selasar-loader

Apa insight terbaik yang pernah kamu dapat selama belajar di universitas?

Last Updated Jul 14, 2017

3 answers

Sort by Date | Votes

Amheh6peoNAvw1P2cSlChj5kixRwTh26.jpg

Adaptasi dengan lingkungan.

foto via youthmanual.com

Answered Jul 18, 2017
Ma Isa Lombu
Alumni Salah Satu Universitas Negeri di Depok

QLmPlrutcKF53aby65wAcNFRBQHAVTIg.jpg

Sederhanakan masalah dengan asumsi!

Dunia ini terlalu rumit. Hal ini diperparah dengan sebuah kenyataan bahwa manusialah yang menghuninya, sebuah organisme hidup yang memiliki akal dan diberi kebebasan untuk menentukan hal yang terbaik menurut dirinya. Manusia juga menilai sesuatu baik atau buruk dan membuat keputusan atas data yang diterimannya. Rasional. Free will pula.

Nah, masalahnya adalah kenyataan yang dihadapi semakin challenging manakala tidak semua manusia menggunakan rasionalitasnya (meskipun saya yakin by default setiap manusia normal itu adalah makhluk yang rasional) dalam membuat keputusan.

Ya, dunia kita saat ini bekerja berdasarkan kumpulan perilaku manusia yang sangat beragam dan (relatif) tidak dapat diprediksi. Hal inilah yang membuat hidup ras manusia menjadi dinamis, seru, bahkan chaotic.

Di sisi lain, hidup ini adalah kumpulan masalah dan ada sekumpulan orang yang diberikan tugas sebagai pengambil kebijakan dan dituntut untuk menyelesaikan berbagai macam permasalahan yang ada di dunia ini. Permasalahan yang notabene diciptakan oleh manusia yang tidak dapat diprediksi.

Nah, bagaimana menjembataninya?

Ada sebagian orang yang memilih untuk tidak berbuat apa-apa dan membiarkan keadaan kembali normal dengan sendirinya. Dalam terminologi ilmu ekonomi, hal tersebut dikenal dengan membiarkan invisible hands menyelesaikan semua permasalahan sehingga in the long run, akan terbentuk titik equilibrium baru. Happy ending di titik aksen yang berbeda.

Masih dalam case macro economics, ada juga sebagian orang lain yang berpendapat bahwa pengambil kebijakan haruslah menjadi bagian dalam penyelesaian masalah. Proaktif untuk menjadi bagian dari problem solver. Karena ia sadar bahwa dunia ini terlalu rumit untuk dihitung secara detail, untuk itulah dibuat asumsi-asumsi tertentu yang pada akhirnya membuat sebuah permasalahan yang rumit, menjadi (relatif) lebih sederhana. 

Sebagai contoh, penggungaan kurva dalam analisis makro ataupun mikro ekonomi merupakan bentuk simpifikasi fenomena ekonomi yang rumit, mengapa? Karena dalam sebuah kurva ekonomi, sebuah kondisi perekonomian hanya diterangkan dengan menggunakan jumlah variabel yang sangat terbatas, biasanya hanya terdiri dari dua sampai empat variables. Coba Anda bayangkan, betapa simplifikasi terjadi di sana.

Begitu pun ketika kita bicara tentang permodelan matematika atas sebuah perilaku ekonomi. Para ekonom biasanya tidak menggunakan semua variabel yang ada. Para economist atau pengambil kebijakan biasanya hanya melibatkan beberapa variabel utama yang pada akhirnya diolah sedemikian rupa (biasanya lewat pendekatan matematika) untuk dapat disarikan menjadi sebuah intisari permasalahan atau jawaban.

Saya pikir pendekatan menyederhanakan masalah ini lebih solutif, dibandingkan tidak berbuat apa-apa dan menunggu titik equilibrium baru, mengingat permasalahan umat harus diselesaikan secepat mungkin. Karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

Mudahnya, dengan metode menyederhanakan masalah pada titik optimumnya, para pengambil kebijakan dapat merumuskan solusi secara lebih cepat.

Bahkan for the sake of solution making, dikenal pula istilah ceteris paribus atau caeteris paribus yang artinya "other things equal". Hal ini biasa diterjemahkan dalam konteks ilmu ekonomi adalah di mana variabel yang ada bersifat tetap dan tidak berubah. Tetap artinya jumlah variablesnya tidak bertambah, dan tidak berubah artinya tidak ada pergerakkan pada variabel tersebut. Kekonstanan itulah yang membuat sebuah kondisi yang dinamis dapat "dihitung". Ketika variabelnya berubah dan bertambah, maka perhitungan mustahil untuk dilakukan.

Meski kita semua tau bahwa di dunia yang dinamis ini variabel kehidupan akan selalu berubah dan bertambah, kondisi "ajeg" ceteris paribus seperti ini perlu untuk diasumsikan agar solusi dapat dihasilkan. Setidaknya untuk pembelajaran di masa yang akan datang. Untuk itulah maka menyederhanakan keadaan dengan mengasumsikan keadaan ceteris paribus itu acapkali digunakan dalam proses analisis ekonomi.

Jadi kesimpulannya adalah bahwa menyederhanakan masalah itu penting. Mengasumsikan bahwa dunia ini bekerja secara sederhana juga tidak kalah penting. 

Bravo!

gambar via bristol.ac.uk

Answered Jul 18, 2017
Teti Zebua
Just an ordinary me

Sepintar apapun dirimu, jika tak mampu berkomunikasi dengan orang lain itu sama saja dengan bohong. Kata kuncinya adalah komunikasi.

Answered Aug 6, 2017

Question Overview


4 Followers
367 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Bagaimana sistem pendidikan di Jerman berlangsung selama Perang Dunia II?

Adakah kajian ilmiah tentang parfum?

Bagaimanakah cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja?

Bagaimana cara yang tepat untuk menanggulangi kenakalan remaja, khususnya seks bebas?

Apa saja faktor yang menginspirasi bagi remaja untuk melakukan kenakalannya?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Apa yang mempengaruhi kaum remaja untuk melakukan seks bebas?

Apakah bisa kita menghilangkan seks bebas di kalangan remaja?

Apa itu sistem pendidikan anak Montessori?

Pada usia berapakah anak akan mampu menyerap pendidikan seks usia dini dengan baik?

Apa tantangan yang dihadapi LPDP?

Universitas apa yang paling indah di dunia?

Apa tips mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri?

Pelajaran terbaik apa yang kamu dapatkan dari kehidupan kampus?

Siapa teman terbaik yang pernah kamu kenal di kampus?

Peristiwa besar apa yang dimulai dari kehidupan di kampus?

Ketika ada mahasiswa senior yang memberikanmu ancaman di awal masa kuliah, apa yang kamu lakukan?

Mata kuliah apa yang paling susah menurut Anda dan mengapa?

Mata kuliah apa yang paling mudah menurut Anda dan mengapa?

Apa pembelajaran paling berharga yang Anda dapatkan ketika di kampus?

Apa saja bisnis kecil-kecilan yang bisa dilakukan mahasiswa untuk belajar sekaligus mendapatkan pendapatan, tapi tidak begitu mengganggu kuliah?

Bagaimana Anda mendapatkan IPK tertinggi sewaktu kuliah?

Apa manfaat aktif organisasi selama masa kuliah yang Anda rasakan?

Apa nasihat Anda untuk remaja kuliahan sebagai bekal menghadapi masa depannya?

Bagaimana cara masuk UI (Universitas Indonesia)?

Bagaimana cara kuliah tanpa merepotkan orang tua?

Keisengan apa yang paling kamu ingat sebagai mahasiswa?

Apa yang paling kamu sesali dari masa-masa kuliah?

Bila kamu diberikan kehidupan kedua sebagai mahasiswa, apa yang akan kamu lakukan?

Bagaimana cara mendapatkan keringanan biaya kuliah?

Bila kamu ditakdirkan bebas finansial sebelum lulus kuliah, masihkah kamu kuliah?