selasar-loader

Mengapa Rasulullah sangat menyukai kucing?

Last Updated Jul 22, 2017

2 answers

Sort by Date | Votes
Abdullah Azzam
Sarjana Manajemen Universitas Sebelas Maret/ Alumni Baktinusa Ank. 6

q7gUyTBwUWKdIMCI71RYmFndBzgRHdkb.jpg

Jelas ini bukan jawaban yang sesuai dengan kondisi pada saat itu ya, tetapi ada petikan hadis-hadis dan episode menarik kehidupan rasulullah dengan mahluk hidup imut satu ini. Dan secara ane juga pecinta kucing, mungkin akan banyak jawaban subjektif di sini, dan mungkin beberapa jawaban yang ane belum bisa memastikan landasan ilmiahnya, haha.

Pertama, episode saat seorang sahabat menayakan perilhal makanan dalam bejananya yang ikut dijilat dan dimakan kucing, dan rasulullah bersabda, "makanlah bersamanya pada tempatnya" tanpa ada perintah untuk membersihkan bejananya (seperti saat bejana dijilat anjing) bahkan diminta makan bersama.

Mengartikan bahwa makan dengan kucing tidak menimbulkan efek samping bagi kesehatan (wow). Ane belum nemu jurnal atau artikel soal ini, tapi kenyataannya kucing adalah hewan yang bersih. Pertama, sangat jarang kucing mengeluarkan lidahnya dan diangin-anginkan. Kita tentu tahu angin adalah salah satu tempat pengantar bakteri dan banyak bakteri di udara kita. Serius bro, kalau kita ngga punya sistem imun hidup kita usai.

Artinya, lidah kucing yang notabene alat untuk makan steril karena tidak kena angin. Bandingkan dengan anjing atau komodo yang ludahnya berbahaya. Dan ane pernah dengar sekilas di mulut kucing, liurnya itu bener-bener bersifat kayak desinfektan alami (inilah alasan kucing sering menjilat-njilat badannya untuk mandi). Makanya, kucing adalah hewan yang bersih, super duper bersih, dia ngga tahan kalau ada kotoran di tubuhnya dan dia akan berusaha membersihkan kotoran tersebut. Selain itu, bau badan kucing tidak menyengat, bandingkan dengan babi atau kambing. Well, begitulah, silakan disimpulkan sendiri.

Kedua, mungkin kucing ini imut? Ada kisah saat Rasulullah mau ke masjid dan kucing beliau si Muaezza tidur di jubah beliau, beliau sampai potong itu jubah agar Muezza ngga bangun!

Well man! That is another level. Ane belum baca syarah panjang soal hadIs ini, tapi, jujur ya, kalau liat kucing itu lagi tidur atau mode manja gimaanaa,, gitu emang suka ngga tega untuk berbuat jahat. Ditambah lagi, kucing adalah pelindung alami dari hama pengerat (seperti tikus dan kelinci). So, keimutan mereka bernilai positif karena membuat kita nyaman, plus insting predator mereka membuat kita aman dari pengerat :D (true story)

Ketiga, ane tetep akan bilang Rasulullah SAW adalah pecinta semua binatang, kecuali binatang yang memang sempet melanggar perintah Allah (misalkan cecak), bahkan beliau membuat syariat khusus jika ingin memelihara binatang, yaitu memberi nama, memberi makan, mengawinkan, dan tidak membebaninya pekerjaan di luar batas kemampuannya (ane ingetnya ini) bahkan beliau memarahi keras seorang sahabat yang menyiksa untanya dengan tidak memberinya makan dan membebaninya dengan overload.

Tapi, kucing menjadi spesial, karena di antara semua hewan peliharaan beliau yang memang Allah takdirkan untuk membantu hidup manusia (burung tidak termasuk karena kita bisa menikmati keindahan burung DI LUAR KANDANG!) seperti kuda, keledai, dan unta, cuman kucing yang pantas masuk ke rumah manusia (iya kah? maksudnya secara logis, apalagi kalau kamu hanya tinggal di "kamar tambahan" pada sebuah masjid, seperti rasulullah)

Dan Rasulullah SAW sendiri bersabda, bahwa kucing memang hadir untuk hidup di tengah-tengah manusia. So, cintai hewan dengan berbuat baik dan tidak mendzalimi mereka, dan jika anda memutuskan untuk memelihara hewan untuk anda pelihara, saya sarankan peliharalah kucing:3 (subjektif ya, karena saya sukanya kucing)

 

Wallahu 'alam

foto via liputan6.com

Answered Jul 26, 2017

Didalam Al Qur-an khususnya awal bagian an Najm disebutkan bahwa tindak tanduk Rasulullaah termasuk hal yang beliau suka atau benci merupakan tindakan yang digerakkan berdasarkan wahyu alias dituntun oleh Allaah. Hal yang dituntun oleh Allaah, Pencipta Alam Semesta termasuk manusia pasti memiliki kebaikan dan manfaat bagi manusia sebagaimana tertera dalam Al Baqoroh 216.

Dan hasilnya sedikit demi sedikit riset manusia di era moderen menemukan hasil yang mencengangkan dari perilaku hidup Islami mulai dari buang air dengan jongkok, makan tangan kanan dan tidak ditiip, makan minum duduk termasuk memelihara kucing dalam rumah.

Cepat atau lambat, selalu dan pasti ada kebaikan dari mencintai apa yang dicintai Rasul.

Minimal mendapat pahala mengikuti "sunnah" nabi.

Wallahu a'lam.

Answered Sep 4, 2017