selasar-loader

Apa bedanya wartawan dengan blogger?

Last Updated Jul 19, 2017

2 answers

Sort by Date | Votes
Agaton Kenshanahan
Penstudi Hubungan Internasional, Universitas Padjadjaran

EkzhIuTx4VwB3FzzA6axN_UYEtCYl6Uf.jpg

SECARA umum, wartawan adalah profesi seseorang yang tugasnya mencari, menghimpun, dan menulis berita dalam media massa. Berita merupakan laporan dari suatu fakta-fakta yang memiliki nilai untuk dibaca (news value). Sedangkan blogger adalah penulis lepas dalam suatu platform blog yang dapat menuliskan hal apapun yang disukai.

Di sini kita perlu menggarisbawahi bahwa wartawan dipagari oleh kaidah penulisan ketat sebelum tulisannya dipublikasikan yang dinamakan Kode Etik Jurnalistik. Meskipun sifatnya hanya 'kaidah etik' akan tetapi fatal akibatnya bila sang wartawan tidak mengikutinya karena bisa-bisa merugikan kredibilitasnya, perusahaan media tempatnya bekerja, dan pihak-pihak tertentu yang terkena imbas pewartaan. Dalam bekerja, wartawan juga terikat dengan perusahaan media yang mempekerjakannya sehingga patut mengikuti kebijakan editorial yang ditetapkan oleh redaksi.

Sedangkan blogger yang merupakan penulis lepas tidak terikat apapun. Dalam penulisan pos, ia bebas menulis apapun, tidak ada aturan titik koma, bahkan gaya penulisan bergantung pada selera tiap-tiap blogger. Biasanya blog digunakan sebagai curahan ekspresi seseorang, personal branding, dan bahkan kini sudah dapat dimonetisasi.

gambar via blogspot.com

Answered Jul 25, 2017
Arfi Bambani
Cofounder dan Chief Content Officer Selasar

ouL1dI523FgZasclNwrfXo1SPK7k9AsD.jpeg

Blogger sebenarnya istilah yang lebih teknis. Definisi bebasnya kira-kira, orang yang mempublikasikan sesuatu konten di laman Internet. Kata 'blog' sendiri muncul dari istilah 'web log' yang artinya konten yang terpampang di web (laman Internet). Awalnya, blog ini berupa barisan teks saja, kemudian lambat-laun juga meliputi foto, video, dan suara.

Lama kelamaan, istilah 'blog' berkembang menjadi kata kerja yang arti sederhananya memampangkan sesuatu di laman Internet. Blogger kemudian adalah orang yang melakukan itu.

Sementara wartawan adalah sebuah profesi yang memiliki standar kerja dan kode etik. Karena perkembangan teknologi, wartawan juga mempublikasikan karyanya di laman Internet, sehingga terjadilah irisan antara dunia "blog" dengan jurnalisme.

Seorang blogger dengan demikian bisa saja adalah seorang wartawan, sebagaimana juga profesi-profesi lain juga bisa menjadi blogger. Oleh karena itu, ada peluang sebuah blog adalah sebuah karya jurnalistik karena bisa saja dibuat dengan standar kerja dan kode etik jurnalistik.

Peluang sebuah blog adalah hasil kerja jurnalistik bisa dilihat dari Pasal 1 ayat 1 Undang-undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers. Berikut bunyinya, "Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia."

Problem-nya, ayat-ayat lain di Pasal 1 tersebut membatasi apa yang disebut pers. Ada dua pelaku pers, yaitu "Pers nasional adalah pers yang diselenggarakan oleh perusahaan pers Indonesia" dan "Pers asing adalah pers yang diselenggarakan oleh perusahaan asing."

Lalu apa itu "perusahaan pers"? Pasal 1 ayat 2 menyatakan, "Perusahaan pers adalah badan hukum Indonesia yang menyelenggarakan usaha pers meliputi perusahaan media cetak, media elektronik, dan kantor berita, serta perusahaan media lainnya yang secara khusus menyelenggarakan, menyiarkan, atau menyalurkan informasi."

Dewan Pers sebagai 'regulator' pers kemudian memaknai, pers adalah yang dijalankan perusahaan pers. Dengan terjemahan ini, blogger yang tidak berupa "perusahaan" tidak akan bisa diakui sebagai pers dan dilindungi oleh UU Pers.

Salah satu organisasi pers, yakni Aliansi Jurnalis Independen (AJI) berpendapat lain. Kongres AJI 2014 memutuskan, seorang blogger DAPAT (sengaja ditebalkan untuk menunjukkan penekanan) menjadi anggota AJI. AJI berpendapat, seorang jurnalis haruslah dinilai berdasarkan karyanya, bukan berdasarkan sarana publikasinya haruslah berupa perusahaan pers.

Karena itu, kembali ke pertanyaan, apa bedanya wartawan dengan blogger, jawaban singkatnya adalah blogger bisa saja wartawan, namun tidak semua blogger adalah wartawan.

Answered Jul 26, 2017

Question Overview


3 Followers
516 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Seberapa efektif aturan 1 orang 1 akun medsos untuk memberantas keberadaan hoax?

Apa yang ada di pikiran Anda ketika mengetahui bahwa Mojok.co akan ditutup?

Apakah ada program semacam KALABAHU di AJI?

Apa pendapat Anda tentang netizen journalism?

Apa arti "via istimewa" di sumber gambar pada beberapa artikel?

Apakah layak sebuah tulisan dengan subjektivitas (seperti tulisan feature) dipublikasikan dalam media mainstream?

Mengapa penggunaan istilah Islamic State lebih populer daripada ISIS?

Apa pendapat Anda tentang transkrip pertengkaran pegawai BNN yang beredar?

Apa yang paling Anda sukai dari Catatan Pinggir?

Apa yang disebut "Nilai Berita" atau news value?

Bagaimana cara agar hits suatu web bisa tinggi?

Apa yang membuat orang betah berlama-lama di suatu situs/web?

Bagaimana cara meningkatkan jumlah pengunjung di blog?

Apa Content Management System (CMS) populer untuk Blog?

Bagaimana perkembangan Wordpress kini dan apakah Wordpress sebagai platform blogging masih relevan saat ini?

Seberapa kenal Anda dengan Matt Mullenweg pendiri Wordpress dan apa kesan Anda mengenai orang ini?

Apa yang harus dilakukan untuk menjadi seorang Blogger?

Mengapa saya harus membuat akun Selasar?

Apa yang anda ketahui tentang Multiply.com?

Apa yang paling berkesan dari sosok Travel Blogger Cumi Lebay atau Moechamad Adi Mariyanto?

Bagaimana cara blogger untuk menjadi anggota AJI?

Bagaimana cara terbaik menjadi blogger dan apa syarat-syaratnya?

Kuliah pascasarjana apa yang cocok bagi seorang blogger?

Etika seperti apa yang harus dimiliki oleh seorang blogger?

Bagaimana cara meningkatkan teknik penulisanku?

Benarkah peran media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Benarkah peran media arus utama atau media mainstream semakin terdesak oleh media sosial yang kontennya diisi para netizen?

Apa yang membuat Anda kecanduan media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Instagram?

Bagaimana cara mengatasi kecanduan media sosial?

Mengapa rakyat Tiongkok bisa hidup tanpa media sosial buatan AS seperti Facebook dan Google?

Apa yang menyebabkan turunnya pamor Kaskus?

Siapakah orang Indonesia yang pertama sekali memiliki akun di Facebook?

Ada berapa grup WhatsApp yang Anda ikuti? Sesungguhnya di grup WA apa sajakah Anda aktif? Mengapa?

Apakah Kompasiana itu?