selasar-loader

Mengapa masih ada kelaparan di berbagai belahan dunia?

Last Updated Jul 6, 2017

2 answers

Sort by Date | Votes
Agus Hernawan
Peneliti, penulis, dan konsultan pengembangan kawasan.

Hasil gambar untuk kelaparan

Lebih satu miliar manusia hidup dalam situasi kemiskinan absolut. Mengusung lapar yang menyiksa ke dalam tidur, tanpa pakaian dan tempat bernaung yang layak, tulis David Korten dalam When Corporation Rule the World

Pertanyaan kita, apakah mereka yang miskin ini disebabkan memilih merenangi takdirnya? Atau, ada ketidakadilan yang kostruksionis sifatnya, sebagai konsekuensi keserakahan segelintir orang yang tak pernah merasa kenyang?

Lazy native diproduksi sejak awal orang-orang Inggris mencaplok tanah-tanah subur rakyat Irlandia. Kolonialisme Inggris yang kemudian diekspor ke Amerika dan ke seluruh penjuru bumi melahirkan model Kapitalisme Atlantis Abad ke-19 itu, tidak sekadar aneksasi militer, tetapi juga melibatkan diskursif yang membangun kesenjangan dikotomis antara "penakluk" dan "yang ditaklukkan". Antara civilization dan savagery.

Wild Irish. Kaum yang masih barbar. Karena itu, kultur agraris dalam tradisi Clachan, sejenis pertanian kolektif berdasarkan pertalian keluarga dihancurkan. Hampir 90 persen tanah orang-orang Irlandia dirampas. Tak cukup sampai di situ. Sir Humphrey Gilbert pun berteriak "penggal". Memajang kepala-kepala orang Irlandia di sekitaran tendanya, yang menandai sejarah Irlandia seperti tubuh tanpa kepala. Kolonialisme Inggris atas Irlandia tidak hanya memproduksi kemiskinan dan populasi ternak melebihi populasi orang Irlandia, tetapi juga melahirkan Great Famine. Kelaparan hebat di 1855 yang membunuh satu juta orang Irlandia.

Apakah keserakahan itu selesai? Tidak. James Muldoon menulis The Indian as Irishman. Setelah native Amerika senasib dengan Irlandia, apakah keserakahan itu berhenti? "Kita harus menemukan tanah  sumber bahan mentah dan pada waktu yang sama mengekploitasi pribumi sebagai budak murah," teriak Cecil Rhodes yang kemudian menjadi "fatwa suci" dimulainya rantai kolonialisme dan perbudakan di Asia dan Afrika. Jutaan orang dari Asia dan Afrika diangkut kapal-kapal Inggris dan Portugis sebagai tenaga kerja paksa untuk tambang dan perkebunan mereka di Amerika. 

Indonesia adalah cerita tentang horison keadilan sosial yang hilang di atas peta kepemilikan hampir separuh tanah-tanah subur produktif oleh 0,2 persen kaum super kaya. Ketimpangan kepemilikan adalah warisan panjang dari sejarah kolonialisme yang tanpa akhir di negeri ini. De Graaf menulis kisah bagaimana kota kota pesisir Pantura kehilangan kesejahteraan ekonomi demi melayani keserakahan dan nafsu korupsi para elit kompeni. Agak berapa tahun lalu, Papua mengalami krisis pangan. Apa penyebabnya? Lazy native? Tidak. Satu juta hektar lahan subur di Merauke dijadikan proyek food estate, ditanami komoditi ekspor yang tidak jadi sumber makanan pokok masyarakat Papua. Merauke untuk lumbung pangan nasional dan dunia itu pada ujungnya hanya memuluskan akuisisi lahan adat ke perusahan agribisnis skala besar. 

Kelaparan hebat yang melanda Somalia dan kawasan Tanduk Afrika lahir kisah yang sama. Lahan-lahan subur disewakan ke perusahan modal besar dari Qatar dan Saudi, ditanami komoditi ekspor. Penguasa mendapat berlimpah duit untuk berpesta dan membeli senjata, rakyat Somalia mengerang lapar sepanjang jalan ke Moghadisu. Di Brasil, keluarga petani dilempar ke jalanan dalam kondisi kelaparan, sementara lahan pertanian ditanami komoditi yang menggemukkan hewan ternak di Amerika dan Jepang. Tanah-tanah subur di India disulap jadi kebun bunga untuk menghiasi meja makan nan romantis di Eropa. Di waktu yang sama, anak-anak dari keluarga tani di India dan Pakistan diperjualbelikan seperti meja dan kursi bekas. Jauh di belakang, Pulau Jawa pernah dilanda kelaparan hebat. Sebaliknya, Pemerintah kolonial Belanda meraup keuntungan jutaan gulden dari Proyek Tanam Paksa. Keuntungan yang dijadikan modal membangun kota nan megah di negeri Belanda. 

Keserakahan yang terlalu, hari ini, tidak hanya sebatas menempel dalam struktur kekuasaan yang tidak adil dan menindas, tetapi lebih jauh lagi. Mereka menciptakan kekuasaan politik untuk tujuan melayani keserakahan mereka.

Di  negeri ini, dan di mana pun pada belahan bumi, keserakahan merajalela,  kelaparan akan tumbuh dan tumbuh seperti ilalang di tengah padang. 

 

Ilustrasi via blog.act.id

Answered Jul 20, 2017
Ma Isa Lombu
Pemerhati Indonesia

lIOnV4KK4Jez84TurFTFO-SI_s76z9pb.jpg

Kenapa lapar? Karena mereka miskin, tidak mampu membeli makanan.

Pertanyaannya kemudian, mengapa masih banyak orang miskin di dunia ini?

Sebelum menjawab mengapa masih banyak kemiskinan di dunia ini, penting bagi kita untuk mempertegas definisi miskin itu sendiri. Orang miskin adalah profil seseorang yang dalam jangka waktu tertentu, ia memiliki pendapatan di bawah garis batas penentu kemiskinan. Yang dalam keadaan itulah, maka orang tersebut tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan, juga beberapa kebutuhan dasar lain seperti kesehatan. 

Menurut world bank, seseorang dapat dikatakan berada dalam garis kemiskinan apabila seseorang hidup dengan pendapatan di bawah USD $1/hari (kriteria absolut yang setara dengan Rp13.300,00) dan $2 per hari (kriteria moderat yang setara dengan Rp26.600,00). Bicara world bank, lain bicara Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut BPS, terapat 14 kriteria miskin, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8m2 per orang.
2. Jenis lantai tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan.
3. Jenis dinding tempat tinggal dari bambu/ rumbia/ kayu berkualitas rendah/tembok tanpa diplester.
4. Tidak memiliki fasilitas buang air besar/ bersama-sama dengan rumah tangga lain.
5. Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik.
6. Sumber air minum berasal dari sumur/ mata air tidak terlindung/ sungai/ air hujan.
7. Bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/ arang/ minyak tanah.
8. Hanya mengonsumsi daging/susu/ayam dalam satu kali seminggu.
9. Hanya membeli satu setel pakaian baru dalam setahun.
10. Hanya sanggup makan sebanyak satu/ dua kali dalam sehari.
11. Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas/ poliklinik.
12. Sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah petani dengan luas lahan 500m2, buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan, dan atau pekerjaan lainnya dengan pendapatan di bawah Rp600.000,00 per bulan yang setara dengan Rp20.000,00 per hari.
13. Pendidikan tertinggi kepala rumah tangga adalah tidak sekolah/tidak tamat SD/tamat SD.
14. Tidak memiliki tabungan/barang yang mudah dijual dengan minimal Rp500.000,00 seperti sepeda motor kredit/ nonkredit, emas, ternak, kapal motor, atau barang modal lainnya.

Agar dapat dibayangkan, berdasarkan data dari world bank, pada tahun 2013, sebanyak 10,7 persen dari total penduduk bumi (atau setara dengan 767 juta penduduk) hidup dengan penghasilan di bawah US$1.90. Definisi di bawah ini intervalnya dari US$0 hingga US$1.90. 

Di sinilah kelaparan muncul.

Sebenarnya, banyak teori yang menjelaskan tentang kemiskinan. Namun, pada umumnya, kemiskinan terjadi karena kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar karena sebab-sebab tertentu, misal perang atau bencana alam dan kemiskinan yang terjadi karena buruknya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan sehingga opportunity material (uang) itu sulit datang padanya. 

Banyak pula teori yang menjelaskan tentang bagaimana cara mengentaskan kemiskinan. Namun, dalam jawaban ini saya mau fokus tentang distribution of wealth

Bicara distribution of wealth, kita pasti bicara zakat.

Saya termasuk orang yang percaya bahwa instrumen zakat adalah salah satu instrumen fiskal yang efektif untuk memperkecil disparitas (kesenjangan) ekonomi yang ada di sebuah negara. Seperti kita ketahui bahwa orang-orang yang berhak menerima zakat (asnaf) itu terbatas hanya kepada delapan golongan. Di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Fakir (orang yang tidak memiliki harta)

2. Miskin (orang yang penghasilannya tidak mencukupi)

3. Riqab (hamba sahaya atau budak)

4. Gharim (orang yang memiliki banyak hutang)

5. Mualaf (orang yang baru masuk Islam)

6. Fisabilillah (pejuang di jalan Allah)

7. Ibnu Sabil (musyafir dan para pelajar perantauan)

8. Amil zakat (panitia penerima dan pengelola dana zakat)

Coba kita fokuskan kepada urutan 1 dan 2 (fakir dan miskin). Di dua kategori inilah orang lapar banyak terdapat di sana. 

Coba kita bayangkan apabila Bill Gates bayar zakat, ketika gajinya yang sebesar Rp1.184 triliun itu dipotong 2,5%-nya untuk zakat, maka akan ada uang zakat sebesar Rp29,6 triliun yang tersedia. Jumlah sebanyak itu kurang lebih kalau dikonversikan menjadi sepiring nasi bungkus seharga Rp10.000 maka akan menghasilkan 2.900.000.000 (2,9 miliar) nasi bungkus yang dapat disebarluaskan ke daerah-daerah yang kelaparan. 

Tentu kita percaya bahwa dunia ini juga tidak kekurangan orang kaya. Jika zakat dapat dijadikan sarana sebagai alat distiribusi kesejahteraan, maka saya yakin kelaparan akan berkurang di bumi kita ini. Belum lagi jika kita kombinasikan zakat yang hanya 2,5% itu dengan instrumen "fiskal Islam" yang lain seperti infak dan shadaqah, termasuk peruntukan zakat, infak, dan shadaqah produktif, saya yakin skema untuk "membeli kapal dan pancing" tidak hanya sekadar memberi "ikan", akan membuat penduduk bumi lebih sejahtera.

Bebas dari rasa lapar!

Ilustrasi via blogspot.com

Answered Jul 20, 2017

Question Overview


3 Followers
878 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Seperti apa kebijakan luar negeri Donald Trump terhadap pemerintahan Rodrigo Duterte?

Sejauh mana keterlibatan CIA (Central Intelligence Agency) dalam konstelasi politik Indonesia?

Adakah kemungkinan sejumlah negara bagian di Amerika Serikat memisahkan diri jadi negara berdaulat akibat kemenangan Donald Trump?

Mengapa negara-negara Islam tidak lebih mudah bersatu dibanding negara-negara Barat (Uni Eropa)?

Apakah Anugerah Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi masih pantas dipertahankan?

Kenapa Setya Novanto bisa menjadi Ketua DPR kembali?

Apakah Indonesia harus menerima pengungsi dari negara yang sedang berkonflik? Mengapa?

Apa itu "post truth politics"?

Bagaimana cara yang paling efektif untuk mengakhiri konflik Palestina dan Israel?

Bagaimana cara mengakhiri konflik antara Sunni dan Syiah?

Makanan sehat apa yang paling disukai?

Mengapa kemiskinan kronis banyak ditemukan di perkotaan?

Apa yang harus dipersiapkan ketika tahu akan jadi gelandangan?

Apakah sanksi hukum terbaik yang menimbulkan efek jera bagi seorang miskin yang mencuri karena lapar? Mengapa?

Bagaimana rasanya menjadi orang miskin?

Kenapa banyak orang miskin di Indonesia?

Apakah suatu saat kemiskinan bisa benar-benar hilang?

Bagaimana cara untuk mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia?

Apa yang perlu dipersiapkan ketika akan menggelandang (homeless)?

Menurutmu poin manakah yang paling vital dalam 17 pilar Sustainable Development Goals?

Kenapa Indonesia belum juga maju sementara Korea Selatan yang dulu lebih miskin dari kita justru maju sekali saat ini?

Bagaimana cara Jerman membangun kembali ekonominya setelah Perang Dunia II?

Apakah kunci sukses pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pada puncak bonus demografi di Indonesia (2025-2035)?

Apakah penggunaan alat ukur Gross Domestic Product (GDP) masih relevan untuk menghitung tingkat kesejahteraan sebuah negara?

Mengapa perhitungan Gross National Product (GNP) jarang digunakan sebagai alat ukur kinerja ekonomi?

Apa yang Anda ketahui tentang Green GDP?

Apakah inflasi selalu berdampak buruk untuk perekonomian?

Apakah konsekuensi deflasi terhadap kinerja perekonomian sebuah negara?

Ketika terjadi apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar, langkah taktis apa yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan kerja perekonomian?

Apakah depresiasi nilai tukar selalu memiliki dampak negatif untuk perekonomian?

Mengapa proyek listrik nasional menjadi proyek yang sangat penting bagi Indonesia?

Mengapa harga gas di Indonesia harus turun? Mengapa pula ia sulit untuk turun?

Benarkah Bapak Jokowi pemimpin terbaik se-Asia dan Australia?

Mengapa bentuk koperasi kurang populer sebagai moda ekonomi alternatif di Indonesia?

Dana haji mau digunakan untuk biayai proyek infrastruktur, apakah ini pertanda negara ini sudah bangkrut?

Apakah Indonesia masih berutang kepada IMF?

Apa yang kamu ketahui tentang sharing economy?

Apa pendapat Anda mengenai teleworking?

Menurut Anda, apa yang paling berkuasa; ekonomi, politik, atau hukum?

Menurut Anda, apa arti kemerdekaan?