selasar-loader

Manfaat apa yang kamu dapatkan dari permainan Rembug MahamerUI?

Last Updated Jul 23, 2017

[Rembuk MahamerUI]

Bagaimana perasaanmu setelah bermain Rembug MahamerUI? Apakah kamu berhasil menebak tim mana yang merupakan koruptor? Atau justru kamu berhasil mengelabui kelompok lain sehingga kamu tidak tertuduh? Setelah keseruan yang sudah kamu lakukan bersama kelompok kamu, ini saatnya kamu memberikan refleksi dari permainan Rembug MahamerUI. Ceritakan bagaimana perasaanmu selama permainan, dan menurutmu manfaat apa yang kamu dapatkan dari permainan ini?

Ketentuan:

- Tuliskan Nama_Fakultas_Nama Kelompok pada awal jawaban. Misal: Wanda_FISIP_Sahasika 1.

- Jawaban ditulis dalam 300-350 Kata

- Setelah menjawab, kirimkan screenshot dari jawabanmu kepada Anantaramu masing-masing paling lambat 4 Agustus 2017 Pukul 23.59 WIB

- Dilarang melakukan segala macam plagiarisme. 

- Disarankan untuk menyertakan gambar (di atas text jawaban) yang dapat mengilustrasikan jawaban yang Anagata miliki. Lebar maximal image adalah 1000px dan gambar tidak pecah

- Jangan lupa, setelah Anagata men-submit jawaban, di bawah nama ada button "edit bio topic", klik! Isi dengan keterangan Fakultas, sama seperti di bio utama. Contoh: Mahasiswa Fakultas X UI 2017.

3063 answers

Sort by Date | Votes

Manfaat yang saya dapatkan dari permainan tadi sangatlah banyak, contohnya belajar untuk berdiskusi dengan orang lain, belajar untuk menyelesaikan masalah, dan belajar mencari jawaban dengan bukti atau penjelasan yang bisa dipertanggungjawabkan. Jalannya permainan juga sangatlah seru, apalagi kelompok saya tidak sengaja menjadi kelompok yang korupsi, namun dengan kerja sama tim yang baik kelompok saya tidak tertebak, kakak mentor pun sangat seru menjadi narator di permainan ini. Pokoknya, mentoring OKK kedua ini sangat mengesankan.

#SemangatSatUI #OKKUI2017

Tari_FISIP_144 Jagaraga-12

Answered Aug 1, 2017

Perasaan saya selesai bermain Rembug Mahamer UI sangat senang. Hal ini karena dalam permainan diajarkan untuk berfikir kritis terhadap suatu masalah. Contohnya ketika kita harus menjelaskan peran bagian kelompok dalam proyek pembangunan rumah sakit mahamer UI.  Sebenarnya kita tidak benar-benar mengadakan suatu proyek, namun kita dituntut untuk dapat membayangkan bahwa kita sedang benar-benar dalam suatu proyek. Selain itu saat kita menentukan siapa kelompok yang merupakan koruptor, kita harus menentukan pilihan kita dengan argumen yang jelas. Tentunya kita tidak boleh asal tuduh tanpa dilandasi dengan alasan yang kuat. Jadi kita dapat mempertanggungjawabkan apa yang kita kemukakan. Disini kita diajarkan untuk bisa mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang kita lakukan.  Berfikir kreatif tentu sangat dibutuhkan dalam dunia perkuliahan. Karena mahasiswa terkenal dengan pola pikirnya yang kritis namun dapat dipertanggungjawabkan. Jadi secara tidak langsung dengan game ini kita diajarkan untuk berpikir layaknya seorang mahasiwa.

Selain itu kita juga diajarkan kerja sama dalam tim. Dimana kita diminta berdiskusi untuk menentukan diantara enam kelompok lain siapa yang menjadi koruptor. Hal ini tentu membuat anggota kelompok mengemukakan pendapatnya masing-masing, tanpa terkecuali. Lalu dimusyawarakan dan disepakatin bersama. Tentu hal  ini tak kalah penting dalam masa perkuliahan di UI nanti. Sebab saat kita menimba ilmu di UI, kita tidak hanya membaca buku-buku teks namun diperlukan juga kerja sama tim. Sepengetahuan saya, di perkuliahan nanti dosen akan banyak memberikan tugas kelompok. Jadi sebagai mahasiswa UI memang sangat diperlukan kerja tim untuk menunjung studi kita nanti. Keuntungan dari kerja sama tim atau kelompok adalah kita bisa mendiskusikan materi-materi pelajaran. Hal ini agar ilmu yang kita dapatkan bukan hanya dari hasil pembelajaran kita sendiri, tetapi ditambah juga dari orang lain juga. Bukan hanya untuk kegiatan akademik, kerja tim juga diperlukan apabila kita mengikuti organisasi-organisasi.

Yang terakhir, game ini mengajarkan kita untuk jujur dalam dunia kerja nanti. Sebab jika terdapat oknum-oknum yang melakukan kecurangan seperti korupsi dampaknya tentu sangat besar. Contohnya seperti game ini, dimana saat ada beberapa kelompok yang melakukan korupsi, membuat proyek pembangun rumah sakit terhenti.  Hal ini tentu merugikan banyak pihak.

 

Salsabila_FT_Jagaraya 12

Answered Aug 1, 2017

Menurut saya, permainan Rembug Mahamer UI ini sangat mendidik. Ya, walaupun hanya sekadar permainan, tetapi banyak sekali makna di dalamnya. Seperti kita dharuskan berpikir kritis, cepat tanggap, teguh pada pendirian, bahkan membela diri. Bagi saya, selain untuk mendapatkan paraf para mentor, kita juga bisa menikmati dan mendapatkan kesenangan setelah seharian beraktivitas. Para mentor yang juga mengayomi jalannya permainan serta teman-teman yang asyik dalam bermain. 

Selain dituntut berpikir kritis, kita juga diharus bermusywarah terlebih dahulu sebelum kita berpendapat. Nah, bermusyawah dengan kelompok tentu tidak gampang karena menyatukan beberapa kepala menjadi satu, harus mengalah, dan harus menerima serta menghargai. 

Menjadi kenal satu sama lain. Karena kami semua berasal dari fakultas dan jurusan yang berbeda-beda. Dengan permainan ini bisa membuat kami akrab. Setalah permainan selesai, barulah waktunya kita mengaku siapa yang bersalah. Di sini dapat dilihat siapa yang berpegang teguh atau siapa yang terus membela dirinya. Untuk keseluruhan permainan hari ini, saya sangat menikmati dan banyak sekali pelajaran yang dapat saya ambil.

AfritaMaharani_FIB_Jagaraga12

Answered Aug 2, 2017
Syafira Azzahrah
an (extra)ordinary feeling extrovert girl. [ENFJ] Islamic Economics student.

Setelah bermain Rembug MahamerUI saya merasakan perasaan menyesal karena ternyata feeling saya dan teman saya benar, namun kami tidak mengikuti hal tersebut. Saya dan teman saya merupakan kelompok koruptor, tapi walaupun tidak mendapatkan tuduhan, kami juga salah dalam memilih kelompok koruptor lain. Akibatnya kami tetap kalah dan mendapatkan hukuman menyanyi lagu Keroncong Kemayoran :)))))

Selama permainan sendiri, sebenarnya saya sudah curiga pada kertas yang teman saya pegang dan satu kelompok lain sebagai koruptor. Namun hal itu tidak bisa dibuktikan oleh saya maupun teman-teman yang lain dikarenakan 2 kelompok koruptor ini memegang bagian yang dianggap sulit untuk melakukan tindakan korupsi. Tidak ada argumen yang sangat kuat untuk menjatuhkan kelompok koruptor ini. Satu-satunya hal yang bisa menjadi alasan kuat penuduhan tersebut hanyalah tingkahlaku anggota kelompok pemegang kertas bertuliskan koruptor. Namun tentu saja, dalam permainan Rembug MahamerUI ini kita tidak bisa menuduh seseorang hanya karena tingkah lakunya, perlu adanya argumen yang kuat mengapa kami menuduh kelompok tersebut. Pada akhirnya permainan ini memberikan kami pelajaran bahwa sebenarnya siapapun dapat menjadi atau melakukan tindakan korupsi. Namun dalam melakukan tuduhan tersebut perlu adanya bukti yang nyata sehingga dapat dipertanggung jawabkan dan tidak sekedar menjadi tuduhan (fitnah) terhadap orang lain.

 

SyafiraAzzahrah_FEB_Makutawangsa 3

Answered Aug 2, 2017
Pinky Alfaini
mahasiswa Fakultas Kedokteran UI

Pinky Nur Alfaini_FK_Kertanegara 11

 

Permainan Rembug MahamerUI merupakan permainan yang seru dan menyenangkan. Rembug MahamerUI ini memiliki kesamaan dengan permainan werewolf dimana para peserta harus bisa menebak siapa yang menjadi koruptornya atau justru sang koruptor harus mampu menyembunyikan identitasnya sebagai pelaku korupsi.

Sebelum memulai Rembug MahamerUI, peserta dibagi menjadi beberapa tim yang terdiri dari tim keuangan internal, keuangan eksternal, pemasaran, kesehatan, operasional, keamanan, dan PSDM. Selain itu, ada juga peran khusus berupa ajudan raja dan sang koruptornya. Kemudian, setiap tim harus mengemukakan ide untuk menyanggah kalau timnya itu bukanlah sang koruptor. Tentunya, dalam pengungkapan ide ini diperlukan kerja sama yang baik antaranggota tim, berpikir kritis, dan mengemukakan alasan yang logis dan bisa dipertanggungjawabkan dalam waktu singkat. Tidak mudah memang, tetapi itulah tuntutan seorang mahasiswa untuk bisa kritis, logis, dan bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya. 

Tak cukup sampai disitu, permainan terus berlanjut ke tahap menduga siapa tim yang melakukan korupsi. Dugaan ini ditujukan kepada tim manapun disertai alasan yang kuat dan logis. Selain itu, bisa juga dengan menganalisis setiap gerak-gerik dan perkataan yang muncul dari masing-masing tim. Tim yang dituduh pun berhak menyanggah tuduhan tersebut. Adu argumen pun bisa terjadi dalam situasi seperti ini. Oleh karena itu, dibutuhkan cara berpikir analisis dan cepat tanggap yang merupakan salah dua softskills yang diperlukan mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan nantinya. 

Akhirnya, penentuan sang koruptor pun harus diputuskan. Penentuan ini dilakukan agar masalah yang terjadi bisa selesai dan segera diambil langkah selanjutnya. Maka dari itu, secara keseluruhan nilai-nilai yang bisa diambil dari Rembug MahamerUI yaitu belajar untuk berdiskusi dengan tim, bekerja sama, berpikir kritis, logis, mampu menganalisa hal-hal di sekitar, berani mengemukakan pendapat di depan umum, cepat tanggap, bertanggung jawab, dan tentunya sportif dengan tim lain. 

Answered Aug 2, 2017

Yayuk Fitriani_FISIP_Makutawangsa 3

Ada kegiatan seru yang dilaksanakan pada kegiatan mentoring OKK kedua, yaitu kelompok kami harus bermain game “Rembug MahamerUI”.  Pada awalnya saya bingung cara memainkannya, tetapi teman-teman dan mentor terus membantu saya agar memahami cara bermain game tersebut, dan mulailah pembagian tim, peran, dan tugas. Saat itu tim saya berperan sebagai divisi operasional, dan kami “bukan koruptor”. Setelah berembug dengan anggota tim, kami dipersilahkan untuk mulai mengungkapkan argumen kami tentang divisi mana yang paling potensial untuk melakukan korupsi. Bahkan dari pemicu pertama, semua tuduhan mengarah pada divisi operasional. Saya dan partner saya jadi bingung untuk karena jika kami harus berpendapat, kami rasa memang divisi operasional yang paling berpotensi untuk melakukan kejahatan. Akhirnya, karena kami tidak mungkin menuduh diri sendiri, kami menuduh tim lain. Di pemicu kedua, keadaan tidak jauh berubah, divisi saya tetap menjadi terduga utama. Maka, kami berusaha menyangkal dan melemparkan dugaan pada tim yang kami curigai. Namun, tim lain tidak sependapat dengan kami, mereka tetap bersikeras bahwa kami adalah koruptor. Perdebatan berlangsung seru karena kami saling menuduh dan menyangkal. Akhirnya, tidak ada satupun koruptor yang tertangkap. Lalu, mereka yang salah mendapatkan hukuman untuk menyanyikan lagu Genderang Universitas Indonesia yang baru saja kami pelajari. Dari game tersebut, kami belajar untuk berpikir lebih kritis dan menjadi peka. Karena pada dasarnya dalam game tersebut semua orang berpotensi menjadi koruptor. Yang kami harus lakukan adalah memperhatikan orang lain dan mempelajari sikapnya selama permainan. Setelah mendapatkan orang yang dicurigai, kami harus bisa membuat teori yang masuk akal dalam menuduh tim tersebut. Jika tim tertuduh, kita juga harus bisa memutar otak untuk menyangkal dan sebisa mungkin tetap mengkondisikan sikap. Walaupun terlihat serius, menurut saya game ini juga menyenangkan. Game ini mengajarkan tim untuk melakukan kerjasama. Karena, jika komunikasi tidak berjalan dengan baik, kami berpotensi untuk kalah. Selain itu, diluar manfaat yang bisa kami petik untuk diterapkan sehari-hari,  game ini juga membuat kami semakin dekat satu sama lain. Selama sesi tuduh-menuduh, banyak juga candaan kami sehingga game tidak membosankan.

Answered Aug 2, 2017
Roes Ebara Gikami Lufti
Mahasiswa Ilmu Ekonomi, Universitas Indonesia. Tertarik terhadap hal menarik.

Roes Ebara Gikami Lufti_Ilmu Ekonomi_Makutawangsa 3

 

Bersama mentor dan kelompok OKK, saya bermain Rembug MahamerUI, sejenis permainan tuduh-menuduh yang mirip dengan Werewolf. Permainan ini berlatar belakang kasus korupsi pembangunan rumah sakit di kerajaan MahamerUI. Dalam permainan ini, mentor membagi kelompok menjadi beberapa tim beranggota dua pemain yang memegang divisi tertentu (seperti PSDM dan Keuangan). Kemudian, dua pemain diberikan peran "koruptor" secara acak;  partner tim mereka tidak mengetahui peran apa yang mereka pegang. Seperti Werewolf, para pemain mendapat kesempatan untuk menuduh, membela diri dan membuat argumen untuk mengungkap (atau menutup) identitas "koruptor". Permainan diakhiri oleh sebuah pengadilan; para "koruptor" menang jika mereka tidak didakwa dan para pemain lain menang jika mereka mendakwa "koruptor" yang benar.

Tim saya mendapat peran sebagai departemen Kesehatan. Saat permainan masuk ke sesi debat pertama, tim-tim mulai saling tuduh menuduh berdasarkan argumen yang logis tetapi seru dan kadang menghibur. Tim Keuangan Internal menuduh PSDM, yang kemudian menuduh Operasional, dan seterusnya. Saya merasa cerdik karena tim saya luput dari tuduhan. Pada sesi dua, tuduhan mulai diperuncing menuju Operasional, Pemasaran dan Keuangan Eksternal. Mereka tentu menyangkal, namun pada akhirnya itu gagal karena kami semua memutuskan untuk mendakwa Operasional kemudian Keuangan Eksternal. Suara tim saya menjadi suara pemecah seri antara mendakwa Keuangan Eksternal dan Pemasaran; pilihan kami membuat kami mengigit jari karena kemudian diungkapkan bahwa para koruptor ada di tim Pemasaran dan Keamanan! Kami para penuduh menjalani hukuman bernyanyi paduan suara yang kami jalani dengan suara sumbang dan tawa.

Melalui permainan ini, saya melihat bahwa ada kecenderungan bagi kelompok untuk digiring menuju suatu konsensus tertentu, meskipun seringkali konsensus tersebut tidak mempunyai dasar yang kuat. Dalam kasus ini, kami para pemain diarahkan secara implisit untuk mejadikan Operasional beserta Pemasaran dan Keuangan Eksternal sebagai kambing hitam dengan dasar argumen-argumen berdasarkan peran divisi yang kelihatannya masuk akal, namun absurd mengingat peran "koruptor" ditentukan secara acak tanpa melihat divisi yang dimainkan. Argumen-argumen tersebut disebarkan secara terus-menerus sampai semua pemain setuju. Pada akhirnya, kita mendakwa kedua dari mereka berdasarkan argumen yang mengada-ada dan suara mayoritas, bukan bukti konkrit yang, patut diingat, mustahil ada dalam permainan ini. Untungnya ini hanya permainan; semoga saja kelompok-kelompok di dunia nyata tidak jatuh ke jebakan yang kita alami.

 

Answered Aug 2, 2017

Muchammad Farhan_Vokasi_Kertanegara-11

 

Permainan Rembug MahamerUI adalah permainan yang sangat seruuuu!!! Permainan ini seperti persidangan di Meja Hijau permainan ini juga mempunyai kemiripan dengan werewolf , tapi permainan ini agak sedikit berbeda karena pada permainan ini dikisahkan pada jaman Kerajaan ada sebuah rumah sakit namun, kegiatan rumah sakit itu tidak berjalan karena ada tim yang korupsi. Oh iyaa!!! Timnya ada tim keuangan internal, PSDM, Keuangan eksternal, Keamanan, Kesehatan, pemasaran, dan operasional nah kita harus menebak siapa yg koruptorr dan kaka mentor sebagai raja

 

Setelah kertas dibagikan saya mendapat tim pemasaran wahhh ternyata koruptor tetapi saya dan teman saya berusaha menyanggah korupsi dengan alasan yg kuat dan menduga yg korupsi dari tim keamanan dan juga tim keuangan eksternal awalnya semua tim percaya dengan saya dan tidak menduga tim kami yang menjadi koruptor. Setelah diadakan diskusi kedua tim kami menyanggah kalau tim kami yg diduga koruptor  tetapi sayang sekaliii :( tim saya ketauahan korupsi karena tim kami banyak ngomong namun sebaliknya tim PSDM yg juga korupsi tidak ketahuan karena mereka diem ajaa ternyata koruptor itu ada yg banyak ngomong dan ada juga yg diem diem loh :)

 

Nilai yg dapat diambil dari permainan ini kita dapat berpikir kritis dan membuat argument dengan waktu yg singkat selain itu kita juga bisa menebak atau menduga siapa pelaku korupsi,oh iya pada permainan ini kita juga diajarkan kerja sama tim untuk menyampaikan argument argument yg kuat. pokoknya permainan ini seru deh!!!

Answered Aug 2, 2017

Tri Ambarwati_FKM_Kertanegara 11

Permainan Rembug MahamerUI adalah permainan yang menyenangkan. Permainan ini seperti permainan 'werewolf, tetapi werewolf disini bukanlah werewolf, melainkan koruptor. Di dalam permainan ini kita diminta untuk bekerjasama dalam menangkap tim koruptor. Kelompok saya dibagi menjadi 7 tim, yaitu tim keuangan internal, tim pemasaran, tim kesehatan, tim operasional, tim keamanan, tim keuangan external, dan tim PDSM. Setiap tim terdiri dari 2 orang dan kakak mentor berperan sebagai ajudan raja. Terdapat 2 tim yang berperan sebagai tim koruptor. Kebetulan data bermain kemarin saya masuk ke dalam tim keuangan internal dan bukan sebagai koruptor.

Sesi pertama permainan pun dimulai, disini kita diminta untuk memperkenalkan diri. Dari sini kkita bisa mulai melihat siapa koruptornya. Lalu setelah semua memperkenalkan diri kita diminta untuk berdiskusi antar sesame tim untuk mencurigai salah satu tim yang berpotensi menjadi koruptor dlihat dari perkenalan tadi. Setelah berdiskusi, dimulailah sesi debat pertama. Disini setiap kelompok menyampaikan pendapatnya siapa yang kira-kira berpotensi menjadi koruptor. Dan kelompok yang tertuduh bisa menyanggah dengan memberikan argument yang kuat. Pada sesi ini tim saya menuduh tim keamanan karena mereka sangat mencurigakan.

Setelah sesi debat pertama selesai, kita diminta untuk berdiskusi antar sesama tim lagi. Kali ini kita diminta untuk menuduh 2 tim yang berpotensi menjadi koruptor. Dan di sesi ini kelompok saya mendapat tuduhan karena kata sang penuduh kelompok saya hanya diam saja daritadi. Padahal memang karena saya belum paham betul cara bermaiinya sehingga saya diam saja. Di sesi ini kelompok saya menuduh tim keamanan dan tim pemasaran. Tetapi tentu mereka membantah.

Di akhir permainan tim keamanan dan pemasaran mendapat voting terbanyak, sehingga mereka harus menunjukan kartu mereka. Dan ternyata tim keamanan bukanlah tim koruptor. Semua orang kaget karena mereka sangat mencurigakan. Tetapi untungnya tebakan kedua kami benar. Tim pemasaran adalah salah satu koruptor. Dan ternyata koruptor kedua adalah tim PDSM. Kami sungguh tidak menyangka karena mereka adalah pilihan terakhir kami untuk menjadi koruptor.

Esensi dari permainan ini yaitu bahwa tidak semua orang di dunia ini jujur. Jangan mudah percaya terhadap orang lain. Kita harus berpikir kritis dalam memecahkan masalah.

 

Answered Aug 2, 2017
Adam Janitra
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Adam Janitra Valdy Savero_FISIP_Makutawangsa-03

Permainan Rembug MahamerUI ini saya lakukan bersama kelompok saya pada hari Selasa tanggal 1 Agustus 2017 di parkiran sepeda seberang Wisma Makara. Dalam permainan ini secara tidak terduga saya mendapat peran "koruptor". Selama permainan, saya tidak tertebak sebagai koruptor tetapi tuduhan saya juga tidak tepat sehingga di akhir saya tetap terkena hukuman.

Sejujurnya saya tidak tahu koruptor yang satu lagi berada di divisi apa sehingga saya menuduh divisi keuangan eksternal. saya menuduh mereka karena merekalah yang bersangkutan langsung dengan biaya dan bisa jadi mereka membohongi anggaran kepada pihak luar untuk dimasukkan ke kantongnya. Divisi lain menuduh divisi operasional dan psdm karena mereka bersangkutan langsung dengan teknis pelaksanaan.Tetapi di akhir mereka dinyatakan tidak bersalah.

Melalui permainan ini saya dapat lebih mengenal sesama teman satu kelompok. Walaupun awalnya kami tidak saling mengenal, setelah permainan ini kami dapat saling mengenal dengan canda tawa yang ada. Lalu permainan ini juga mengajarkan saya untuk dapat berarguentasi dalam membela kebenaran yang ada. Saat itu saya berada di divisi Pemasaran sehingga saya dapat menyangkal argumentasi divisi lain untuk membuktikan bahwa divisi saya tidak bersalah. Walaupun pada hakikatnya saya berbohong tapi disini saya menjadi lebih menyadari bahwa menjadi koruptor itu berdosa besar karena banyak berbohong. Saat divisi lain menuduh saya, saya berargumen karena divisi pemasaran cukup transparansi dalam pekerjaannya. Kami hanya mempromosikan pada khalayak umum. Apabila kami membutuhkan duit juga sudah tertera jelas dalam anggaran awal dan di akhir dibuktikan dengan adanya kuitansi sebagai bukti pembayaran.

Permainan ini juga memiliki makna bahwa dalam pekerjaan, setiap divisi berpotensi untuk melakukan kecurangan. Karena itu lah penting bagi kita untuk tetap jujur dalam melakukan pekerjaan. Seperti contohnya teman saya yang berada di divisi Keamanan, sungguh tidak logis divisi tersebut melakukan kecurangan tetapi kecurangan dalam pekerjaan memang lumrah adanya sehingga harus tetap waspada. Sebagai teman yang baik harus tetap mengingatkan satu sama lain sehingga pekerjaan tetap bersih dari segala macam tindak kecurangan.

Adam Janitra Valdy Savero_1706979902_Makutawangsa-03

Answered Aug 2, 2017
luvina alya
Mahasiswa FISIP UI 2017

Luvina Alya_ FISIP_Azhiga 16

Pada mentoring OKK yang kedua, kami memainkan sebuah permainan yang bernama Rembug MahamerUI. Permainan Rembug MahamerUI ini merupakan permainan yang menarik dan juga mengandung nilai-nilai positif di dalamnya. Dalam permainan ini masalah yang terjadi adalah adanya kasus korupsi dalam pembangunan rumah sakit di sebuah kerajaan. Tugas kami adalah berusaha memecahkan masalah tersebut dan mengetahui siapa yang melakukan korupsi. Cara bermainnya hampir mirip dengan permainan Werewolf tapi bedanya disini kita harus menebak tim apa yang melakukan korupsi.

Pertama-tama, kami dibagi menjadi tujuh kelompok yang terdiri dari dua orang. Setiap kelompok memiliki perannya masing-masing, seperti tim keuangan eksternal, tim keuangan internal, tim operasional, tim keamanan, tim pemasaran, dan lain-lain. Kemudian, setiap perwakilan kelompok menjelaskan jabatan, tugas dan hal apa saja yang telah dilakukan untuk pembuatan rumah sakit tersebut. Setelah itu, kami menebak-nebak tim mana yang melakukan korupsi. Permainan berlangsung dengan cukup seru. Banyak argumen yang dilontarkan dan juga pembelaan dari kelompok yang dituduh. Setiap kelompok berusaha meyankinkan kelompok lain bahwa kelompoknya tidak melakukan korupsi. Akhirnya setelah saling berargumen, kelompok yang korupsi pun dipilih. Satu dari tebakan kami benar tapi kami salah menebak yang satunya lagi. Kami gagal menebak kelompok itu karena mereka terlihat meyakinkan dan berargumen dengan baik.

Manfaat yang saya dapatkan dari permainan ini sagat banyak. Dalam permainan ini, saya belajar untuk menyampaikan pendapat serta berargumen dengan dasar yang jelas dan konkret. Permainan ini juga menuntut kita untuk berpikir kritis dan tidak asal berbicara tanpa bukti yang jelas. Kita harus bertanggung jawab dengan apa yang kita katakan dan tidak boleh asal tuduh. Melalui permainan ini kita belajar bagaimana caranya meyakinkan orang lain dengan mengemukakan pendapat yang logis dan faktual. Kita juga belajar untuk berdiskusi, memecahkan suatu masalah, menyampaikan pendapat, dan menerima pendapat orang lain. Permainan ini sangat baik untuk mengasah public speaking. Intinya permainan ini memberikan banyak pelajaran dengan cara yang menyenangkan.

Answered Aug 2, 2017

Novi Margiyati_FIK_Kertawardhana 15

Pada saat mentoring OKK kedua saya memainkan sebuah permainan yang menuntut saya untuk bekerja sama dengan orang lain. Permainan tersebut adalah Rembug MahamerUI, permainan ini termasuk permainan yang seru dan sangat menarik!! Waktu awal memainkannya saya bingung dan kurang mengerti tapi lama kelamaan permainannya jadi sangat asik. Permainannya mirip seperti permainan werewolf dengan cara saling tuduh-menuduh satu sama lain tapi disini kita harus menebak siapa yang menjadi koruptornya dan yang menjadi koruptor juga harus pandai dalam menyembunyikan identitasnya. Permainan ini juga terdapat beberapa tim ada tim keuangan internal, PSDM, Keuangan eksternal, Keamanan, Kesehatan, pemasaran, dan operasional.

Saat bermain saya dituntut untuk mengungkapkan siapa tim yang melakukan korupsi di dalam sebuah pembangunan rumah sakit di sebuah kerajaan MahamerUI. Berbagai argumen-argumen dan tuduhan dilontarkan agar dapat mengetahui siapa pelaku korupsi sebenarnya dan menegakkan keadilan. Para tim pun saling menuduh dan menyangkal setiap taduhan yang dilontarkan kepada mereka. Pada akhir permainan pelaku korupsi pun diberitahukan.

Manfaat yang dapat kita ambil dari permainan ini adalah bagaimana caranya untuk bekerja sama dan mengenal lebih baik dengan orang lain. Pada awalnya kita saling tidak mengenal satu sama lain tetapi setelah melakukan permainan ini kita semua jadi lebih akrab dan dekat. Bersikap kritis dan juga bertanggung jawab di tuntut di dalam permainan ini karena agar kita dapat menemukan pelaku sebenarnya kita harus memberikan argumen yang sangat menyakinkan bahwa kita bukan pelaku korupsi tersebut dan orang lain lah pelakunya. Permainan ini juga mengajarkan kepada kita bahwa kita jangan saling tuduh menuduh kepada orang lain tanpa adanya sebuah bukti yang kuat bahwa orang itu bersalah, kejujuran sangatlah penting disini dan kebohongan janganlah diterapkan.

 

Answered Aug 2, 2017
Gerald Aldian Wijaya
Mahasiswa FKUI 2017

Gerald Aldian Wijaya_FK_Sawardhana09

_Da6N4FO2SOsLTJx71OdPgxlg10oOWA7.jpg

Pada sesi mentoring ke-2 OKK UI 2017, kami bersama mentor berkumpul di taman lingkaran Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia. Sesuai dengan yang sudah disepekati, kami semua berkumpul jam tujuh pagi pada hari Selasa, 3 Agustus 2017. Sesi mentoring ke-2 ini diperuntukan untuk kelompok kami bermain Rembug Mahamer UI. 

Permainan Rembug Mahamer UI dimulai dengan membagi anggota kelompok menjadi tujuh kelompok kecil. Ada kelompok yang beranggotakan dua orang dan juga ada yang beranggotakan tiga orang dikarenakan jumlah anggota kelompok Sawardhana-9 tidak habis dibagi tujuh. Setiap kelompok kecil diberikan peran dalam permainan ini, yaitu keuangan internal, keuangan eksternal, keamanan, pemasaran, kesehatan, operasional, dan pengembangan sumber daya manusia. Dari tujuh kelompok tersebut akan diundi dua kelompok yang berperan menjadi koruptor dan sisanya non-koruptor. 

Mentor-mentor kami memulai permainan dengan membacakan konteks cerita yang terjadi. Di kerajaan Mahamer UI, sedang terjadi wabah penyakit yang mematikan. Oleh karena itu, sang raja memerintahkan dibangunnya sebuah rumah sakit yang bisa menyembuhkan penyakit tersebut. Namun, proses pembangunan rumah sakit terhenti karena dana yang disiapkan habis. Padahal, dana tersebut sudah dihitung dengan teliti dan tidak mungkin dana tersebut kurang untuk merampungkan pembangunan rumah sakit. Sehingga, perlu dicari siapa koruptor tersebut.

Masing-masing kelompok memberikan argumennya mengapa mereka tidak mungkin menjadi koruptor. Menurut saya, ini adalah bagia yang paling menarik karena disini saya belajar memberikan argumen yang valid dan memperkuat posisi saya dalam rembug ini. Setelah mendengar argumen-argumen yang ada, setiap kelompok berdiskusi kembali untuk menentukan dua kelompok yang akan dituduh sebagai koruptor dengan alesan yang benar. 

Pada akhir permainan, kedua kelompok yang dituduh adalah kelompok keuangan internal dan keamanan. Namun, koruptor yang sebenarnya adalah kelompok operasional dan keuangan eksternal. Selama permainan ini, saya cukup bersemangat karena proses rembug menentukan koruptor menyenangkan.

Manfaat dari permainan ini yang saya rasakan ada dua, yaitu mengenal anggota kelopompok dan belajar menyatakan pendapat. Saya menambah teman baru dari fakultas yang berbeda merupakan manfaat yang besar untuk saya karena perkuliahan itu untuk menambah jaringan juga. Dalam permainan ini, saya juga belajar menyusun pendapat yang baik dan juga mendengarkan pendapat orang lain ketika berdiskusi. Pastinya akan berguna dalam kehidupan perkuliahan nanti yang akan diisi dengan banyak tugas kelompok.

 

Answered Aug 2, 2017

Shabrina Shaliha_Fakultas Kedokteran_Sawardhana 9

Mentoring ke-2 kelompok Sawardhana 9 dilaksanakan di depan Perpustakaan Pusat UI pada tanggal 2 Agustus. Pada mentoring kali ini, Kami memainkan permaian yang bernama Rembug Mahamer UI. Sekilas, permainan ini mirip dengan permainan werewolf, tetapi di modifikasi sehingga dapat memberikan manfaat dan pelajaran bagi para pemain.

Pada permainan ini, semua anggota kelompok terbagi kedalam 7 kelompok kecil. Yaitu divisi keuangan internal, pemasaran, departemen kesehatan, operasional, keamanan, keuangan eksternal, dan PSDM. DimaKemudian Kakak mentor kami membacakan sebuah pemicu untuk permainan ini.

Diceritakan di kerajaan Mahamer UI, terdapat suatu wabah virus yang menyerang desa. Karena itu, Raja memerintahkan rakyatnya untuk membangun rumah sakit. Tetapi, tanpa alasan yang jelas, pembangunan rumah sakit tersebut terhenti. Dicurigai telah terjadi tindak korupsi dari orang dalam. Maka Raja pun meminta pertanggung jawaban dari setiap divisi untuk mencari siapa yang berpotensi melakukan korupsi

Kemudian, setiap kelompok akan memaparkan alasan dan argumen yang menguatkan bahwa mereka tidak melakukan tindak korupsi. Setelah semua divisi selesai dengan paparannya, setiap kelompok akan menebak  2 divisi yang menjadi dalang tindak korupsi pembangunan rumah sakit.

Mayoritas pilihan jatuh kepada divisi keuangan internal dan keamanan. Ternyata, pilihan mayoritas kami salah. Divisi yang melakukan tindak korupsi adalah divisi operasional dan keuangan eksternal. Maka dari itu, ke 5 kelompok selain operasional dan keuangan eksternal dihukum untuk berjoget. Hukuman yang sebenarnya menyenangkan:)

Selain menyenangkan, menurut saya permainan ini bisa melatih kami untuk percaya diri dalam mengeluarkan pendapat, berpikir kritis, dan mampu bekerja sama.Hal-hal tersebut sangat penting digunakan dalam perkuliahan kami nanti. Terima kasih

Answered Aug 2, 2017
Rosa Nabiila
Mahasiswa Fakultas Psikologi UI 2017

Rosa_FPsi_Azhiga 6

Permainan Rembug MahamerUI ini menurut saya sangat seru. Pada permainan ini, kami diberi beberapa peran, yaitu keamanan, operasional, kesehatan, pemasaran, SDM, keuangan internal, dan keuangan eksternal. Peran yang saya dapatkan adalah keamanan. Setelah diberi peran, kami juga dibagikan kertas untuk menentukan siapa yang jadi koruptor, tetapi informasi tersebut diharasiakan dari peran-peran lain. Kami juga diberi 2 buah pemicu yang intinya sebuah desa tengah dilanda wabah penyakit dan untuk mengatasinya, pihak kerajaan membangun sebuah rumah sakit. Tetapi, pembangunan rumah sakit ini tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Berhentinya pembangunan rumah sakit ini diduga karena adanya kasus korupsi. Masing-masing peran harus memberi pembelaan mengapa mereka bukan koruptornya. Setelah memberi pembelaan dan berargumen, kami harus menebak siapa tim yang merupakan koruptornya. Pada akhir permainan, koruptornya pun diungkap.

Manfaat yang bisa saya dapatkan dari permainan ini adalah sebagai mahasiswa, saya harus bisa berpikir kritis untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Juga, saya tidak boleh mudah percaya dengan informasi yang diberikan oleh orang lain karena informasi itu belum tentu benar, dan saya tidak boleh berprasangka buruk kepada orang lain sebelum adanya bukti yang kuat.

Answered Aug 2, 2017
Alya Isti Safira
Fasilkom UI 2017

Alya Isti Safira_Fakultas Ilmu Komputer_Warmadewa 01 

Hari ini kelompok saya mengadakan mentoring yang kedua di depan Starbucks UI.  Setelah 12 orang berkumpul, kedua mentor memutuskan untuk memulai dengan perkenalan nama dan jurusan (lagi), karena mentor saya yang lama digantikan menjadi mentor baru.

Mereka mengawali dengan menjelaskan bahwa kami akan dibagi 7 kelompok kecil, berisikan 2-3 anggota. Saya mendapat kelompok 3. Lalu perwakilan kel. mengambi undian, saya mendapat pemasaran.  Departemen lainnya ada keuangan internal, operasional, keamanan, keuangan eksternal, SDM, dan kesehatan. Kemudian, mereka mulai menjelaskan kisah dari permainan Rembug MahamerUI ini.

Alkisah terdapat sebuah kerajaan, dengan wabah penyakit yang sedang menyebar. Sebagai solusi, dibangunlah sebuah rumah sakit. Tetapi masalah disini adalah, diantara ketujuh departemen, dicurigai ada yang korupsi sehingga menghambat pembangunan RS tersebut.

Pertanyaannya, departemen mana yang korupsi?

Kami diminta untuk memberi alasan mengapa RS tsb. bisa terhenti tiba2, sesuai dengan departemen saya. Saya pun menjawab bahwa kemungkinan karena publikasi yang jelek, kebanyakan warga tidak tahu adanya rumah sakit baru ini. Sehingga mereka tetap berobat dirumah masing2 menggunakan alat tradisional. Atau mungkin publikasi yang buruk membuat SDM yang baik tidak mau bekerja di RS ini. Ada banyak kemungkinan.

Game ini sangat seru karena mengasah analisis dan kemampuan berdebat tiap individu. Kami ditantang untuk berpikir sebab dan akibat permasalahan, tetapi dalam suatu ranah yang spesifik sehingga kita bisa fokus pada permasalahan suatu bidang.

Setelah tiap departemen memberikan penjelasannya, mentoring membuka sesi kedua. Diberitahukan bahwa RS yang melambat membuat wabah penyakit makin menyebar kemana-mana. Waktunya menuduh siapa koruptornya!

Seru. Seakan bermain werewolf, tetapi pada level yang jauh lebih hebat dan menantang. Saya dan teman saya pun mulai menganalisis, kira2 departemen mana yang paling mungkin berbohong. Diberi waktu 15 menit dan kami pun datang kepada konklusi bahwa Dept. keuangan internal berbohong.

Kami menjelaskan bahwa ada kemungkinan alokasi dana yang tidak sesuai sehingga modal menunggak, lalu adanya penggelapan laporan kas keuangan,  ketidaksesuaian pembelian alat2 dan kesalahan memberi gaji kepada SDM.

Ternyata, keuangan internal mendapat 4 suara dan SDM 2 suara. Masuk ronde 3, kedua dept. tertuduh itu diberi kesempatan membela. Setelah membela, akhirnya kamis semua setuju bahwa keuangan internal adalah koruptornya.

DAN KAMI BENAR! YEAY!

Ternyata plot twist, ada dua koruptor! Kami otomatis memilih SDM karena kecurigaan yang bukan main. Ternyata bukan! Kesehatan lah pelakunya. Kami tidak menyangka sama sekali.

Permainannya sangat seru, menyenangkan dan mendebarkan, tetapi juga melatih kepekaan terhadap lingkungan, melatih analisis, melatih berbicara, dan bahkan melatih kita menciptakan argumen kuat!

Answered Aug 2, 2017
Ananda Aprilia
Mahasiswa Fakultas Kimia UI 2017

Ananda Aprilia Setiyaningrum_FMIPA_Azhiga 3

Yu4cjsMbkrBa4s_QdURFJyxDzMjhEWTB.png

Pada mentoring kedua ini saya bermain suatu games yang bernama "Rembug Mahamer UI". Mentoring kali ini dilakukan di Balairung Universitas Indonesia pada sore hari sehingga terasa sangat sejuk.Perasaan saya sangat senang karena mentoring terasa sangat hidup dan jauh dari membosankan. Pada games ini kita dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang harus menebak kelompok yang terdapat koruptor di dalamnya. Mentor kita membacakan beberapa clue agar kita dapat menebak dimana koruptor berada. kemudian kita diberikan beberapa menit untuk berdiskusi dan menebaknya. Kita harus menjawab dengan benar, namun dari 2 koruptor kita hanya dapat menebak 1. Permainan terasa lebih seru dengan alasan-alasan lucu yang diberikan diantara kelompok dan juga ada hukuman bagi yang menjawab salah sehingga games inibterasa sangat menyenangkan. Banyak manfaat yang saya dapat ambil dari mentoring kali ini. Kita diharuskan untuk berpikir kritis dari clue yang diberikan agar dapat menebak dengan baik. Kemudian dengan adanya diskusi kelompok kita menjadi akrab satu sama lain sesama anggota kelompok maupun dengan mentor. Kami juga dilatih untuk memberikan argumen dan alasan sehingga lebih bisa memberikan jawaban secara logis.Perasaan saya sangat senang karena dapat melakukan kegiatan mentoring dengan baik. Saya mengira bahwa mentoring akan terasa membosankan dan juga takut dapat mentor yang galak. Ternyata semua itu salah, saya juga mendapat mentor yang sangat baik dan pengertian. Selain itu mentor juga dapat menggiring games dengan sangat baik sehingga games terasa sangat seru. Mentornua juga asyik dan lucu. Saya harap dengan adanya games seperti ini dapat melatih saya menjadi pribadi yang lebih berani mengungkapkan argumen dan menjadi lebih percaya diri. Selain itu games ini juga memberikan saya banyak teman baru dari berbagai fakultas yang ada di UI. Sekian pendapat saya tentang mentoring kedua.

Answered Aug 2, 2017
Gema Pratama
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UI 2017

GemaPratamaAditya_FASILKOM_Azhiga3

Permainan ini diadakan saat saya menjalani kegiatan mentoring OKK UI 2017, dekat Balairung UI, pada tanggal 1 Agustus 2017 sekitar jam 16.30 sore. Permainan ini dilakukan oleh 17 orang mahasiswa baru sebagai pemain (kesehatan, keamanan, keuangan internal & eksternal, pemasaran, PSDM) ditambah dengan dua orang kakak mentor sebagai narrator untuk membacakan pemicu.

Menurut saya, tujuan penting dari permainan ini bukanlah untuk berhasil berpura-pura menipu lawan atau berhasil menghindar dari tuduhan orang lain, tetapi melatih agar kita berani mengungkapkan pendapat kita, bukan memendam pendapat tersebut di hati. Tentu saja pendapat yang kita miliki harus disertai dengan argumen/penjelasan yang masuk akal, tidak dibuat-buat, dan berdasarkan keadaan yang terjadi saat itu. Penjelasan yang masuk akal dan dapat diterima orang lain tentu akan mempertahankan posisi kita dalam suatu perdebatan. Tentu saja pendapat yang kita keluarkan itu dapat membuat perubahan yang tidak kita ketahui besar kecilnya, dan jika kita hanya diam saja tentu orang lain tidak bisa mengetahui yang kita pikirkan. Dalam permainan ini kita juga diperkenalkan pada situasi di mana waktu yang tersedia tidaklah banyak dan kita harus menyatakan pikiran kita berdasarkan fakta/keadaan yang sedang dihadapi. Tentunya memang tidak semua pendapat itu benar berdasarkan fakta yang ada, tetapi kita harus tetap menghargai pendapat tersebut dan menjadikan bahan pertimbangan. Kita juga dituntut agar tidak langsung percaya (bukan langsung membantah) seratus persen kepada orang lain, terutama dengan orang yang tidak kita kenal. Dunia ini begitu luas, dan penuh dengan orang-orang yang tidak kita ketahui sifat aslinya. Bisa saja orang yang sudah kita kenal baik selama ini sebenarnya bukanlah orang baik dan mungkin hanya memanfaatkan kita untuk kepentingan dirinya sendiri ataupun untuk menjalankan niat jahatnya. Kita pun diajarkan untuk jeli terhadap sikap/gaya bicara yang tidak biasa/janggal/mencurigakan yang ditunjukkan oleh orang lain, tidak ada yang tahu apa yang akan diperbuat.

Permainan yang sangat mirip dengan "Werewolf" ini sangatlah mengasyikkan bagi saya, apalagi karena dilakukan secara langsung dan bukan melalui smartphone.

stRnvJYqn40pDle6OlSYjz5S5KtfL6ag.png

Answered Aug 2, 2017
Shafira Dyah
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UI 2017

Shafira Dyah Pradita_Fasilkom_Sawardhana09

Pada sesi kedua mentoring OKK UI kali ini, kami berkumpul di taman lingkaran Perpustakaan Pusat UI pada jam 07.00 pagi. Mentoring dimulai seperti biasa, dengan absen anggota dan lain-lain. Namun, mentoring kali ini terasa amat sangat menyenangkan. Kami, bermain sebuah permainan seru! Rembug Mahamer UI, namanya. Permainan ini sekilas seperti permainan werewolf yang sampai sekarang masih booming. Ya, permainan ini adalah permainan "tuduh-tuduhan".
cSZCjAHm28Ly7KXFcsWG1Bk6HW7Nmx8L.png
Pada permainan ini, kami dibagi menjadi tujuh kelompok kecil yang beranggotakan dua sampai tiga orang. Setiap kelompok diberikan peran yang berbeda ㅡ ada yang menjadi anggota departemen keuangan internal, keuangan eksternal, PSDM, keamanan, kesehatan, pemasaran dan operasional. Dari tujuh kelompok kecil tersebut, kami dibagi lagi menjadi 5 kelompok "departemen biasa" dan 2 kelompok koruptor.

Mentor kami menceritakan bahwa ada sebuah kerajaan dimana wabah penyakit sedang menyebar dengan luas. Namun, tiba-tiba, terdapat masalah. Pembangunan Rumah Sakit yang dibangun sebagai solusi untuk memecahkan masalah wabah penyakit itu malah terhambat karena ternyata, diantara tujuh departemen yang ada di kerajaan tersebut ada yang terlibat korupsi. Lalu, departemen mana yang korupsi?

Nah, disinilah permainan mulai seru! Masing-masing kelompok harus memberikan argumen tentang "mengapa kami bukan koruptornya" ㅡ argumen yang diberikan juga harus valid dan harus memperkuat posisi kita masing-masing. Setelah mendengar semua kelompok berargumen, setiap kelompok berdiskusi untuk menentukan departemen mana yang korupsi.

Setelah berdiskusi, kelompok saya, departemen PSDM memutuskan untuk memilih departemen keuangan internal dan keamanan sebagai koruptornya. Kelompok lain ternyata juga banyak yang berpikiran seperti kami. Namun, sangat plot twist, jawaban kami salah! Ternyata, sang koruptor berasal dari departemen pemasaran dan keuangan eksternal. Sungguh disayangkan, ya? Tapi tidak apa-apa, tetap seru, kok!

Menurut saya manfaat dari permainan ini ada banyak, diantaranya adalah melatih kami untuk berargumen secara valid dan mempertahankan posisi kami. Permainan ini juga melatih kemampuan public speaking dan kemampuan menganalisis kami yang pastinya akan berguna dalam dunia perkuliahan nanti!

Answered Aug 2, 2017
Agnes Tanubrata
Mahasiswa Fakultas Farmasi UI 2017

Agnes Tanubrata_Fakultas Farmasi_Sawardhana9

p5AAy8Fv4aA9yEhXgwsbIsIif3VO6iJA.jpg
Rabu, 02 Agustus 2017, saya dan teman-teman dari kelompok Sawardhana 9 mengadakan mentoring sesi kedua pada pukul 7.00 di taman lingkaran perpustakaan pusat Universitas Indonesia. Pada mentoring sesi kedua ini, kami sekelompok bermain Rembug Mahamer UI.

Sebelum memulai permainan, kak Annisa dan kak Sekar memberi tahu cara bermainnya, dan membagi anggota kelompok sawardhana 9 kedalam tujuh kelompok. Selanjutnya kak Annisa membagikan kertas undian kepada kami, dimana dari 7 kertas tersebut ada 2 kertas yang bertuliskan “koruptor”. Setelah membuka kertas undiannya, ternyata kelompok saya yang mendapat kertas bertuliskan “koruptor”. Kemudian secara acak kak Sekar memberikan nama kelompok kepada kami, seperti: departemen keuangan internal, keuangan eksternal, operasional, PSDM, keamanan, pemasaran, dan kesehatan.

Permainan dimulai ketika kedua mentor membacakan alur ceritanya. Alurnya ceritanya adalah Kerajaan Mahamer UI sedang dilanda wabah penyakit yang mematikan. Oleh karena itu sang Raja membentuk 7 departemen untuk membangun sebuah rumah sakit. Proses pembangunan rumah sakit tersebut terhenti karena kekurangan dana. Namun alasan tersebut tidak masuk akal karena biayanya sudah diperhitungkan dengan teliti, sehingga kekurangan dana tidak mungkin terjadi. Kurangnya dana ini diduga kuat dikarenakan adanya korupsi dalam departemen-departemen tersebut. Akhirnya sang Raja meminta ketujuh departemen tersebut berargumen untuk membuktikan bahwa departemennya tidak melakukan korupsi. Pada waktu berargumen, masing-masing perwakilan departemen berusaha meyakinan departemen lainnya, sehingga tidak ada yang tahu departemen mana yang benar-benar berperan sebagai koruptor. Pada kesempatan ini yang dituduh sebagai koruptor adalah kelompok departemen keuangan internal dan keamanan. Namun nyatanya koruptor yang sebenarnya adalah kelompok saya departemen eksternal dan departemen operasional. Karena salah menebak departemen yang melakukan korupsi, kelima kelompok lainnya selain kelompok “koruptor” harus menjalani hukuman yang telah disepakati bersama yaitu berjoget bebas.

Setelah bermain Rembug Mahamer UI saya mendapatkan pelajaran baru yaitu saya belajar untuk mengemukakan pendapat di muka umum dan mengahargai orang lain dengan cara mendengarkan pendapat mereka pada saat berargumen untuk membuktikan bahwa departemenya tidak korupsi. Saya merasa sesi mentoring kedua ini sangat bermanfaat untuk kegiatan perkuliahan, karena sebagai mahasiswa kedepannya akan banyak tugas presentasi yang memerlukan kemahiran berbicara dan saling menghargai orang yang sedang berbicara.
 

Answered Aug 2, 2017