selasar-loader

Bagaimana hasil berguru pada pendahulumu?

Last Updated Jul 23, 2017

[Berguru Pada Pendahulu]

Setelah mengetahui siapa dirimu melalui Saya MahamerUI, kamu 'kan baru saja diminta untuk menggali inspirasi dari orang yang berpengalaman. Nah, ini saatnya kamu berbagi apa hasil dari tugas Berguru Pada Pendahulumu! 

Pada kolom jawaban, ceritakan hasil kegiatan Berguru Pada Pendahulu! Coba ceritakan siapa yang kamu wawancarai, dan pelajaran apa saja yang kamu dapatkan darinya! 

Jangan lupa sertakan fotomu bersama pendahulu yang menginspirasimu pada jawaban yang kamu buat ya.

 

Ketentuan:

- Maximal 350 kata

- Sertakan minimal 1 Foto (Berupa Foto Narasumber, Foto bersama narasumber)

- Kirimkan Screenshot hasil jawanmu kepada Anantara Paling Lambat 4 Agustus 2017 Pukul 23.59

- Dilarang melakukan segala bentuk plagiarisme.

- Diwajibkan untuk menyertakan gambar (di atas text jawaban) yang dapat mengilustrasikan jawaban yang kamu miliki. Lebar maximal image adalah 1000px dan gambar tidak pecah

- Jangan lupa, setelah Anagata men-submit jawaban, di bawah nama ada button "edit bio topic", klik! Isi dengan keterangan Fakultas, sama seperti di bio utama. Contoh: Mahasiswa Fasilkom UI 2017.

800 answers

Sort by Date | Votes
Silmi Kamilah
Mahasiswi Sosiologi, FISIP UI 2017.

[Silmi Kamilah, 1706053620, Kelompok Kramawarata-19]

Untuk memenuhi tugas OKK UI 2017 "Berguru Pada Pendahulu", saya memutuskan untuk menemui salah satu kakak tingkat yang sudah saya kenal baik di UI. Namanya Erizka Permatasari, yang biasa saya panggil ‘Kak Erizka’ atau ‘Kak Er’. Ia adalah seorang mahasiswi Fakultas Hukum, Program Studi Ilmu Hukum Universitas Indonesia 2016. 

Setelah sebelumnya menanyakan tentang waktu yang tepat untuk bertatap muka, akhirnya kami memutuskan untuk bertemu pada tanggal 30 Juli 2017 di Moot Court Fakultas Hukum UI, sekitar pukul 3 sore.

Kak Erizka adalah seseorang yang sangat ramah, sehingga saya tidak merasa canggung memulai pembicaraan. Ketika saya bertanya tentang apa kesibukan yang sedang dijalani, Kak Erizka menjawab bahwa ia sedang sibuk mengurus acara Studi Tentang Islam (STI) 2017, yang merupakan ospek bertema keagamaan yang harus dilalui oleh mahasiswa baru FH UI yang beragama Islam. Bahkan saat ditemui, ia baru saja selesai menghadiri rapat persiapan acara tersebut.

Ketua Keputrian FMA FH 2016 itu juga bercerita mengenai kesulitan yang dihadapinya di dunia perkuliahan, dari masalah manajemen waktu, manajemen finansial, sampai keseruan SIAK WAR yang merupakan momen penting dan menegangkan bagi setiap mahasiswa UI di awal semester.

Untuk mengatasi masalah pertama, Kak Erizka memberikan saran kepada mahasiswa baru UI untuk mulai belajar mengatur waktu, terutama karena biasanya kebanyakan maba terlalu bersemangat untuk mengikuti banyak event dan kepanitiaan, namun pada akhirnya malah kewalahan dalam mengatur jadwal yang padat. Ia megatakan hal tersebut karena teringat pada pengalaman magang di BEM UI di semester awal perkuliahan.

Lalu, untuk lebih berhemat terutama untuk anak kost seperti saya, ia menyarankan untuk jangan memegang uang tunai terlalu banyak (karena pasti akan habis juga, hehe).

Setelah itu, tips dari Kak Erizka dalam menghadapi SIAK WAR adalah banyak berdoa dan harus cermat dalam memilih. Atau bisa-bisa 6 bulan perkuliahan dan IPK kita yang terancam (tidak selalu sih, tapi memang biasanya memerlukan effort yang ekstra).

Darinya, saya banyak belajar hal-hal berharga dan penting untuk memulai kehidupan sebagai mahasiswa baru. Kak Erizka juga banyak memberi informasi mengenai kehidupan kampus UI sehingga obrolan kami yang selama 2 jam pun terasa singkat namun sangat bermakna. 

Oh ya, foto di atas adalah foto kami berdua sehabis wawancara. Saya di sebelah kiri dan Kak Erizka di sebelah kanan

Answered Jul 28, 2017
Indriana Yulianti
FIA - Adm. Negara UI

[HASIL BERGURU PADA PENDAHULU]

Hai! Saya Indriana Yulianti dari Fakultas Ilmu Administrasi Jurusan Ilmu Administrasi Negara 2017, telah mewawancarai Kak Diah Retno Yuniarni dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam jurusan Kimia 2014.

Kesibukan kak Diah sekarang ini adalah menjadi Kepala Departemen Keilmiahan BEM FMIPA UI 2017. Pencapaian-pencapaian yang sudah dicapai oleh kak Diah sudah banyak sekali dari bidang akademik maupun non akademik.

"Jd kuliah gak jd org yg ngikutin arus. Kamu punya arus sendiri. Kamu berkarya bukan karena pengakuan org lain tp memang karena kesadaran," itu merupakan visi yang dimiliki kak Diah dan salah satu cara kak Diah menggapai pencapaian-pencapaian yang sudah ia raih sampai saat ini.

Kesulitan yang dialami kak Diah adalah mencari teman yang se visi dengan kak Diah sendiri, namun kak Diah punya prinsip, karakter dan pribadi yang kuat untuk mengatasi kesulitan tersebut.

Lalu kak Diah juga memberi pesan dan tips untuk saya agar tidak terbawa arus yang buruk, dan lebih baik memfokuskan kepada hal-hal yang positif seperti mengikuti organisasi-organisasi dan tetap fokus kepada visi hidup diri saya sendiri.

Dibawah ini merupakan foto Kak Diah Retno Yuniarni, salah satu orang yang bisa menjadi panutan bagi para mahasiswa baru UI seperti saya.wnEKao-xI-0yxPtT930TMHkT7PQ2RlHP.jpg
Indriana Yulianti_1706052473_Kramawarata22

Answered Jul 29, 2017
Medina Nur Anisa
FMIPA Geografi 2017

Bertambah pengalaman.

Answered Jul 29, 2017

Gambar terkait

Perkenalkan, nama saya Anastasia Viastuti Iskandar dari Vokasi Fisioterapi.

Saya mewawancarai seorang narasumber yang menginspirasi saya, yaitu Kak Bambang Trenggono Muhammad atau biasa disapa Kak Abeng, beliau jurusan Fisika angkatan 2013. Kesibukan beliau akhir-akhir ini adalah skripsi, penugasan Abang None, dan membantu perusahaan orang tua. Pencapaian Kak Abeng selama menjadi mahasiswa ialah perlombaan Geofisika Se Indonesia juara 4, Finalis Abang None Jakarta Timur.

Cara Kak Abeng mencapai prestasinya yaitu serius dengan apa yang difokuskan sekarang, terus berlatih dan jangan menyerah, doa pun jangan pernah putus. Kendala yang dihadapi Kak Abeng sendiri adalah capek dan kesulitan mencari waktu.Tips dari Kak Abeng nih untuk para maba, "Belajar penting, menjaga IP penting. Tapi yang ga kalah penting membuat prestasi di saat kuliah. Coba saja ikut-ikut mapres, atau bikin PKM, atau ikut organisasi. Kegiatan-kegiatan eksternal coba ikut paegant yang ada".

Ada juga loh saran dari Kak Abeng untuk kita para maba yaitu tetap semangat, kuliah bukan akhir, tapi awal perjuangan. Bakal lebih banyak hambatan yang muncul untuk mencapai cita-cita. Cari pergaulan yang benar karena bakal bertemu banyak orang di seluruh Indonesia yang punya berbagai macam sifat, kepribadian, dll. Terakhir bahwa selalu ingat keluarga supaya kuliahnya semangat. 

Sekian wawancara dari saya, kurang lebih mohon maaf.

(Anastasia_Vokasi_Wijayarajasa07)

 

Ilustrasi via youthmanual.com

Answered Jul 29, 2017

Saya merasa lebih bisa mengetahui mana yg baik dan buruk.

Answered Jul 30, 2017

Firstieanty Julius Sirait_1706078213_Jagaraga 8

Pada tanggal 3 Agustus 2017, saya mendapat kesempatan untuk mewawancarai Kak Dwianti Manar Yazida dari jurusan Geofisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam angkatan 2016. 

Berhubung masih libur, saat ini Kak Dwianti sedang sibuk mengikuti les di LBI FIB dan mengurus tugas organisasi serta kepanitiaan. Kepanitian tersebut antara lain menjadi bagian dalam himpunan MIPA Green Village, PSDG(s), Best Wanna Be, dan UI Art War. Sungguh pencapaian yang luar biasa dan tidak mudah untuk didapatkan.

Pada mulanya, Kak Dwianti termotivasi untuk mengikuti kegiatan-kegiatan itu karena senang melihat kating yang hebat-hebat, lalu ia juga tertarik untuk mendapatkan sertifikat dan juga ingin mendapatkan pengalaman-pengalaman baru. Maka dari itu, di semester 1 ia mulai mencoba mendaftarkan diri untuk ikut kepanitiaan dan akhirnya diterima. Hingga sekarang Kak Dwianti masih ingin mencoba mengikuti berbagai organisasi dan kepanitiaan lainnya.

Di balik padatnya organisasi serta kepanitiaan yang ia ikuti, tentunya juga ia mempunyai banyak sekali kesulitan yang menghadang. Menurut Kak Dwianti, ia mempunyai beberapa cara untuk mengaturnya dan mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut. Antara lain dengan membuat dan print schedule planner untuk mengatur jadwal-jadwal penting yang akan datang untuk ditempel di buku yg sering ia bawa ke kampus. Dari situlah ia menulis jadwal-jadwal kuliah, deadline tugas-tugas, serta jadwal organisasi dan kepanitiaan juga. Atau jika tidak sempat, ia bisa menjadwalkan di kalender gadget-nya.

Di akhir wawancara, Kak Dwianti juga menyampaikan tips dan saran saat di perkuliahan nanti, yaitu, harus bisa mengatur waktu sebaik mungkin, bila dikasih tugas harus langsung segera dikerjakan dan kalau di kelas harus memperhatikan dosen. Jikalau penting dan perlu juga harus sambil dicatat. Dan jangan lupa untuk bergabung ke dalam organisasi dan kepanitiaan untuk mencari pengalaman, menambah relasi, dan menambah modal kerja.

Sekian hasil wawancara saya untuk tugas "berguru pada pendahulu". Terima kasih.

#OKKUI2017
#SemangatSatUI
#BerbagiInspirasi

oba0AL_XYhUz7nLs2PZBGeoh2nA_IYKy.png

Answered Jul 30, 2017

Nama yang saya wawancara adalah Muhammad Fanan Maulana, angkatan 2015 Sastra Jepang UI dan kesibukan yang sedang dijalani gelar jepang 23 UI. 

Dia menceritakan cara mencapai gelar jepang ke 23, yaitu ke kampus setiap hari, tidak pernah bolos, rajin ke perpustakaan pusat, tidak melakukan plagiarisme dalam mengerjakan tugas, dan selalu mencantumkan sumber dalam tugas.

Dia juga curhat tentang hambatan dalam menjalani Gelar Jepang UI, yaitu acara di FIB banyak, susah untuk berkonsentrasi dalam kuliah, akses kendaraan UI suka macet kalau pagi-pagi, banyak kendaraan yang tidak mau mengalah pada pejalan kaki.

Cara mengatasi masalahnya adalah bijaksana dalam bertindak, mengalah saja pada yang tidak mau mengalah, banyak berikhtiar untuk meningkatkan iman dan juga dia memberi saran kepada mahasiswa baru yang khususnya buat saya, yaitu rajin-rajinlah mengikuti OKK 2017 karena kegiatan tersebut sangat membantu perkuliahan di UI.

Ahmad Iqbal_1706077721_Sawardhana09

Answered Jul 30, 2017
Kireina Amira Nurul Izzah Iberayuk
mahasiswa fakultas psikologi UI 2017


qEjeKbxcaXUUDBaniRsXUwW16dlQM9SC.jpg

Beliau bernama Arya Putra Nugraha, dari Fakultas Hukum UI angkatan 2013. Beliau juga salah satu orang yang mendapatkan nilai IPK yang baik dan penerima beasiswa bidikmisi. Beliau adalah salah satu relawan dari sirap desa, yaitu Sistem Informasi Restrukturisasi Administrasi Pertanahan Desa Pengabdian Masyarakat UI (sirap desa pengmas ui), suatu kegiatan yg berusaha membantu masyarakat utamanya di desa, dalam masalah akses persetifikatan tanah yang berbasis teknologi. Beliau juga aktif di berbagai organisasi dan aktif sebagai pengajar privat, pengajar intensif SBMPTN smartplus, membuat soal-soal modul ekonomi bimbel smartplus, pengabdian masyarakat di Desa mitra UI, panitia verifikator raport SNMPTN undangan, pengawas Simak UI S2 dan Ekstensi, dan saat ini kerja di Graha Sapta daerah Tebet sebagai economy master teacher camp.

Beliau dapat melaksanakan dan mencapai hal-hal tersebut karena diawali dengan rasa ingin mencobanya daripada menyesal tidak mengikuti kegiatan/organisasi apapun selama menjadi mahasiswa. Meskipun begitu, beliau tetap mengalami kesulitan dalam pembagian waktu, dan perubahan kondisi yang menyebabkan pemindahtanganan tugas secara mendadak. Tapi seiring waktu beliau dapat mengatasi hal tersebut dengan membuat skala prioritas, yaitu bagi antara tugas yang penting dan mendesak, tugas yang penting tapi kurang mendesak dan tugas yang bisa dikerjakan nanti, lalu buat manajemen diri (berbeda dari manajemen waktu) agar bisa mengerjakan semuanya.
"Saya teringat kata dosen Psikologi UI, Ibu Malika, bahwa mahasiswa yang mau berkorban untuk orang lain adalah mahasiswa yang tangguh yang disebut sebagai resiliansi, saya harap teman-teman menggunakan hal tersebut, karena sukses harus dibayar dengan pengorbanan, berikanlah kebanggaan pada orang tua kalian, keep on fighting and be your self" kata beliau untuk para maba.

(Kireina Amira_ fakultas psikologi_mawardhana-12)

gambar via dokumen pribadi

Answered Jul 30, 2017

-LGQR1YUlbDkeRTKL2gbFnqD5276cMI5.jpg

Pada tugas ini, saya berkesempatan untuk mewawancarai Annisa Rahmitasari, biasa dipanggil Mita, dari jurusan psikologi angkatan 2016. Kesibukan yang sedang dijalaninya yaitu PJ danus Psycamp, staf humas Psychology Summit, dan staf humas Kamaba Psikologi.

Selama menjadi mahasiswa, cara dia mencapai pencapaiannya adalah membuat komitmen & goals, tidak mudah nyerah, ikut banyak kegiatan yang bermanfaat supaya mendapat banyak pengalaman & pengetahuan. Mita juga menjelaskan terdapat kesulitan yang dia alami selama perkuliahan, seperti menyeimbangkan kegiatan akademik dan nonakademik, kadang juga sulit memahami materi kuliah dan tugas yang menumpuk. Dalam mengatasi kesulitan tersebut, Mita mempunyai cara dengan harus bisa memahami diri sendiri & porsi kegiatan nonakademik yang bisa ditanggung agar perkuliahan tidak terganggu, mencari teman yang bisa bantu/diajak belajar bareng, dan jika ada waktu luang menyicil tugas/materi.

Di akhir wawancara, Mita memberi pesan & tips untuk mahasiswa baru, yaitu mencari pengalaman yang banyak, jangan membuang waktu kuliah hanya untuk belajar saja, ingat akan kesanggupan diri supaya tidak sampai keteteran, mencari temen yang benar untuk bisa saling memotivasi, jangan gampang menyerah, harus ingat alasan awal kenapa memilih pilihan di sini dan bertanggung jawab, serta tak lupa untuk menikmati masa-masa kuliah.

 

Tiara Andriani_1706056686_Sawardhana 09

Answered Jul 31, 2017

W0uQh4L1HyE0l3a6fsKkUuC5fLauKm6v.jpg

Untuk tugas kali ini, saya mewawancarai Aziza Perdhana Pilares dari Program Vokasi jurusan Administrasi Perkantoran dan Sekertari 2016. Kesibukan yang sedang dijalani adalah kuliah seperti biasa. Menurut Kak Dhana, untuk cara belajarnya itu tidak ada yang susah/ribet, jadi standar aja tapi tugasnya yang bikin lelah, yaa namanya juga tugas jadi harus diselesaikan. 

Untuk pencapaian kuliah selama 2 semester ini, Kak Dhana mendapatkan IPK 3,92, nah Kak Dhana ini walaupun jarang menjadi panitia untuk sebuah event tapi dia sering diminta untuk menjadi MC atau moderator. Selain itu, Kak Dhana juga sering mengikuti lomba-lomba. Belum lama ini, Kak Dhana menang sebagai 1st Winner APS Speech Contest 2016 dan 1st Winner GIPSI English Public Speaking 2017, nah tips dari Kak Dhana adalah selalu update tentang lomba-lomba sama sering baca-baca buku.

Rachmania Zain_Vokasi Akuntansi_1706016625_Smaradhahana-16

 

Answered Jul 31, 2017

OtZuejhdqIPDKv_q7jIKVXuoXsiCDkgo.jpg

Pada hari Minggu, 30 Juli 2017, pukul 22.30 WIB saya melakukan wawancara dengan seorang Mahasiswa Vokasi Jurusan Administrasi Keuangan dan Perbankan 2016 bernama Jihan Yunike Putri. Saya melakukan wawancara melalui chatting di salah satu sosial media. Pertanyaan yang diajukan tentang seputar mahasiswa maupun kampus di Universitas Indonesia.

Kehidupan di kampus UI sangat menyenangkan. Lokasi kampus yang tidak terlalu jauh dari pusat kota dan kebutuhan pun mudah didapatkan. Menjadi mahasiswa di Universitas Indonesia adalah suatu kebanggaan baginya, karena tidak semua orang bisa masuk Universitas Indonesia. Menurutnya, vokasi sekalipun harus bersaing dengan banyak orang. Sebagai MABA, wajib mengikuti serangkaian kegiatan seperti OKK, PSAF, PSAU dan lain-lain. Salah satu manfaat dari kegiatan ini agar terbiasa dengan kehidupan kuliah yang sebenarnya nanti, tugas menumpuk, kuliah pagi, dan lain-lain. Jadi dengan adanya kegiatan ini juga melatih kedisiplinan. Tips dan trik untuk MABA adalah mengikuti semua alur seperti ospek-ospek, peraturan yang dibuat oleh universitas maupun senior kita, kecuali jika memang sudah melenceng. Menurutnya, selesai ospek pasti sangat berkesan dan dapat membuat banyak relasi, baik seangkatan, senior ataupun junior. Dan akan kepakai sekali selama kuliah maupun sudah lulus. Adapun suka dan duka selama menjadi MABA. Menurut Kak Jihan, sukanya adalah bisa kenal dengan senior, seru-seruan di ospek walaupun pernah menjadi salah sasaran komdis, sedangkan dukanya adalah memakai atribut yang lumayan ribet dan macam-macam.

Kesibukan yang ia jalani saat ini adalah organisasi dan kepanitiaan. Terkadang memang sulit mengatur waktu antara kuliah, organisasi, kepanitiaan, dan kehidupan pribadi. Tapi menurutnya pikir dari skala prioritas saja.

Anisa Farisdayanty_Vokasi_Kramawarata1

Answered Jul 31, 2017

g3x983R-TMYQM5_Vp2QYw4DPcKPdmTXd.jpg

Assalamualaikum Wr. Wb .

Pada kali ini, saya di beri kesempatan untuk mewawancarai Dwi Yulisty Cahya Hidayat, beliau adalah salah satu mahasiswa dari Program Vokasi 2016  jurusan Perumahsakitan. Kesibukan beliau yang saat ini sedang dijalani ialah:
• Staff Magang Departemen Soskesmas HMRK Vokasi UI
• Staff Acara OIVN dan Rakernas Vokasi Nasional 2016
• Staff Humas Sanubari HMRK 2016
• Staff bagian humas di Dept. Adkesma BEM Vokasi UI 2017
• Staff Konsumsi Seminar Perumahsakitan 2017
• Staff Mentor Mabim Vokasi UI 2017
• PJ Dana Usaha Mabim Vorkes UI 2017
(Ada 1 lagi tapi kegiatan di luar kampus)

Selama menjadi mahasiswa, ada beberapa cara untuk mencapainya, salah satunya mencoba mengatur waktu sebaik mungkin, mengikuti kegiatan yang memang benar-benar bermanfaat untuk kehidupan di kampus. Saya harus tahu kapan waktu saya belajar dan berorganisasi, saya harus mampu menjalankan semuanya secara bersamaan, mengikuti organisasi bukanlah alasan untuk meninggalkan atau melupakan akademik dan akademik pun bukan alasan untuk tidak mengikuti organisasi. Selain itu, saya selalu meminta dukungan orang tua atas apa yang sedang saya jalankan dan yang terakhir adalah mencoba bijaksana terhadap semua keputusan yang akan saya jalankan. Alhamdulillah walaupun sibuk kepanitiaan, rapat sana sini, tapi tetap bisa cumlaude selama 2 semester ini.

Kak Yulis pun menceritakan kesulitan yang beliau alami selama perkuliahan, seperti,ketika ada 2 kegiatan/rapat secara bersamaan, saya sulit memilih bahkan kadang harus bergantian ke tempat rapat 1 dan tempat rapat lainnya, jam kuliah yang padat pun membuat saya jadi sulit mengikuti kepanitiaan tingkat universitas karena waktunya selalu tidak tepat.
• Orang tua tidak selalu mengizinkan saya pulang malam karena saya pulang-pergi, jadi rawan di daerah stasiunnya (sementara biasanya kalo ada kegiatan selalu berangkat pagi, pulang malam)

Dalam mengatasi masalah tersebut, Kak Yulis pun mempunyai cara, yaitu:
• Ketahui SWOT kita sebelum ikut kepanitiaan. Jelaskan kepada PIBPH suatu kepanitiaan kalian bahwa kalian tidak cuma ikut 1 kepanitiaan saja, jadi mungkin bisa saja bentrok saat rapat/kumpul.
• Manfaatkan jatah absen sebijak mungkin. Kalo emang ikut kepanitiaan tingkat UI kebetulan ada kelas, gapapa pake jatah absen asalkan bijak dalam pemakaiannya. Jangan dipake buat bolos atau hal negatif.
• Jelaskan ke orang tua tentang kegiatan kalian di kampus selain berkuliah, berdiskusi dengan baik, pahami sikap orang tua karena saat dilarang bukan berarti dikekang, semua pasti ada baiknya.

Setelah selesai bercerita, Kak Yulis nemberikan tips untuk mahasiswa baru, yaitu ikuti semua kegiatan yang emang positif, belajar tanggung jawab sama pilihan kalian karena sekali sudah tidak dipercaya akan susah ke depannya.
• Cari relasi yang banyak supaya enak ke depannya, jangan malu kenalan sama orang lain.

(Alya Erfina Sani_Vokasi_Wikramawa6)

Answered Jul 31, 2017

Untuk tugas "Berguru Pada Pendahulu," saya telah mewawancarai Claudia Maria Yossy Siregar yang biasa saya panggil Kak Claudia dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis jurusan Akuntasi program Kelas Khusus Internasional angkatan 2014. Sekarang Kak Claudia sedang menjalankan tahun terakhirnya sebagai mahasiswa di University of Queensland, Australia. Selain itu, Kak Claudia sedang memiliki kesibukan lainnya selain menjadi mahasiswa, yaitu menjadi sekretaris umum organisasi Enactus UQ dan sedang menjalankan beberapa project.

Untuk mencapai posisi di mana Kak Claudia berada sekarang, ia mengatakan bahwa jangan sekali-kali merasa malas untuk belajar, dan teruslah mengingatkan diri sendiri akan target yang telah dibuat karena Kak Claudia sebelum transfer ke UQ melakukan hal yang sama seperti yang ia katakan, setelah transfer ke UQ ia juga gabung dalam organisasi-organisasi yang relevan dengan bidang studi dan cita-cita.

Tentunya Kak Claudia mengalami beberapa kesulitan selama menjadi mahasiswa. Kak Claudia sempat kehilangan semangat belajar karena merasa bidang studi yang ia ambil tidak sesuai kemauan dan passion-nya. Hal ini berpengaruh besar ke Kak Claudia, karena ini, cara belajarnya menjadi tidak efektif, kewalahan dalam membagi waktu antara belajar dan organisasi sehingga IPK-nya tidak sesuai target. Namun, ia langsung bertindak. Kak Claudia memaksa dirinya untuk kembali berjuang menggapai targetnya. Ia tidak lupa berkonsultasi dengan senior-seniornya, meminta tips dan trik belajar yang efektif, lalu ia saring satu-satu hingga menemukan yang paling cocok dengannya.

 

Terakhir, Kak Claudia memberikan saya beberapa tips menjadi mahasiswa baru, antara lain jangan menganggap kalau kuliah itu hal yang ringan, seimbangkan belajar dengan berorganisasi, jangan sampai berat sebelah, serta jangan lupa tujuan saya kuliah itu apa supaya tidak keluar jalur.

 

Annisa Rizki_17016077330_annsrizki

Answered Jul 31, 2017
Ica Deriza
Mahasiswa VOKASI - Komunikasi Universitas Indonesia

WenwG93jb1ycF_0SFfVtvqkbxzcv0Tks.jpg

Namanya adalah Alma Dafina Eclessia, mahasiswi Universitas Indonesia jurusan Farmasi 2016. Kak Alma ini adalah salah satu anggota dari UKM UI yang banyak diminati orang-orang yaitu, Paduan Suara Mahasiswa PARAGITA, karena ia adalah salah satu anggota dari PSM PARAGITA, akhir-akhir ini Kak Alma baru saja menyelesaikan kesibukannya di dunia tarik suara. Karena PSM PARAGITA baru saja menyelesaikan lombanya di Spanyol dalam rangka 35 FESTIVAL INTERNACIONAL DE MÚSICAL DE CANTONIGRÓS beberapa minggu yang lalu, PSM PARAGITA mendapatkan juara 2 mixed choir dan juara 3 folksong lagu daerah. "tertarik masuk Paragita karena dari kecil udah hobi nyanyi terus ikutan padus gitu, ya jadi otomatis aja gitu tertarik sama Paragita" ucapnya. Untuk meraih prestasi di suatu organisasi, kita harus pintar untuk me-manage waktu antara jam kuliah dan jam organisasi di luar jam kuliah, oleh karena itu untuk mencapai kesuksesan dalam suatu organisasi, Kak Alma ini bersedia bolak-balik Jakarta-Depok untuk mengikuti latihan padus. Tapi untungnya jam latihan dan jam kuliahnya tidak bentrok, sehingga ia tidak terlalu sulit membagi waktunya. "kesulitannya sih pulang-pergi Jakarta apalagi kalo weekend, terus latihan sampai malem jam 11/12an" ucapnya, tapi karena ketertarikannya dengan Paragita, hal tersebut tidak dijadikan penghalang untuk ia latihan meskipun sampai larut malam. Adapun pesan yang ia sampaikan,"kita harus bisa bagi waktu sesuai dengan prioritas, lalu kita harus bisa pilih UKM sesuai passion kita. UKM di sini tidak seperti eskul di SMA, pokoknya UKM di sini harus bisa jadi tempat kamu berprestasi. Tapi inget, kuliah juga yang bener!!" Oleh karena itu, dari cerita yang saya dapatkan dari kak Alma ini, kita harus pintar membagi waktu dan kita harus bisa berprestasi di dalam kelas maupun luar kelas. 

*foto ini diambil pada saat PSM PARAGITA lomba di Spanyol dan dapat membawa harum nama UNIVERSITAS INDONESIA sekaligus Negara INDONESIA di mata dunia.

Answered Jul 31, 2017

UCM2HI9JZW0SZxhgKHinRHUIRLo0h36P.jpg

BERGURU PADA PENDAHULU

Pada tugas OKK yang kedua ini, saya diberi kesempatan emas untuk mewawancari salah satu alumni UI yang baru saja lulus pada 2016 dengan predikat cumlaude. Beliau adalah Angela Pinkan, salah satu alumni dari Fakultas Teknik, jurusan Teknik Industri 2012.

Tepat setelah menyandang gelar Sarjana Teknik dan predikat cumlaude, beliau langsung mendapat pekerjaan di perusahaan ternama di Indonesia yaitu, Unilever Company. Melihat napak tilas studi dan kesempatan kerja yang ia dapatkan, beliau sempat berbagi tips and trick dengan saya. 

Beliau bercerita bahwa untuk dapat kuliah baik dan cepat lulus, diperlukan suatu komitmen dan kedisiplinan dalam mengikuti semua alur dan kegiatan pembelajaran yang Universitas sediakan. Ingat selalu juga target yang sudah kita patok ingin berapa lama kita berkuliah nantinya. Pemilihan jumlah SKS yang tepat dan waktu yang masuk akal juga perlu dipertimbangkan. Sebab, beliau sendiri bercerita bahwa ia tidak lulus super cepat seperti 3,5 tahun atau kurang. Beliau lulus tepat waktu, yakni 4 tahun. Berikutnya, untuk masalah pekerjaan, sudah diatur masing-masing rejeki untuk setiap orang. Yang jelas, tidak mungkin suatu universitas membuka suatu prodi tanpa prospek kerja yang masih terbuka.

Berbicara soal arang melintang, beliau bertutur kalau tidak ada suatu kesulitan berarti dalam masa perkuliahannya. Mungkin, karena beliau menanggap semua tugas dan hambatan adalah challenge tersendiri untuk terus maju. Challenge terbesar yang dihadapi beliau adalah dalam menyusun skripsi, termasuk mencari tempat magang yang oke. Karena tempat magang bagi calon sarjana adalah gambaran yang baik, ingin bekerja di perusahaan apa nanti saat kita sudah lulus. Dan beliau pun berkesempatan untuk magang di PT. Trakindo Utama selama kurang lebih 3 bulan. Beliau merasa senang, apa yang ia pelajari selama kuliah dapat diterapkan full di dunia kerja.

Tak lupa, sebelum menutup sesi bincang hangat kami, beliau menitip pesan, khususnya kepada para mahasiswa baru Universitas Indonesia angkatan 2017, on how to survive in college life. Pesan beliau, cari teman sebanyak mungkin, kenali berbagai tipe orang dari yang menyenangkan sampai yang menguji kesabaran kamu. Ikuti juga berbagai kegiatan penyeimbang belajar akademis, sepereti pelatihan soft skill melalui UKM, organisasi, dan sebagainya. Tetapi tetap ingat, apapun kegiatannya, kuliah harus tetap on track.

Special messgaes pula dari beliau, jika sudah lulus nanti, bekerjalah di Indonesia dan bangunlah bangsamu. Salam, mahasiswa pengemban cita!

Agatha Diora Amara_FISIP_Wijayarajasa14

 

Answered Jul 31, 2017
Cut Naifa
Ilmu Hukum UI 2017

Saya dapat belajar banyak serta tahu informasi baru mengenai hal-hal baru yang saya ingin ketahui sejak awal. Ditambah, saya juga bisa mengenal sesama mahasiswa UI. Sejauh ini pun, menurut saya wawancaranya cukup kondusif.

Answered Jul 31, 2017

X374oNbS-C8wZ36HmBSo5qqH-XA5HIdy.png

Saya berkesempatan untuk mewawancarai Kak Inara Anindita dari Ilmu Hukum 2016. Selama berkuliah, Ka Inara sering disibukkan oleh berbagai kepanitiaan dan organisasi. Kepanitiaan yang diikuti dia capai dengan berbagai cara, baik melalui open recruitment, tuntutan organisasi, ataupun diajak oleh temannya yang merupakan ketua pelaksana atau koordinator bidang.

Selama melaksanakan perkuliahan, Ka Inara merasakan kesulitan dalam membagi waktu. Itu karena selain kuliah, dia juga harus mengurus kepanitiaan, dan latihan atletik. Namun, Ka Inara dapat mengatasi kesulitan tersebut dengan cara membuat to do list.

Pesan dari Ka Inara untuk para mahasiswa baru adalah untuk mengikuti kegiatan yang dia minati saja, baik yang menunjang kuliah atau pun untuk refreshing, dan tidak mengikuti terlalu banyak. Karena, tujuan utama kuliah adalah untuk belajar. Ada juga tips dari Ka Inara, yaitu rajin rajinlah membuat to do list untuk mempermudah pembagian waktu.

Gala Najmi Haradea_Fakultas Teknik_Makutawangsa21

Answered Jul 31, 2017

Penulis : Jason Chandra – Mahasiswa baru Fakultas Hukum 2017

Pada tugas OKK UI 2017 bertema “Berguru Pada Pendahulu” saya berkesempatan melakukan wawancara via chatting dengan salah satu orang yang saya kagumi, yaitu Anthony L.P. Hutapea, S.H.,M.H. Saat ini beliau berprofesi sebagai Advokat dan Kurator. Beliau baru saja mendirikan kantor hukum “Anthony L.P. Hutapea and Partners” setelah lebih dari 20 tahun bekerja bersama Hotman Paris Hutapea sebagai partnernya. Beliau merupakan alumni dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia jurusan PK III (Praktisi Hukum), Angkatan 1986. Beliau telah menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister di Universitas Indonesia.

Selama menjadi mahasiwa di Fakultas Hukum Universitas Indonesia beliau tergolong mahasiswa yang aktif dan berprestasi. Beliau sering berdiskusi dengan teman senior dan teman-teman satu angkatan dalam grup belajar dan diskusi. Beliau aktif berorganisasi dan mengikuti lomba karya ilmiah penulisan ilmu hukum. Salah satu hasil karya ilmiah beliau pernah diterbitkan di koran Kompas. Kesulitan beliau selama menjalani perkuliahan ialah waktu perkuliahan yang tidak menentu (terkadang pagi dan terkadang sore). Untuk mengatasi masalah waktu tersebut, beliau biasanya menghabiskan waktu luangnya di perpustakaan sambil menanti jam kuliah.

Beberapa kasus hukum yang pernah beliau tangani adalah kepailitan PT. MANDALA AIRLINES, kasus dua orang guru JIS tekait tersangka pencabulan siswa. Beliau berpesan kepada mahasiwa baru agar selalu rajin berkuliah dan jangan pernah bolos, mempersiapkan materi dengan membaca topik yang akan dibahas, mengajukan pertanyaan dan berikan pendapat atau sanggahan. Tips beliau kepada para mahasiswa hukum adalah untuk berlatih menulis dan mengirimkannya ke surat kabar. #OKKUI2017 #SemangatSatUI#BerbagiInspirasi

Answered Jul 31, 2017
Stevannie Gunawan
Do something that matters or be someone that matters

t8o4LXZIKpy9p8r8fboJ5Aoc8InkJHvI.jpg

Pada tugas OKK kali ini saya mewawancarai salah satu kakak kelas saya selama SMA dan juga sekaligus kating saya di Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Namanya adalah Aidah Maghfirah dari IE'15. Kesibukan yang dialami oleh Kak Aidah saat ini bisa terbilang cukup padat, ia mengikuti BEM bagian keilmuan di FEB UI dan juga harus membagi waktunya untuk belajar. Walaupun sibuk ikut dalam berbagai kepanitiaan, tapi belajar tetaplah prioritas utama. Buktinya saja ia bisa mendapatkan IPK di atas 3,6 berkat usahanya untuk menggunakan waktu belajar sebaik-baiknya bahkan hingga larut.

Kesulitan yang dialami pun cukup banyak, seperti pelajaran yang semakin lama semakin sulit cukup membuat stres. Namun, ia tetap berusaha dan berdoa. Perkataan yang sering diucapkannya kepada saya yaitu "usaha akan berbanding lurus dengan hasil". Saya pun berpegang terhadap keyakinan itu. Cara untuk mengatasi kesulitan yang efektif yaitu dengan mengulang-ngulang pelajaran tersebut dan sebisa mungkin dibawa santai biar tidak terbebani. Ia juga mengatakan bahwa anak IE terkenal dengan anak yang paling ambisius. Jadi keambisiusan orang lain tersebut juga dapat memicu kita untuk semakin rajin dan tidak mau kalah dari mereka. Begitulah caranya agar kita tetap bertahan di tengah kesulitan di IE. 

Banyak pelajaran yang telah diberikannya kepada saya, dari mengenai bagaimana Ilmu Ekonomi itu sebenarnya sampai akhirnya saya semakin yakin dengan pilihan jurusan tersebut. Ia juga memberikan saya tips untuk menjalankan OSPEK dan perkuliahan. Contohnya saja ia memberi tahu saya tentang regol dan bagaimana tipsnya, mata kuliah apa saja yang akan dipelajari di IE, rute bikun, berbagai gedung dan jalan yang di UI. Bahkan ia mengajak saya untuk ikut tur keliling UI dengan bikun supaya saya dapat lebih mengenal UI lebih dalam. Ia juga menyarankan saya untuk mengambil beberapa matkul pengantar bahasa Inggris selama semester 1 ini agar tidak terbebani di semester berikutnya. 

Pesan yang diberikan Kak Aidah kepada saya yaitu untuk terus semangat selama berkuliah di UI ke depannya, terutama semangat buat menjalankan serangkaian kegiatan OSPEK yang cukup panjang, apalagi OPK. Kebetulan ia juga sebagai salah satu panitia OPK FEB UI. Ia juga menasihati saya agar tidak mudah tersesat di lingkungan UI yang luas dan tidak mudah dibodohi oleh kating sebagai maba. 

Akhir kata, mungkin sekian yang dapat saya sampaikan berdasarkan hasil wawancara saya dengan Kak Aidah. Namun, saya telah mempelajari banyak hal dari dia dan saya pun berterima kasih atas saran-saran yang diberikannya kepada saya. Kita belajar dari pengalaman dan kegagalan orang lain karena kita tidak mempunyai cukup waktu untuk mengalami itu semua. 

Stevannie Gunawan - Fakultas Ekonomi dan Bisnis - Azhiga 12

Answered Jul 31, 2017
Gerald Aldian Wijaya
Mahasiswa FKUI 2017

de2iEA0IJKZe-lY0uYwfeTv54GJf7Ssq.jpg

Kali ini, untuk tugas "Berguru Pada Pendahulu" saya berkesempatan untuk mewawancarai mahasiswa FKUI angkatan 2015, yaitu kak Stefanus Sutopo. Kak Stefanus terbilang mahasiswa yang aktif berorganisasi karena kehidupannya diisi dengan kesibukan di tiga organisasi tingkat FKUI, Paduan Suara Mahasiswa UI Paragita, dan beberapa kepanitiaan lainnya. Selain pembelajaran di Fakultas Kedokteran dan mengikuti beberapa organisasi, Kak Stef juga disibukkan dengan mempersiapkan skripsi karena di FK persiapan skripsi sudah dimulai dari tingkat 2.

Perjuangan Kak Stef untuk bisa mencapai tahap ini (menjadi mahasiswa FKUI dan aktif di dalam organisasi-organisasi) tidaklah mudah. Menurut Kak Stef, jika dengan perjuangan sendiri tidak akan bisa, tetapi dengan rahmat Tuhan yang Maha Esa, dan dukungan orang tua dan teman-teman semuanya, Kak Stef bisa mencapai tahap ini. Selain itu, nilai-nilai seperti kedisiplinan, kebijaksanaan, dan komitmen sangat berpengaruh dalam kehidupannya menjalani semua kesibukkannya.

Selama masa perkuliahan, Kak Stef mengalami banyak kesulitan dan itu beragam seperti keterbatasan waktu dan juga tempat dengan keluarga dan juga teman-teman lama. Masalah dengan teman-teman baru juga kerap ada dengan yang tidak cocok. Masalah percintaan juga kerap menghiasi kehidupan Kak Stef lho.

Setiap masalah ada solusinya dan itu harus dicari. Menurut Kak Stef, menjadi pribadi yang lebih diplomatis, mengurangi ego dan "rakus" dalam mencari prestasi membantunya dalam mengatasi masalah-masalah tersebut. Diri kita juga harus rendah hati dan tetap belajar dalam mengatasi kesulitan.

Pada akhir wawancara Kak Stef memberikan tips kepada mahasiswa baru 2017, yaitu tetap menjaga idealisme kami dalam membangun Indonesia, tetap menjadi pribadi yang hormat orang tua, selalu siap dalam kehidupan perkuliahan yang baru dalam mencari teman baru dan juga belajar, dan terakhir "buku, pesta, dan cinta" tetap menjadi filosofi dan target selama perkuliahan di UI.

Gerald Aldian Wijaya_1706982576_Sawardhana09

Answered Jul 31, 2017