selasar-loader

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Last Updated Nov 16, 2016

4 answers

Sort by Date | Votes
Arifki Chaniago
Pengamat Politik/Political Commentator

Kegagalan lembaga survei dan media besar merupakan bentuk kekalahan penggiringan opini yang sudah lama membuat pemilih jenuh. Survei dan media besar hanya mudah mempengaruhi pemilihan kelas menengah bukanlah pemilih ideologis. Kemenangan Trump efek kehebatannya menjaga pemilih ideologis yang umumnya berumur tua.

Answered Nov 17, 2016
hafidzul alim
Jauh yang dekat itu kadang lebih baik dibanding dekat yang jauh.

jY44xJDHZEOZ0hwqQ84bVsiPR6Bh865q.jpg

It politik, selalu bergerak dinamis, di mana terkadang yg manis belum tentu laris dan yg laris belum tentu manis. . .

foto via huffingtonpost.com

Answered Jan 9, 2017

Mereka hanya melihat sosok Hillary Clinton sebagai seorang mantan Ibu Negara yang berlanjut menjadi politisi dengan memegang jabatan Senator dan Menteri Luar Negeri. Hillary dianggap berkompeten untuk menduduki jabatan Presiden karena dianggap mumpuni dengan kepiawaian nya menjadi politisi dan berbagai kampanye yang menolak rasisme serta melindungi kaum minoritas. Namun mereka tidak memperhitungkan kontroversi yang ada pada Hillary, seperti skandal surat elektronik dan kasus Benghazi membuat citra Hillary menurun. Serta ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintahan Barack Obama membuat keinginan masyarakat makin besar yaitu memilih sosok baru yang mereka anggap dapat membawa perubahan baru di Amerika Serikat.

Answered Jan 20, 2017
Gregorius Reynaldo
komunikasi itu kewajiban, menulis politik itu panggilan dan passion

e4-dQLgNgZcFeXwbpJkfy_yBmBLK893r.jpg

via larevista.com (FR)

Kegagalan prediksi sejatinya adalah hal yang lumrah. tetapi jika lembaga yang gagal adalah lembaga periset dengan presisi dan substansi surveinya tinggi bisa merugikan lembaga dan konsumen juga.

Nah, apa yang sejatinya terjadi tehadap beberapa lembaga survei di amerika terjadi selain karena opini publik yang dinamis juga karena keberpihakan. kenapa kita harus mengesampingkan opini publik yang dinamis? Hal ini dikarenakan opini publik yang bergerak dan bahkan langsung berbanding terbalik dengan opini publik sebalumnya tidak bisa sebegitu ekstremnya merusak kajian lembaga survei atau sentimen-sentimen dukungan di masyarakat, kecuali kekuatiran dan kekagetan amerika saat Donald Trump terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat.

Terhitung hanya lembaga survei milik Trump saja yang disorot karena mampu meramal terpilihnya Trump menjadi presiden. Common sense, keberpihakan sejumlah lembaga survei, serta teknik pemungutan suara yang berbedalah menjadi alasan kegagalan prediksi tersebut.

Answered Apr 4, 2017

Question Overview


5 Followers
1753 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Apa sajakah kepentingan Amerika Serikat pada Perang Dunia II?

Apakah Amerika Serikat akan kembali membom nuklir Jepang bila Jepang tak juga menyerah setelah pemboman Nagasaki?

Seperti apa kebijakan luar negeri Donald Trump terhadap pemerintahan Rodrigo Duterte?

Adakah kemungkinan sejumlah negara bagian di Amerika Serikat memisahkan diri jadi negara berdaulat akibat kemenangan Donald Trump?

Apa pendapatmu tentang Fidel Castro?

Makanan apakah yang melambangkan Amerika?

Bagaimana mendeteksi kecurangan dalam survei politik?

Apa saja faktor-faktor yang membuat Anda bertransaksi online?

Dari sekian banyak lembaga survei yang melakukan Quick Count Pilkada DKI, menurut Anda lembaga survei mana yang paling mendekati angka resmi dari KPU?

Bagaimana rasanya mendapatkan IPK 4.0?

Mengapa para pencari kerja lebih banyak memilih universitas daripada politeknik?

Siapa Mohammad Nuh?

Kenapa fasilitas riset dan pendidikan di Indonesia cenderung kurang diperhatikan?