selasar-loader

Apa yang dimaksud "fact is sacred" dalam menulis berita?

Last Updated Nov 27, 2016

2 answers

Sort by Date | Votes
Pepih Nugraha
Mengikuti perkembangan gaya hidup setelah membaca buku Jean Baudrillard

Hasil gambar untuk Facts are Sacred

Fakta atau apa pun terkait peristiwa menyangkut orang, angka, dan data, adalah "sakral" alias suci. Saking sakralnya, fakta tidak boleh diubah, tidak boleh ditambah atau dikurangi. Jurnalis dan editor di Newsroom tidak boleh mengubah atau memanipulasi fakta atas peristiwa, sebab fakta itulah yang akan tampil di media, baik berbentuk berita tulisan di media cetak atau online atau media elektronik, yang akan dikonsumsi pembaca/pemirsa.

Untuk itulah, mengapa sering dikatakan jurnalis tidak boleh beropini. Untuk keperluan berita, jurnalis tidak bisa beropini dengan mengatakan benar atau salah atau men-judge seseorang yang terlibat dalam peristiwa itu. Biarkan saksi mata sebagai narasumber bicara tentang apa yang dilihatnya. Lihat, ceritakan dan gambarkan peristiwanya kepada pembaca. Biarkan pembaca/pemirsa yang menilainya.

Jika wartawan mencampuradukkan opini dengan fakta, lebih baik ia menulis dalam sebuah "analisa berita", "kolom", "artikel", atau bahkan "editorial". Sebab jika opini dicampuradukkan dengan fakta, hal itu akan membingungkan pembaca/pemirsa. Memang adagium lama bahwa media harus netral sudah tidak relevan, sebab media harus berpihak. Namun keberpihakan media tidak boleh mengorbankan fakta yang dimanipulasi.

Contoh sederhana bagaimana media harus berpihak jika pemerintah bertindak semena-mena terhadap rakyatnya sendiri. Maka keberpihakan media harus kepada rakyat yang tergusur, misalnya, dengan mengritik terus sisi legal alasan penggusuran itu terjadi. Data dan bukti bahwa pemerintah semena-mena dengan mengeluarkan beleid yang merugikan rakyat, itulah fakta yang dimunculkan sebagai berita yang tidak boleh dimanipulasi.

Simon Rogers dalam buku Facts Are Sacred yang mengupas bagaimana jurnalisme data bekerja menambahkan "Comment is free, but facts are sacred". Meskipun ada tambahan "comment is free" karena merujuk pada perkembangan media online dan media sosial yang interaktif, namun kata-kata but sebelum kalimat "Facts are sacred" menunjukkan keajegan adagium itu dalam situasi apa pun untuk kepentingan jurnalistik.

Media arus utama seharusnya bisa tetap mempertahankan adagium "facts is sacred" ini di tengah berita-berita hoax yang bertebaran di media sosial dan media abal-abal. Meskipun kehadiran media sosial seperti Facebook dan blog-blog pribadi demikian masif, namun media arus utama masih tetap bisa bertahan dari gempuran dan mempertahankan martabatnya. Caranya tidak lain dengan konsisten memberitakan peristiwa yang tidak dimanipulasi.

Gambar via quotefancy.com

Answered Dec 13, 2016
Arti Desvira
Mahasiswi Ilmu Komunikasi

6yhgZwHz6vuMx8TdlCa9zt3Cd5cOcPYS.jpg

Assalamualaikum, saya Arti Desvira. Mahasiswi ilmu komunikasi IISIP Jakarta. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan ini semampu saya dengan pengetahuan yang saya miliki. Ini menjadi salah satu tugas mata kuliah manajemen media massa. Semoga jawaban saya bermanfaat.

Saya memahami bahwa dalam dunia jurnalisme, terdapat adagium yang berbunyi, the fact is sacred atau fakta merupakan hal yang sangat penting (sakral). Tetapi, tidak lantas semua hal yang berhubungan dengan fakta, penyebutan nama, harus semuanya disebut. Yang ada, alih-alih dalam rangka menunjukan valid-tidaknya berita, justru pembaca merasa bingung dan tulisan cenderung kaku.

Fakta itu suci, jangan menambah atau menguranginya. Kebohongan publik adalah dosa sosial yang tak terampuni dan itu adalah pengkhianatan terhadap profesi dan jurnalisme. Maka, catatlah dengan detail sebuah peristiwa dan jangan pernah bermain-main dengan fakta yang ada. Perbaharui catatan Anda sesuai waktu yang berjalan, seiring perubahan yang bisa saja terjadi.

Kenapa berita harus mempunyai fakta? Karena fakta termasuk dalam syarat berita. Fakta dalam berita itu termasuk pada kejadian nyata, pendapat narasumber, dan pernyataan sumber berita. Kalaupun berita tersebut dibuat dari pendapat pribadi reporter yang dicampuradukkan dalam pemberitaaan yang ditayangkan, bukan merupakan suatu fakta dan bukan karya jurnalistik namanya.

Jadi, di sini, para jurnalis tidak boleh berpersepsi tentang suatu masalah yang ia ketahui. Ia harus menuliskan masalah tersebut sesuai data yang ia peroleh dari narasumber. Biarlah para pembaca yang menyimpulkan dan memberi persepsi tentang berita apa yang seorang jurnalis itu buat.

Answered Mar 11, 2017

Question Overview


3 Followers
1183 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Bagaimana menjaga objektivitas seorang Jurnalis?

Apa perbedaan antara jurnalisme televisi dan jurnalisme cetak?

Benarkah peran media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Benarkah peran media arus utama atau media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Kenapa pemberitaan setiap media nasional memiliki perspektif berbeda?

Siapa Itu Sukarni Ilyas yang dikenal dengan nama "Karni Ilyas"?

Siapa itu Pepih Nugraha?

Apa yang dimaksud dengan 5W 1H dalam menulis berita?

Apa yang disebut "Nilai Berita" atau news value?

Siapa Jakob Oetama dalam dunia jurnalistik dan media Indonesia?

Apa yang membuat Anda kecanduan media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Instagram?

Mengapa media disebut "Pilar Keempat" dalam demokrasi?

Apa yang dimaksud "Cub Reporter"?

Apa yang disebut "Hook" dalam menulis berita?

Apa yang dimaksud "Firsthand Account" dalam meliput peristiwa?

Bagaimana membedakan antara "Firsthand Account" dan "Secondhand Account" dalam menulis berita?

Siapakah Trias Kuncahyono?

Efektifkah aksi boikot Metro TV melalui Petisi?

Model bisnis apa saja yang biasa dilakukan oleh media online?

Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?

Adakah unsur lain selain 5W+1H dalam menulis berita?

Bagaimana cara membuat suatu konten menjadi viral? Apa ada tips khusus?

Siapa pengarang buku favorit Anda? Apa alasan Anda?

Apa kriteria seorang Content Writer terbaik?

Bagaimana perkembangan Wordpress kini dan apakah Wordpress sebagai platform blogging masih relevan saat ini?

Mengapa orang Indonesia tidak punya sistem penulisan sendiri?

Apa yang membuat Anda kembali ber-Selasar?

Adakah perbedaan antara menulis skenario dengan menulis pada umumnya?

Istilah-istilah apa sajakah yang perlu dipahami dalam penulisan skenario?

Apa yang dimaksud "Gods given fact" dalam menulis berita?

Apa yang dimaksud dengan 'off the record' dalam jurnalisme?

Apa yang dimaksud "Curiosity" dan "Skeptic" dalam menulis berita?

Siapa "Indonesia Man of the Year 2016" menurut Anda?

Bagaimana cara mengidentifikasi berita palsu (hoax)?

Bagaimana proses kreatif menulis berita di Harian Kompas, apakah atas inisiatif sendiri atau penugasan?

Apakah mungkin sebuah berita hoax justru merupakan informasi rahasia dan A1?