selasar-loader

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar istilah 'Youtube lebih dari TV' ?

Last Updated Nov 26, 2016

2 answers

Sort by Date | Votes
Pepih Nugraha
Mengikuti perkembangan gaya hidup setelah membaca buku Jean Baudrillard

-CWarg1AhhzrFFVDzDizGwYHS2twvv-1.jpg

"Youtube is the potential killer of television". Itu keyakinan saya ketika saya mulai berkenalan dengan "web for video sharing" sekitar tahun 2006-2007. Mulanya saya ragu bahwa video produksi warga biasa bisa bersaing dengan production house profesional yang sudah berkibar-kibar, apalagi kala itu koneksinya masih terputus-putus, hanya bisa memutar video ringkas dan kualitas gambar yang buruk. 

Namun, seiring perjalanan waktu, Youtube semakin baik dan merebut perhatian publik web yang sudah bosan hanya dengan teks atau image statis. Kenyataannya, sekarang hal apa pun selama itu berbentuk video, bisa di-share di Youtube ini, mulai dari klip musik masa silam, cuplikan film ternama dan acara-acara televisi, potongan berita-berita fenomenal di televisi, sampai video hasil bikinan sendiri. Saya termasuk orang yang Youtube addict meski sekadar menikmati saja.

Saat itu, televisi terestrial atau televisi siaran tidak terlalu terganggu oleh kehadiran Youtube yang terbatas hanya dinikmati di komputer desktop yang tersambung ke internet. Dengan keterbatasan itu, maka media televisi siaran (broadcast) aman-aman saja karena seperti tidak "head to head" atau seperti bukan pesaing terdekatnya. Akan tetapi, revolusi produksi gawai (gadget) yang cepat dengan berbagai kemudahannya, menyusul berbagai aplikasi diciptakan untuk memudahkan menonton apa pun bahkan di genggaman tangan, maka televisi siaran mau tidak mau terdesak.

Keadaan ini "diperparah" dengan kehadiran televisi digital dan SmartTV yang memungkinkan tersambung ke Wi-Fi selama 24 jam. Benar, ketika Wi-Fi sudah bisa dilanggani setelah berkurangnya koneksi data internet yang dianggap mahal dan ribet, maka orang bisa menonton internet di kamar masing-masing melalui SmartTV yang cukup ditempel di dinding kamar dan berfungsi sebagai screen komputer raksasa itu. Karena "tenaga" yang digunakan bukan broadcast (siaran) atau televisi berlangganan, maka internet bisa masuk ke mana saja, termasuk membuka Youtube menggunakan SmartTV.

Di Youtube saat ini, apa pun ada, mulai dari musik dari masa ke masa, hiburan, pelajaran, tutorial, bahkan sampai cuplikan berita paling mutakhir. Menikmati Youtube bisa kapan saja, tidak terpaku pada siaran televisi konvensional. Dan yang paling mengancam tevisi siaran saat ini adalah, di Youtube yang kemudian diikuti Facebook, sudah tersedia live streaming berbagai event sehingga SmartTV yang biasanya berisi siaran yang diproduksi di stasiun televisi, kini tergantikan oleh tayangan video beragam yang diisi para pengguna itu sendiri.

Kalau sudah begini, "robohnya televisi siaran kami" (meminjam judul novel AA Navis Robohnya Surau Kami) tinggal menghitung tahun.

Ilustrasi via i.ytimg.com

Answered Dec 23, 2016
Rinhardi Aldo
Mengamati pertelevisian Indonesia sejak 2014, penulis blog IniKritikGue

M1aiqwJkw63sTJMrjRSc5V-sR5NBqFjo.jpg

Saya mesti ketawa dan menangis bersama ketika mendengar kedua istilah ini. Bukan apa-apa, hidup saya hari ini terkait kedua-duanya. 

Untuk saya sendiri, perkembangan Youtube beberapa tahun belakangan ini semakin pesat. Bukan hanya Youtube sih, tapi juga media internet pada umumnya. Ini terlihat dari kenaikan tahun ke tahun penetrasi internet di 11 kota di Indonesia versi mbah Nielsen. Meskipun, memang, kue iklan untuk televisi masih lebih banyak dan terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Bukan tak mungkin internet akan menjadi raja dan televisi akan menjadi bagian terpenting di dalamnya, apalagi mengingat budaya masyarakat kita yang menonton.

Namun, harus disadari, pemaknaan kalimat ini bisa menjadi tanda kesyukuran bahwa Youtube telah menjadi platform berbagi video yang sukses, termasuk juga para vlogger dan para Youtuber yang bisa mencapai ketenaran dari titik ini. Tapi, bisa juga menjadi tanda "keangkuhan" mereka melawan televisi yang dianggap hanya bertegak diri dengan kerajaan konglomerasi media yang semuanya orientasi pada bisnis dan melupakan inovasi serta kreativitas dengan tayangan yang aman dan bermanfaat. Bahasa bisa dimaknai banyak.

Tapi, kalau dikatakan salah satu di antaranya lebih dari yang lainnya, tidak juga. Youtube bisa terkenal karena kehadiran program-program TV seperti On The Spot. Para Youtuber akhirnya bisa masuk TV dengan melalui cara, seperti film-film yang juga ditayangkan oleh stasiun TV. Bahkan, beberapa program TV juga menjadikan para Youtuber sebagai host dan talent. Televisi mendapatkan keuntungan dari video Youtube dan para Youtuber ini, meskipun memang digugat oleh sebagian pihak sebagai tanda ketidakkreatifan dan seringkali mengabaikan hak cipta atas video tersebut. 

Simbiosis mutualisme, kan?

Answered May 11, 2017

Question Overview


3 Followers
1355 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Benarkah peran media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Mengapa rakyat Tiongkok bisa hidup tanpa media sosial buatan AS seperti Facebook dan Google?

Negara mana di Afrika yang paling maju dari sisi industri teknologi informasi dan internet?

Apa yang Anda rasakan jika hidup tanpa gawai (gadget) seperti ponsel, tablet, atau komputer berinternet barang seminggu saja?

Bagaimana pendapat Anda tentang fenomena menjamurnya vlogger di Indonesia?

Bagaimana cara mengatasi kecanduan media sosial?

Apakah konsep kedaulatan negara masih relevan dalam konteks internet?

Seperti apa pedoman perlindungan HAM yang paling ideal di masa derasnya arus informasi internet seperti ini?

Seperti apakah batasan kebebasan berekspresi di Internet yang tidak melanggar peraturan?

Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?

Bagaimana cara untuk menjadi sukses sebagai YouTuber?

Berapa jumlah uang yang bisa didapatkan seorang YouTuber dengan 1 juta subscribers?

Bagaimana cara meningkatkan viewers di YouTube?

Berapa banyak view yang rata-rata didapatkan oleh sebuah video YouTube dalam sehari?

Bagaimana cara mendapatkan 10.000 views di YouTube dalam sehari?

Dampak terbesar apa yang mampu sebuah video YouTube berikan terhadap masyarakat?

Hal-hal apa sajakah yang sebaiknya tidak dilakukan di YouTube?

Mungkinkah YouTube menjadi satu-satunya pemasukan seseorang?

Apa saja software yang disarankan untuk mengedit video YouTube?

Siapakah YouTuber luar negeri yang paling sukses?

Apa yang membuat serial Keluarga Cemara enak ditonton?

Apakah perbedaan news anchor dan news presenter?

Apa perbedaan antara jurnalisme televisi dan jurnalisme cetak?

Kenapa acara TV di Indonesia banyak yang tidak mendidik?

Apa yang membuat acara ILC TvOne begitu menarik dilihat banyak orang?

Apa rahasia sukses suatu talkshow televisi?

Bagaimana cara jadi presenter televisi?

Bagaimana nasib industri televisi di tahun-tahun mendatang?

Bagaimana tips dan trik melahirkan ide dalam membuat program televisi yang diminati khalayak?

Apa program televisi terbaik sepanjang sejarah pertelevisian Indonesia menurut Anda?