selasar-loader

Mengapa Alumni 212 lebih membela Hary Tanoesoedibjo daripada Buni Yani yang dianggap sudah berjasa "menumbangkan" Ahok?

Last Updated Jul 17, 2017

yyJcnp2gzK8NtxbGFKfZxvKtN2AFDFgI.jpg

3 answers

Sort by Date | Votes
Erri Subakti
Socio Culture Analyst, Author, Blogger, Social Media Activist

bGeJ5WENHY5U9SWPOIXVS9-KmpI8PO2D.jpg

Karena mereka yang berkumpul di Monas pada pada 2 Desember 2016 lalu diprovokasi oleh orang-orang yang "TAWADU."

Tawadu dalam tanda petik di atas maksudnya adalah Tau Warna Duit.

Hahahahaha....

Tidak perlu orang jenius untuk menganalisis hal ini.

OK, serius serius...

Jadi begini, mereka yang pada 2 Desember 2016 berkumpul di sekitaran Monas dan menggaungkan slogan "Bela Islam" itu sesungguhnya bukanlah sedang membela Islam.

Mereka adalah orang-orang yang dibohongi oleh simbol-simbol agama. Mereka berkumpul bukan karena substansi penting yang berbobot untuk memperjuangkan kebaikan.

Karena sejak demonstrasi di Monas itu, mereka terus mengagung-agungkan simbol 212. Tanpa mereka sadari mereka telah menciptakan berhala baru bernama 212.

Islam BUKAN 212.

Bela Islam bukan 212.

Bela Islam adalah memberi makan mulut kelaparan, memberi pakaian mereka yang ‘kedinginan,’ mengasihi orang tua, menyayangi anak yatim, berbuat baik kepada sesama insan.

Apa mau dibuat 'cocoklogi' 212? Itu kan kesukaanmu mencocokkan segala sesuatu dengan ayat Alquran.

Alquran surah 2 ayat 12:

“Ingatlah sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.”

Noh! pelototin cocokloginya.

Lagi….

Alquran surah 21 ayat 2:

“Tidak datang kepada mereka suatu ayat Al Qur’an pun yang diturunkan dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main.”

Nah… sibuk bikin status ‘bela si anu itu’ tapi kedalaman Alquran tak pernah mencapai hati.

Ada yang sibuk meneriakkan Pancasila itu ‘thagut’, tapi menciptakan simbol baru yang diagung-agungkan, 212.

Islam itu bukan hanya simbol-simbol. Bukan sekedar memakai jilbab. Kalau hanya jilbab, Mia Khalifa pun memakai jilbab (sesekali). *Jangan google Mia Khalifa!

Dan hal yang paling konyol abad ini adalah cuma ikutan aksi di sekitaran monas udah merasa lulusan sebuah lembaga pendidikan, menamakan diri “alumni.”

Kan dodol….

Answered Jul 17, 2017

UsWBtFWWRCzM6hg2Ad1C51VWPbwtX2Gp.jpg

Disclaimer: Gw ga ikut event 212, tapi gw dukung event 212.

Ini ga ada jawaban karena ada salah dipertanyaannya. Pertanyaannya langsung ke kenapa hal yang kesimpulan dari penanya, bisa dibilang tendensius. Jadi apapun jawabannya pasti mengarah alumni 212 bela Hary Tanoe.

Dan gw ga akan jawab, tapi gw coba jelasin kenapa pertanyaanya salah:

Alumni 212 itu banyak, dan yang diberita hanya sebut presidium, bukan semua, dan pasti jauh lebih sedikit dibanding yang ikut 212. 
Jadi kenapa pertanyaannya di generalisir alumni 212? Dan event 212 itu ga ada yang mewakili, karena seluruh elemen ikut, yang terafiliasi dengan ormas ataupun ga. Jadi ketika ada satu orang atau sebagian yang mengaku alumni 212, ga mewakili yang lain.

Dan Buni Yani dianggap berjasa, gw ga tau ini anggapan siapa, tapi yang jelas bagi gw ga sama sekali, dan setau gw bagi kebanyakan alumni 212 juga ga.

FYI, sepertinya si presedium sudah merevisi pembelaanya

foto via cnnindonesia.com

 

Answered Jul 18, 2017
Rinhardi Aldo
Penulis dan Pekerja - Teknik Jaringan Akses SMK Telkom Jakarta

Hasil gambar untuk hary tanoe

Memang sih, pertanyaannya terlihat tendensius. Wajar pendukung gerakan 212 kemarin banyak juga yang tak setuju.

Tapi, sebenarnya cukup mudah menimbang alasan kenapa HT lebih didukung daripada Buni Yani. Mungkin banyak pemirsa stasiun TV grupnya HT sudah tahu alasannya, terutama pemirsa iNews TV yang tiap pagi selalu ada Special Report dan mereka mengikuti terus gerakan demi gerakan buat memenjarakan Ahok tersebut. 

Singkat kata, HT melalui medianya secara tak langsung "mendukung" gerakan tersebut. 

"HT juga sudah membantu kami dalam seperti ini meliput kegiatan kami. Ini semua terlepas dari politik, kalian juga kalau bermasalah kami akan bantu selama satu pemahaman dengan kami," kata ketua presidium tersebut.

Buni Yani memang orang pertama yang mengekspos kasus tersebut dan di media sosial sudah tercantum banyak dukungan untuk Buni Yani. Tapi, tentu tanpa kehadiran media konvensional, isunya tak akan makin "panas". HT menjadi jalannya.

 

Ilustrasi via rmjmarket.com

Answered Jul 21, 2017

Question Overview


9 Followers
1017 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Yakinkah Anda bahwa Harry Tanoesoedibjo tidak bersalah atas tuduhan mengancam pejabat Kejaksaan Agung melalui pesan singkat?

Apakah Harry Tanoesoedibjo layak dimajukan sebagai calon presiden pada Pilpres 2019? Apa alasannya?

Apa motivasi di balik dukungan Hary Tanoe terhadap Jokowi pada Pilpres 2019?

Benarkah manuver politik yang dilakukan Hary Tanoe berkaitan dengan kasus hukum yang menjeratnya?

Apa strategi Partai Perindo di balik perubahan haluan yang dilakukan Hary Tanoe terhadap dukungan yang diberikan kepada Jokowi?

Apakah perusahaan milik Hary Tanoe mengalami kebangkrutan akibat kasus yang menimpanya?

Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Kinerja ketua KPK siapa yang paling baik; T. Ruki, Antasari Azhar, Busyro Muqoddas, Abraham Samad, atau Agus Rahardjo?

Mengapa selama ini kaum pria lebih banyak tersangkut kasus korupsi dibandingkan perempuan?

Apakah hukuman yang paling memberikan efek jera untuk koruptor laki-laki?

Apakah hukuman yang paling memberikan efek jera untuk koruptor perempuan?

Apakah Anda setuju hukuman mati untuk para koruptor?

Mengapa sosok Presiden RI secara otomatis juga menjabat sebagai panglima militer tertinggi di negeri ini?

Apakah keluarnya surat perintah penyidikan juga berarti ada tersangka?

Mengapa Lampung terkenal sebagai provinsi yang tinggi tingkat kriminalitasnya?

Bagaimana negara seharusnya melindungi HAM atas saksi kasus korupsi?