selasar-loader

Apa yang melatarbelakangi diperbolehkan masuknya modal asing di Indonesia pada masa pemerintahan Soeharto?

Last Updated Jul 21, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Nur Fadhilah
Bijak karena Ilmu Sejarah

fs06dfuMD5GMTuGzNY21RiNesSZw306h.jpg

Di akhir-akhir masa pemerintahan Orde Lama, Soekarno memberikan warisan buruk terhadap pemerintahan selanjutnya dalam bidang ekonomi. Perekonomian Indonesia yang sempat mengalami kemerosotan di era Orde Lama ditandai dengan terjadinya inflasi besar-besaran yang tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang baik. 

Defisit neraca pembayaran saat itu mengalami kenaikan dalam rentang waktu 7 tahun (1960 hingga 1967) dari $84 juta menjadi $523 juta. Kondisi ini diperparah dengan utang luar negeri yang berdampak pada hampir seluruh sektor ekonomi. Terpuruknya perekonomian Indonesia saat itu dipengaruhi pula oleh sikap dunia internasional terhadap Indonesia. 

Salah satu yang memicu munculnya pandangan negatif dunia terhadap Indonesia adalah ketika Indonesia memutuskan keluar dari keanggotaan PBB. Hal ini berdampak pada enggannya negara-negara di dunia dalam memberikan bantuan kepada Indonesia. Di masa peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru ini membuat pemerintahan Orde Baru menyusun strategi untuk dapat menyelesaikan persoalan ekonomi yang pelik tersebut. 

Tujuan kebijakan ekonomi Soeharto saat itu adalah stabilitas dan pembangunan. Dalam menjalankan strateginya tersebut, pemerintahan Soeharto memiliki kecenderungan besar untuk berorientasi ke luar. Hal ini dilakukan sebab dalam upaya memperbaiki perekonomian Indonesia, yang dapat dilakukan adalah mendapatkan modal dari negara lain. 

Di awal kepemimpinan Soeharto, Indonesia yang saat itu sudah terlanjur dipandang buruk oleh dunia berupaya untuk memperbaiki wajahnya. Upaya-upaya tersebut dilakukan dengan berbagai diplomasi yang dilakukan oleh para delegasi Indonesia. 

Untuk memperoleh dukungan internasional dalam bidang ekonomi, Indonesia perlu berfokus pada upaya mendapatkan perolehan modal asing dan mengintegrasikannya ke dalam sistem ekonomi dunia yang kapitalis. Salah satu negara yang disadari Indonesia memiliki kedudukan penting adalah Amerika Serikat yang menjadi pemimpin di antara negara-negara kapitalis. 

Berbagai pertemuan dilakukan Indonesia dengan negara-negara lain, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Inggris. Untuk dapat menarik para investor asing menanamkan modalnya di Indonesia, pemerintah saat itu memberikan penawaran kepada pihak asing. Masuknya modal asing di Indonesia ditandai dengan dikeluarkannya Undang-Undang Penanaman Modal Asing (UU PMA) pada tahun 1967 dan berhasil mendapat tanggapan positif dari dunia internasional. 

 

Referensi
Booth, Anne, dan Peter McCawley. 1981. Ekonomi Orde Baru. Jakarta: LP3ES.
Mas'oed Mohtar. 1989. Ekonomi dan Struktur Politik Orde Baru 1966-1971. Jakarta: LP3ES.

 

Ilustrasi via boombastis.com

Answered Jul 27, 2017