selasar-loader

Mengapa Hizbut Tahrir tidak pernah berhasil mencapai visinya dalam menegakkan kekhalifahan Islam?

Last Updated Nov 16, 2016

6 answers

Sort by Date | Votes

Hasil gambar untuk hizbut tahrir

Setelah "memisahkan" diri dari IM, HT sebagai gerakan normatif menyebar di pelbagai negara. Akan tetapi, spreading secara horizontal ini tidak didukung gerakan vertikal mereka sebagaimana IM. Akhirnya, HT dianggap sebagai gerakan wacana meski sudah menyiapkan segala perangkat ketatanegaraan versi mereka. Mereka tidak benar-benar "memperjuangkan" ide mereka sebagaimana gerakan lain, seperti Salafi di Saudi maupun IM di Mesir. HT lemah di gerakan vertikalnya dan masih parsial dalam perjuangan.

Gambar via ichef-1.bbci.co.uk

Answered May 9, 2017
Nauval El-Hessan
Quranic disciple

BTCmfahP_draVLgfk4fNnKBxJUzdvLKZ.jpg

Saya setuju dengan jawaban yang dipaparkan oleh El Hakim Law. Akan tetapi, ada yang mungkin saya perluas sedikit. Terutama dalam hal ide.

Saya rasa, apa yang dilakukan HT saat ini dapat dikatakan telah menyimpang dari ide orisinil mereka yang dibuat oleh Taqiuddin An-Nabhani. Ide An-Nabhani sebenarnya mengajak pengikutnya untuk menyeburkan diri bukan hanya pada sisi horizontal, melainkan juga vertikal. Ide yang ditawarkan oleh An-Nabhanai sebenarnya adalah ingin meng-Islam-kan ideologi bangsa-bangsa muslim, bukan menggantikan ideologi tersebut.

Hal itu sangat terlihat dari pemikiran An-Nabhani yang menentang sekularisme Turki yang diprakarsai oleh Mustafa Kemal Attaturk. Akan tetapi, sebagian pengikut An-Nabhani setuju dengan beberapa ideologi bangsa Islam seperti ideologi Iran. Tercatat bahwa pada tahun 1979, pemimpin HT pada waktu itu sempat menawarkan kerjasama kepada Musavi Khomeini (Imam Khomeini). Seperti yang kita ketahui bahwa Iran tidak murni memakai ideologi Islam karena sistem pemerintahannya masih menganut sebagian ide politik Barat semisal demokrasi-bertingkat (demokrasi tidak langsung).

Akan tetapi, saya sangat menyayangkan. Hizbut Tahrir saat ini, setelah mengalami beberapa kegagalan melakukan kontak vertikal, pada akhirnya lebih memusatkan diri pada perjuangan horizontal. Buruknya, sebagian perjuangan HT, misalkan HTI, terlalu radikal dan terkesan "makar" karena mengajarkan bahwa ideologi Pancasila harus diubah, bukan di-Islam-kan. Ini yang membuat beberapa negara bahkan negara Islam sendiri menolak Hizbut Tahrir karena cara mereka terkesan tidak "kooperatif".

Hizbut Tahrir saat ini lupa bahwa ide "nasionalisme" sudah mengakar kuat, bahkan di dunia Arab sendiri (sejak dahulu), ada yang disebut dengan "ashabiyah", yaitu fanatisme kesukuan. Ide seperti nasionalisme dan ashabiyah itu harus lebih diperhatikan oleh Hizbut Tahrir sebelum mereka menawarkan ide khilafah, apalagi khilafah ditujukan untuk menggantikan, bukan mengislamkan.

Answered May 10, 2017
Turfa Auliarachman
Penikmat kabar teknologi dan pengguna produk-produknya

I2VLXuoN5EPNGVHETQEP2-PmeEGet9Z0.jpg

Untuk HTI sendiri, menurut jubirnya di televisi, memang bukan ingin langsung menggantikan ideologi pancasila dengan ideologi Islam.

Akan tetapi, menurut beliau, yang HTI lakukan adalah mendakwahkan ajaran Islam (termasuk khilafah), dan ketika rakyat sudah paham, rakyat akan berubah menjadi menginginkan khilafah. Hal ini beliau analogikan dengan kesadaran akan berhijab saat ini (walaupun sudah lama didakwahkan).

Mengapa hal ini tidak (atau belum?) berhasil? Jelas karena jumlah HTI masih jauh lebih sedikit daripada rakyat Indonesia yang tidak menginginkan khilafah. Selain itu, seperti menurut mas Nauval El-Hessan, nasionalisme sudah mengakar kuat. Rakyat Indonesia tentu akan menolak hal yang berkebalikan dengan hatinya yang sudah terpatri nasionalisme.

 

Sumber gambar: blogspot.com

Answered May 11, 2017
Dina Mariana
Mathematics student'17 of UIN Jakarta

Menurut saya, Hizbut Tahrir tidak pernah mencapai visinya untuk menegakkan kekhalifahan Islam karena terlalu frontal dalam menyampaikan keinginannya tersebut di negara yang berfalsafah Pancasila, tanpa ada aksi nyata, hanya meneriakkan keinginannya saja.

Answered Aug 13, 2017
Ahmad Salim
Aktivis Anti Pornografi. Ketua BEM Psikologi UI 2017. Rumah Kepemimpinan R1 JKT.

Menurut pandangan pribadi saya, hal ini adalah karena HT terlalu "instan" dalam ambisinya mewujudkan penegakkan kekhilafan Islam. Instan disini maksudnya adalah HT tidak membangun sistem kekhilafan secara perlahan. Harusnya sebelum benar-benar menuntut agar khilafah tegak, HT harus menginisiasi dan memasukkan nilai-nilai Islam di setiap bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, ekonomi, politik, sampai penegakan hukum. 

Namun, fenomena yang saya lihat saat ini adalah HT terlalu memaksakan orang lain untuk menggunakan sistem khilafah tanpa memberikan urgensi dan contoh penegakan khilafah di setiap elemen kehidupan. Oleh karena itu contoh dan pembuktian sangatlah diperlukan sehingga orang mengakui bahwa apa yang dibawa HT adalah benar.

Answered Dec 2, 2017
Aries Budiono
Sosiologi Unair / Rumah Kepemimpinan Surabaya

Hizbut Tahrir hanya memunculkan romantisme masa lalu. Membayangkan masa kejayaan islam pada masa lampau. Mereka tidak memperhatikan konteks negara dengan kepentingannya saat ini. Kekhilafahan yang dimaksud Hizbut Tahrir adalah konsep negara Islam tanpa batas wilayah. Padahal perkembangan dunia saat ini menghendaki otoritas khusus dalam suatu wilayah agar dapat dikelola secara bebas dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk suatu negara. Tidak dipungkiri bahwa perkembangan dunia saat ini mempertimbangkan faktor ekonomi sebagai kekuatan utama sebuah negara.

Answered Jan 2, 2018

Question Overview


10 Followers
717 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Mengapa Tuhan membuat surga, padahal insentif tertinggi umat Islam adalah ridha Allah?

Apabila poligami adalah ibadah, mengapa banyak perempuan muslim yang tidak mau melakukannya?

Bagaimana cara mengakhiri konflik antara Sunni dan Syiah?

Apakah Syiah bukan Islam?

Mengapa Nabi Muhammad tidak mengizinkan Ali mempoligami Fatimah?

Apa yang dimaksud dengan bid'ah?

Apa yang dimaksud dengan munafik?

Apa yang dimaksud dengan halal?

Apa yang dimaksud dengan haram?

Apa yang dimaksud dengan mubah?

Apakah Salafi sama dengan Wahabi?

Apakah metodologi gerakan Ikhwanul Muslimin adalah yang paling sesuai dalam memperjuangkan nilai Islam pada era sekarang?

Apa yang dimaksud dengan kaum Khawarij?

Apa yang dimaksud dengan kaum Muktazilah?

Adakah semacam gerakan antiteknologi, terutama teknologi digital, di negara tertentu?

Bolehkah ikut BEM meskipun sebenarnya tidak tertarik dengan dunia pergerakan mahasiswa?

Seperti apakah gerakan mahasiswa yang ideal untuk saat ini?

Bagaimana rasanya mengikuti liqo/pengajian jamaah Tarbiyah/PKS?

Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?