selasar-loader

Bagaimana cara untuk mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia?

Last Updated Aug 5, 2017

3 answers

Sort by Date | Votes

Masalah sosial terbesar di Indonesia adalah kemiskinan, cara mengatasinya pemerintah harus membuka banyak lapangan pekerjaan baru baik itu yang dari pemerintah maupun swasta. Dan kesadaran masyarakat untuk bekerja. 

Answered Aug 6, 2017

Nama : Ellysa Kartika Widayanti

NIM : 11170850000066

Fakultas : Ekonomi Dan Bisnis

Jurusan : Perbankan Syariah

Kemiskinan sebenarnya bukan merupakan suatu takdir seseorang. Menurut saya kemiskinan adalah suatu keadaan dimana pemikiran orang tidak terencana untuk masa depannya sendiri. Kemiskinan bukan tidak dapat di berantas tetapi pemikiran seseorang yang seharusnya diberantas. Pemikiran yang mudah putus asa yang harus diberantas, pemikiran yg stuck di suatu tempat, pemikiran yang menanganggap bahwa harta di dunia tidak dibawa mati. Sebagai orang yang berintelejen kita harusnya mengubah semua pemikiran itu. Harta yang akan kita cari bukan untuk bersenang senang, tetapi dapat kita manfaatkan untuk mencari ilmu setinggi tingginya. Kia dapat menyalurkannya kepada yayasan ataupun tempat lainnya untuk berbagi. Dengan bgitu harta yang kita kumpulkan bukan sekedar mencari kesenangan duniawi tetapi lebih ke tabungan kita menuju surga nanti. Banyak orang Indonesia yang nanya berpikir tidak perlu pendidikan tinggi, tidak apa menjadi budak, senang selalu jadi karyawan. Kebanyakan dari mereka pasrah untuk hal hal yg lumrah terjadi disini. Seharusnya pola pikir yang seperti itu harus diubah ke pemikiran yg pantang mundur, ke pemikiran yang selalu mau tahu, yang mau memanfaatkan peluang pendidikan berusaha menempihnya dengan jalan apapun, yang berusaha agar bisa menjadi bos bukan karyawan, yang membuka kesempatan bekerja bagi orang lain. Masih banyak orang Indonesia yang terlalu takut untuk terjun ke dunia Bisnis karena pemikiran yg takut rugi, takut modal kecil, takut gk fokus. Itu semua hanya alasan agar kalian tetap terdiamdalam buain manja pemikiran yg sudah mendarah daging itu. Usaha bukan tentang modal banyak Dan sedikit, bukan tentang takut tapi tentang sekeras apa usaha kita untuk oantang mundur, bukan tentang kwuntungan yang didapat salam waktu singkat tetapi tentang usahamu tetang berdiri tegak ketika badai menghampirimu swkali dua kali bahkan betkali kali. Ayo pemuda Indonesia berantas kemiskinan dengan membuka lapangan kerja bagi orang lain bagi orang asking bukan sebaliknya

Answered Aug 20, 2017
Zulfansyah Binjai
Rumah Kepemimpinan Regional 6 Medan

Kemiskinan didefinisikan secara berbeda oleh para ahli karena kemiskinan merupakan masalah yang multidimensi. Secara bahasa, kemiskinan berasal dari kata dasar miskin yang artinya tidak memiliki harta benda dan serba kekurangan. Pendapat lain mengatakan bahwa kemiskinan adalah orang atau kelompok orang yang tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup minimumnya (Kuncoro, 2010:9).

Besar dan kecilnya standar hidup minimum diukur dan tergantung dari pendekatan mana yang akan digunakan. Dalam studi tentang kemiskinan terdapat dua pendekatan yang dapat digunakan, yaitu menggunakan pendekatan objektif atau menggunakan pendekatan subjektif (Rejekiningsih, 2011:13). Menggunakan pendekatan objektif berarti mengukur kemiskinan berdasarkan ukuran yang telah ditetapkan oleh pihak lain, baik oleh para ahli maupun oleh lembaga pemerintah. Pengukurannya yaitu diukur dari tingkat kesejahteraan sosial sesuai dengan standar kehidupan. Sedangkan menggunakan pendekatan subjektif berarti dalam mengukur kemiskinan ditentukan oleh orang miskin itu sendiri, yaitu tingkat kesejahteraan sosial orang miskin dibandingkan dengan tingkat kesejahteraan orang kaya yang ada di lingkungannya. Sehingga dalam mengukur kemiskinan dengan pendekatan subjektif ini akan lebih luas dibandingkan dengan pendekatan objektif karena akan banyak orang miskin apabila kemiskinan dinilai berdasarkan pendapat atau pandangan orang miskin itu sendiri.

Masalah kemiskinan selalu muncul terutama pada negara-negara yang sedang berkembang maupun pada Negara miskin itu sendiri. Tingginya kemiskinan menunjukkan rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat di suatu Negara. Dewasa ini, keberhasilan pembangunan ekonomi suatu Negara salah satunya dilihat dari kemampuan dalam mengatasi masalah kemiskinan (Todaro & Smith, 2006: 6).

Kemiskinan merupakan suatu permasalahan yang banyak dihadapi oleh negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia. Kemiskinan menyangkut suatu kondisi kekurangan dari sebuah tuntutan kehidupan yang paling minimum, khususnya dari aspek konsumsi, pendapatan, dan kebutuhan sosial. Kekurangan dalam aspek konsumsi mencakup kekurangan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kekurangan dalam aspek kebutuhan sosial adalah ketergantungan dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat termasuk dalam bidang pendidikan dan informasi.

Pada bulan September 2016, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 27,76 juta orang (10,70 persen), berkurang sebesar 0,25 juta orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2016 yang sebesar 28,01 juta orang (10,86 persen).

 

Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2016 sebesar 7,79 persen, turun menjadi 7,73 persen pada September 2016. Demikian pula persentase penduduk miskin di daerah perdesaan turun dari 14,11 persen pada Maret 2016 menjadi 13,96 persen pada September 2016.

 

Meski selama periode Maret 2016–September 2016 persentase kemiskinan menurun, namun jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 0,15 juta orang (dari 10,34 juta orang pada Maret 2016 menjadi 10,49 juta orang pada September 2016), sementara di daerah perdesaan turun sebanyak 0,39 juta orang (dari 17,67 juta orang pada Maret 2016 menjadi 17,28 juta orang pada September 2016).

 

Kemiskinan juga merupakan alasan rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Secara menyeluruh kualitas manusia Indonesia relatif masih sangat rendah, dibandingkan dengan kualitas manusia di negara-negara lain di dunia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai salah satu indikator yang digunakan dalam pengukuran kemiskinan diperkenalkan oleh United Nations Development Programs (UNDP). 

Dalam konteks ini, beberapa upaya yang tengah dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah dengan menggerakkan sektor real melalui sektor UMKM. Beberapa kebijakan yang menyangkut sektor ini seperti program KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat). Upaya strategis yang dapat dilakukan dalam rangka pemberdayaan UMKM antara lain, pertama, menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan UMKM meliputi regulasi dan perlindungan usaha. Kedua menciptakan sistem penjaminan bagi usaha mikro. Ketiga menyediakan bantuan teknis berupa pendampingan dan bantuan menejerial. Keempat memperbesar akses perkreditan pada lembaga keuangan. Dengan empat langkah tersebut, maka sektor UMKM akan lebih bergerak yang pada akhirnya akan berakibat pada pengurangan angka kemiskinan. Namun, tetap saja permasalahan kemiskinan yang terjadi di Indonesia tak kunjung usai.

Answered Feb 1, 2018

Question Overview


4 Followers
555 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Adakah keterlibatan Indonesia pada Perang Dunia II?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

Hal-hal apa sajakah yang harus dipenuhi agar Indonesia menjadi pemimpin budaya populer dunia?

Foto apa saja yang bisa mengubah cara pandang kita tentang Indonesia?

Apa yang Anda banggakan dari Indonesia saat bertemu masyarakat internasional?

Masakan/makanan Indonesia apa yang menurut Anda paling mungkin go international?

Mengapa bangsa Indonesia dapat sebegitu lamanya dijajah oleh Belanda?

Makanan/masakan Indonesia apa yang paling memiliki nilai sejarah tinggi?

Apa yang membuat beberapa suku di Indonesia masih tetap bertahan dengan gaya hidup tradisionalnya, misalnya Suku Badui?

Mengapa tingkat survival warga minoritas lebih tinggi/ulet di tengah kehidupan warga mayoritas?

Apakah membayar utang atau bersedekah yang lebih didahulukan?

(Masih) Mampukah mahasiswa turun ke masyarakat?

Aplikasi atau teknologi apa yang baik digunakan dalam mengatasi bencana alam (banjir, kebakaran, gempa bumi, dan tsunami) di Indonesia yang mengaktifkan masyarakat dan masih berbasis kearifan lokal?

Apakah hipnoterapis mempunyai kemampuan menyembuhkan?

Sebetulnya apa saja ideologi politik yang hari ini ada di Indonesia?

Mengapa orang Indonesia suka menggunakan aplikasi Path?

Mengapa lelucon terkait "jomblo", "jodoh", "galau", dan sejenisnya laku keras di Indonesia?

Mengapa banyak orang Indonesia yang sering ke puskesmas?

Mengapa kemiskinan kronis banyak ditemukan di perkotaan?

Apa yang harus dipersiapkan ketika tahu akan jadi gelandangan?

Mengapa masih ada kelaparan di berbagai belahan dunia?

Apakah sanksi hukum terbaik yang menimbulkan efek jera bagi seorang miskin yang mencuri karena lapar? Mengapa?

Bagaimana rasanya menjadi orang miskin?

Kenapa banyak orang miskin di Indonesia?

Apakah suatu saat kemiskinan bisa benar-benar hilang?

Apa yang perlu dipersiapkan ketika akan menggelandang (homeless)?

Menurutmu poin manakah yang paling vital dalam 17 pilar Sustainable Development Goals?

Apa nasihat terbaik yang pernah Anda dapatkan?

Bagaimana menjelaskan bahwa ada kemungkinan kehidupan lain selain di Bumi ini?

Apa motto hidup paling keren?

Apakah seseorang mempunyai karakter bawaan yang tidak bisa diubah?

Apa ketakutan terbesar dalam hidupmu? Mengapa?

Siapakah cinta pertama Anda?

Seberapa pentingkah olahraga bagi Anda ?

Apa yang Anda lakukan ketika mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan?

Apa pengalaman paling bermakna dalam kehidupan Anda?

Siapakah orang yang paling berpengaruh dalam kehidupan Anda?