selasar-loader

Bagaimana pendapat Anda tentang fenomena menjamurnya vlogger di Indonesia?

Last Updated Nov 26, 2016

3 answers

Sort by Date | Votes
Pepih Nugraha
Mengikuti perkembangan gaya hidup setelah membaca buku Jean Baudrillard

bPidmfCyHt8K_cbod9ef4jaV6YwWQiea.jpg

Menjamurnya vlogger di Indonesia terpicu oleh "Revolusi Video" yang dilakukan YouTube yang kini diakusisi Google. Sama seperti menjamurnya blogger ketika penyedia layanan blog gratisan seperti Wordpress dan Blogspot muncul pada awal tahun 2000-an, vlogger muncul karena adanya layanan penyedia gratisan berbasis video. Munculnya media gratisan yang bersifat open source seperti Wordpress telah memicu konten yang dibuat para penggunanya atau users generated content (UGC).

Sekarang web penyedia layanan blog maupun video mengubah dirinya menjadi aplikasi di berbagai platform sehingga mudah digunakan. Chris Anderson beberapa tahun silam di majalah Wired mengatakan bahwa "The web is dead".

Menurut Anderson, meruyaknya aplikasi digital pada platform Android, iPhone, dan platform lainnya membuat orang beralih kepada aplikasi digital yang penggunaannya dipermudah. Si pengguna aplikasi misalnya tidak harus mengetikkan "WWW" (World Wide Web) atau menulis domain tertentu saat akan membuka web, tetapi cukup membuka aplikasi yang telah dibuat oleh berbagai developer.

Sekarang aplikasi untuk menulis teks atau blog, menggungah foto sehingga menjadi galeri pribadi atau menayangkan video hasil karya sendiri dipermudah dengan aplikasi gratisan baik yang bawaan (embed) masing-masing gadget (gawai) maupun yang harus diunduh pada sejumlah platform digital Android maupun iPhone. Itu sebabnya mengapa vlogger sedemikian menjamur, termasuk di Indonesia.

Anggapan umum mengatakan, mengunyah dan mengonsumsi video jauh lebih "straight" dan menyenangkan dibanding membaca teks yang dibuat para blogger. Namun sebenarnya masing-masing konten memiliki kekhasan dan keunikan masing-masing kalau tidak mau dikatakan memiliki kekuarangan atau kelebihannya.

Teks yang dibuat blogger lebih banyak memerlukan referensi, permenungan, dan isinya bisa persoalan yang cukup berat, khususnya opini. Sedangkan video yang dibuat para vlogger umumnya bersifat hal-hal ringan dengan durasi antara 1 hingga 5 menit. Bahkan untuk slideshow yang sedang kekinian, durasi konten tidak lebih dari satu menit.

Selain itu, media sosial seperti Facebook yang belakangan ini "mengakuisisi" konten penggunanya secara kejam telah menyediakan fitur "autoplay" sehingga facebooker bisa melihat tayangan video yang langsung hidup di lini masa mereka tanpa harus menekan "play" button kecuali kalau ingin mengeluarkan suara (sound) video itu. Selain itu, video apapun yang ditautkan ke Facebook bisa langsung dinikmati di Facebook tanpa harus beralih ke alamat situs yang ditautkan.

Namun demikian, saya melihat ancaman nyata terhadap para vlogger ke depan adalah para penggiat "live streaming" yang juga disediakan Facebook. Cara memproduksi konten pun berbeda dengan vlogger yang harus membuat narasi, skenario, peralatan video berupa kamera, atau mixer untuk mengeditnya. Dengan fitur "live streaming" yang disediakan Facebook, orang dengan hanya bermodalkan gawai internetnya bisa menyiarkan langsung apa yang dilihatnya atau apa yang dilakukannya. 

Jangan-jangan vlogger juga akan layu sebelum berkembang gara-gara dipermudahnya teknologi "live streaming" ini.

Answered Dec 23, 2016
Mugniar
Blogger www.mugniar.com | Freelance writer

sn1DWq9RwRl8FWFxtc3MzaTA7Ns6tesK.jpg

Bahkan anak sekolah dasar pun mencoba menjadi vlogger. Saya mendapati sebuah video, ketika mencari tentang cara bagaimana mengeluarkan bekas tip ex di perabot kayu dan menyaksikan seorang anak usia sekolah dasar memperagakannya. Putri kedua saya yang masih duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar mulai membuat video sehari-harinya dan bertutur ala vlogger cilik itu (pakai kata "guys" pula hehe). Anak sulung saya yang duduk di bangku SMA juga mengatakan kepengen jad YouTuber dan meng-upload vime buatannya di channel-nya (dia menjadi salah satu admin di fan page Vime Indonesia yang banyak disukai remaja Indonesia).

Ada bagusnya juga sih, anak-anak sekarang hingga remaja jadi belajar mengungkapkan gagasan mereka dengan kata-kata ketimbang duduk memencet-mencet gadget saja. Ada media yang menarik buat mereka untuk melatih kemampuan verbal, beriringan dengan kemampuan jemari mereka yang makin lincah memainkan gadget. Mereka pun jadi tertantang untuk kreatif, mencari topik apa lagi yang bagus untuk divideokan. Saking kreatifnya, seorang anak remaja membuat video tutorial bagaimana cara memakai jaket agar tampak trendy berhubung koleksi jaketnya banyak.

Di lain sisi, orang tua harus mengawasi dengan ketat anak-anaknya menggunakan gadget agar tidak terjebak kepada perilaku memparodikan apapun. Karena entah mengapa, saya melihat anak-anak remaja sekarang suka melihat berbagai hal sebagai sesuatu yang lucu meski itu sesungguhnya tidak lucu. Apakah ini karena imajinasi mereka terlalu berkembang atau bagaimana, saya tidak paham. Yang jelas, hal ini jadi tantangan tersendiri bagi para orang tua untuk makin mengawasi buah hatinya ngevlog.

Answered Jun 4, 2017

pedapat saya syah syah saja apabila banyak vlogger karna itu artinya semakin banyak orang yang memiliki keinginan untuk berkreasi dan berinovasi mengembangkan bakat dan potensi sehingga maysrakat bisa melihat, tau, bahkan terhibur oleh adanya vlogger vlogger 

Answered Aug 20, 2017

Question Overview


4 Followers
1108 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Bagaimana cara untuk menjadi sukses sebagai YouTuber?

Berapa jumlah uang yang bisa didapatkan seorang YouTuber dengan 1 juta subscribers?

Bagaimana cara meningkatkan viewers di YouTube?

Berapa banyak view yang rata-rata didapatkan oleh sebuah video YouTube dalam sehari?

Bagaimana cara mendapatkan 10.000 views di YouTube dalam sehari?

Dampak terbesar apa yang mampu sebuah video YouTube berikan terhadap masyarakat?

Hal-hal apa sajakah yang sebaiknya tidak dilakukan di YouTube?

Mungkinkah YouTube menjadi satu-satunya pemasukan seseorang?

Apa saja software yang disarankan untuk mengedit video YouTube?

Siapakah YouTuber luar negeri yang paling sukses?

Benarkah peran media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Mengapa rakyat Tiongkok bisa hidup tanpa media sosial buatan AS seperti Facebook dan Google?

Negara mana di Afrika yang paling maju dari sisi industri teknologi informasi dan internet?

Apa yang Anda rasakan jika hidup tanpa gawai (gadget) seperti ponsel, tablet, atau komputer berinternet barang seminggu saja?

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar istilah 'Youtube lebih dari TV' ?

Bagaimana cara mengatasi kecanduan media sosial?

Apakah konsep kedaulatan negara masih relevan dalam konteks internet?

Seperti apa pedoman perlindungan HAM yang paling ideal di masa derasnya arus informasi internet seperti ini?

Seperti apakah batasan kebebasan berekspresi di Internet yang tidak melanggar peraturan?

Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?

Apakah Anda percaya pada anggapan bahwa terbakarnya Samsung Galaxy Note 7 dalam beberapa kasus itu bagian dari perang dagang iPhone?

Bagaimana cara belajar bahasa pemrograman secara autodidak?

Apa yang membuat Telkomsel begitu kuat dibanding operator yang lain?

Apa bentuk teknologi informasi yang paling mengubah dunia? Mengapa?

Apakah teknologi membantu atau (justru) melemahkan manusia? Mengapa?

Bagaimana sejarah awal mula digital age saat ini?

Mengapa Apple masih menduduki peringkat pertama perusahaan teknologi di Indonesia? Padahal Google mempunyai penemuan yang jauh lebih banyak

Bagaimana cara mengurangi ketergantungan terhadap ponsel?