selasar-loader

Bagaimana cara mengatasi kecanduan media sosial?

Last Updated Nov 27, 2016

Media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern yang sudah terkoneksi ke internet.

5 answers

Sort by Date | Votes
Pepih Nugraha
Mengikuti media sosial sejak 2001 dan 2008 mendirikan social blog Kompasiana.com

o1Zi2hP2eHtdyWzY_Wz1g5wggN2hbnVo.jpg

Orang cenderung kecanduan media sosial karena interaktivitasnya yang tinggi yang memungkinkan orang-orang tersambung satu dengan yang lain. Media sosial bisa menyatukan kembali orang yang sudah tercerai-berai karena perjalanan waktu. Misalnya "menemukan"-nya kembali teman-teman saat duduk di sekolah dasar setelah sekian puluh tahun tidak bersua. Orang juga tahan berjam-jam menghabiskan waktu untuk bermedia sosial ketersambungannya itu.

Media sosial memang dirancang dengan keunikan seperti itu. Untuk itulah developer atau desainer web berlomba-lomba memanjakan penggunanya agar berbetah-betah lama tinggal di media sosial yang mereka ciptakan. Media sosial menjadi sekumpulan orang yang dipersatukan dengan minat yang sama atau cita-cita yang sejalan.

Kecanduan yang berlebihan seperti tidak lagi mengenal suasana sekeliling tentu saja jelek bagi perkembangan jiwa si penggunanya. Dalam batas tertentu, bahkan ada di antara para pengguna media sosial yang merasa tidak perlu lagi bertatap muka secara langsung atau secara fisik. Cukup menggunakan media sosial karena semua fasilitas tersedia hanya dalam genggaman. Katakanlah mau menggunakan fitur voice seperti telepon atau video call, bisa dilakukan sambil baring-baring.

Bayangkan kalau seorang anak yang jauh dirantau merasa tidak perlu lagi bertemu atau menemui orang tuanya lagi di desa hanya karena merasa pertemuan cukup dilakukan lewat media sosial saja, tatanan sosial terganggu yang pada gilirannya merusak silaturahmi.

Cara mengatasi ketergantungan seseorang pada media sosial adalah jangan terlalu bergantung kepada media baru yang ada di genggaman berbentuk ponsel itu. Upayakan menghapal nomor-nomor telepon penting sehingga tidak terlalu mengandalkan alat dengan menyimpannya di phonebook. Meski pertamuan secara online bisa dilakukan kapan saja, toh kopdar-an dengan bertemu langsung juga masih diperlukan agar silaturahmi tetap terjaga. 

Intinya, lakukan kegiatan fisik, berjalan keluar dan bergabung bersama-sama dalam sebuah pertemuan. Dan yang lebih penting lagi, jangan terlalu mengandalkan semua hal kepada kehebatan media sosial sebagai media pertemuan baru. Ada baiknya "hiatus" dari gawai (gadget) barang beberapa hari untuk merasakan "feel" bagaimana sebenarnya kita harus selalu membutuhkan orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Ilustrasi via tub.tubgit.com

Answered Dec 21, 2016
Heru Prasetyo
Seorang pejalan kaki yang juga suka naik trans Jogja dan becak.

Gambar terkait

Obatnya adalah dengan memperbanyak pergaulan dengan dunia nyata. Atau mulai membatasi penggunaan media sosia, dari yang semula setiap hari bisa dipangkas jadi sehari sekali atau dua kali. 
Ada juga cara lain dengan mengingat kalau kouta kita sering habis dan uang kita belum tentu ada, niscaya kita tidak akan boros menggunakan media sosial (pengalaman pribadi).

Ilustrasi via tipstren.pojoksatu.id

Answered Dec 22, 2016

Cara mengatasi kecanduan media sosial adalah dengan membaca novel.

4yqeBXuEBbuSlRjQYLUh3qSvfUuegy3p.jpg

via middleager.com

Answered Feb 28, 2017

Menurut saya cara yang paling efektif yaitu dengan mengurangi aktifitas yang berhubungan dengan gadget, dan gadget di gunakan hanya sebagai kebutuhan mendesak bukan sekedar gaya hidup tapi media social dijadikan alat bantu komunikasi jadi masyarakat harus faham bahwasannya media di ciptakan untuk membantu dan hal yang manfaat bukan sekedar gaya hidup belaka

Answered Aug 20, 2017
Dio Kuncoro
Teknik Transportasi Laut FTK ITS 2014 | Peserta Rumah Kepemimpinan 4 Surabaya '8

Bisa dicoba dengan "bersosial" secara langsung. Kita ketahui bersama, pada hakekatnya manusia adalah makhluk sosial. Terdapat kebutuhan manusia untuk berinteraksi satu dengan yang lainnya, entah untuk memenuhi kebutuhan materiil maupun moriil. Diciptakannya media sosial (medsos) pada dasarnya untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Menghubungkan kita dengan teman kita (maupun orang lain) yang secara jarak tidak mudah kita jangkau. Namun semakin ke sini, medsos dan penggunanya seakan kurang mendapatkan makna yang sebenarnya dari teknologi tersebut. Medsos mendekatkan yang jauh, namun justru menjauhkan yang dekat. Seringkali kita tidak peka dengan sekeliling kita karena dunia kita mulai terkotak menjadi hanya sebesar gadget kita. Kita menjadi semakin kurang berinteraksi secara langsung dengan sekeliling kita, sehigga terkesah acuh tak acuh. Padahal, ketika kita berinteraksi/bersosialisasi secara langsung, justru kita akan mendapatkan kepuasan yang lebih dibanding melalui medsos, disadari maupun tidak.

Jadi, saran saya adalah coba untuk menyisihkan sedikit waktu, bisa 1 hari bahkan mungkin hanya beberapa jam saja, untuk meninggalkan medsos dan gadget kita dan memulai melakukan interaksi secara langsung dengan orang-orang di sekeliling kita. Jika sudah kita dapat menambahkan waktu lebih dari sebelumnya. Apabila sudah terbiasa maka akan dapat membantu kita untuk menyukai besosialisasi secara langsung dan tidak menggunakan medsos seperlunya.

Answered Dec 2, 2017

Question Overview


5 Followers
1310 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Benarkah peran media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Mengapa rakyat Tiongkok bisa hidup tanpa media sosial buatan AS seperti Facebook dan Google?

Negara mana di Afrika yang paling maju dari sisi industri teknologi informasi dan internet?

Apa yang Anda rasakan jika hidup tanpa gawai (gadget) seperti ponsel, tablet, atau komputer berinternet barang seminggu saja?

Bagaimana pendapat Anda tentang fenomena menjamurnya vlogger di Indonesia?

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar istilah 'Youtube lebih dari TV' ?

Apakah konsep kedaulatan negara masih relevan dalam konteks internet?

Seperti apa pedoman perlindungan HAM yang paling ideal di masa derasnya arus informasi internet seperti ini?

Seperti apakah batasan kebebasan berekspresi di Internet yang tidak melanggar peraturan?

Benarkah peran media arus utama atau media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Apa yang membuat Anda kecanduan media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Instagram?

Apa yang membuat orang betah berlama-lama di suatu situs/web?

Apa yang menyebabkan turunnya pamor Kaskus?

Siapakah orang Indonesia yang pertama sekali memiliki akun di Facebook?

Ada berapa grup WhatsApp yang Anda ikuti? Sesungguhnya di grup WA apa sajakah Anda aktif? Mengapa?

Apakah Kompasiana itu?

Apa yang membuatmu merasa bermakna dalam hidup?

Menurut Anda, bagaimana kualitas seorang artis atau selebritis di Indonesia dari segi moral?

Siapakah diri Anda?

Apa arti nama Anda?

Siapa kamu?

Apa hasil Myers-Briggs Type Indicator-mu ?

Bagaimana kepribadian mu pada hasil tes Myers-Birggs Type Indicator?

Bagaimana cara membuat keputusan yang baik dan benar?

Apa tantangan terbesar sebuah organisasi kerja?

Apakah pemimpin itu dibentuk atau dilahirkan?

Bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik?

Apa keunggulan kuliah jurusan Manajemen?

Apa pengetahuan terbaik tentang ilmu manajemen yang pernah Anda pelajari?

Bagaimana cara kerja konsep SMED (single-minute exchange of die) ala Toyota?

Bagaimana cara membangun organisasi kerja yang adaptif?

Bagaimana cara Anda meniti karier dari bawah sampai ke puncak?

Bagaimana menjelaskan secara ilmiah tentang konsep perbandingan waktu antara dunia dan akhirat?

Jika diberi kemampuan untuk kembali ke masa lalu, apa yang akan Anda lakukan dan siapa saja yang ingin Anda temui?

Mengapa durasi kerja harus delapan jam per hari?

Bagaimana cara Anda mengatur waktu antara belajar, mengikuti kegiatan, dan bermain dengan teman?

Apa yang terjadi kita di dunia hanya ada satu wilayah waktu?

Mengapa waktu dalam sehari hanya sampai 24 jam?

Berapakah rata-rata durasi yang tepat untuk video di YouTube agar tidak membosankan?

Bagaimana cara terbaik mengatur waktu cuti?

Bagaimana cara yang paling baik untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance)?

Bagaimana cara singkat/sederhana untuk membiasakan bangun pagi?