selasar-loader

Bagaimana rencana preventif terbaik kesehatan masyarakat untuk Indonesia yang bebas rokok pada 20 tahun ke depan beserta tantangannya?

Last Updated Jul 23, 2017

[Sayembara Selasar]

Mayoritas penduduk indonesia pasti pernah mencicipi rokok, tak jarang kalangan muda yang seharusnya bisa lebih menjaga kesehatannya justru lebih banyak mengkonsumsi rokok setiap harinya. Jika didiamkan tentunya negara ini akan memprihatinkan kedepannya. Sebagai mahasiswa FKM, tentunya kalian akan menghadapi permasalahan ini disetiap tahunnya. Menurut kalian bagaimana rencana preventif terbaik kesmas untuk indonesia yang bebas rokok pada 20 tahun kedepan beserta tantangannya?

Ketentuan:

- Hanya untuk Anagata dari FKM

- Minimal 200 kata

- Diwajibkan untuk menyertakan gambar (di atas text jawaban) yang dapat mengilustrasikan pemikiran/ide/pengalaman/insight yang kamu miliki. Lebar maximal image adalah 1000px dan gambar tidak pecah

- Jangan lupa, setelah Anagata men-submit jawaban, di bawah nama ada button "edit bio topic", klik! Isi dengan keterangan Fakultas, sama seperti di bio utama. Contoh: Mahasiswa FKM UI 2017.

65 answers

Sort by Date | Votes

Menurut saya rokok dijaman sekarang sudah tidak banyak dikonsumsi karena kebanyakan anak remaja sudah banyak menggunakan vape atau rokok listrik, dan berjalan nya waktu pasti akan terus bertambah pengguna nya. Jadi saat mulai banyak yang menggunakan vape atau rokok listrik pasti perusahaan rokok akan rugi karena sudah tidak ada peminatnya dan pasti perusahaan rokok2 di Indonesia akan tutup.

Answered Jul 29, 2017
Yeni Rahmawati
menyukai hal hal baru, selalu belajar dan berusah untuk yang terbaik

2Dyrq7Er29z0ILNjx8X4AYin-3xV2UAr.jpg

Menurut saya tindakan preventif untuk masalah rokok, yaitu sosialisasi dan tata tertib oleh pemerintah setempat kepada sekolah-sekolah yang ada di sekitarnya, SD, SMP, dan SMA. Sebab perokok paling banyak, yaitu remaja dan anak-anak.

Tindakan tersebut dapat didukung oleh para pendidik dan orang tua untuk bisa mengawasi anak mereka dengan ekstra. 

Tantangan yang akan didapat bisa saja penolakan atau pemberontakan anak kepada orang tuanya. Atau si anak mencuri-curi waktu untuk tetap bisa merokok. 

Namun semua itu memang harus dilakukan, generasi bangsa tidak boleh diracuni tubuhnya dengan zat-zat yang merugikan baik untuk dirinya, keluarga, masyarakat, bahkan bangsa dan negara.

Yeni Rahmawati_FKM_Samudera 7

 

sumber gambar : BNN Sosialisasi Sekolah

Answered Jul 30, 2017

Menurut saya, tindakan preventif yang bisa dilakukan adalah memberikan penyuluhan dini tentang betapa bahayanya merokok baik bagi individu tersebut maupun orang-orang di lingkungan sekitarnya. Membantu menumbuhkan kesadaran tentang efek yang kelak akan mereka hadapi setelah mencoba untuk merokok. Dan berkontribusi dalam pembuatan undang-undang untuk memperbanyak daerah bebas asap rokok serta hukuman yang sekiranya akan membuat para pelaku menjadi jera. Mengajukan kenaikan pajak untuk pabrik-pabrik rokok yang berimbas pada kemahalan harga rokok sehingga membuat para pelaku berpikir dua kali untuk membelinya. Mendistribusikan rokok ke tempat-tempat tertentu agar sulit dijangkau oleh para pembeli.

Tantangannya adalah orang-orang Indonesia yang bersifat heterogen. Banyak dari pelaku rokok yang berpikir bahwa kematian sudah ditakdirkan oleh Tuhan. Ada juga pelaku yang tidak peduli dengan kampanye-kampanye yang dilaksanakan. Luasnya daerah di Indonesia dan pemerataan pembangunan yang tidak sempurna membuat beberapa daerah di Indonesia sulit dijangkau untuk menyosialisikan tentang bahaya merokok.

Melati Amanah_FKM_Smaradhahana16

Answered Jul 30, 2017

7YZ1rrXA7lTy-5r1bnF0qCHNXTwe6A9I.jpg

Sebagai mahasiswa FKM yang pertama saya akan mencari tahu apa saja faktor–faktor yang mempengaruhi dalam upaya berhenti merokok. Faktor yang mempengaruhi itu terbagi menjadi dua yaitu:

  • Faktor internal, meliputi niat dari dalam diri sendiri, komitmen, kemauan yang kuat untuk berperilaku hidup sehat, kesadaran diri dengan mengenali bahaya-bahaya (dampak) merokok itu sendiri.
  • Faktor eksternal, meliputi motivasi dari keluarga, teman, dan lingkungan sekitar (dukungan sosial), rasa bersalah akan membawa pengaruh negatif bagi orang–orang yang tidak merokok, keadaan ekonomi.

Setelah saya mengetahui semua faktor yang mempengaruhi saya akan melakukan penyuluhan mengenai rokok dan akibatnya bagi kehidupan kepada semua kalangan khususnya mahasiswa di lingkungan Universitas Indonesia itu sendiri. Kedua, saya akan menanamkan  prinsip yang teguh untuk berperilaku hidup sehat dan berkomitmen untuk tidak merokok . Ketiga, saya akan memberitahukan zat-zat berbahaya yang terkandung dalam rokok, kerugian, dampak, dan bahaya yang ditimbulkan. Keempat, saya akan memberitahukan agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan, bersikap tegas dan berani menolak bila ada pihak yang mengajak untuk ikut melakukan kebiasaan merokok. Kelima, saya akan memberitahu bahwa kita harus menahan rasa penasaran terhadap rokok karena bila sudah kecanduan akan susah untuk menghilangkannya. Dan yang terakhir, saya harus terus mengingatkan bahwa kita harus menaati peraturan pemerintah yang telah dibuat agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

Via Aulia_1706978862_samudera14

 

Ilustrasi via blogspot.com

Answered Aug 1, 2017
Adinda Safira Salsabiela
Mahasiswa Ilmu Gizi - FKM UI 2017

nFeDUfUEr4b0oJYdqd5E5nOwRhESc1sA.png

Kita sama-sama bisa melihat dari gambar di atas bahwa kebiasaan merokok adalah kebiasaan yang harus sangat dihindari atau ditinggalkan, karena betapa ruginya tubuh apabila kebiasaan ini terus-menerus dilakukan oleh setiap orang. Menurut saya, ada beberapa tindakan preventif yang dapat dilakukan untuk membebaskan masyarakat Indonesia dari "jeratan" asap rokok, diantaranya adalah sebagai berikut.

Memberikan Penyuluhan

Memberikan penyuluhan terkait dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari kebiasaan merokok, baik bagi individu maupun sekitarnya, yang telah dimulai sejak dini. Mengapa penyuluhan ini harus dimulai sejak masa kanak-kanak? Karena pada umumnya, anak-anak (pelajar TK-SD tingkat pertama hingga ketiga) lebih mudah untuk mempercayai dan mengikuti berbagai macam informasi yang diterimanya. Oleh karena itu, penekanan-penekanan larangan merokok lewat penyuluhan yang diadakan secara terus-menerus di sekolah-sekolah (satu tahun sekali misalnya), akan dapat meminimalisasikan jumlah perokok di masa yang akan datang dikarenakan oleh mindset yang telah tertanam bahwa "rokok adalah racun yang mematikan".

Selain penyuluhan terhadap anak-anak, penyuluhan bahaya rokok yang digelar untuk umum di tingkat RT, RW, hingga tingkat nasional dan turut mengundang pembicara-pembicara profesional atau bisa juga menghadirkan para pengidap penyakit kronis akibat rokok dapat membuat efek "ngeri" terhadap masyarakat dan mencoba untuk mengurangi kebiasaan merokok tersebut.

Para ahli kesehatan masyarakat pun bisa mencoba untuk membuat beberapa tim sukarelawan yang nantinya akan dikirim ke seluruh pelosok negeri untuk memberikan penyuluhan-penyuluhan dan menyontohkan kebiasaan hidup yang sehat, sehingga semua orang bisa mendapatkan informasi yang jelas dan sama rata, dengan harapan bahwa setiap orang bisa memiliki kesadaran yang tinggi terkait hal ini.

Kampanye Anti Rokok

Seiring dengan bertambahnya zaman, kemajuan teknologi yang semakin pesat, serta SDM Indonesia yang kreatif dan inovatif, saya rasa kampanye anti rokok akan jauh lebih mudah dilakukan dan bisa diterima oleh masyarakat. Kampanye bisa dilakukan melalui media sosial (seperti Instagram, Facebook, Twitter, Line, dan lain-lain), iklan layanan masyarakat (media cetak maupun elektronik), konser amal (yang mana hasil perolehan dana dapat disumbangkan untuk para yatim dan duafa-jadi, selain berkampanye antirokok, kita juga bisa beramal), maupun melalui film kartun anak negeri yang ditayangkan di televisi.

Membuat Perundang-Undangan dan Memastikan Pelaksanaannya

Sebagai ahli kesehatan masyarakat di masa yang akan datang, kita nanti harus bisa ikut berkontribusi dalam pembuatan perundang-undangan terkait rokok, seperti misalnya undang-undang yang menetapkan sanksi yang tegas bagi perokok; memperbanyak area bebas rokok (pembuatan taman-taman kota); penetapan kenaikan pajak bagi industri rokok; maupun penetapan pembatasan iklan perusahaan rokok yang beredar di jalanan maupun televisi.

Kita pun harus bisa memastikan pelaksanaan perundang-undangan tersebut, seperti misalnya menetapkan CCTV di berbagai area bebas rokok. Jadi, ketika ada yang sembarangan merokok, orang tersebut bisa ditindaklanjuti (melalui sanksi-sanksi). Selain itu, sebagai sesama manusia, kita juga harus saling mengingatkan dan melindungi satu sama lain, sehingga nantinya akan timbul rasa malu untuk merokok akibat seringnya terkena teguran sesama.

Pariwisata Indonesia

Rokok dikatakan menjadi penyumbang devisa terbesar Indonesia (sumber: http://radarkaltim.prokal.co/read/news/1371-rokok-dilarang-tapi-sumbang-devisa-terbesar.html), sedangkan kita tahu bahwa Indonesia adalah negara yang luas serta memiliki banyak potensi. Keindahan alam yang luar biasa beragam dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal yang positif. Sehingga, sebagai ahli kesehatan masyarakat-melalui para ahli kesehatan lingkungan dan bekerja sama dengan berbagai pihak, kita bisa sama-sama membangun pariwisata Indonesia yang lebih baik lagi. Sehingga, berbagai turis lokal maupun mancanegara tertarik untuk berkunjung ke berbagai tempat di Indonesia. Saya rasa pendapatan negara yang disumbangkan rokok bisa tertutup oleh pendapatan negara yang dihasilkan oleh pariwisata Indonesia yang sangat baik nantinya.

Adapun tantangan yang kita hadapi adalah pola pikir banyak orang di Indonesia, terutama para perokok yang masih menyepelekan masalah kesehatan dan hanya memikirkan kenikmatan bagi diri sendiri. Kesadaran diri masih kurang dan cenderung tidak peduli, baik terhadap masyarakat negerinya maupun terhadap peraturan yang berlaku, seperti munculnya perkataan gurauan "hukum ada untuk dilanggar", sehingga para perokok cenderung tidak mengindahkan sanksi yang telah ditetapkan akibat kegiatan merokok secara sembarangan.

 

Adinda Safira Salsabiela_1706975601_Smaradhahana 4

 

Ilustrasi via globalpragathi.com

Answered Aug 1, 2017
Sasanti Meirdana
KL, FKM UI 2017

Mengurangi produksi tembakau dan rokok di Indonesia. Melakukan penyuluhan mengenai bahaya nyata rokok dan menaikkan harga rokok agar mengurangi minat pembeli. Hambatannya tentu saja jika produksi tembakau dikurangi, maka akan mengurangi lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Sasanti Meirdana, 1706045726, Wikramawa 15

Answered Aug 1, 2017
Fatimah Syakura
Maba S1 Reguler FKM 2017 Smaradhahana-04

1DrC2ONJXJbLZ57lI1p1LoPSqt056Cau.jpg

Mewuujudkan Indonesia bebas rokok dalam 20 tahun ke depan.

Pertama-tama, harga rokok perlu dinaikkan sekitar 3 kali lipat. Dengan begitu, banyak orang akan merasa kesulitan untuk membelinya. Pemboikotan rokok juga bisa dilaksanakan, untuk mempersempit bisnis rokok. Pemboikotan ini dapat berupa penolakan untuk menjual rokok di beberapa tempat seperti minimarket, supermarket, dan sebagainya. Diharapkan pemboikotan ini dapat menghambat kelancaran bisnis rokok.

Namun, pencegahan secara paksa tidak cukup dapat berdampak buruk bagi pecandu rokok. Perlu juga diadakan gerakan terapi untuk menangani para pecandu rokok yang menderita dalam mencoba menghentikan rokok.

Selain itu, pemerintah mesti bergerak lebih nyata. Pemerintah diharapkan dapat memperketat  peraturan merokok serta pengawasannya. Pemerintah dapat mengusahakan penyempitan arena merokok serta memberikan sanksi kepada siapa-siapa yang melanggar. Diharapkan tenaga keamanan ikut memantau apakah ada yang merokok di area bebas rokok dan bila ada langsung diminta denda.

Hal ini mungkin terlihat berlebihan bagi beberapa kalangan, namun saya rasa ini adalah hal yang paling efektif untuk mengurangi jumlah perokok dalam waktu tersingkat. Hal yang wajar juga bila mereka ditindak keras karena sesungguhnya rokok ini memang merusak dan mengancam keselamatan perokok dan orang-orang di sekitarnya.

Terakhir, pemerintah dapat mengadakan penyuluhan ke berbagai tempat di Indonesia, kalau bisa menyentuh setiap sekolah di Indonesia. Penyuluhan ini dimaksudkan untuk memberi warga wawasan tentang bahayanya rokok. Tentu dengan menambah ilmu, warga mengenai bahaya rokok,akan lebih mudah untuk mengurangi jumlah perokok.

FatimahSyakura_FKM_Smaradhahana-04

 

Sumber gambar:  institutefornaturalhealing.com

Answered Aug 2, 2017
Dhela Amelia
Mahasiswa FKM UI 2017


YUtu2iarg2j8_J3vVZHBWBvYR9wS_LRJ.jpg8rtbnBLUsR23x0Qny-nrYD-agO7GbcBF.jpg

Menurut saya rencana preventif terbaik kesehatan masyarakat untuk indonesia yang bebas rokok pada 20 tahun ke depan beserta tantangannya adalah untuk membuat penyuluhan kepada semua masyarakat di Indonesia akan bahaya merokok bagi orang yang merokok dan orang yang menghirup asap rokok. Dan diberlakukannya peraturan larangan merokok disertai sanksi yang berat untuk orang-orang yang melanggar peraturan tersebut.

Untuk penyuluhan tentang bahaya merokok dapat diawali dengan mengadakan penyuluhan di sekolah-sekolah. Penyuluhan dapat mengedukasikan anak-anak dan remaja akan bahaya merokok bagi tubuh dan kerugian akibat rokok dalam hal kesehatan fisik dan psikis, dan kerugian dalam hal ekonomi. Karena pembelian rokok sama saja dengan pemborosan. Guru juga dapat mengedukasikan mereka tentang kegiatan-kegiatan lain yang lebih bermanfaat untuk menjauhkan anak-anak dan remaja dari rokok. Penyuluhan di kelompok masyarakat yang mayoritas orangtua dapat menekankan akan peran orangtua yang seharusnya menjadikan contoh baik kepada anak-anak, dengan tidak merokok. Alasan sebagian besar anak-anak dan remaja merokok karena mencontoh orangtua mereka yang merokok. Orangtua juga harus memberikan pengawasan terhadap anak-anak mereka.

Lalu untuk mencegah banyaknya masyarakat yang merokok, perlu dibuat peraturan larangan merokok dan menjual rokok dengan sanksi yang berat untuk para pelanggarnya. Karena jika ada peraturan dengan sanksi yang jelas dan berat, maka masyarakat akan takut untuk merokok, dan diharapkan Indonesia akan terbebas dari rokok.

Dhela Amelia Nugroho_1706980791_Sawardhana-13

Gambar :

http://pptm.depkes.go.id/site/files/2016/10/21-Penyuluhan-Bahaya-Merokok-Dan-Kawasan-Tanpa-Rokok-Di-SD-Citra-Bangsa-Kupang-NTT.jpg

http://id.beritasatu.com/media/images/original/20110105125258038.jpg

 

 

Answered Aug 2, 2017
Ika Febriyanti
Mahasiswi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Menurut saya cara terbaik dan cara pertama adalah dengan cara peyuluhan langsung dan memberi penjelasan mengenai dampak - dampak rokok yang dapat terjadi dalam tubuh kita. Penyuluhan yang dilakukan baim di tingkas SD,SMP, SMA maupun perguruan tinggi. Dengan menggunakan metode dari setiap jenjang berbeda dengan mengkondisikan jenjang pendidikannya. Khususnya penyampaian kepada para masyarakat  kalangan anak remaja dapat dilakukan dengan bukti - bukti yang sudah terjadi kepada para pengonsumi aktif maupun pasif dengan begitu para pengonsumsi rokok dapat berfikir bagaimana dampak yang akan terjadi jika terus menerus mengonsumsi rokok.

Tantangan tersulit dari pencegahan merokok ialah kurangnya kesadaran dari setiap masyarakat baik kepada tubuh diri sendiri maupun kepada orang lain.karena pada dasarnya merokok sangatlah merugikan bagi setiap masyarakat yang saling berinteraksi. Justru penderita penyakit akibat rokok terbesar adalah oleh perokok aktif. Maka dari itu untuk menegakkan pengurangan produksi rokok mesti dibuatnya peraturan tundang - undang dengan sanksi yang cukup memberatkan.

Ika Febriyanti_1706978686_KERTANEGARA 08-BL8dC_t48nJWEr-3MF_nxhmtKk2_X8b.jpgJGwYELKnml0CLj4x987DBKYWtFWaIDR_.jpg

Answered Aug 2, 2017

-jki4jVQMbOvCAxxxaI4jjyDDOKwHmxX.jpg

Menurut saya rencana preventif terbaik adalah yang pertama dengan penyuluhan kepada masyarakat lebih digiatkan lagi. Karena kita tahu bahwa larangan untuk merokok sudah diterbitkan namun tetap saja banyak masyarakat yang merokok, bahkan tidak hanya itu harga rokok pun mulai dinaikan sedikit demi sedikit namu tidak memberi efek jera pada pecandu rokok. Oleh karena itu, penyuluhan kepada masyarakat harus ditingkatkan. Tidak hanya itu, harga rokok seharusnya dinaikkan hingga 3 kali lipat. Agar orang-orang yang merokok tidak membuang-buang uangnya hanya untuk hal yang tidak penting. Karena merokok juga berbahaya bagi kesehetan dan akan menimbulkan penyakit dan bahkan kematian. Sehingga jika dipikir-pikir orang-orang yang merokok akan mengerluarkan uang sebanyak 2 kali. Yang pertama untuk membeli rokok dan yang kedua untuk biaya pengobatan apabila sudah terserang penyakit yang serius. Dan kebanyakan perokok pasti akan mengalami sesak nafas, gigi menguning, bibir menghitam, dll. Tidak ada rokok yang menyehatkan, karena semua rokok pasti akan menimbulkan penyakit.

Selain itu, pemerintah seharusnya melarang keras warga negaranya untuk merokok. Karena merokok akan merusak generasi penerus bangsa. Apabila seorang ayah merokok dan mempunyai rokok, secara tidak langsung anak tersebut menjadi perokok pasif. Padahal kita tahu perokok pasif justru lebih berbahaya daripada perokok aktif. Itu sama saja perokok adalah perusak generasi bangsa. Pemerintah seharusnya bisa menutup pabrik-pabrik rokok di Indonesia karena itulah penyebabnya perokok tidak mendapat efek jera meskipun sudah di kampanyekan bahaya merokok, karena mereka masih bisa mendapatkan rokok.

Answered Aug 2, 2017
Salsabila Rosa
Kesehatan Masyarakat UI 2017

TB04mjIzlEHivFTkEIi_soZhsZ0jBq3J.jpg

Menurut saya, cara preventif terbaik untuk menciptakan kondisi bebas rokok adalah dengan dilakukannya penyuluhan bagi masyarakat, khususnya pengguna rokok. Sedini mungkin penyuluhan ini harus dilakukan, karena sekarang ini sasaran utamanya adalah anak dibawah umur dan kalangan remaja. Ini juga disebabkan faktor lingkungan yang tidak sehat dan kurangnya pengetahuan akan bahaya rokok. Penyuluhan pada anak-anak usia sekolah, terutama tingkat SMP dan SMA menjadi penting karena pada usia itulah yang paling rentan terkena godaaan untuk menghisap rokok. Perlu juga dilakukan penyuluhan kepada anak-anak SD, karena dengan mereka mengetahui buruknya merokok untuk kesehatan dan lingkungan, mereka bisa menegur atau bahkan menasehati dengan gayanya sendiri kepada orang-orang yang merokok di sekitar mereka.

Rakyat Indonesia bukannya tidak tahu mengenai buruknya merokok bagi kesehatan, namun bagi orang-orang yang sudah terbiasa merokok tentu akan sulit melepaskan kebiasaannya ini hanya karena sudah tahu merokok itu tidak baik. Bahkan bagi orang bebal, jika mungkin ada orang terdekatnya atau bahkan orang itu sendiri sakit parah akibat merokok, dia pun akan tetap merokok. Inilah tantangan bagi kita semua, bukan masalah rokoknya, tapi masalahnya berada pada kesadaran pribadi perokok.

 

Salsabila Rosa_1706978811_Dharmatungga 04

Answered Aug 2, 2017

a6hsnY7_i4IHLQalMLYHUHtZQsaK8puL.jpg

 

VRkgvizVGLScvD32Rmlj6XzOUF5MIl-k.jpg

Menurut saya, kita tidak bisa mencegah semua orang untuk tidak meroko 100% tetapi kita dapat mencegah serta mengrehabilitasi mereka agar tidak merokok. Pertama-tama tentu saja dengan menggalakan bahaya merokok dan mengevaluasi seluruh wilayah di Indonesia untuk anak yang masih di bawah umur agar mencegah mereka dari bahaya merokok dan untuk orang dewasa yang sudah merokok agar berpikir dua kali saat ingin merokok.

Yang kedua, kita dapat memperbanyak kawasan bebas rokok di Indonesia, dengan begitu kita dapat menyulitkan para perokok ini untuk merokok dan menyebarkan polusi dan penyakit kepada orang lain yang menghirup asap rokoknya.

Yang ketiga, izin untuk menjual rokok di Indonesia diperketat. Tidak semua kios dan tempat berjualan lainnya dapat menjual rokok secara bebas agar para perokok kesulitan untuk membeli rokok. Dan bagi yang menjual rokoknya secara bebas akan ada konsekuensi nya sendiri.

Yang keempat pusat rehabilitasi untuk perokok lebih banyak dan dianjurkan untuk anak di bawah umur dan orang tua diatas umur 60 tahun yang masih merokok WAJIB untuk mengikuti rehabilitasi ini, selain itu dapat mendaftarkan diri dalam progam rehabilitasi bebas rokok.

Yang kelima adalah ada undang-undang mengenai merokok dekat anak di bawah umur secara sengaja maupun tidak sengaja.

Itulah beberapa rencana saya untuk Indonesia bebas rokok 20 tahun kedepan.

Tantangan yang pasti ada adalah semua itu akan berhasil jika didukung dengan pilihan masyarakat untuk tidak merokok kembali dan sadar akan bahaya merokok. Jadi, itu semua di kembalikkan ke pilihan masyarakat untuk merokok atau tidak merokok.

Sekian dari saya, terima kasih.

Answered Aug 2, 2017
Rizkadewi Harlistyoputri
Mahasiswa FKM UI 2017


saya atau pencegahan menurut saya, agar tidak semakin banyak para perokok ialah
Tahap pertama yang mungkin dilakukan ialah penyuluhan, karena yang kita ketahui kesadaran dari diri kita sendiri lah yang akan merubah gaya hidup kita juga. Kita bisa memulai melakukan penyuluhan tentang bahaya merokok atau dampak dampak negatif merokok setelah dewasa nanti. Ketika penyuluhan sudah terlaksanakan, kita bisa menggunakan slogan slogan atau banner dan lain-lain menunjukkan ke khalayak banyak, bahwa merokok itu berbahaya. Contoh seperti gambar ilustrasi diatas, gambar tersebut menyindir orangorang yang menggunakan alasan merokok sebagai "pelepas stress" atau "membantu rileks" yang pada akhirnya kita ketahui bahwa itu salah. Maka dari itu slogan atau poster tersebut mungkin bisa menggerakkan hati para perokok aktif.
Merokok pun juga sekarang di sudah merupakan suatu kebiasaan. yang dimana kebiasaan buruk itu biasanya dilakukan oleh orang dewasa, maka tak heran anak kecil pun juga bisa merokok. karena faktor lingkungan atau faktor keluarga (bapak) dan faktor gengsi. maka dari itu, para orang tua juga harus memperhatikan anaknya. para orang tua juga harus sadar, jika buah jatuh tak jauh dari pohonnya, jadi sebisa mungkin para kepala keluarga yang merokok tidak merokok didepan anaknya. atau kepala keluarga tersebut bisa ikut berhenti merokok.
Selain itu cara mencegahnya ialah, membuat komunitas atau pusat rehabilitasi orang-orang yang sudah kecanduan
 

 

 
 

Answered Aug 2, 2017
chita yumina
Fkm - gizi ' 17

Tahap awal dalam usaha preventif adalah dengan menyadarkan pada tunas bangsa akan bahayanya rokok hal ini bisa dilakukan dengan penyuluhan ke siswa jenjang Sekolah Dasar diseluruh Indonesia. Biasanya, anak kecil lebih mudah patuh terhadap larangan karena pikirannya masih sederhana dan polos. Dalam kegiatan penyuluhan ini haruslah memiliki komposisi preventif yang jelas, seperti : menjelaskan apa itu rokok, kandungan rokok, menampilkan video demo real tentang seseorag jika menghisap rokok, kemudain bagaimana keadaan paru-paru dan peredaraan darahnya saat ia sedang menghisap rokok dan bagaimana jika ini dilakukan terus menerus, menampilkan penyakit yang akan timbul/ keadaan seseorang yang sedang sakit pernafasan dan dampaknya bagi perokok pasif dan lingkungan. Tujuannya ialah agar mereka paham benar dan mereka tidak menganggap ini adalah hal yang sepele. Sesudah kegiatan ini dilaksanakan semoga 20 tahun kedepan tidak ada lagi warga kita yang merokok!

 Karena target kita adalah siswa SD maka videonya harus dibuat semenarik mungkin agar mereka tidak bosan menontonnya. Tantangan yang mungkin akan kita hadapi adalah siswa SD tersebut tidak peduli dengan bahaya rokok, siswa SD yang sudah merokok,  dana yang tidak cukup atau mungkin kurangnya relawan preventif dalam kegiatan menyuluhan bahaya rokok ini mengingat target kita adalah tunas muda yang baru tumbuh di Indonesia ini yang pasti jumlahnya tidak sedikit. Semua yang diarahkan sejak kecil akan terus membekas seperti syair lagu ‘’belajar diwaktu kecil  bagaikan menulis diatas batu..’’ dan belajar diwaktu tua pasti akan  mudah hilang karena seperti menulis di atas air.

(chita yumina karissima_FKM_jagaraga 07)

Answered Aug 2, 2017

atq2gXz63b4X6HmkNL5nAOArF6Hw_Y4X.jpgYfirBub_tqnBGSTLqU4RHTmehsuJzZbv.jpg

Rokok. Satu kata yang sudah sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia. Mulai dari remaja hingga dewasa bahkan anak-anak pun pernah merasakan bahan berbahaya yang satu ini. Bukan lelaki saja yang identik dengan benda yang membuat semua orang ketagihan, melainkan perempuan juga senang dengan benda yang mematikan ini. Berbagai macam zat kimia berbahaya terkandung di dalam komposisi penyusun benda terlarang ini. Zat terlarang tersebut diantaranya ada aseton, carbon monoksida, arsenic, nikotin, timah hitam, dan tar hitam. Walaupun berbahaya tetap saja rokok menjadi suatu keharusan “budaya” yag ada di Indonesia dewasa ini. Bahkan ada motto yang menyebar di kalangan pemuda bahwa kalau belum merasakan yang namanya rokok itu berarti belum dewasa dan tidak keren. Dengan keadaan yang sudah seperti ini dan mendarah daging pada orang Indonesia, maka tindakan preventif yang saya usulkan adalah memulai penyuluhan sedari kecil yaitu sejak kelompok belajar pra-sekolah. Karena penanaman anti rokok sejak dini memang lebih efektif dibandingkan dengan rehabilitasi. Tantangan yang berat untuk 20 tahun kedepannya tentu saja apabila sang anak memiliki orang tua perokok berat. Memang anak tersebut telah diberi tameng anti rokok sejak kecil, tetapi bisa saja seorang anak lebih terpengaruh terhadap orang tuanya dibandingkan dengan para penyuluh. Tetap saja keluarga dan lingkungan menjadi penolong maupun penjerumus seseorang dalam dunia merokok. Walaupun begitu saya yakin masalah merokok bisa dikurangi dengan adanya edukasi tentang bahaya rokok terhadap tubuh.

Answered Aug 2, 2017

hKNmSEqL3Vv2lxXhswc1IwqZfaSdlj3v.jpg

Pertama-tama, menurut saya hal yang harus diperhatikan pertama kali adalah rokok-rokok yang berasal dan di ekspor dari luar negeri. Setidaknya, kita harus berusaha memutus rantai perdagangan rokok dari luar negeri. Lalu adanya upaya pencegahan, bisa dimulai dari penyuluhan-penyuluhan. Dikarenakan target industri rokok sekarang merupakan anak-anak remaja, mulai usia 10-12 tahun (SD), maka harus digalakkan program larangan keras merokok. Bisa diberikan pengajaran betapa bahayanya merokok atau dampak negatif dengan cara-cara yang simpel bagi anak SD sehingga mudah dimengerti. Atau adanya berupa larangan keras seperti denda atau hukuman kepada anak yang merokok dan berusia masih dibawah umur. Bisa juga dengan menaikkan harga rokok dan melarang penjualan rokok secara bebas.

Answered Aug 2, 2017
Anette Yongki Wijaya
Mahasiswa FKM UI 2017

zN3jQmctujD8nROEXc4mI-K0CrHzUFyC.jpg

Menurut saya, ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk mencapai Indonesia yang bebas rokok pada 20 tahun ke depan, seperti dengan menaikkan harga rokok, membatasi tempat penjualan rokok, membatasi usia dan tata pembelian rokok, melakukan penyuluhan, dan masih banyak lagi.

Namun, ketika ditanya, apa langkah terbaik untuk Indonesia yang bebas rokok 20 tahun ke depan, menurut saya lakukan sekarang. Apapun rencananya, mau sebaik apapun itu, kalau tidak dilakukan dari sekarang, tidak akan ada Indonesia yang bebas rokok di 20 tahun mendatang.

1. Menjangkau masyarakat. Memberikan pengertian mendalam kepada setiap masyarakat bahwa merokok adalah hal yang buruk karena dapat menyebabkan kematian.

2. Membatasi penjualan rokok. Baik tata cara penjualannya, kepada siapa rokok boleh dijual, harganya yang dinaikkan (sehingga masyarakat akan enggan untuk membelinya karena harga yang cukup tinggi), dan lainnya.

3. Melakukan pengawasan yang tegas.

4. Melakukannya sekarang juga.

 

Namun, pasti ada tantangan yang harus dihadapi, yaitu

a. Masyarakat yang tidak dapat diajak kerja sama.

b. Oknum yang mudah disuap.

c. Sifat acuh tak acuh dan apatis masyarakat.

d. Teknologi yang semakin canggih. Saat ini saja, setelah perkembangan teknologi semakin maju, sudah ada vape dan rokok elektrik. Mungkin pada 20 tahun mendatang, akan ada alat yang lebih canggih lagi. Namun, tetap saja dalam bentuk apapun rokok itu, tetap berbahaya bagi diri sendiri dan orang di sekitar si perokok.

 

 

Anette Yongki Wijaya_1706978502_Sawardhana-09

Answered Aug 3, 2017

KV_pt4j-zVteYshtgv1Y1hw-zT5z2iA6.jpg

 

Menurut saya, rencana preventif yang dapat kita lakukan agar dalam 20 tahun kedepan Indonesia dapat terbebas dari rokok yaitu pertama dengan mengurangi penjualan rokok di pasaran sedikit deki sedikit sehingga lama-lama menjadi benar-benar tidak beredar lagi di pasaran secara legal. Karena menurut saya, jika hanya dengan menaikan harga rokok saja tidak akan berpengaruh. barusan saya melihat meme yang intinya menyebutkan bahwa para perokok tidak peduli jika harga rokok naik. bahkan ada yang sampai rela mengutang kesana kemari hanya untuk membeli sebatang rokok yang sudah dinaikan harganya. jadi menurut saya, cara yang paling efektif untuk membebaskan Indonesia dari rokok yaitu dengan menghetikan penjualannya secara bertahap.

rencana preventif saya, pastinya akan mengalami banyak sekali hambatan dan hujatan dari orang-orang, terutama dari para penjual rokok. mungkin mereka akan mengadakan aksi demonstrasi untuk mencegah rencana preventif saya ini. karena rencana saya ini akan membuat mereka rugi, bahkan kehilangan pekerjaan. menurut saya, cara mengatasi hambatan ini yaitu dengan mengalihkan produksi pabrik-pabrik rokok tersebut dengan barang produksi yang lain selain rokok yang berguna bagi masyarakat dan tentunya aman untuk kesehatan. sebagai contoh misalnya, mungkin bisa dengan menggunakan ganja-ganja yang biasa digunakan untuk pembuatan rokok sebagai bumbu dapur. karena banyak makanan daerah, seperti makanan daerah di Aceh yang menggunakan ganja. Tetapi tentunya dengan takaran yang tidak berlebihan agar tetap aman untuk dikonsumsi.

Tri Ambarwati_FKM_Kertanegara 11

Answered Aug 3, 2017

Dengan cara perlahan-lahan membuat kebijakan pelarangan rokok. Tantangannya adalah dari pemerintah itu sendiri, apabila pemerintah benar-benar ingin menghindari dampak penyakit yang besar dari rokoko itu, maka pemerintah harus tegas. Nyawa lebih berharga daripada isapan asap tanpa makna

Answered Aug 3, 2017
Deanie Afifah Utami
MAHASISWA FKM UI 2017

hoBngIAmjv2fDeurJOCutL4Mjpe9aorh.jpg

Cara preventif yang menurut saya paling mudah pendekatannya ke masyarakat adalah dengan mengadakan sosialisasi atau seminar gratis tentang bahaya merokok. Dalam sosialisasi ini, akan dijabarkan bahaya terburuk yang dapat ditimbulkan dari merokok, bahan pembuat rokok, dan yang menurut saya paling membuka pikiran masyarakat adalah dari segi ekonomi tentang pemanfaatan uang yang digunakan untuk membeli rokok. Akan dijabarkan barang apa saja yang bisa dibeli dengan pengeluaran untuk rokok dan disuguhkan semenarik mungkin. Hal ini saya lakukan agar seminar dapat diikuti oleh semua kalangan umur.

Yang kedua, tentunya, saya akan mengingatkan para orangtua yang merokok tentang bahaya yang ia timbulkan di keluarganya, termasuk hal-hal buruk apa yang akan terjadi apabila ia merokok dekat anggota keluarganya. Yang paling penting adalah melakukan pendekatan ke warung-warung agar berhenti menjual rokok dan menggantinya dengan hal lain lebih bermanfaat yang.

Usaha mencegah rokok ini tentu akan mendapat banyak tentangan dari masyarakat, apalagi pabrik rokok diketahui sebagai salah satu sumber penghasilan terbesar di Indonesia. Belum lagi para perokok yang sudah mengalami kecanduan pasti akan sulit menerima adanya usaha pencegahan rokok.  Cara saya untuk menghadapi tantangan ini adalah berbicara baik-baik dengan para perokok dan pedagang untuk perlahan meninggalkan rokok sebagai kebiasaan serta sumber mata pencaharian. Tidak lupa membantu para perokok dalam program berhenti merokok.

Answered Aug 3, 2017