selasar-loader

Menurut kamu, bagaimana peran sastra untuk turut memajukan bangsa?

Last Updated Jul 23, 2017

[Sayembara Selasar]

Kebudayaan dan sastra merupakan produk dari manusia sebagai bagian dari masyarakat. Menurut kalian, apakah peran sastra dalam turut serta membangun kehidupan bangsa?

Ketentuan:

- Hanya untuk Anagata dari FIB

- Minimal 200 kata

- Diwajibkan untuk menyertakan gambar (di atas text jawaban) yang dapat mengilustrasikan pemikiran/ide/pengalaman/insight yang kamu miliki. Lebar maximal image adalah 1000px dan gambar tidak pecah

- Jangan lupa, setelah Anagata men-submit jawaban, di bawah nama ada button "edit bio topic", klik! Isi dengan keterangan Fakultas, sama seperti di bio utama. Contoh: Mahasiswa FIB UI 2017.

100 answers

Sort by Date | Votes

Sangat penting untuk melatih cara kita berpikir dan menyalurkan pendapat dan aspirasi kita secara publik.

Answered Jul 29, 2017

TDhwrTWfnKLCSMc2pY49zAtunnYvwboy.jpg

Menurut saya, sastra memengaruhi pola pikir dan cara pandang seseorang. Sastra merupakan sarana kritik yang menghibur sehingga pesan yang tersampaikan bisa meresap dalam pikiran manusia secara tidak disadari. Dengan bersastra, seseorang akan mampu berpikir secara kompleks karena memiliki wawasan yang luas dan dapat bertutur kata dengan baik. Karya sastra lahir melalui ide, gagasan, dan imajinasi penulisnya, serta ditulis menggunakan bahasa yang komunikatif, kadang tabu namun sangat bermakna, dan indah. Sastra memang bukan seperti ilmu eksak, karya sastra dapat dibuat dengan latar belakang isu-isu yang sedang terjadi pada masa karya sastra itu dibuat. Seperti masalah sosial, politik, bahkan agama dapat dijadikan sebagai karya sastra. Hal ini dapat menambah ilmu dan wawasan kita menjadi lebih kritis terhadap masalah yang sedang terjadi di lingkungan sekitar. Bukan hanya sebagai media penambah wawasan, sastra juga dapat memengaruhi emosi dan spiritual seseorang. Contohnya, karya sastra yang ditujukan sebagai hiburan bagi pembacanya. Karya sastra seperti ini ditulis dan dikemas secara ringan dan tidak bertele-tele. Banyak orang yang tidak mempedulikan sastra di era modern seperti ini, padahal banyak fungsi dan peran sastra untuk meningkatkan kapasitas cara berpikir kita sebagai masyarakat Indonesia yang lebih maju. Sastra memengaruhi dan dipengaruhi oleh masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, penting bahwa sastra diperhatikan dan diapresiasi sebagai sesuatu yang sangat perlu untuk dibaca, dipahami, dan dikembangkan. Jika tidak ada sastra, dunia kacau. Bertutur kata menjadi seenaknya dan menimbulkan kekacauan. Jadi, sastra berperan sebagai media peluas pola pikir masyarakat menjadi lebih berkembang dan lebih maju.

ilustrasi via sohu.com

Answered Jul 29, 2017

Menurut Saya, sastra itu sangat penting dalam memajukan bangsa. Karena untuk menjadi bangsa yg maju, kita butuh mempelajari dengan baik bahasa dan budaya yang kita miliki. Untuk itu, setiap warga negara manapun sangat perlu untuk mempelajari sastra agar negaranya maju. Sastra juga membantu masyarakat negara tersebut memiliki pandangan & pola pikir yang sesuai. Kita juga dapat mempelajari dan memahami lebih dalam lagi kebudayaan bangsa kita. Oleh karena itu, kita sebagai bangsa Indonesia harus dan memang sudah seharusnya mempelajari sastra dan kebudayaan negara kita yg kita cintai ini. Dengan mempelajari sastra, kita sudah melaksanakan salah satu poin dari pembukaan Undang Undang Dasar negara tahun 1945 yang berupa "mencerdaskan kehidupan bangsa". Tentu saja kita tidak ingin bangsa kita tertinggal dari bangsa-bangsa yang lain yang ada di muka bumi ini bukan? Oleh Sebab itu, sastra sangat diperlukan oleh bangsa ini. Kita sebagai mahasiswa juga harus mendorong masyarakat agar masyarakat yang buta ataupun memilih untuk buta terhadap sastra dapat melihat betapa pentingnya sastra untuk kemajuan bangsa Indonesia ini. Dengan mempelajari sastra, kita juga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat agar masyarakat tidak sulit mencari kerja karena hal sepele seperti penulisan dan tutur kata yg tidak benar. Sekian saja dari saya. Terima kasih.

Rashad Zhafran Alif Zeviantonio Esyam_1706073881_Kertanegara6

Answered Jul 30, 2017

Mempelajari sastra menurut saya sebuah hal yang penting karena sastra adalah bentuk komunikasi antarmanusia. Sastra bisa diciptakan dalam berbagai bentuk dan bisa dinikmati dalam bentuk yang berbeda-beda. Dari bentuk tulisan, musik, hiburan, dan masih banyak lagi, sehingga pola pikir kita akan berubah seiring waktu menjadi semakin terbuka terhadap pesan-pesan yang disampaikan oleh sastra. Sastra memiliki banyak hal yang dapat kita ambil seperti nilai moral yang diciptakan oleh penulis untuk dijadikan inspirasi atau motivasi kepada pembacanya.

Annisa Shofia Khairina_1706062820_Samudera 19

Answered Jul 30, 2017
Moira Katja
Sastra Inggris UI '17

eyNLWbdgMq66k-jvzlmfuishi3cp-WEp.jpg

Dengan membaca kita, memasukkan dunia ke dalam pikiran kita. Melalui membaca. kita dapan mencerdaskan pikiran. Semakin cerdas masyarakat, semakin maju pula bangsa ini. Sastra juga menjadi sarana komunikasi, sehingga dengan sastra kita dapat mengetahui informasi terbaru yang dari berbagai penjuru dunia, bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang tidak tertinggal. Indonesia adalah bangsa yang penuh dengan budaya. Menurut saya, sastra sangat penting untuk menunjukkan budaya-budaya tersebut kepada dunia. Agar bangsa ini mendapatkan rekognisi dari negara-negara lain.

Dalam membangun bangsa, keselarasan antara pemerintah dan masyarakat sangatlah penting, untuk mencegah konflik maupun untuk mengatasi konflik yang terjadi di antara kedua belah pihak. Tentunya, peran satra dapat turut serta membangun kehidupan bangsa karena disitulah pentingnya peran sastra. Sastra dapat menyampaikan suara-suara masyarakat. Karya-karya sastra, bukan hanya dapat mengkomunikasikan ide dan menyalurkan pikiran serta perasaan pembuatnya, namun  karya sastra juga dapat mengemukakan aspirasi masyarakat.

Bentuk aspirasi yang disampaikan dapat melalui banyak bentuk, drama, puisi, prosa, dan lainnya, karya-karya ini lebih dapat mewakilkan banyak aspirasi rakyat karena biasanya sifatnya itu lebih umum. Banyak masyarakat yang tidak mengetahui cara untuk mengemukakan pikirannya kepada publik, melalui sastra, suara masyarakat yang merasa tidak mempunyai suara dimata publik dapat tersampaikan. Melalui lagu, puisi, drama, penderitaan dan keluhan masyarakat dapat tersampaikan kepada pemerintah.

Moira Katja Kabullah Nugraha_1706073194_sawardhana 14

Gambar via Garinca Reza

Answered Jul 30, 2017

Dalam bahasa sanskerta, sastra artinya "teks yang mengandung intruksi" atau "pedoman". Di Indonesia dan negara lainnya terdapat banyak peraturan yang dibuat oleh manusia yang dijadikan pedoman agar hidup teratur oleh seluruh masyarakat di negara tersebut. Banyak peraturan di Indonesia salah satunya adalah UUD yang mana dari UUD tersebut masyarakat Indonesia diharapkan untuk hidup dalam keteraturan dan menjadikan UUD sebagai pedoman dalam berwarga negara. Tentu kita tahu bahwa hidup dalam keteraturan dapat membuat diri kita lebih maju, seperti lebih efisien, lebih disiplin, menghargai diri sendiri juga orang lain, dan tentunya tidak terkena sanksi ataupun akibat negatif lainnya dari ketidaktaatan pada peraturan.

Answered Jul 30, 2017
Fathia Rahmiziri
beauty in my way

vqcmkkxG5l3aM5FhGYDCwzIlP2mQ5vmY.jpg 

Menurut saya sastra adalah bagian terpenting dalam memajukan bangsa ini. Sejak dulu, sastra telah digunakan sebagai alat pencatat sejarah negara kita ini, baik dalam bentuk puisi, syair ataupun surat-surat. Oleh karena itu, perjuangan para pendahulu kita bisa tetap kita baca dan kita maknai sebagai acuan untuk melanjutkan perjuangan bangsa ini.
Sastra juga bisa diciptakan dalam berbagai bentuk, bahasa, dan budaya. Apalagi di era globalisasi ini sastra dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat dunia baik melalui media cetak dan massa. Oleh karena itu, salah satu peran sastra yang paling besar bagi kemajuan bangsa ini adalah ikut serta dalam mempromosikan kesusastraan dan budaya Indonesia. Selain itu, banyak universitas sekarang ini yang membuka jurusan untuk kelas sastra negara lain misalnya, Prancis, Jepang, dan Korea. Tujuannya adalah untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang dapat mengerti baik bahasa dan budaya negara tersebut, dan lewat mereka Indonesia bisa menjalin kerja sama yang baik dengan negara-negara tersebut.
Sastra juga erat kaitannya dengan pola pikir manusia, di Indonesia sendiri Sastra Indonesia telah diajarkan sedari kita masih berasa di sekolah dasar. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas literasi negara kita baik membaca maupun menulis. Lewat program itu, generasi penerus diharapkan memiliki pola pikir yang statis serta ilmu pengetahuan yang luas, hal tersebut diperlukan dalam mencetak sumber daya manusia yang ahli di berbagai bidang yang dapat memajukan perekonomian Indonesia.

Answered Jul 30, 2017

eafCIm4Eh17PfJ2dcDVNI4Ea-eF82oej.png

Dalam bahasa Sanskerta, sastra artinya "teks yang mengandung intruksi" atau "pedoman". Di Indonesia dan negara lainnya terdapat banyak peraturan yang dibuat oleh manusia yang dijadikan pedoman agar hidup teratur oleh seluruh masyarakat di negara tersebut. Banyak peraturan di Indonesia salah satunya adalah UUD yang mana dari UUD tersebut masyarakat Indonesia diharapkan untuk hidup dalam keteraturan dan menjadikan UUD sebagai pedoman dalam berwarga negara. Tentu kita tahu bahwa hidup dalam keteraturan dapat membuat diri kita lebih maju seperti lebih efisien, lebih disiplin, menghargai diri sendiri juga orang lain, dan tentunya tidak terkena sanksi ataupun akibat negatif lainnya dari tidaknya taat pada peraturan.

Fitri Sholiha-Sastra Arab-1706072853

 

*untuk jawaban yang sama atas nama Andi Afnita dari FISIP, answer  tersebut saya yang submit. saya tidak tahu jika teman saya belum me-logout account-nya dan saya belum tahu cara menghapus answer yang telah di-submit

Answered Jul 30, 2017
Paulus Dharma Putra
Fakultas Ilmu Budaya / Ilmu Filsafat

7VBreyoyTrGFfZfg7f64mKCKkKsvJmTS.jpg

Sastra memiliki peran sentral dalam hal berpikir dan bertindak dalam tiap-tiap individu terutama bagi pemangku jabatan yg diberikan amanah oleh masyarakat. Mereka diberikan kepercayaan untuk membangun bangsa agar lebih baik ke depannya. Peran sastra di sini mirip dengan seorang orang tua yg selalu memberikan gambaran dan nasihat akan kehidupan kepada seorang anak, maka bisa dikatakan bahwa sastra memiliki peran sebagai penentu cara berpikir para pemangku jabatan dalam membuat keputusan, kebijakan, maupun peraturan demi kemajuan bangsa ke depannya.

Paulus Dharma Putra_FIB_Singhapura 16

 

gambar via inspiratorfreak.com

Answered Jul 30, 2017
Rahadiyan Dewanto
trying to be a good person

q4K7cr3LYORwFnoBJdVJIQWe0srECidG.jpg

Tentu sastra mempuyai peran tersendiri dalam membangun bangsa. Menurut Mural Esten, pengertian sastra atau kesusastraan adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia (dan masyarakat) melalui bahasa sebagai medium dan memiliki efek yang positif terhadap kehidupan manusia (kemanusiaan). Ia menyatakan bahwa sastra memberikan efek positif dalam kehidupan manusia tak terkecuali dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dahulu sastra sangat perperan penting dalam upaya membangkitkan rasa nasionalisme dan cinta terhadap tanah air, namun kini sastra lebih berperan penting, yaitu sebagai landasan karakter dari bangsa itu sendiri. Oleh karena itu, sastra merupakan salah satu tolak ukur dalam kemajuan bangsa itu sendiri.

Rahadiyan Dewanto_1706049485_ilmu sejarah

 

gambar via waspada.co.id

Answered Jul 30, 2017
Syifa Nabila
Syifa Nabila_1706059795_FIB_Singhapura08

AjJnSC_45AxTAJ4S-6sbEaRGcJwBw7R3.jpg

Menurut saya, peran sastra untuk memajukan bangsa adalah menciptakan orang-orang yang berpikir secara positif, berbahasa, serta berkomunikasi dengan baik dan benar agar mencapai suatu hasil yang baik. Sastra juga ikut berperan dalam pelestarian kebudayaan yang ada di dunia. Dengan mempelajari sastra, kita akan tahu asal-usul budaya tersebut, keberadaan budaya tersebut di masa kini, serta fungsi dan manfaat budaya tersebut bagi persatuan sebuah bangsa. Kita menjadi banyak tahu tentang kebudayaan itu sendiri. Sangat banyak manfaatnya jika kita mengetahui kebudayaan suatu bangsa.

gambar via panoramio.com

Answered Jul 30, 2017
Arzaqia Luthfi Yani
Mahasiswa Sastra Indonesia FIB UI 2017

 

yZR2VXpgzpgL77dar10Dx2vSOInuSP9I.jpg

Membangun kehidupan bangsa bisa melalui banyak cara. Menurut saya, membangun kehidupan bangsa berarti menciptakan generasi unggul yang mampu bersaing secara global sehingga generasi tersebut mampu membawa suatu bangsa menuju kesejahteraan. Sastra sangat berperan dalam menciptakan generasi unggul ini, di mana sastra menyediakan bacaan-bacaan bermoral. Suatu bacaan memiliki pengaruh yang cukup besar dalam membentuk kepribadian. Kamu adalah apa yang kamu baca, kita tentu sering dengar ungkapan itu. Betapa sebuah tulisan mampu memengaruhi pemikiran seseorang, mampu menginspirasinya, bahkan mampu menggerakkannya untuk berjuang. Sastra juga membebaskan seseorang untuk berimajinasi dan imajinasilah pintu awal kemajuan. Einstein dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan pada 1929 menyatakan dengan gamblang, bahwa imajinasi lebih penting daripada pengetahuan. Pengetahuan itu terbatas. Imajinasilah yang melingkupi dunia. 

Di lain sisi, sastra mencegah manusia menjadi sekadar mesin yang berpikir, sastra memberi sentuhan manusiawi agar manusia tetap pada hakikatnya. Sebagaimana ucapan sastrawan terkemuka Pramoedya Ananta Toer, "kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai.” Di sinilah sastra memainkan peran penting dalam membangun kepribadian bangsa Indonesia. Maka dengan generasi yang mencintai sastra, gemar membaca, dan mengimplementasikan nilai-nilai baik dalam kehidupan sehari-hari, akan mudah bagi suatu bangsa untuk memajukan kehidupannya. Terlebih bangsa kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, tinggal bagaimana sumber daya manusianya dapat memanfaatkan.

ARZAQIA LUTHFI YANI_1706060531_AZHIGA17

gambar via dokumen pribadi

 

Answered Jul 30, 2017
Meidiana Chrismonita
Mahasiswa FIB UI 2017

bEkpYRmiWWSq84dnJkbKQLy00Z5trIB9.gif

Menurut saya, sastra sangatlah penting untuk keberlangsungan Indonesia ini, terlebih lagi demi kemajuan bangsa. Dari konteksnya sendiri, sastra yang berarti teks yang mengandung instruksi atau pedoman.

Dalam realitasnya, contoh karya sastra pada masa lampau dapat menjadi gambaran untuk kita apakah yang dulu pernah terjadi, apakah Indonesia ini baik-baik saja, apakah rakyat sedang menangis, dan apakah hati si penulis pelik. Oleh karena itu, sastra ini juga menjembatani lintas generasi. Cukup dengan kalimat sederhana, kita bisa dibawa oleh suasana masa itu.

Lalu, pentingnya sastra lagi selain menjadi sejarah?
Ada, dengan mengenal dan memahami sastra, kita cenderung jauh lebih kritis, komunikatif, lebih cermat pada sekitar, dan berusaha untuk berpikir out of the box. Atau mudahnya, bukankah ketika kita mulai memahami sastra, secara tidak langsung kita mengganti penggunaan diksi kita di keseharian? Agar terlihat lebih intelek mungkin.

Saya ingin mengambil point out of the box, karena hal ini pun terjadi pada saya. Baru mengenal sastra saja, terlebih lagi membaca karya-karya sastra, saya merasa ada perubahan dalam diri saya. Berani keluar dari comfort zone dan berani mengekspresikan diri. Hal inilah yang dibutuhkan generasi millenial saat ini, berani keluar dari kotak. Ingin memajukan bangsa? Apakah kita sendiri sudah mengatur pola pikir kita terhadap bangsa kita? Saya yakin mungkin itu kata-kata manis saja, ingin memajukan bangsa. Majunya berapa meter?

Kita mulai dari hal kecil saja, kita ubah pola pikir sekitar kita, terlebih pandangan mereka terhadap sastra. Karena dewasa ini juga, sastra dipandang sebelah mata, padahal sastra bagian dari Indonesia sendiri bukan? Kesusastraan sangat indah, kawan. Harusnya di 'gembleng' kepada masyarakat supaya mereka sadar keharusan mereka memajukan bangsa diawali dengan kamu paham siapa sastra itu, apa hubungan keluarganya dengan Indonesia.

Meidiana Chrismonita FIB-Sastra Cina Kel. Pati

 

gambar via mmbiz.qpic.cn

 

Answered Jul 31, 2017
gita amanda
Mahasiswa Fakultas Ilmu dan Budaya Universitas Indonesia

Menurut KBBI, sastra merupakan karya tulis yang bila dibandingkan dengan tulisan lain, karya tulis ini memiliki ciri-ciri keunggulan, seperti keindahan dan keaslian. Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak sastrawan yang hebat, bahkan ada karya-karya yang dikenal hingga mancanegara. Sastra sudah dikenal sejak berpuluh abad yang lalu, salah satunya adalah karya sastra. Bangsa Indonesia yang sudah merdeka hampir 72 tahun ini belum seutuhnya merdeka, hanya merdeka dari siksaan para penjajah. Kemiskinan, kebodohan, korupsi, dan segala kejahatan yang masih membuat bangsa ini bermoral buruk. Rusaknya moral bangsa ini memengaruhi  generasi penerus Indonesia yang sangat penting dalam menentukan masa depan bangsa. Tetapi menurut saya, masih banyak cara untuk memajukan bangsa dan memperbaiki moral bangsa, salah satunya pengenalan dengan sastra. Sastra merupakan media yang strategis karena mampu mengungkapkan banyak hal dari aspek kehidupan, salah satunya melalui karya sastra. Dengan berkarya, kita dapat menyampaikan pesan moral atau pun hal bersifat positif yang bisa memengaruhi para penikmatnya. Sastra harus mampu menjadi wadah penyampaian ide-ide yang dipikirkan dan dirasakan oleh para sastrawan tentang kehidupan manusia. Sastra juga cerminan dari keadaan sosial budaya bangsa dan harus diwariskan kepada generasi penerus bangsa. Sastra memiliki potensi yang besar untuk membawa masyarakat ke arah perubahan lebih baik termasuk perubahan karakter. Banyak kemungkinan bahwa sastra yang baik menciptakan kehidupan yang lebih harmonis.

 

 

gita amanda_ FIB_SMARADHAHANA 7

Answered Jul 31, 2017
Atika Budiman
Mahasiswi Sastra Prancis Universitas Indonesia

jUeLOvOXha3uV2MbWIvBSUyeS5NKStrH.jpg

Suatu karya sastra adalah buah dari akal pemikiran penulisnya yang dapat mengubah pembacanya melalui pola pikir, cara pandang, gaya hidup, dan lain sebagainya. Dibandingkan dengan bidang eksakta, sastra memang tidak mempunyai pengaruh secara langsung atau secara fisik terhadap pembangunan. Peranan sastra sebenarnya lebih pada emosi atau mental karena diciptakan tidak hanya untuk menghibur, tetapi juga sebagai sarana kritik yang lebih halus. Karena peranannya yang bisa meresap dalam pikiran pembacanya secara tidak disadari inilah maka sastra dianggap sebagai salah satu media yang paling efektif dalam merubah pikiran masyarakat.

Sastra digunakan untuk mendorong masyarakat untuk sadar akan nilai moral yang baik dan luhur terhadap kehidupan, dan penulisnya mencoba untuk menyampaikan pesan itu terhadap pembacanya agar lebih sigap terhadap permasalahan yang terjadi di sekitar mereka. Sastra yang memiliki pengaruh seperti ini umumnya berkaitan dengan suatu agama atau ideologi politik. Contohnya, ada beberapa jenis sastra yang dipengaruhi oleh keadaan yang terjadi pada masanya. Dari permasalahan tersebut akan timbul sebuah topik yang akan menciptakan dua atau lebih sudut pandang yang berbeda, di mana para penulis akan saling beradu argumen dalam tulisan mereka, mengajak para pembaca untuk bersikap kritis terhadap keadaan.

Kesimpulannya, peran sastra dalam memajukan bangsa didasarkan pada pembelajaran yang terdapat di dalamnya. Nilai kandungannya pun bertujuan untuk mengasah karakter. Kegiatan membaca, mendengarkan, dan menyaksikan karya sastra bertujuan untuk menanamkan karakter yang berwawasan luas dan lebih memperhatikan sekitar. Di saat yang sama pembaca ditanamkan kepekaan perasaan terhadap apa yang baik dan apa yang buruk di mata masyarakat.

Atika B. Budiman_Sastra Perancis_Kel. Karanganyar

 

gambar via wpengine.netdna-cdn.com

Answered Jul 31, 2017

BjeCs9efI5SvvBs8BfyZ6bEEHCWrP5j7.jpg

Karena menyangkut nilai-nilai kehidupan yang melandasi sebuah tatanan kehidupan masyarakat, sastra memegang andil yang cukup besar dalam pembangunan kehidupan bangsa. Sebagai contohnya, pembangunan karakter.

Menurut KBBI, karakter adalah 'sifat atau ciri kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain'. Berkaitan dengan karakter, Saryono mengemukakan bahwa ada beberapa genre sastra yang dapat dijadikan sarana untuk membentuk karakter bangsa, antara lain, genre sastra yang mengandung nilai atau aspek literer-estetis, humanistis, etis dan moral, dan religius-sufistis-profetis. Keempat nilai sastra tersebut, dipandang mampu mengoptimalkan peran sastra dalam pembentukan karakter bangsa. Hal tersebut juga dapat direalisasikan melalui pendidikan kejiwaan.

Pendidikan kejiwaan yang berorientasi pada pembentukan karakter bangsa itu dapat diwujudkan melalui pengoptimalan peran sastra. Untuk membentuk karakter bangsa ini, sastra diperlakukan sebagai salah satu media atau sarana pendidikan kejiwaan. Hal itu cukup beralasan, sebab sastra mengandung nilai etika dan moral yang berkaitan dengan hidup dan kehidupan manusia. Sastra tidak hanya berbicara tentang diri sendiri (psikologis), tetapi juga berkaitan dengan Tuhan (religiusitas), alam semesta (romantik), dan juga masyarakat (sosiologis). Sastra mampu mengungkap banyak hal dari berbagai segi. Banyak pilihan genre sastra yang dapat dijadikan sarana atau sumber pembentukan karakter bangsa. Tanpa adanya pengoptimalan ilmu disiplin sastra, penyampaian informasi berupa verbal tidak dapat tersampaikan dengan baik.

 

Ilustrasi via radiologylife.advanceweb.com

Answered Aug 1, 2017
Rania Alyaghina
Mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya

o9XoYGiHEP-pwZmk8YzMR-m8VEEh7MrO.jpg

Sastra, menurut banyak ahli, secara harfiah bisa kita maknai sebagai bentuk dari berbagai kegiatan seni kreatif yang objek tujuannya adalah manusia dan seluruh kehidupannya dengan mengandalkan bahasa sebagai media. Sementara itu, sastra dalam arti khusus yang terkait dengan konteks kebudayaan adalah ekpresi gagasan dan perasaan manusia. Dengan demikian, dalam konteks sastra sebagai hasil budaya dapat kita maknai sebagai bentuk upaya manusia untuk mengekspresikan ide atau gagasannya melalui bahasa yang lahir dari perasaan dan pemikirannya. Bisa dikatakan sastra memiliki sumbangsih yang besar dalam rangka memajukan kehidupan bangsa. Betapa tidak, sebab dalam karya sastra terkandung kebenaran-kebenaran hidup, nilai-nilai dan norma, yang tujuannya untuk mengatur keberlangsungan hidup manusia untuk menjadi insan yang utuh dan sebaik-baiknya insan.

Pendidikan kejiwaan sangatlah dekat dengan sastra. Hal ini karena sastra mengandung etika dan moral yang berkaitan dengan hidup dan kehidupan manusia. Sastra, kata banyak orang, tidak hanya bicara tentang dirinya sendiri, tetapi juga berkaitan dengan Tuhan, alam semesta, dan masyarakat. Dan karena itu, hasil karya sastra dalam bentuk apa pun, yang diproduksi belasan, puluhan, bahkan ratusan tahun yang lalu, sukar dielakkan hakikat nilai-nilai kebenaran yang dikandungnya masih dapat digunakan. Hakikat nilai-nilai kebenaran itulah yang pada gilirannya dapat mendorong manusia menjadi berbudaya. Manusia yang berbudaya adalah prasyarat tumbuh kembangnya hidup dan kehidupan dalam suatu masyarakat. Manusia yang berbudaya adalah manusia yang kenal toleransi, manusia yang dapat mengedepankan kepentingan orang banyak ketimbang kepentingan dirinya. 

Melalui kepekaan rasa dan pemikiran manusia yang menghasilkan karya sastra berisi nilai dan etika moral, ketuhanan, alam semesta, dan masyarakat, sukar diperdebatkan bahwa pada gilirannya akan memberikan manfaat yang sungguh besar bagi kehidupan berbangsa. 

 

Rania Alyaghina_FIB_Kertawardhana 43

 

Ilustrasi via dokumentasi pribadi

Answered Aug 1, 2017
Nur suci aulia
Vocational - accounting Universitas Indonesia 2017

Sastra sebagai bahasa universal setiap manusia. Dengan adanya perkembangan di dunia sastra, maka budaya Indonesia semakin maju dan terangkat di mata dunia.

Answered Aug 1, 2017

clz0qJT_GW0_301dD37p_udmWZ-sQXYu.jpg

Menurut saya, sastra adalah salah satu media untuk mengungkapkan aspirasi. Kebanyakan orang hanya tahu bahwa karya sastra merupakan hiburan, padahal sastra juga memiliki peran penting untuk memajukan bangsa. Seperti anekdot yang biasanya berisi sindiran atau kritikan untuk pemerintah. Melalui anekdot, pemerintah diharapkan bisa lebih mengerti keluh kesah warganya, sehingga pemerintah dapat melakukan perbaikan sesuai dengan keinginan warga.

Selain untuk mengkritik, sastra juga dapat digunakan sebagai media untuk mengenalkan apa yang ada di Indonesia, seperti pariwisata. Kita dapat membuat karya tulis yang dapat di-publish melalui media cetak atau media internet bertema pariwisata untuk mempromosikan Indonesia, sehingga Indonesia pun banyak dikunjungi oleh orang-orang dari luar negeri. Dari sini, pemasukan negara pun bertambah dan Indonesia pun semakin makmur, sehingga kemajuan bangsa dapat terlaksana.

Aniesa Rahmania. P. D_FIBSasindo_Dharmatungga10

 

Sumber gambar via trivia.id

Answered Aug 1, 2017
Ridhwan Ahmad
MABA FIB UI 2017

zoh-_GF2S-qrbuS2A30Y-vHqqahy2_LS.jpg

Menurut saya,peran sastra dalam turut serta membangun kehidupan bangsa adalah sebagai media penuang aspirasi dan media pengekspresian diri.Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) arti kata sastra adalah “karya tulis yang jika dibandingkan dengan tulisan lain,memiliki berbagai ciri keunggulan ,seperti keaslian,keartristikan,keindahan dalam isi dan ungkapannya.”Melalui pengertian tersebut dapat saya simpulkan bahwasanya ,melalui sastra seseorang dapat menuangkan buah hasil pemikirannya menjadi sebuah aspirasi yang terlulis dalam bentuk sebuah karya tulis.

Dalam kehidupan masyarakat, sastra memiliki beberapa fungsi sebagai berikut

  1. Fungsi rekreatif, yaitu sastra dapat memberikan hiburan yang menyenangkan bagi penikmat atau pembacanya
  2. Fungsi didaktif yaitu sastra mampu mengarahkan atau mendidik pembacanya karena nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang terkandung didalamnya.
  3. Fungsi estetis, yatiu sastra mampu memberikan keindahan penikmat/pembacanya karena sifat keindahannya.
  4. Fungsi moralitas, yaitu sastra mampu memberikan pengetahuan kepada pembaca/peminatnya sehingga tahu moral yang baik dan buruk, karena sastra yang baik selalu mengandung moral yang tinggi.
  5. Fungsi religius, yaitu sastra pun menghadirkan karya-karya yang mengandung ajaran agama yang dapat diteladani para penikmat/pembaca sastra.

Sastra sendiri sudah memulai dekadenya pada masa pergerakan kolonialisme yang disebut dengan Angkatan 45.Ada beberapa penulis yang menyumbangkan karya nya demi menyuarakan aspirasinya,diantaranya adalah Chairil Anwar, Asrul Sani, Rivai Apin, Idrus, Pramudya, Usmar Ismail,dsb.Karya Sastra Angkatan ’45 memiliki ciri sebagai berikut:

a.      Revolusioner dalam bentuk dan isi.

b.      Mengutamakan isi dalam pencapaian tujuan yang nyata. Karena itu bahasanya pendek, terpilih, padat berbobot,dan

c.       Ekspresionis

Sampai sekarang pun sastra masih berkembang di Negara Indonesia.Banyak penulis maupun yang musisi yang telah menyumbangkan karyanya dengan berbagai tema. Biasanya paa zaman sekarang sastra banyak mengangkat tema social-politik maupun romantic.Pemilihan kata yang digunakan pun biasanya diambil dari bahasa sehari hari. Memang tak dapat dipungkiri bahwa sastra tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita sehari hari.Karena kita pun tahu saat kita berinteraksi denga individu lain,pastinya kita menggunakan sastra.

Sastra sendiri memiliki cakupan yang luas,tidak hanya sekedar karya tulis yang ditulis mengguanakan kata kata yang memiliki nilai estetik.Tetapi juga suatu hal yang mengikat suatu hubungan antar individu.Oleh karena itu,peran sastra dalam turut serta membangun kehidupan bangsa bergantung pada generasi muda saat ini.Yaitu bagaimana sikap mereka dalam menyikapi sastra itu sendiri.Bahkan seorang sastrawan angkatan 45,Pramoedya Ananta Toer pernah berkata “Kalian boleh maju dalam pelajaran,mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja,tap tanpa mencintai sastra,kalian tinggal haya hewan yang pandai.”

Ridhwan Ahmad R_FIB_Kertawardhana 6

Answered Aug 1, 2017