. Sambil jalan, dapat informasi langsung kami terapkan. Kekurangannya di situ,...(more)

Answered Aug 9, 2017

NAMA            :  YUSAMMUHU AHMAD AM

CLUSTER       : 2

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN (FPIK)

MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN INDONESIA DENGAN PENERAPAN PERTANIAN BERLANJUT

LATAR BELAKANG

Kebutuhan manusia terdiri atas tiga hal penting yaitu meliputi kebutuhan sandang (pakaian) ,pangan (makanan) dan juga papan (tempat).Dari ketiga kebutuhan dasar manusia tersebut yang akan kita bahas kali ini adalah pangan.Arti kata pangan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti makanan.Sedangkan apabila didefinisikan Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air, baik yang diolah maupun tidak diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumen manusia, termasuk bahan tambahan pangan dan bahan lain yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan dan pembuatan makanan atau minuman.

Pangan juga merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat.Namun ketersediaan pangan semakin lama semakin menipis seiring semakin meningkatnya angka kalahiran manusia khususnya di Indonesia.Oleh karena itu,Pemerintah Indonesia harus segera menyiapkan strategi baru untuk menghindari krisis pangan. ketahanan pangan adalah suatu kondisi ketersediaan pangan yang cukup bagi setiap orang pada setiap saat dan setiap individu mempunyai akses untuk memperolehnya baik secara fisik maupun ekonomi. Hak untuk memperoleh pangan merupakan salah satu hak asasi manusia, sebagaimana tersebut dalam pasal 27 UUD 1945 maupun dalam Deklarasi Roma (1996). Pertimbangan tersebut mendasari terbitnya UU No. 7/1996 tentang Pangan.

 Sebagai kebutuhan dasar dan salah satu hak asasi manusia, pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa. Ketersediaan pangan yang lebih kecil dibandingkan kebutuhannya dapat menciptakan ketidak-stabilan ekonomi. Berbagai gejolak sosial dan politik dapat juga terjadi jika ketahanan pangan terganggu. Kondisi pangan yang kritis ini bahkan dapat membahayakan stabilitas ekonomi dan stabilitas Nasional. Sebuah negara dikatakan memiliki ketahanan pangan yang baik jika penghuninya tidak berada dalam kondisi kelaparan atau dihantui ancaman kelaparan di masa yang akan datang.

 World Health Organization mendefinisikan tiga komponen utama ketahanan pangan, yaitu ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan. Ketersediaan pangan adalah kemampuan memiliki sejumlah pangan yang cukup untuk kebutuhan dasar. Akses pangan adalah kemampuan memiliki sumber daya, secara ekonomi maupun fisik, untuk mendapatkan bahan pangan bernutrisi. Pemanfaatan pangan adalah kemampuan dalam memanfaatkan bahan pangan dengan benar dan tepat secara proporsional. FAO menambahkan komponen keempat, yaitu kestabilan dari ketiga komponen tersebut dalam kurun waktu yang panjang.

Terdapat tujuh indikator untuk melihat apakah sebuah negara telah berdaulat. Indikator tersebut antara lain adalah: (1) Pembaruan Agraria; (2) Adanya hak akses rakyat terhadap pangan; (3) Penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan; (4) Pangan untuk pangan dan tidak sekadar komoditas yang diperdagangkan; (5) Pembatasan penguasaan pangan oleh korporasi; (6) Melarang  penggunaan pangan sebagai senjata; (7) Pemberian akses ke petani kecil untuk  perumusan kebijakan pertanian.

 

Namun sayangnya, masalah pangan data ini hanya dianggap sebagai masalah  perdagangan semata. Ketika negara ini diberkahi dengan kekayaan sumberdaya alam yang apabila dikelola dengan tepat dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan pangan rakyatnya, Kekurangan supply dipasaran justru ditanggapi pemerintah dengan mengeluarkan kebijakan impor. Dalam perbandingan impor tahun 2010-2011 dengan impor tahun 2009-2010, terdapat peningkatan impor dalam kuantitas yang sangat memprihatinkan. Impor beras meningkat 141 persen, jagung 89 persen, dan kedelai 19 persen (USDA, Desember 2011). Impor gandum yang tahun sebelumnya sudah menembus angka di atas 5 juta ton, pada periode sekarang masih meningkat lagi dan mencapai 6,6 juta ton atau peningkatan sebesar 23 persen.

            Di Indonesia sesuai dengan Undang-undang No. 7 Tahun 1996, pengertian ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari: (1) tersedianya pangan secara cukup, baik dalam jumlah maupun mutunya; (2) aman; (3) merata; dan (4) terjangkau. Dengan pengertian tersebut, mewujudkan ketahanan pangan dapat lebih dipahami sebagai berikut:

  1.  Terpenuhinya pangan dengan kondisi ketersediaan yang cukup, diartikan ketersediaan pangan dalam arti luas, mencakup pangan yang berasal dari tanaman, ternak, dan ikan untuk memenuhi kebutuhan atas karbohidrat, protein, lemak, 23 vitamin dan mineral serta turunannya, yang bermanfaat bagi pertumbuhan kesehatan manusia.
  1.  Terpenuhinya pangan dengan kondisi yang aman, diartikan bebas dari cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia, serta aman dari kaidah agama.
  1.  Terpenuhinya pangan dengan kondisi yang merata, diartikan pangan yang harus tersedia setiap saat dan merata di seluruh tanah air.

ISI

Dalam upaya meningkatkan pembangunan ketahanan pangan, peranan kelompok petani di pedesaan sangat besar dalam mendukung dan melaksanakan berbagai program yang sedang dan akan dilaksanakan karena petani inilah pada dasarnya pelaku utama pembangunan ketahanan pangan.

            Keberadaan kelompok petani sangat penting diberdayakan karena potensinya sangat besar. Berdasarkan data dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Departemen Pertanian, pada tahun 2002 terdapat 27 juta lebih kepala keluarga (KK) yang bekerja di sektor pertanian. Dari jumlah tersebut, telah dibentuk kelembagaan kelompok tani sebanyak 275.788 kelompok. Kelembagaan kelompok tani ini sangat efektif sebagai sarana untuk kegiatan belajar, bekerja sama, dan pemupukan modal kelompok dalam mengembangkan usahatani.

 

            Pentingnya pemberdayaan kelompok tani tersebut sangat beralasan karena kalau kita perhatikan...(more)

Answered Aug 9, 2017

Question Overview


and 10929 more
10947 Followers
217251 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Kenapa Indonesia belum juga maju sementara Korea Selatan yang dulu lebih miskin dari kita justru maju sekali saat ini?

Bagaimana cara Jerman membangun kembali ekonominya setelah Perang Dunia II?

Apakah kunci sukses pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pada puncak bonus demografi di Indonesia (2025-2035)?

Apakah penggunaan alat ukur Gross Domestic Product (GDP) masih relevan untuk menghitung tingkat kesejahteraan sebuah negara?

Mengapa perhitungan Gross National Product (GNP) jarang digunakan sebagai alat ukur kinerja ekonomi?

Apa yang Anda ketahui tentang Green GDP?

Apakah inflasi selalu berdampak buruk untuk perekonomian?

Apakah konsekuensi deflasi terhadap kinerja perekonomian sebuah negara?

Ketika terjadi apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar, langkah taktis apa yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan kerja perekonomian?

Apakah depresiasi nilai tukar selalu memiliki dampak negatif untuk perekonomian?

Bagaimana prediksi energi alternatif Indonesia dalam 10-20 tahun yang akan datang? Apakah harga minyak akan benar-benar melonjak?

Tahukah Anda startup bidang Energi di Indonesia?

Mengapa persoalan energi selalu menarik perhatian masyarakat?

Siapa Sudirman Said?

Siapa Arcandra Tahar?

Siapa Ignasius Jonan?

Siapa Purnomo Yusgiantoro?

Siapa Darwin Zahedy Saleh?

Siapa Jero Wacik?

Siapa Dahlan Iskan?

Apa pendapat Anda mengenai produk rekayasa genetik, sudah amankah di Indonesia?

Mengapa ketahanan pangan di Indonesia masih rawan dan produk lokal/organik menjadi mahal?

Bagaimana cara meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia?

Apa tanggapan Anda terkait Perppu No. 2 Tahun 2017?