selasar-loader

Apa yang membuat ekonomi Indonesia tertinggal dari negara-negara lain?

Last Updated Jul 9, 2017

3 answers

Sort by Date | Votes
Muhammad Andika Widiansyah Putra
Mahasiswa Agribisnis, FEM, IPB | Peserta Rumah Kepemimpinan Regional 5 Bogor

5RwEXjRMcF77Li2BavyaZWvvXDhD83hb.jpg

Menurut saya, ekonomi di Indonesia tertinggal karena banyak faktor. Tapi karena background saya dari pertanian, jadi saya akan mencoba menjawab dari sisi pertanian.

Bagi sebagian orang, sektor pertanian seringkali dianggap sebagai sektor yang 'kotor', tidak memberikan kontribusi nyata, 'pusat' dari segala kondisi kemiskinan dan tertinggalnya wilayah perdesaan, juga banyak hal lain. Bahkan seringkali agak sedikit merasa miris ketika mendengar selentingan semacam, "Ngapain kuliah jauh-jauh cuma buat belajar pertanian. Nenek lo aja bisa ngajarin itu mah," atau ucapan-ucapan netizen yang mengutuk para petani karena dianggap sebagai beban bagi negara. Agak lucu memang, padahal tanpa petani kita tak bisa makan, hehe.

Sebetulnya Indonesia punya potensi yang sangat besar untuk mengembangkan perekonomiannya, dengan kekuatan terbesar Indonesia ini berada di sektor pertanian di wilayah perdesaan dengan kohesivitas sosial yang dikenal sangat tinggi. Sayangnya, hal tersebut hanya berupa kesempatan saja, tanpa adanya usaha perubahan berarti yang terjadi sampai hari ini (meski beberapa waktu belakangan mulai tumbuh start-up dan sejenisnya yang mulai memperhatikan sektor pertanian).

Nah, mengapa pertanian bisa jadi penyebab dari keterbelakangan perekonomian di Indonesia?

Pertanian sebetulnya merupakan titik awal dari kegiatan yang dilakukan industri-industri besar pada umumnya, di mana pasokan bahan baku selalu berasal dari sektor pertanian. Tapi sebelum itu, mungkin sebaiknya kita samakan persepsi mengenai pertanian secara luas, di mana pertanian bukan hanya soal tanam-menanam, tapi juga beternak, dan lain sebagainya (bahkan produksi kayu dari hutan rakyat termasuk kegiatan pertanian, hehe, atau ternak sapi baik pedaging maupun 'pesusu'). Nah, sayangnya di Indonesia sejak terjadinya pertumbuhan industri secara besar-besaran, sektor pertanian mulai dipandang sebelah mata. Mungkin kita sendiri melihat kondisi hari ini, bagaimana terjadinya ketimpangan di dalam aspek teknologi yang digunakan di sektor pertanian dengan sektor Industri. Secara kualitas mesin, kapasitas produksinya, efisiensinya, bahkan usianya terbilang sangat timpang, di mana sektor pertanian berada di kondisi yang sangat tertinggal. Penetrasi teknologi-teknologi terbaru terbilang cepat di sektor-sektor industri dengan kapasitas produksi yang juga 'gila-gilaan'. Akan tetapi, di sektor pertanian, kita cukup sulit untuk menemukan hal tersebut. Jangankan mesin penanam padi, saya yakin saat kita main ke wilayah pertanian, yang kita temukan mungkin hanya seekor lembu yang sibuk berjalan secara perlahan di atas sawah, atau traktor yang mengepulkan asap hitam dan sesekali batuk-batuk. Agak memprihatinkan.

Lalu apa relevansinya?

Ketika teknologi itu tidak ada atau terjadi ketertinggalan (baik mesin, bibit unggul, dlsb) di sektor pertanian, hal ini nantinya berdampak pada produktivitas dari sektor pertanian tersebut. Artinya, hasil panen dalam bentuk bahan mentah tidak mencukupi permintaan yang ada. Ditambah lagi, penggunaan teknologi yang 'apa adanya' pada umumnya tidak mampu menghasilkan kualitas yang memadai, apalagi dengan penggunaan pupuk dan pestisida berlebihan misalnya. Pada akhirnya, ketika jumlah ketersediaan produk dalam negeri tidak mencukupi, kita dihadapkan pada kondisi yang mengharuskan untuk impor.

Nah, di atas setidaknya kita mendapat sedikit gambaran tentang 'tidak efisiennya' kegiatan produksi pertanian di Indonesia, dan hal ini berakibat tentunya pada tingginya harga produk pertanian yang ada di Indonesia. Bisa dilihat perbandingan antara harga produk lokal dengan produk impor, timpang, hehe. Nah di sana, tidak hanya masyarakat, bahkan berbagai perusahaan produksi tentu akan memilih produk dengan harga lebih murah dan kualitas yang lebih baik tentunya, dan pada akhirnya produk impor tersebut lebih dipilih daripada produk lokal. Faktornya apa? Tentu dengan harga lebih murah, bisa menghemat biaya. Apalagi jika produknya secara tampilan fisik dan kualitas lebih baik, hmmm, sebagai pembeli rasional ya tidak ada salahnya, hehe.

Ketika ini terjadi, artinya produk pertanian kita tidak kompetitif di pasaran. Sulit diserap, dan kalah dengan pertanian yang ada di luar negeri.

Dan tentunya ini berdampak pada petani, pun kita tahu bahwa profesi petani merupakan salah satu profesi yang menyerap tenaga kerja paling banyak di negara kita.

Artinya dengan tidak lakunya barang hasil produksi, kemudian harga yang seringkali tidak stabil (ingat kasus tomat yang dibuang ke jalanan karena harganya terlalu murah?), dan banyak hal, petani sulit untuk mendapatkan kesejahteraan, apalagi meningkatkan taraf ekonomi. Hmmm.

Pada akhirnya daya beli rendah, persentase penduduk miskin di Indonesia mendapat proporsi yang cukup tinggi, dan pada ujungnya infrastruktur dan lain hal khususnya di perdesaan tidak berkembang akibat dari penghasilan yang hanya cukup untuk makan.

Dengan tingkat kemiskinan yang masih tinggi dan tidak kompetitifnya produk dalam negeri di pasar, bagaimana Indonesia bisa bersaing? :)

Ayo gerak.

ilustrasi via blogspot.com

Answered Jul 10, 2017
Arbi Arif
Belajar Memahami Dunia

s282pAsqsGWeAPqcdlYe1dkqpTIlbIQ3.jpg

Kalau bicara soal ekonomi pasti berhubungan dengan keuangan. Keuangan berhubungan dengan pekerjaan. Pekerjaan berhubungan dengan manusia. So, yang membuat Indonesia tercinta ini tertinggal, kalau menurut saya adalah tidak banyaknya lapangan pekerjaan yang merata di Indonesia, contohnya saja banyak orang yang pergi ke Jakarta hanya untuk mencari pekerjaan. Begitu pula dengan SDM Indonesia, banyak yang malas. SDM juga berhubungan dengan pendidikan dan skill yang bagus agar mampu bersaing, kembali lagi dengan pendidikan Indonesia yang tidak merata. Mindset orang Indonesia tentang pekerjaan juga sangat terbatas, contohnya jika mau milih jurusan pasti pilihannya itu-itu aja. SDA Indonesia juga tidak dikelola dengan baik, mungkin banyak faktor selain yang sudah saya sebutkan di atas.

ilustrasi via cirebontrust.com

Answered Jul 10, 2017
wahyu sutejo
Success enthusiast, Psikologi interest, Omni Channel Enthusiast

TP4dyTmYFpKI8djFp2DMPnz4fiMBuBPA.jpg

Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta lebih, ditambah dengan banyaknya pulau hingga 17ribu lebih, 700 lebih bahasa, dan lain sebagainya.

Sungguh tidak etis jika masih banyak masyarakat Indonesia beranggapan bahwa Indonesia tertinggal dengan negara lain.

Mengapa saya berkata begitu, ya jelas saja ketinggalan, sampai kiamat pun Indonesia akan selalu tertinggal karena mulai dari pemerintah sampai masyarakat level bawah kesukaanya selalu barang branded/luar, sebagian kecil saja yang menggunakan produk lokal asli (adapun produk asli, sudah pasti diberantas sama pemerintah sih supaya tidak berkembang).

Intinya ya selama pemerintahan Indonesia masih ada, maka selama itu juga negara Indonesia akan selalu tertinggal.

gambar via kompas.com

 

Answered Jul 25, 2017

Question Overview


4 Followers
1278 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Kenapa Indonesia belum juga maju sementara Korea Selatan yang dulu lebih miskin dari kita justru maju sekali saat ini?

Bagaimana cara Jerman membangun kembali ekonominya setelah Perang Dunia II?

Apakah kunci sukses pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pada puncak bonus demografi di Indonesia (2025-2035)?

Apakah penggunaan alat ukur Gross Domestic Product (GDP) masih relevan untuk menghitung tingkat kesejahteraan sebuah negara?

Mengapa perhitungan Gross National Product (GNP) jarang digunakan sebagai alat ukur kinerja ekonomi?

Apa yang Anda ketahui tentang Green GDP?

Apakah inflasi selalu berdampak buruk untuk perekonomian?

Apakah konsekuensi deflasi terhadap kinerja perekonomian sebuah negara?

Ketika terjadi apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar, langkah taktis apa yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan kerja perekonomian?

Apakah depresiasi nilai tukar selalu memiliki dampak negatif untuk perekonomian?

Adakah keterlibatan Indonesia pada Perang Dunia II?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

Hal-hal apa sajakah yang harus dipenuhi agar Indonesia menjadi pemimpin budaya populer dunia?

Foto apa saja yang bisa mengubah cara pandang kita tentang Indonesia?

Apa yang Anda banggakan dari Indonesia saat bertemu masyarakat internasional?

Masakan/makanan Indonesia apa yang menurut Anda paling mungkin go international?

Mengapa bangsa Indonesia dapat sebegitu lamanya dijajah oleh Belanda?

Makanan/masakan Indonesia apa yang paling memiliki nilai sejarah tinggi?

Apa yang membuat beberapa suku di Indonesia masih tetap bertahan dengan gaya hidup tradisionalnya, misalnya Suku Badui?