selasar-loader

Bagaimana perkembangan minat membaca bagi masyarakat Indonesia saat ini?

Last Updated Jul 11, 2017

2 answers

Sort by Date | Votes
Arbi Arif
Belajar Memahami Dunia

RRtZyoTlCgByhKuk7O2MgINkAzx4HFvp.jpg

Minat membaca di Indonesia kalau menurut saya belum berkembang dengan baik. Minat membaca di sini mungkin "buku". Masyarakat cenderung membaca via digital dan yang dibaca itu belum tentu suatu informasi yang valid atau benar. Kalau saya menuju perpustakaan untuk mencari referensi buku untuk tugas, pasti perpustakaannya sepi. Saya sendiri pun sekarang ini lebih prefer membaca suatu informasi dari Google, seperti Wikipedia atau blog orang karena tidak perlu ribet membawa buku, karena saya sebagai mahasiswa, bawaan tiap hari saya laptop. Beda kalau bukunya seperti novel, komik, dan buku lainnya yang lebih enak dibaca langsung lewat buku. Jadi, kesimpulan saya adalah perkembangan minat membaca masyarakat Indonesia untuk buku masih kurang, tapi kalau membaca via digital menurut saya sudah bagus karena zaman sekarang pun, novel, komik, buku agama semua sudah bisa di-download versi aplikasi.

 

Ilustrasi via info.pikiran-rakyat.com

Answered Jul 13, 2017
Debbi R. Saragih
Pembaca, penulis, dan peneliti independen

Tnb5UrsqYo4Rv-YEOaB6wByuC_obHk3e.jpg

Kita dapat melihat bahwa minat baca masyarakat Indonesia berada di posisi dua terendah dari 60 dari 61 di dunia, meskipun infrastruktur penunjang minat baca sudah baik. Singkatnya, masyarakat Indonesia saat ini tidak suka membaca. Pertanyaan penting lainnya yang sebaiknya diajukan adalah mengapa minat baca kita begitu rendah? Menurut saya, alasannya bukan hanya rendahnya budaya membaca, tetapi juga tingginya prasangka buruk kepada orang yang membaca.

Salah satu thread menarik yang pantas dibaca adalah pengalaman dari @keinasasih di twitter yang menceritakan pengalaman buruk ketika membawa dan membaca buku di kantornya. Hal yang sama juga saya alami dari sejak kecil. Sebagai seorang pembaca serius sejak SD, saya selalu membawa buku untuk dibaca dalam kegiatan apa pun. Orang-orang di sekitar saya ada yang memuji, tapi sering juga orang mengolok saya sebagai "kutu-buku".

Membaca sekali lagi merupakan sebuah kebiasaan. Tanggapan positif dari orang lain penting untuk membantu pembaca semakin giat membaca, sehingga suatu saat, mereka merasa bahwa tidak ada yang salah dari gemar membaca. Tindakan terkecil yang bisa kita praktikkan sehari-hari untuk meningkatkan minat baca mungkin bisa berawal dari bertanya, "Buku apa yang kamu baca? Bisa ceritakan lebih lanjut?" dan berhenti berkomentar "Wah susah, ya".

 

Ilustrasi via twimg.com

Answered Jul 15, 2017