selasar-loader

Menurut kamu, apa masalah terbesar dalam pembangunan ekonomi di Indonesia?

Last Updated Jul 23, 2017

[Sayembara Selasar]

Global Finance Magazine, Majalah bulanan berbasis di New York yang mengolah data Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) terkait produk domestik bruto mengeluarkan peringkat kemakmuran negara-negara di dunia pada tahun 2016 lalu. 

Dalam data tersebut, Indonesia masih menempati 103 dari 185 negara. Tentu saja, hal ini merupakan hal yang sangat ironis mengingat Indonesia seringkali dibanggakan dengan berbagai kekayaan budaya dan sumber daya alam. 

Lalu, menurut kamu, apakah hambatan atau masalah terbesar dalam pembangunan ekonomi di Indonesia? Elaborasikan!

Ketentuan:

- Hanya untuk Anagata dari FEB

- Minimal 200 kata

- Diwajibkan untuk menyertakan gambar (di atas text jawaban) yang dapat mengilustrasikan pemikiran/ide/pengalaman/insight yang kamu miliki. Lebar maximal image adalah 1000px dan gambar tidak pecah

- Jangan lupa, setelah Anagata men-submit jawaban, di bawah nama ada button "edit bio topic", klik! Isi dengan keterangan Fakultas, sama seperti di bio utama. Contoh: Mahasiswa FEB UI 2017.

93 answers

Sort by Date | Votes
Alfinsa EP
Mahasiswa Fakultas Psikologi UI 2017

Mangkraknya berbagai proyek-proyek pembangunan. Proyek-proyek itu seharusnya menjadi langkah untuk membangun negeri, bukan dijadikan ladang korupsi. Akibatnya, dana yang keluar tidak sesuai dengan hasil di lapangan.

Answered Jul 28, 2017

Menurut saya, masalah terbesar pembangunan ekonomi indonesia adalah pengangguran.Seiring bertambahnya penduduk tidak disertai dengan meningkatnya lapangan pekerjaan membuat pengangguran di Indonesia kian meningkat, hal inilah yang menjadi masalah, pembangunan ekonomi secara tidak langsung berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi, sedangkan pertumbuhan ekonomi sendiri merupakan pertumbuhan suatu negara yang dilihat dari sudut pandang keberhasilan negara dalam meningkatkan pendapatan perkapita penduduk, jadi dapat dikatakan bawah keberhasilan pembangunan ekonomi akan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi dalam halnya pendapatan perkapita dan semakin banyak pengangguran di Indonesia maka kurangnya produktifitas penduduk dalam menciptakan goods, sehingga produk domestik bruto(pdb) di Indonesia rendah dibandingkan negara lain, walaupun Indonesia kaya akan sumber daya alam.

Answered Jul 29, 2017

Bagi saya, masalah terbesar perekonomian Indonesia saat ini adalah mengejar ketertinggalan dibanding negara-negara ASEAN, APEC, dan G20 lainnya. Selain mengejar ketertinggalan, Indonesia juga harus melakukan perbaikan-perbaikan untuk mendiversifikasi pendapatannya, sehingga tidak lagi tergantung pada komoditas dan hasil mentah.

Indonesia adalah anggota G20 yang memiliki kinerja pertumbuhan ekonomi yang cukup baik, tetapi capaiannya di bidang lain sangat mengecewakan, lihat gambar.

NaJ3xESvo4SuAbLRz-h68txan0_fs06l.png21yioCYIs_aJu50ct6vwqtQKxZuiA8LW.pngQQ05ehu-u9qLdiarM-W8C9ZVCYNoWiBA.png

Bagi saya, yang menyesakkan adalah ketika Presiden Joko Widodo berfoto sejajar dengan Presiden AS, Presiden Prancis, Kanselir Jerman, dll., Indonesia memiliki IPM yang hampir sama dengan negara-negara seperti India dan Afrika Selatan. Hal ini merupakan aib bagi saya, sehingga Indonesia harus bekerja lebih keras lagi untuk memperbaiki capaian pada komponen-komponen IPM, seperti kesehatan, angka kematian bayi, dll.

Diversifikasi ekonomi di Indonesia juga menjadi tantangan besar. Ada satu provinsi di Indonesia yang menjadi bukti nyata bahwa ketergantungan pada komoditas membawa dampak yang kurang baik, yakni Kalimantan Timur.

LKMjqZ-y5MVxUMGpzqpMypm6rU5aC9EP.png6uu16llVCzy0kzORhR10lx6tn4S5f7gZ.png

Capaian tersebut merupakan bukti nyata, bahwa mengandalkan komoditas sangat tidak baik. Sebesar 43% ekonomi Kaltim disumbang oleh pertambangan. Meski contoh tadi merupakan contoh sedikit, tetapi harus dijadikan pengingat, bahwa Indonesia harus beralih dari ekstraksi ke industri atau bahkan teknologi terbaru. 

Satu hal yang juga harus diperhatikan adalah pemerataan. Sangat menyedihkan ketika saya menyaksikan dokumenter di Kompas TV, PLTU terbesar di Pulau Jawa, disuplai batu baranya dari Sumatera, sementara warga Sumatera mengeluh mati lampu. Ini yang harus segera diperbaiki. Indonesia baru bisa disebut maju, tatkala setiap daerah di Indonesia bisa menikmati kemajuan secara adil.

Warga Indonesia juga harus lebih giat lagi dan harus didorong untuk berwirausaha dan bekerja. Pengangguran dan kemiskinan harus dientaskan dengan kerja semua pihak. Saat ini, dengan tingkat pengangguran dan kemiskinan tinggi membawa efek samping yang tak kalah merusak, seperti kejahatan, pencemaran lingkungan, kebodohan, dll. Untuk itu, investasi dan kredit harus dipermudah, bahkan skema qardhul hasan (tanpa bunga) malah harus diadakan oleh lembaga keagamaan, sehingga lembaga agama juga bisa terlibat.

Indonesia dikenal sebagai bangsa yang pandai melakukan peletakan batu pertama, tetapi lupa meresmikan. Hasilnya, kita banyak memiliki proyek mangkrak. Untuk itu, kita harus memperbaiki perencanaan, sekaligus disiplin fiskal seketat-ketatnya. Boleh kita ekspansif, tetapi kita harus menjaga disiplin fiskal, dan selalu berprinsip untuk tidak menghabiskan uang dalam suatu waktu.

Kita juga menghadapi kenaikan harga-harga tanpa kendali. Tahun 1998, ketika IMF memangkas kewenangan Bulog, di sisi lain memang benar, tetapi kita kehilangan kesempatan untuk menangani pangan secara keseluruhan. Saat ini, pemerintah terlihat kurang berdaya dalam menangani masalah ini. Kasus beras di Bekasi harus menjadi catatan, karena berarti Bulog saya rasa kurang kompetitif dalam berebut beras di tangan petani. Tengkulak terkadang penting, tetapi menjadi musuh. Saya sempat berharap, Bulog bukan hanya otoritas, tetapi kalau perlu menjadi "raja tengkulak". Bulog harus membawa semangat kesejahteraan dan pelayanan, bahkan kalau perlu bukan hanya "memenuhi kebutuhan" tetapi "mengentaskan kelaparan", karena orang lapar, tidak bisa berkarya, tidak bisa belajar, dan tidak bisa berpikir benar. Selain itu, BUMN bidang pengolahan, jangan hanya nama, tetapi karyanya yang penting.

Akhir kata, lima masalah tadi harus diselesaikan agar ekonomi kita sehat dan kita bisa menikmati Indonesia maju.

 

Sumber gambar via penulis

Answered Jul 29, 2017
Anonymous

Korupsi.

Answered Jul 29, 2017
Stefi Andriani
FEB UI 2017 (Akuntansi) || Sempurna hanya milikNya, jadilah celah yang mempesona

Hasil gambar untuk pengembangan sumber daya manusia

Ekonomi adalah bidang yang berkenaan dengan segala aspek kehidupan, yang berarti jika ingin memajukan perekonomian suatu negara, maka harus memerhatikan keseluruhan sektor pendukung di negara tersebut (Indonesia). Menurut pandangan saya, bagaimana pun strategi yang telah ditetapkan pemerintah, Indonesia masih sangat kekurangan tenaga ahli dari berbagai bidang, baik teknologi, kesehatan, maupun pendidikan. Pemerintah perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara luas dan menyeluruh, meratakan pembangunan manusia secara tegas dan disiplin (utamanya secara mental dan moralitas). Kita ingin ekonomi yang baik tidak hanya untuk jangka waktu pendek, namun jelas untuk masa yang panjang dan stabil. Oleh karena itu, langkah yang harus diambil adalah persiapan menuju masyarakat yang siap untuk ekonomi dan sosial yang maju.

Dengan tingginya kualitas manusia, diharapkan kesadaran akan nilai-nilai pancasila serta bernegara sudah cukup tinggi. Mencintai negara sendiri berarti memperjuangkan yang terbaik untuk negaranya, bukan untuk perut dan kantong pribadi. Selain itu, menjalin kerja sama dengan negara-negara lainnya di dunia sangatlah penting. ASEAN, Asia, bahkan negara regional Pasifik telah mempunyai wadah untuk saling mengembangkan potensi ekonomi negara masing-masing. Tidak ada alasan lagi bagi Indonesia untuk tidak memaksimalkan potensinya apabila kualitas manusia bangsa telah memadai dan mampu mendukung negara dari berbagai perannya masing-masing.

Memperketat hukum dan meningkatkan harga diri, baik di dalam negeri maupun di mata dunia internasional. Kita memang bukan negara adidaya adikuasa, namun saya rasa penting untuk menegaskan kepada kancah internasional bahwa Indonesia kuat dan teguh pendiriannya. Bukan merupakan negara boneka yang diperdayai demi kepentingan kelompok. Menteri Susi telah membuka jalan kembali dan menegaskan kepada kita untuk tidak boleh takut apabila kita berjalan di jalan yang benar. Jadi, menurut saya hal pertama yang perlu diperjuangkan adalah meningkatkan kualitas SDM secara luas, penuh, dan menyeluruh. Kedua, manfaatkan wadah yang ada. Ketiga, buktikan bahwa Indonesia tegas dan kuat. Terima kasih.

 

Ilustrasi via nordicpreparedness.se

Answered Jul 29, 2017

Menurut saya, penghambat pembangunan ekonomi di Indonesia tidak lain adalah masyarakatnya sendiri. Kita tahu, masyarakat di sini adalah universal, semua kalangan, bahkan pemerintah kita. Di satu sisi, pemerintah kita cukup lamban dalam menanggapi permasalahan perekonomian di Indonesia, bahkan cenderung mengerjakan hal yang tidak begitu penting yang menghabiskan uang negara. Kita tahu, banyak pembangunan yang terbengkalai bahkan ada yang tidak tersentuh pembangunan, karena apa? Pemerintah yang masih kurang tanggap. Akan tetapi, semua harus tetap ada komunikasi dengan rakyatnya. Rakyat juga memegang peranan untuk ikut mendukung hal baik yang dilakukan pemerintah. Bukan hanya menuntut dan menuntut, akan tetapi juga benar-benar membantu pelaksanaan akan apa yang dituntutnya, bukan setelah dikerjakan, lalu lepas tangan begitu saja. Itu tidak bisa. Bahkan terkadang beberapa masyarakat tidak dapat menerima perubahan yang ada karena takut ataupun merasa mendukung pemerintah adalah sia-sia. Jangan pernah berprasangka. Namun bisa jadi karena rakyat sudah kehilangan kepercayaan akan pemimpin bangsanya. Karena terkadang hanya menguntungkan pemerintah tapi menyulitkan rakyat kecil, sehingga rakyat kecil sulit mendukung dan terjadi kesenjangan. Antara rakyat dan pemerintahan harus ada sinergi guna pembangunan ekonomi, ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan, kita harus teliti akan tetapi bila itu sebenarnya baik, marilah dukung, jangan hanya berpanas hati karena rasa tidak suka secara pribadi. Ekonomi kita sangat jauh dari kata baik, pembangunan tertunda karena masyarakat yang masih menganut egoisme dan kasta si Kaya dan si Miskin yang tak berakhir. Seakan memberi perbedaan dalam pembangunan ekonomi di negeri ini. Mari sebagai masyarakat yang memegang teguh persatuan untuk saling mendukung dan mengingatkan. Masalah perekonomian bukanlah hanya untuk satu golongan, akan tetapi semua orang. Jangan acuh jika ingin negara ini maju dalam pembangunan ekonomi. Yakinlah bahwa Indonesia bisa, karena masyarakat mendukung selalu pembangunan negara ini.

UQCwO2XVqfAW3RPPVy8KBiUuALUVu-55.jpg00UulxPVQx4kYhUPZqmaaH9yjMYvhknb.jpgF-KOTQrT4y7Cq94U3Ipn_nIhOkaktvYx.jpgSAlClvXvDGjj0IrPFrB1P_xypTuWpkYu.jpg

Image Source: 

-http://fadjrianah.blogspot.co.id/2012/04/gaji-pns-meningkat-naik.html

-http://tidakuntukkorupsi.blogspot.co.id/2013/07/iklan-karikatur-anti-korupsi.html

-http://accounting-08.blogspot.co.id/2012/03/karikatur-sindiran-buat-pemerintah.html?m=1

Angellita Buulolo_FEB_Kramawarata-06

Answered Jul 29, 2017
Feby Hadayani
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

3WvB72waqAa8xJr0n4OA_1A1CKXG_lrh.jpg

Masalah terbesar dalam pembangunan ekonomi Indonesia adalah korupsi yang pada akhirnya menimbulkan ketimpangan kesejahteraan masyarakat. Para koruptor yang umumnya berkecukupan dan korupsi lagi akan menjadi semakin kaya, sedangkan rakyat kecil makin miskin sehingga menciptakan jurang pemisah yang lebar/kesenjangan sosial yang berujung kepada maraknya kriminalitas yang terjadi di Indonesia.

Selain itu, kurangnya mutu sumber daya manusia Indonesia dan kurangnya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan kemiskinan dan pengangguran. Pengangguran disebabkan oleh tidak seimbangnya antara laju pertumbuhan angkatan kerja dan jumlah lapangan kerja yang tersedia sehingga menyebabkan kemiskinan dan ketimpangan pendapatan di kalangan masyarakat. 

Kemudian, inflasi yang terjadi juga menurunkan daya beli masyarakat berpenghasilan tetap. Hal itu semua menyebabkan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Indonesia cukup rendah. Utang luar negeri Indonesia yang membengkak menyebabkan nilai mata uang rupiah menurun terhadap mata uang internasional. Ditambah lagi, sumber daya alam Indonesia sebenarnya banyak, tetapi tidak dapat diolah dengan baik, contohnya Freeport, di mana keuntungannya dibawa sebagian besar ke negara mereka, sedangkan Indonesia hanya menerima pajak yang sedikit dibandingkan keuntungan usaha itu. Pembangunan di Indonesia juga belum merata, terutama bagi daerah terpencil masih belum dikelola, pembangunan hanya terpusat di kawasan tertentu saja. 

 

Feby J. Hadayani_Fakultas Ekonomi& Bisnis_254 Makutawangsa 12

 

Ilustrasi via celebesnews.id

Answered Jul 29, 2017

zpdujJHapS2SnEQjUQNhAQVIHEYt_l0x.jpg

Menurut saya, ketimpangan pendapatan adalah hal yang menjadi masalah terbesar dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Karena di Indonesia saja, kekayaan 4 orang terkaya di Indonesia sama dengan kekayaan 100 orang miskin di Indonesia.

Ketimpangan kekayaan antara orang kaya dan miskin di Indonesia termasuk yang paling buruk di dunia. Hal ini juga telah dilaporkan dalam survei lembaga keuangan Swiss, Credit Suisse pada Januari 2017.
Menurut survei tersebut, satu persen orang terkaya di Indonesia menguasai 49,3 persen kekayaan nasional. Kondisi ini hanya lebih baik dibanding Rusia, India, dan Thailand. Jika dinaikkan menjadi 10 persen terkaya, penguasaannya mencapai 75,7 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Seminar Menuju Indonesia yang Lebih Setara (23/02/2017), menyatakan bahwa kunci untuk mempersempit kesenjangan ialah reformasi perpajakan dengan menerapkan pajak progresif.

Semakin tinggi pendapatan seseorang, tarif pajak yang diterapkan pun semakin besar. Sebaliknya, masyarakat berpendapatan minim berpotensi tidak membayar pajak dengan adanya skema pendapatan tidak kena pajak.
source :
https://kumparan.com/manik-sukoco/lebarnya-ketimpangan-ekonomi-indonesia
 

Answered Jul 29, 2017
Zenithsa Widyasti
Saya senang mempelajari perilaku dan budaya berbagai suku di Indonesia dan dunia

Sedikitnya lapangan kerja dan jumlah angkatan kerja yang terlalu banyak, serta kurang tersalurkannya dana dari daerah pusat ke daerah lain (terutama daerah terpencil).

Answered Jul 29, 2017

B1Vxh6_2_2cGZ3Oc3T7ESKtTIAWngbP3.jpg

Menurut saya, hambatan terbesar ekonomi Indonesia adalah ketidakmerataannya pembangunan infrastruktur di seluruh pelosok Indonesia. Selama berpuluh-puluh tahun, pembangunan infrastruktur di Indonesia hanya berpusat di kota-kota besar dan mayoritas berada di pulau Jawa. Pembangunan jalan tol, rel kereta, bandara, dan pelabuhan yang maksimal hanya terjadi di pulau Jawa. Hampir semua infrastruktur di luar pulau Jawa tidak dibangun secara maksimal.

Menurut saya, salah satu faktor utama naiknya pertumbuhan ekonomi suatu daerah adalah dengan cara melengkapi segala jenis infrastruktur yang mendukung. Kalau infrastruktur sudah terbangun secara maksimal, dan aksesibiltas juga dimudahkan, otomatis masyarakat baik dari dalam maupun luar daerah tersebut akan tertarik untuk membuat usaha atau menjadi investor di daerah itu.

Salah satu akibat dari tidak meratanya pembangunan di Indonesia adalah ketimpangan pendapatan masyarakat, pendapatan tertinggi hanya bisa didapatkan di pusat-pusat kota, dan mayoritas di pulau Jawa. Bagi masyarakat di luar pulau Jawa dan berkerja di daerah, pendapatannya akan sangat jauh daripada seseorang yang berkerja di kota. Hal ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia karena hanya satu sisi saja yang tumbuh, namun sisi yang lain tidak tumbuh sama sekali.

Untuk menyimpulkan, opini saya tentang apa yang menjadi hambatan pertumbuhan ekonomi yang paling utama adalah ketidakmerataannya pembangunan infrastruktur. Jika hal itu sudah teratasi, maka segala masalah yang lain akan ikut berkurang dan pertumbuhan ekonomi Indonesia pun akan meningkat secara progresif.

KevinKaramoy_1706057215_Samudra5

gambar via qph.ec.quoracdn.net

Answered Jul 29, 2017

Ketidakmampuan industrial Indonesia. Banyak industri kita hanya mahir merakit barang saja. Industri kita masih bergantung pada tenaga, bahan baku, dan teknologi luar negeri. Padahal kita memiliki sumber daya alam serta SDM yang sangat melimpah, namun kita tidak bisa mengolahnya dengan baik sehingga meminta bantuan asing. Akibatnya, keuntungan lebih besar dirasakan oleh negara asing daripada negeri kita sendiri.

Answered Jul 29, 2017

vqo4cl4WDUnx4N4-sYtfHxSXzGjPTdJe.jpg

Menurut pandangan saya, masalah terbesar dalam pembangunan ekonomi negeri ini berkaitan dengan Rendahnya kesadaran membayar pajak, rendahnya inovasi teknologi, dan besarnya kebocoran dana.

Pajak merupakan pendapatan terbesar bagi APBN yang di mana tujuan utama dari APBN adalah untuk membiayai segala pembangunan di negeri ini. Berdasarkan pada data OECD tahun 2014, dengan 240 juta penduduk hanya 27 juta yang merupakan wajib pajak dan hanya 900.000 yang membayar kewajiban pajak mereka. Tidak sampai 70% Warga Negara Indonesia membayar pajak, lantas bagaimana mungkin membiayai pembangunan di Indonesia yang luas wilayahnya begitu besar dengan keperluan pembiayaan yang besar tetapi dengan penerimaan pajak yang begitu rendah.

Masalah kedua adalah rendahnya inovasi teknologi di Indonesia. Dengan zaman yang sudah begitu maju dan dengan banyaknya sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan, Indonesia menempati urutan 32 dari 138 negara dalam Global Competitiveness Indeks (GCI). Hal tersebut menyebabkan rendahnya tingkat produktifitas Indonesia dalam berbagai sektor ekonomi. Kekayaan sumber daya alam yang begitu tinggi tidak diimbangi dengan teknologi yang memadai, sehingga tidak bisa menyerap manfaat semaksimal mungkin. Sebagai contoh, pertanian dan perikanan yang seharusnya menjadi keunggulan kompetitif bangsa ini belum bisa menghasilkan penerimaan yang besar untuk APBN, Indonesia dengan tanah yang begitu subur bahkan masih harus mengimpor beras, garam, dan kebutuhan-kebutuhan mendasar lainnya yang padahal dapat dicapai tanpa harus melakukan impor.

Masalah ketiga adalah kebocoran dana yang besar, sudah bukan rahasia lagi bagi masyarakat Indonesia dan berdasarkan Transparency International Indonesia (TII), Indonesia menempati urutan ke-90 dari 176 negara yang diukur di dunia dalam indeks persepsi korupsi. Kebocoran dana yang sering terjadi dalam jumlah besar membuat banyaknya proyek-proyek infrastruktur atau proyek lainnya yang terhambat. Simplenya, dengan sedikit dana yang dimiliki, ditambah dengan inefisiensi penggunaan angaran, menyebabkan banyak proyek-proyek yang seharusnya dapat meningkatkan produktifitas menjadi tidak sesuai dengan tujuan awalnya. Jika melihat negara-negara maju, kita dapat menarik kesimpulan bahwa semakin baik infrastruktur suatu bangsa, maka akan semakin baik juga kondisi perekonomiannya. Hal ini disebabkan jika infrastuktur baik, maka akan semakin mudahnya proses pengadaan dan distribusi barang dan jasa yang merupakan inti dalam suatu perekonomian.

gambar via statusfan.com

 

 

Answered Jul 29, 2017

Menurut saya, masalah terbesar pembangunan ekonomi di Indonesia adalah kemiskinan yang mencakup pengangguran dan tingkat kriminalitas yang tinggi, ditambah dengan pembangunan infrastruktur yang tidak merata.

 

Firstieanty Julius Sirait_1706078213_Jagaraga 8

Answered Jul 30, 2017

gold-price-drop-620x330.png

 

Menurut saya, masalah terbesar dalam pembangunan ekonomi di Indonesia adalah kurang efektifnya program-program pembangunan yang seharusnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pertama adalah permasalahan mengenai investasi. Masyarakat Indonesia kurang memiliki kesadaran akan pentingnya investasi. Hal ini dapat dilihat dari contoh sederhana saja, seperti aplikasi Go-Jek yang baru saja mendapat ‘suntikan dana’ dari China Tencent. Sebagai negara pengguna Go-Jek, seharusnya kitalah yang berinvestasi di dalamnya. Dengan begitu, pendapatan yang didapat dari Go-Jek tidak akan lari ke luar negeri.

Kedua, permasalahan rendahnya produktivitas di sektor manufaktur. Sektor manufaktur merupakan sektor yang menyerap banyak tenaga kerja dan berpeluang tinggi sebagai penyumbang terbesar pendapatan negara, namun sayang produktivitasnya masih rendah. Padahal, produktivitas adalah kunci utama pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Ketiga, banyak program pembangunan di sektor-sektor nonekonomi yang menghabiskan banyak dana, namun berujung menjadi celah korupsi para pejabat. Contohnya adalah kasus yang sedang panas dibahas akhir-akhir ini, yaitu kasus e-KTP. Dana yang seharusnya dialokasikan untuk memberi fasilitas pada masyarakat malah diselewengkan untuk kepentingan para pejabat tak bertanggung jawab. Padahal, dana yang dikorupsikan tersebut, jika dialokasikan secara akuntabel, banyak kemajuan-kemajuan yang dapat tercapai. Muaranya pun juga pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Dari sini saya dapat menyimpulkan bahwa sebenarnya Indonesia memiliki program-program yang inovatif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia rendah bukan karena Indonesia kurang kreatif dalam membuat program-program pembangunan, namun karena Indonesia belum bisa memaksimalkan program-program tersebut, dan itu masalah terbesarnya.

 

 

Ainun Nisa Fitri_FEB_Kramawarata 14

gambar via wordpress.com

Answered Jul 30, 2017
pratama alamsyah
Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia 2017

Indonesia setelah merdeka pada tahun 1945 tentu saja memiliki masalah dalam hal pembangunan negaranya seperti negara berkembang lainya. Hal ini disebabkan penjajah yang sebelumnya mengeksploitasi negara-negara bagian selatan seperti indonesia untuk memenuhi kepentingan negaranya sendiri. Hal ini yang menjadikan negara Indonesia yang baru merdeka memiliki PR yang berat untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman disintegrasi dari dalam maupun luar negeri. Selain itu, PR terberat pemerintahan baru tersebut adalah mengubah sistem perekonomian kolonial menjadi sistem perekonomian nasional. Dalam masa transisi tersebutlah banyak terjadi praktik sentralistis.

Setelah merdeka, masalah pembangunan paling utama adalah ketimpangan pembangunan di seluruh daerah Indonesia. Hal ini disebabkan pemerintahan yang masih bersifat sentralistis sehingga pembangunan di daerah terpencil jarang diperhatikan. Penyebab lainya adalah sistem ekonomi kita yang terlalu kapitalis. Walaupun secara undang-undang lebih tepatnya pasal 33 ayat 1-5 UUD NKRI 1945 ditetapkan sistem ekonomi indonesia adalah sistem ekonomi yang kerakyatan, tetapi secara praktek ekonomi tetap bersifat kapitalis. Hal ini terbukti dari data BPS bahwa 4 orang indonesia menguasai kekayaan 100 orang.

Ketimpangan Indonesia juga dapat digambarkan melalui indeks gini. Pada tahun 2016, indeks gini Indonesia mencapai 0,39 dan termasuk sedang, dapat dilihat dari gambar dibawah ini. Solusi yang tepat untuk menangani masalah ketimpangan pembangunan ini adalah memperbesar dana pembangunan untuk daerah terbelakang (APBD) dan menyederhanakan birokrasi pemerintah daerah.

2eRfcGuD88hYEtMI_86FZnWjfr95xnB9.jpg

Sementara itu, menangani ketimpangan pendapatan dilakukan dengan cara menetapkan pajak progresif kepada masyarakat. Masalah ketimpangan adalah masalah yang serius. Karena jika dibiarkan akan terjadi perpecahan di negara ini, seperti yang dilakukan oleh GAM (Gerakan Aceh Merdeka) dan OPM (Operasi Papua Merdeka) yang tentu saja karena ketidakadilan pembangunan daerah mereka dahulu, jadi masalah ketimpangan harus segera dituntaskan, sebelum mengancam kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Muhammad Pratama Alamsyah_FEB_Ilmu Ekonomi_Smaradhahan-09

Answered Jul 30, 2017
MOHAMAD ADHIYAKSA PRIMA
Mengikuti OKK UI sangat menyenangkan dan membuat pribadi lebih tangguh dan siap

MyUOED0OintWMTOJTqiOO2uRRCWbRuG_.jpg

Permasalahan ekonomi di Indonesia adalah Kesenjangan dan Pembangunan yang jawasentris. Kesenjangan muncul karena efek pembangunan yang tidak merata. Selain itu, faktor isolasi geografis juga menjadi kendala berarti. Jika kita cermati, keadaan di Pulau Jawa dengan pulau lainnya, terutama Papua, menyiratkan itu semua. Ketiadaan sarana prasarana menjadi penyebab utama masalah ini. Hingga muncul ide untuk memindahkan ibukota ke luar Jawa. Namun, harus dikaji secara fisik, psikologis, dan material. Semoga kebijakan yang diambil dapat membawa kebaikan dan dapat mengikuti negara diatas yang sukses dengan 2 ibukotanya.

Mohamad Adhiyaksa Prima_FEB_Akuntansi_Kramawarata 7_Mutiara Anantara

Answered Jul 30, 2017
Elizabeth Cahyani
i love to travel, eat and learn new things

Pembangunan ekonomi identik dengan naiknya pendapatan total dan pendapatan per kapita suatu negara di mana struktur negaranya juga mengalami peningkatan yang tinggi. Pendapatan per kapita itu sendiri merupakan hasil bagi dari pendapatan total yang dibagi dengan jumlah penduduknya. Mengetahui bahwa penduduk Indonesia jumlahnya sangat banyak, diperlukan total pendapatan dalam jumlah yang sangat besar untuk dapat bersaing dengan negara lain, seperti Singapura yang nilai pendapatan per kapitanya tinggi karena penduduknya sedikit. Masalahnya, banyak penduduk Indonesia yang berpendapatan rendah atau bahkan tidak mempunyai pekerjaan sehingga tidak termasuk dalam kategori wajib pajak sehingga pemasukan negara pun tidak tinggi. Indonesia memiliki wilayah yang luas namun terdapat ketimpangan yang signifikan dalam pembangunan di Pulau Jawa dengan pulau-pulau lainnya (seperti terlampir dalam grafik). Menurut saya, masalah terbesar dalam pembangunan di Indonesia adalah pengembangan yang tidak merata tersebut. Kalau pulau-pulau lain mendapat perhatian yang sama dan dapat berkembang pesat seperti Pulau Jawa, pastinya pendapatan Indonesia akan meningkat secara fundamental. Pengembangan pulau lain itu sendiri dapat menciptakan lapangan kerja bagi banyak masyarakat Indonesia yang masih belum mempunyai pekerjaan atau masih berpendapatan rendah. Permasalahan ketenagakerjaan di Indonesia juga terjadi karena kurangnya pendidikan dan keterampilan dari banyak masyarakat Indonesia, sehingga mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan. Maka itu, keterampilan masyarakat juga harus ditingkatkan demi meningkatkan pembangunan ekonomi di Indonesia dengan memberikan alokasi dana lebih untuk pendidikan.


dlqZCp6Q_oxY1Hdlw3ESn2_rciHhGI4H.jpg

Elizabeth Cahyani_1706066711_Sawardhana-18

Answered Jul 30, 2017

Pembangunan ekonomi di Indonesia terhambat karena masyarakat Indonesia tidak banyak yang mempunyai keterampilan lebih dan mampu berinovasi untuk memajukan pembangunan ekonomi di Indonesia, sehingga banyak sekali masyarakat Indonesia yang pengangguran menyebabkan pembangunan ekonomi tidak berkembang.

Answered Jul 30, 2017

Menurut saya masalah terbesar dalam pembangunan ekonomi bangsa berasal dari sumber daya manusia (SDM) terutama dari rendahnya produktivitas dan degradasi moral masyarakat. Produktivitas yang rendah berhubungan dengan kemampuan fisik & mental yang lemah, serta memiliki keterbatasan dan ketidakmampuan dalam mengakses teknologi untuk menghadapi persaingan dunia kerja, hal tersebut akan menyulitkan diri untuk bersaing dengan pihak/negara lain dalam berkompetisi memajukan pembangunan dan perekonomian bangsa. Selain itu, dengan produktivitas yang rendah juga akan menyebabkan timbulnya masalah baru seperti munculnya banyak pengangguran karena kemampuan bekerja tidak sesuai dengan standar yang diperlukan, lalu mengakibatkan kemiskinan dan standar hidup masyarakat menjadi rendah.

Kemudian masalah lain bangsa Indonesia yaitu terjadinya degradasi moral, sekarang ini bangsa Indonesia dihadapkan dengan berbagai konflik sosial dimana antarpihak saling menjatuhkan, hal tersebut juga akan mempengaruhi pembangunan perekonomian bangsa karena stabilitas politik akan menjadi indikator pembangunan dan kesejahteraan suatu bangsa. Selain itu, korupsi yang merajalela juga menjadi masalah moral bangsa yang harus diselesaikan karena korupsi dapat menyebabkan tersendatnya pembangunan terhadap sektor-sektor publik, hal tersebut juga akan berdampak dalam pembuatan kebijakan pemerintah yang tidak optimal dan  sistem birokrasi menjadi sulit, kemudian dengan adanya sistem birokrasi yang sulit menyebabkan investor asing tidak akan tertarik untuk berinvestasi. Hal tersebut akan merugikan negara karena investasi asing merupakan salah satu sumber penerimaan bagi negara Indonesia.

Siska Fauziah_1706063571_Azhiga 2

Answered Jul 30, 2017

PrWgNa4f5mCVb27YsSboP5sGO1sh-qfM.jpg

Masalah yang menyebabkan permasalahan dalam pembangunan ekonomi di Indonesia tentunya sangat kompleks dan tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Tetapi menurut saya, hal paling mendasar yang menyebabkan terjadi masalah-masalah ekonomi lainnya terjadi adalah kurang sehatnya birokrasi di Indonesia. Adanya korupsi, penyelewengan dan kurang baiknya kinerja pihak-pihak yang terlibat dalam birokrasi pemerintahan di Indonesia adalah inti dari masalah penyebab pembangunan ekonomi di Indonesia yang buruk. Padahal kita tahu pemerintah adalah ujung tombak dan pembuat segala kebijakan serta peraturan yang berkaitan dengan segala hal di Indonesia termasuk dalam bidang ekonomi. Pemerintah adalah pihak yang menjembatani hubungan antara masyarakat dan pihak swasta serta hampir selalu terlibat dalam segala urusan perekonomian walaupun tidak selalu secara langsung.

Permasalahan birokrasi seperti lambatnya pengeluaran APBD di beberapa daerah menyebabkan pembangunan sarana prasarana umum, kesehatan dan pendidikan menjadi tidak merata dan belum berjalan maksimal. Hal ini tetu saja berdampak pada pembangunan ekonomi Indonesia. Dengan buruknya fasilitas umum, kesehatan dan pendidikan tentu akan berdampak pada kualitas SDM yang buruk. Kita tahu bahwa SDM merupakan salah satu faktor penting demi berjalannya roda perekonomian suatu negara. Seperti yang dapat kita lihat bahwa kualitas SDM di Indonesia termasuk buruk dibandingkan negara lain di duni,  bahkan mungkin Asia Tenggara. Terlebih hal ini dapat kita lihat pada penguasaan IPTEK yang sangat dibutuhkan, tentu saja masyarakat yang tidak mendapat sarana prasarana umum, kesehatan dan pendidikan dengan baik tidak bisa menguasai IPTEK. Nah, itu baru satu contoh saja masalah yang disebabkan oleh kurang sehatnya birokrasi. Masalah lain dalam birokrasi yang berdampak bagi perekonomian adalah kurang baiknya pemerintah dalam pemungutan pajak, rumitnya prosedur investasi, serta korupsi dan penyelewengan yang menyebabkan mangkraknya berbagai proyek pemerintah serta masalah dalam demokrasi lainnya yang secara tidak langsung berdampak pada pembangunan ekonomi. Dilansir dari kompas.com, selama ini cara pemerintah untuk meningkatkan penerimaan pajak lebih cenderung mengejar dan menekan para wajib pajak eksisting ketimbang mereformulasi aturan pajak atau membereskan sumber utama kebocoran penerimaan negara terutama dari barang-barang selundupan yang membanjiri negeri ini dan rekayasa aset beberapa perusahaan. Padahal apabila dilaksanakan dengan baik, pajak bisa menjadi sumber pembiayaan terbesar bagi pembangunan ekonomi di Indonesia. Selain itu, buruk dan rumitnya birokrasi juga menyebabkan penanaman modal asing yang masih minim. Penanaman modal asing ikut berperan serta dalam pembangunan perekonomian Indonesia.

Cr : http://ekonomi.kompas.com/read/2017/07/11/074345226/sri.mulyani.dan.kredibilitas.anggaran.yang.tercoreng

Putu Ayu Fitri Wulandari_FEB_Warmadewa 398

 

Image: http://independentaceh.blogspot.co.id/2016/03/kedudukan-dan-posisi-birokrasi-dalam.html

Answered Jul 30, 2017