selasar-loader

Apa keunggulan karakter personal seorang Jokowi?

Last Updated Nov 16, 2016


20 answers

Sort by Date | Votes
Rion Aja
Alumnus Kriminologi UI & Komunikasi UMB | Pengamat Pemasyarakatan

Hasil gambar untuk jokowi

Sumber gambar: https://img.okezone.com/content/2016/11/06/337/1534125/menghilangnya-jokowi-sang-new-hope-saat-rakyat-menanti-HfIzo4j7E0.jpg (SUM)

 

Menurut saya, Jokowi adalah sosok yang "sederhana" yang menjadi keunggulan karakter dari seorang Jokowi. Kesederhanaan yang ditunjukkan oleh Jokowi selama ini sangat otentik dan kemudian menjadi brand yang begitu kuat sekaligus diferensiasi yang sangat signifikan dari seorang Jokowi. Sepanjang sejarah pemimpin bangsa ini, belum ada sosok yang sangat mirip dengan beliau. Rasanya, hal ini yang kemudian menjadikan beliau sebagai Presiden RI.

Answered Nov 23, 2016
Pepih Nugraha
Co-founder Selasar & Founder PepNews.com

Hasil gambar untuk presiden jokowi

Sumber gambar: http://assets.kompas.com/data/photo/2014/06/04/22020731-foto93780x390.JPG (SUM)

Saya mengenal Joko Widodo alias Jokowi yang kini menjadi Presiden RI saat beliau masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Karena saya penanggung jawab blog sosial Kompasiana, yang salah satu kegiatan rutinnya mengundang orang ternama dalam acara yang saya sebut "Nangkring", maka sangat beruntung kalau Jokowi kemudian bersedia hadir di acara tersebut.

Terlebih lagi, saat itu kami sedang menyusun buku yang kontennya ditulis oleh para blogger. Saya mengolah buku tersebut dan memberi kata pengantar. Saya memberi judul buku itu cukup berani, yaitu Jokowi untuk Presiden (Elexmedia, 2012). Berbekal pengetahuan tentang apa yang ditulis para blogger dan yang saya baca dari sejumlah literatur mengenai Jokowi, saya bertindak selaku moderator dalam acara yang ternyata disesaki para blogger dan bahkan wartawan media massa yang uniknya tidak diundang.

Kemudian, akankah acara itu menarik media massa? Karena saat itu Jokowi memang sedang dikejar jurnalis karena sinyal kemungkinan PDI Perjuangan akan mencalonkannya pada Pilpres 2014. Tidak aneh kalau pertanyaan yang muncul saat acara diskusi dua arah itu adalah seputar kesediannya sebagai calon Presiden RI. Saat itu, ucapan Jokowi yang terkenal dan dikenang publik adalah ora mikir ('tidak berpikir'). Saat saya bertindak selaku moderator, jajak pendapat yang termuat di harian Kompas pada hari yang sama dengan berlangsungnya acara itu adalah keunggulan Jokowi atas tokoh-tokoh utama negeri ini seperti Prabowo Subianto, Yusril Ihza Mahendra, dan bahkan Megawati Soekarnoputri sendiri.

Dari waktu dua jam acara Nangkring tersebut yang arus komunikasinya dikendalikan sepenuhnya oleh saya, terbacalah bahwa Jokowi adalah orang yang pragmatis, spontan, apa adanya, dan tidak melebih-lebihkan keadaan. Satu sisi, bicaranya juga jujur dan lurus saat mengemuka. Dalam diskusi ini, misalnya tercetus kekurangannya yang belum bisa memuaskan seluruh warga Jakarta juga masalah banjir dan kemacetan lalu lintas yang belum teratasi. "Tetapi bukan berarti saya selaku gubernur tidak bekerja, ada ikhtiar meski belum bisa memuaskan," katanya menjawab seorang penanya.

Karakter lainnya dari Jokowi adalah berani dan percaya diri. Ia paham ketika ia tidak didukung penuh oleh partainya sendiri saat dia menjabat Presiden RI dan juga masih adanya gangguan dari "oposisi" yang saat Pilpres merasa tidak puas atas kemenangannya. Akan tetapi, perlahan tetapi pasti, Jokowi mulai mengatasi DPR yang terpolarisasi pada dua kutub, yaitu KMP dan KIH. KMP semula mendominasi parlemen sehingga beberapa pasal penting dalam UU MD3 bisa lolos, contohnya pimpinan DPR yang tidak lagi melihat proposionalitas dari hasil kemenangan partai di Pemilu. Namun, di kemudian hari, KMP berhasil digembosi dengan diming-imingi kursi kabinet.

Sekarang, karakter pemberani itu muncul lagi saat keutuhan NKRI diganggu oleh tekanan massa dengan dalih "Aksi Bela Islam" dengan sasaran antara memenjarakan Basuki Tjahaja Purnama yang dianggap menistakan agama dengan sasaran utama menjatuhkan Pemerintahan Jokowi.

Di sini, Jokowi dengan percaya diri bersilaturahmi kepada rival utamanya di Pilpres, Prabowo Subianto, sebelum aksi besar 4 November 2016. Jokowi ingin meyakinkan publik bahwa tidak ada unsur Gerindra dalam aksi itu. Demikian juga saat Jokowi bersilaturahmi dengan Nahdlatul Ulama dan Muhammadyah, mengindikasikan tidak ada unsur dua ormas besar itu dalam aksi tersebut. 

Karakter personal seperti pemberani, percaya diri, nothing to lose, spontan, dan ceplas-ceplos, secara tidak langsung menjadi personal branding yang turut mengangkat popularitas Jokowi ke tingkat nasional, regional, dan bahkan internasional. Banyak media ternama yang menulis tentang karakter Jokowi ini di mana "blusukan" merupakan teaser (penggoda) laporan jurnalistik mana pun saat menulis mengenai sosok Jokowi.

Answered Nov 23, 2016
Anonymous

Hasil gambar untuk JOKOWI

Karakter kerakyatan. Membuka mimpi bahwa rakyat kecil bisa menjadi presiden di Indonesia.

Gambar via sgimage.detik.net.id

Answered Dec 9, 2016
Mas Badiyo
Penulis dan Blogger

Hasil gambar untuk jokowi

Joko Widodo  memiliki karakter  jujur,  sederhana, dekat dengan rakyat, demokratis, cerdas, berani, dan tegas. Semua karakter itu telah dibuktikan dalam kepemimpinannya, baik saat menjabat Gubernur DKI maupun selama dua tahun memimpin negeri ini. Misalnya, keberaniannya ditunjukkan saat memutuskan untuk salat Jumat bersama para peserta dzikir dan doa bersama di Lapangan Monumen Nasional (Monas), 2 Desember 2016 lalu.

Namun, di antara beberapa karakter unggul tersebut, yang paling menonjol adalah kesederhanaan dan kedekatan dengan rakyatnya. Jokowi selalu tampil sederhana, apa adanya. Jokowi lebih sering mengenakan baju batik saat menerima tamu-tamunya yang datang ke Istana Negara. Saat melakukan kunjungan, Jokowi selalu mengenakan kemeja putih yang terlihat sangat sederhana.

Kedekatan dengan rakyatnya dia tunjukkan ketika dia sering melakukan “blusukan” ke berbagai daerah. Di tempat-tempat yang dikunjungi, Jokowi selalu menemui, bersalaman, dan berdialog dengan warganya. Dialog dua arah itu sering berlangsung tanpa terlihat adanya sekat-sekat pembatas. Jokowi yang demokratis dan terbuka membuat warga berani berdialog dengan presidennya dengan apa adanya. Bisa disebutkan dengan kata lain yang lebih tepat yaitu merakyat.

Itulah beberapa keunggulan karakter seorang Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia saat ini.

Gambar via upload.wikimedia.org

Answered Dec 12, 2016
Yusran Mansyui
Menghancurkan sendi-sendi setiap ketakutan dalam Diri & membuatnya lebih berani

Hasil gambar untuk jokowi

SEDERHANA

Kata inilah yang mewakili karakter beliau yang paling unggul. Dari 3 provinsi yang saya telah datangi dengan masyarakat yang sangat beragam, kesederhanaanlah yang paling sering terlontar dari masyarakat.

Gambar via assets-a1.kompasiana.com

Answered Dec 19, 2016
El Hakim Law
Founder Lingkar Studi Islam & Kepemimpinan (@larsik.id)

Hasil gambar untuk joko widodo

Karakter personal yang paling mantap dari PYM Joko Widodo adalah,

"WOLES BRO"

Ini baru pemimpin, tetap tenang, dan meyakinkan walau banyak meme yang beredar.

Panutanku memang, dalam aspek woles-nya aja sih.

Gambar via cdns.klimg.com

Answered Dec 19, 2016
Josua Collins
Mahasiswa, FHUI 2014

J9pN35BQ7HJkGKX5OWooOfw53n0poWot.jpg

Ketulusan

Walaupun terlihat agak "polos" dalam menghadapi situasi perpolitikan Indonesia, namun ketulusan dia dalam memajukan Indonesia tidak bisa dimungkiri.

Ilustrsi via gstatic.com

Answered Dec 24, 2016
Saverinus Suhardin
Ners, Pembaca, Penulis, Pengajar

IdS0Vs3wMuSmjDpxpW7itZ3M5H87lFDM.jpg

Saya rutin mengikuti berita tentang Bapak Jokowi sejak tahun 2014. Persis saat beliau dicalonkan sebagai presiden. Saya pun mulai membaca berita atau buku biografi tentang beliau. Video tentang sepak terjang beliau sebagai pemimpin, saya tonton satu per satu. Sepanjang itu, saya semakin suka dengan beliau, baik secara personal maupun sebagai pemimpin publik.

Semenjak itu, saya berusaha mengikuti informasi tentang beliau, termasuk saat berkampanye sewaktu beliau masih Capres. Kala itu, saya masih kuliah di Surabaya. Hari itu, 28 Juni 2014, Pak Jokowi berkampanye di Surabaya, tepatnya di Gelora 10 November. Saya berusaha hadir, sambil berharap bisa melihat beliau dari dekat. Meski gagal bertemu dari dekat, saya tetap senang menghadiri kampanye tersebut. Saya merelakan baju yang dikenakan saat itu, disablon dengan gambar wajah beliau.

Nah, dari pengalaman tersebut hingga saat ini, ada begitu banyak karakter unggul Pak Jokowi yang menarik untuk kita pelajari. Dari sekian banyak keunggulan beliau, saya paling suka gaya komunikasinya.

Pernah lihat kan, saat Pak Jokowi berpidato atau berbicara di depan awak media? Menurut saya, beliau berbicara jauh dari kesan kaku sebagaimana biasanya pejabat publik bicara. Pak Jokowi berbicara sangat natural. Gayanya tidak dibuat-buat. Konsisten dari waktu ke waktu.

Diksi atau pilihan kata yang digunakan Pak Jokowi setiap kali berbicara menggunakan bahasa populer. Jarang atau bahkan beliau menggunakan istilah teknis yang sulit dipahami oleh semua kalangan.

Hal yang tidak kalang penting, setiap kali beliau bicara, pasti ada joke-joke yang menghibur. Kemampuan itulah yang membuat banyak orang menyimak dengan baik setiap kali beliau bicara. Seolah pendengar selalu penasaraan, kira-kira kalimat apa yang akan dilontarkannya kemudian.

Pak Jokowi juga sangat interaktif saat memberikan sambutan. Misalnya, beliau sering meminta salah satu peserta untuk tampil bicara. Biasanya beliau memberi sebuah pertanyaan yang muda untuk dijawab. Setelahnya, Pak Jokowi akan memberi apresiasi berupa pujian, tepuk tangan, atau hadiah lain.

Sungguh, kemampuan komunikasi itulah yang akan membuat Pak Jokowi selalu dicintai rakyatnya. Tidak semua orang memiliki kemampuan tersebut. Itulah salah satu keunggulan personal Pak Jokowi. Kalau bisa dipelajari, sebaiknya kita belajar dari beliau. 

Ilustrasi via dokumentai pribadi

Answered Dec 29, 2016
hafidzul alim
Jauh yang dekat itu kadang lebih baik dibanding dekat yang jauh.

d-27S0UdFnBtxkCeztybyYDkkCiTFdPa.jpg

Melakukan hal sepele yang terkadang mulai dilupakan oleh banyak orang. . .

foto via seword.com

Answered Jan 9, 2017
Henri Go
The Man Who Loves and Deeply Enjoyable Life

1. Santun dan Tenang

Jokowi selalu menunjukkan sikap santun dan tenang ketika berhadapan dengan siapa pun, terutama di depan publik.

2.  Responsif

Ketika dihadapkan pada berita-berita yang baik maupun tidak, ia sangat baik dalam memberi respon yang selalu menyejukkan.

Answered Jan 11, 2017
Ahmad Mustofa
Jurnalis dan penyuka sepak bola....

Jokowi adalah sosok yang sederhana, tetapi tegas dalam membuat suatu kebijakan...

Answered Jan 15, 2017
Richa Miskiyya
Penulis, Ibu Rumah Tangga

Sederhana namun memiliki taktik serta strategi yang jitu. Sabar dalam menghadapi sesuatu, nggak baperan.

Answered Jan 15, 2017
Hendra Wiguna
Humas DPD KNTI Kota Semarang

Menampilkan diri yang sederhana, dan tetap jokowi apa adanya, bukan jokowi sebagai presiden.

Answered Jan 17, 2017
Hilmy Mahfuzra
A passionate learner and writer

Rendah hati, sederhana, dekat dan berusaha mendekatkan diri kepada rakyat, tegas

Answered Jan 18, 2017
Dedy Syahril
Saya suka film, buku dan kacang garuda

Heartbreaker.

Cinta saya pada Pak Jokowi retak menjelang patah melihat Indonesia saat ini.

Answered Jan 25, 2017
Ahmad Shoifi
Sarjana Hukum Lulusan UGM angk 98, Auditor di Bank BUMN

Jokowi sosok yang sederhana, tidak banyak berhutang budi pada pihak manapun kecuali PDIP sebagai partai pengusungnya. dan terbukti Jokowi juga tidak serta merta menuruti kemauan Megawati selaku Ketua Partai, tetapi lebih melihat kepentingan Bangsa. Jokowi berani tampil apa adanya dengan karakter yang kuat tetapi santun dan juga mampu mengendalikan emosinya sehingga kebijakan yang muncul sangat baik bagi Bangsa Indonesia. semoga Allah senantiasa melindungi Jokowi dalam memimpin Indonesia.

Answered Jan 31, 2017
Tsamara Amany
Aktivis Media Sosial dan Perempuan

NawPlqqq9k1e6OHryV9O3qTXXwUTJnZO.jpg

Jokowi beda dengan pemimpin-pemimpin sebelumnya yang lebih menekankan pada seremoni dan pidato-pidato normatif. Sosok seorang Jokowi bisa dilihat dari hal simple tapi penuh makna: kuis sepeda. Setiap kunjungan ke daerah, Jokowi selalu memanggil audiensnya, baik itu ibu-ibu, bapak-bapak, maupun anak-anak. Pertanyaannya beragam: nama ikan, nama provinsi, nama suku, nama makanan khas, dan lain-lain. Kalau peserta bisa jawab, maka: "Diambil sepedanya," begitulah kata Pak Jokowi.

Kuis sepeda adalah contoh nyata bahwa Jokowi tidak menaruh sekat dengan rakyat. Rakyat bisa berdiri di sebelah Presiden, tertawa, dan bercanda. Biasanya di akhir kuis sepeda, Jokowi memberi pesan dari kunjungannya itu. Ini adalah cara efektif; masyarakat yang sudah terhibur dengan kuis sepeda kemudian jadi lebih mendengarkan. Bandingkan dengan pemimpin yang pidato berjam-jam secara normatif dengan bahasa yang berat. Yang ada, audiens malah mengantuk. Lebih tepatnya, Jokowi tahu bagaimana caranya berbicara dengan bahasa rakyat kebanyakan.

Tapi, Jokowi juga tahu bagaimana cara berkomunikasi dengan generasi muda millenials. Lihat saja YouTube-nya yang sudah mulai diramaikan dengan vlog. Atau masih ingat ketika ia mengundang sejumlah YouTuber ke Istana untuk ngevlog bareng?

Di sisi lain, Jokowi juga punya kemampuan berkomunikasi dengan elite dalam negeri dengan baik. Boleh dibilang, Jokowi ini politisi handal. Tadinya minoritas di parlemen, sekarang sudah mayoritas. Bahkan Golkar sudah berani deklarasi mencalonkan Jokowi sebagai Presiden tahun 2019 nanti.

Jadi, balik lagi ke pertanyaan: apa keunggulan karakter personal Jokowi? Ia adalah seorang komunikator yang handal. Bisa berkomunikasi dengan seluruh lapisan masyarakat. Itu yang bikin Jokowi begitu menarik. 

Answered Feb 27, 2017
Gregorius Reynaldo
penikmat kopi, pengagum sastra, dan pecinta perempuan

Vpe1lUhooE4pfsU5KpD-8nm4udlrgV9I.jpg

via bp.blogspot.com (FR)

Pertanyaan siapa ini?

kenapa harus keunggulan Jokowi?

apakah ini sudah menyimpulkan bahwa Jokowi jauh lebih unggul dibanding pembandingnya?

apa dasarnya? (lah, kenapa saya malah ngotot balik bertanya?)

baiknya, cukup chit-chatnya, dan mari kita jawab.

Jokowi.. jujur saja saya dulu bukan pendukung beliau saat bertarung di Pilpres 2014 kemarin,  tetapi apa yang tampak (bukan yang ditampakkan) persona Jokowi kala menjadi Presiden memang bisa membuat kelompok yang dulu antipati terhadap beliau berbalik menyanjungnya. sosok beliau yang sepertinya ndeso dan tampak tidak punya aura presiden ternyata hanya "cover"nya saja. hipotesis dalam jawaban ini adalah keunggulan jokowi adalah beliau pekerja, bukan pemimpin. dia menunjukkan bahwa yang dibutuhkan Indonesia bukan sekedar sosok presiden pemimpin, tetapi presiden Pekerja.

jika kita berbicara keunggulan, tentu yang jelas ada pembanding yang batasannya jelas, dan disini tentu wilayah pembandingnya adalah Presiden-presiden kita sebelumnya. jika ingin melihat dengan sudut pandang iklim politik, maka pembanding yang setara adalah Pak SBY atau Pak Harto, karena rata-rata dari kita sekarang merasakan zaman Pak Harto dan era dua periode Pak Beye. kenapa ibu Mega, Gusdur, dan Habibie tidak masuk dalam perbandingan? tentu alasan saya adalah persona mereka yang tampak pada masyarakat tidaklah lama dan tidak terlalu berkesan. yang kedua adalah karena mereka muncul di masa transisi, masa-masa genting yang lebih mementingkan proses politik di tingkat pusat ketimbang  berurusan di lapangan, sehingga penilaian masyarakat juga lebih ke urusan-urusan menyangkut tata kelola pemerintahan, bukan persona personal.

Pak Jokowi memang bukan sekedar presiden, kebiasaannya yang kadang tidak terpaku sebagai selayaknya presiden yang sarat protokol memang menjadi sesuatu yang baru untuk masyarakat Indonesia. beliau, didukung dengan latar belakangnya yang muncul dari kumpulan masyarakat kelas menengah memunculkan anggapan bahwa ketika jokowi hadir di tengah-tengah masyarakat, beliau hanyalah kembali ke lingkungannya. sosok yang tidak jaim, tanpa pencitraan dan ramah ini sangat mudah diterima oleh masyarakat Indonesia, bahkan oleh pendukung Oposisi sekalipun. didukung perawakan dan tampak yang sangat Ndeso, sempurnalah penampakan Jokowi sebagai "Presidennya Rakyat". beliau sering memang turun ke lapangan dan memantau secara langsung program-program pembangunan dan pmeliharaan pemerintah khususnya di daerah tertinggal dan daerah perbatasan, sebuah teroboosan yang sangat brilian.

di sisi kinerja Pemerintah, Jokowi memang unggul karena beberapa alasan. pertama adalah para pembantunya di kabinet. mereka adalah ramuan ampuh Jokowi yang menggabungkan pekerja dan pemikir dalam suatu kabinet ramping tapi nyata kerjanya. lihatlah Ibu Susi, Menteri yang bahkan tidak tamat Sekolah namun dipercaya Jokowi menjaga kekayaan laut Indonesia. lihatlah juga Ibu Sri Mulyani, sosok dibalik terobosan Tax amnesty. Lihatlah Menpora yang kini menggairahkan kembali olahraga dalam negeri setelah konflik dan paceklik kompetisi dalam negeri. mereka-mereka inilah yang membantu membangun citra kerja baik seorang Jokowi di mata rakyat, dan tentu jauh lebih unggul dari pendahulu-pendahulunya. yang kedua adalah koalisi Partai Pendukung Jokowi yang tidak memanfaatkan koneksi politik untuk melegitimasi kekuasaan individu. hal ini setidaknya membantu Jokowi bebas dari pengaruh-pengaruh buruk akibat konekasi politik. yang ketiga adalah sikap terbuka seorang Jokowi. dia memang dekat dengan masyarakat, eksis di media sosial, dan ahh, saya rasa kita bisa masing-masing mrasakan kedekatan emosional kita dengan presiden kita yang sekarang meski bahkan kita tidak bertemu.

salam

 

Answered Apr 4, 2017

b1eAOHLQd6VkgyLZiBK91Vtvgg-8jL-O.jpg

Kalem, bisa merangkul rakyatnya.

 

sumber gambar: klimg.com

Answered Jun 8, 2017
Fajrin
Blogger (Pendiri anakdagang.com)

BKofTJxL5rHhXPFsMbmSqco36eMOZoiM.jpg

Berani mengambil keputusan dan lobi-lobi politik yang cerdas serta tidak jaim.

foto via merdeka.com

Answered Jul 26, 2017

Question Overview


and 11 more
29 Followers
7275 Views
Last Asked 3 years ago