selasar-loader

Apa perbedaan mendasar antara detik.com dengan kompas.com?

Last Updated Nov 28, 2016

Dua situs berita ini adalah yang terfavorit di Indonesia. Menurut Anda, apa perbedaan kedua situs ini?

2 answers

Sort by Date | Votes
Zulfian Prasetyo
Penulis dan Editor

Saya akan menggunakan sudut pandang pengguna (user) untuk membedakannya.

Sebagai pengguna (yang maknanya bisa diperluas menjadi pembaca dan konsumen), saya melihat sesuatu dari mereknya. Kata para businessman ulung, merek adalah janji. Anda bisa mengenali ciri khas suatu produk/layanan dari mereknya.

Detik.com

Detik.com mengutamakan kecepatan. Kecepatan loading. Kecepatan pemberitaan. Kalau bisa, keduanya terjadi dalam hitungan detik (mungkin karena itulah mereka menamakan diri detik.com). Intinya, kecepatan adalah napas detik.com, baik dalam hal infrastruktur maupun konten. Lainnya? Abaikan...

...karena itulah Anda harus terima jika tampilannya (user interface/UI) tidak terlalu enak untuk dilihat. Ini adalah tampilan detik.com yang saya dapati dari suatu blog pada 2010.

nbO0aB0nEfyiIlvgImudvfAT2TAemQWu.jpg

Apa yang Anda cermati? Warna-warni yang tidak terlalu nyaman dipandang mata? Iklan di mana-mana?

Sebagai perbandingan, ini adalah tampilan Kompas.com yang juga saya dapat di situs yang sama.

tGaGINAnR7hC45zbLA8MYCTJLy7sOlvU.jpg

Seiring berjalannya waktu, detik.com tampak berbenah. Mereka sepertinya mulai mendengarkan keluhan dari para penggunanya tentang UI yang kurang nyaman bagi mata. Ini adalah tampilan detik.com pada 2018.

rFgkjEmMy3Yh8KbbfqCuZ4htX0lh4Wj-.png

Iya, tampilan sudah lebih baik, meskipun tetap; iklan ada di mana-mana.

Tapi jangan salah, bukan berarti beriklan di detik.com tarifnya murah. Ketika sedang mengelola suatu rangkaian kegiatan, saya pernah menghubungi marketing detik.com untuk menanyakan biaya beriklan di tempat mereka. Ternyata, harganya lumayan juga, hehehe. Kalau tidak percaya, coba minta rate card-nya pada mereka.

Kompas.com

Sementara itu, kompas.com adalah salah satu "anak" dari harian KOMPAS. Artinya, DNA kompas.com ya berasal dari KOMPAS. Karena memakai merek itulah, mereka cenderung menjanjikan kualitas jurnalisme, seperti unsur 5W+1H alih-alih kecepatan dalam menyajikan berita.

Sayangnya, tingkat typo kompas.com  cukup parah. Tidak terlalu parah sih jika yang dipakai adalah standar blog, tetapi menjadi parah jika yang digunakan sebagai acuan adalah standar penyuntingan level KOMPAS. Saya sampai sempat bercita-cita untuk menyunting semua konten kompas.com ketika masih kuliah dulu saking geregetan-nya, hahaha.

Selain itu, kompas.com juga kini menyuntikkan nuansa detik.com ke dalam tampilannya. Banyak iklan, maksudnya. Hehehe.

tBQoahTLbjKgiIhcWssywj4svTS6bdg5.png

Kalau Anda cermati, ada tiga iklan dalam landing page mereka. Ini belum termasuk pop-up ads, ya.

Iklan tentu berkorelasi positif dengan pendapatan. Semakin banyak iklan, semakin banyak pendapatan. Saya kurang tahu kenapa kompas.com jadi banyak iklan. Mungkin karena ingin mandiri secara finansial dari grup Kompas Gramedia. Mungkin, ya.

Pada akhirnya, jawaban ini tidak akan memberikan penghakiman berupa yang lebih baik antara satu dengan lainnya. Lagipula, pertanyaannya juga "perbedaan", bukan "mana lebih baik".

Soal pilihan, itu kembali pada selera Anda, bukan?

Answered Jan 19, 2018
Arfi Bambani
Reporter detik.com kurun 2006-2008

CWFJjQsEts1YZIV7jF7UAQSez_MbGvcE.jpg

Sebelum menjawab pertanyaan ini, mungkin saya perlu menyampaikan bahwa saya pernah bekerja di detik.com. Semoga pemberitahuan ini bisa memberi pemakluman jika saya lebih banyak mengulas sisi detik.com.

Perbedaan-perbedaan detik.com dengan Kompas.com adalah sebagai berikut:

1. Sejarah

Kompas.com sebenarnya lebih dulu online daripada detik.com. Bahkan, para pendiri detik.com sempat menawarkan konsep seperti detik.com kepada pemilik Kompas namun Kompas tidak berminat. Beberapa pendiri detik.com dulu memiliki bisnis semacam web consulting yang salah satu kliennya adalah Kompas.

Kompas.com awalnya hanya sekadar etalase online bagi berita-berita harian Kompas. Berita yang sudah tayang di koran, barulah dipindahkan ke versi online.

Sementara detik.com berkonsep sebagai berita cepat, dengan deadline seketika setelah berita diperoleh di lapangan. Konsep ini berkembang menjadi gaya yang diklaim sebagai "running news" atau berita yang bertumbuh, baru bisa dirasakan kelengkapannya jika beberapa berita disatukan.

2. Kultur perusahaan

Kompas.com merupakan anak perusahaan dari grup media besar yang kini bernama Kompas Gramedia Grup. Kompas dikelola dengan manajemen yang ketat, tak jauh berbeda dengan induknya yang terkenal dengan manajemennya yang rapi. 

Sementara detik.com dari awal diinisiasi dengan gaya startup. Jadi, boleh dikatakan, karena sudah berdiri sejak pertengahan 1998, detik.com adalah startup digital pertama di Indonesia.

Sebagai perusahaan digital, detik.com sangat menghargai inovasi dan kreativitas. Didik Supriyanto yang pernah menjadi wakil pemimpin redaksi detik.com bercerita, hampir setiap minggu ada inovasi baru di detik.com. Inovasi ini bukan hanya terkait teknologi, tapi juga konten, marketing, dan lain-lain. Dan tidak semua inovasi ini berhasil, bahkan sebagian besar gagal menuai hasil seperti yang dibayangkan.

Tidak mengherankan, kultur inovasi ini membuat detik.com itu kerap muncul dengan produk-produk baru. Jika Anda perhatikan situsnya sekarang, ada banyak fitur, kanal, dan sebagainya. Namun jika ditotal sejak 1998, sebenarnya sudah banyak fitur dan kanal di detik.com yang sudah ditutup karena hasilnya tak sesuai rencana.

Sementara di Kompas.com, inovasi terkesan agak lama dan butuh waktu. Salah satu inovasi yang menurut saya bagus adalah Visual Interaktif Kompas (VIK). Inovasi dari VIK ini bukan soal sifat multimedia atau interaktifnya karena banyak media sudah melakukan itu sebelumnya, melainkan inovasi memanfaatkan sumber daya grup Kompas yang besar dan punya sejarah panjang untuk disajikan dalam bentuk yang lebih menghibur dan sederhana. Ini inovasi yang luar biasa mengingat perusahaan-perusahaan besar sangat sulit biasanya untuk bersinergi.

Kultur ini terbawa sampai para karyawan-karyawan detik.com ini keluar. Alumni detik.com ini bertebaran di beberapa media online atau perusahaan teknologi atau menjadi pendiri-pendiri startup. Kultur inovasi detik.com yang membuat para 'alumni' ini terus berkarya di tempat lain di dunia yang tak jauh-jauh dari digital.

3. Pilihan konten

Detik.com memiliki konten yang lebih beragam dan lebih berani. Ibaratnya, detik.com melayani semua segmen pembaca. Sementara Kompas.com, karena sepertinya terbebani dengan nama besar koran Kompas, memiliki konten yang lebih elegan dan menghindari sensasionalitas.

Kedua pendekatan ini akhirnya komplementer. Jika orang mencari kejutan atau update, mereka akan buka detik.com lebih dulu. Ketika detik.com sudah tak mengejutkan, mereka mencari kedalaman atau angle yang berbeda dari Kompas.com. Bertahun-tahun, dua situs ini seperti komplementer satu sama lain, sebelum akhirnya muncul pemain-pemain baru seperti Liputan6.com, viva.co.id, merdeka.com dan lain-lain. Barulah peta media online ini menjadi lebih rumit.

 

Answered Jan 22, 2018

Question Overview


2 Followers
1031 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apa tips sukses wawancara saat melamar kerja di Grup Kompas? Apakah harus memiliki relasi di dalamnya?

Apa yang menarik dari koran Kompas sehingga dijadikan rujukan bagi pembelajaran bahasa Indonesia?

Bagaimana sejarah perjalanan Kompas.com hingga seperti sekarang ini?

Apa saja penghargaan yang diterima pendiri Kompas, Jakob Oetama?

Apakah Pepih Nugraha pernah menyesal keluar dari Kompas?

Siapa Atmaji Sapto Anggoro Pendiri dan CEO Tirto id?

Siapa Budiono Darsono?

Bagaimana cara agar hits suatu web bisa tinggi?

Apa yang membuat orang betah berlama-lama di suatu situs/web?

Mungkinkah Selasar menjadi salah satu situs web paling dikunjungi di Indonesia?

Apa itu WebAssembly?

Model bisnis apa saja yang biasa dilakukan oleh media online?

Mengapa selasar sangat lambat dimuat dibandingkan situs lain?

Dapatkah Anda bercerita lengkap tentang website atau blog yang Anda miliki sendiri?

Halaman website apa yang pertama kali Anda buka setiap terhubung dengan internet?

Apa perbedaan mendasar antara user interface (UI) dan user experience (UX)?

Apa yang dimaksud dengan 5W 1H dalam menulis berita?

Apa yang disebut "Nilai Berita" atau news value?

Adakah unsur lain selain 5W+1H dalam menulis berita?

Apa yang dimaksud "Gods given fact" dalam menulis berita?

Apa yang dimaksud dengan 'off the record' dalam jurnalisme?

Apa yang dimaksud "Curiosity" dan "Skeptic" dalam menulis berita?

Siapa "Indonesia Man of the Year 2016" menurut Anda?

Bagaimana cara mengidentifikasi berita palsu (hoax)?

Bagaimana proses kreatif menulis berita di Harian Kompas, apakah atas inisiatif sendiri atau penugasan?

Apakah mungkin sebuah berita hoax justru merupakan informasi rahasia dan A1?