selasar-loader

Apakah Adam dan Hawa diusir dari surga merupakan skenario Tuhan?

Last Updated Jul 6, 2017

M'f sebelumnya ... pertanyaan ini saya lontarkan untuk membantu mengontrol cara berfikir saya... 

Pertanyaan ini sempat terlintas di fikiran saya, mengapa Adam dan hawa harus makan buah quldi? Jika ini tidak mereka lakukan maka "mungkin saya akan terlahir d surga dan tidak harus menjalani kehidupan dibumi sperti saat ini"

Bahkan saya sempat berfikir bahwa Tuhan sengaja mengutus iblis untuk menggoda adam agar mereka melanggar peraturan surga sehingga adam hawa segera mengisi bumi yg telah di ciptakan-Nya...

4 answers

Sort by Date | Votes
Asri Hanif Ronaza
Seorang pembelajar

Menurut saya, Allah subhanahu wa ta’ala berhak melakukan apa saja karena Dia Maha Pencipta dan berhak melakukan apa saja kepada ciptaan-Nya. Sedangkan Allah adalah Maha Pencipta dan segala sesuatu adalah ciptaan-Nya, termasuk manusia. Manusia diciptakan dengan potensi memiliki hak dalam memilih karena dalam diri kita ada unsur keburukan dan kebaikan (Q.S. Asy Syam: 8). Karena itu, manusia adalah mahluk yang paling sempurna (Q.S. Al Isra’: 70). Allah ingin menguji kita siapa yang dengan potensi itu yang benar-benar memanfaatkannya untuk patuh dan taat kepada-Nya (Q.S. Ali Imran: 186).

Begitu pula dengan Adam dan Hawa. Allah menguji mereka dengan buah kuldi. Adam dan Hawa-pun gagal dengan ujian ini. Tapi, mereka bertobat dan Allah mengampuni mereka. Semuanya ada dalam surat Q.S. Al Baqarah: 30-38. Dan poin pentingnya di sini adalah kita terus bertobat dengan kesalahan yang kita perbuat. 

Allah tidak menciptakan iblis untuk mencelakakan manusia, tapi iblis sendiri yang memiliki tekad untuk mencelakakan manusia (Q.S. Al Araaf :16). Akan tetapi, iblis tidak akan mencelakakan orang yang ikhlas beribadah hanya untuk Allah (Q.S. Shaad :82--83). Mungkin untuk mendapatkan keterangan lebih rinci dapat menonton video berikut di Youtube "Siapakah Syaithan? - Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA".

FckpxfW-WBobd-TUW4vLduLjyqmcGeey.jpg

Intinya kita sebagai manusia diuji dalam kehidupan di dunia ini. Tugas kita untuk lulus dalam ujian tersebut. Mohon koreksi jika saya salah.

 Ilustrasi via sidomi.com 

Answered Jul 6, 2017
suhaeri mukti
Peneliti, Pernah belajar Psikologi dan Sosiologi.

Hasil gambar untuk ALLAH

Pertanyaan yang luar biasa. Saya berpikir seharian untuk menjawab pertanyaan ini. Membaca lagi literatur dan tulisan yang sudah ada. Dan jawabannya, saya tidak memiliki keberanian untuk menjawab pertanyaan yang Abang Wahid ajukan. 

Tapi, saya hanya akan kembali mengajukan pertanyaan, "Apakah dunia ini sebuah kutukan sehingga seakan dengan diturunkannya Adam dan Hawa ke dunia/bumi adalah sebuah penyesalan bagi Saudara?" Kalau jawabnya adalah ya, saya kembali bertanya, "Mengapa banyak orang yang begitu menikmati hidup di dunia sampai rela melakukan segala cara untuk kepuasan dunianya?" atau "Pernahkah Saudara merasa bahagia meskipun dalam sehari saja di kehidupan yang Saudara jalani di dunia ini?"

Kalau apa yang dilakukan oleh Adam dan Hawa dengan melakukan larangan Allah, sehingga diturunkan ke dunia/bumi adalah sebuah kutukan. Mengapa banyak sekali orang yang saat ini menikmati kehidupan "kutukan" di dunia ini?

Salam Hangat

SM

Ilustrasi via ae01.alicdn.com

Answered Jul 6, 2017
Wahid Riyadi
Pemeran Skenario Alam

4I-LFqSIponzCNctiDPMc7V3rfHjVR_d.jpg

Pertanyaanku dijawab dengan pertanyaan...

Ini bukan jawaban dari apa yg Mas Heri tanyakan, melainkan sesuatu yang terlintas dalam pikiranku ketika membaca pertanyaan Mas Heri...

Maaf sebelumnya jika saya tulis ini masih dengan ke-aku-anku...

Pertanyaan pertama sudah dijawab sendiri oleh saudara Heri... buat saya, ini bukan merupakan penyesalan. Akan tetapi, benar sekali bahwa saya masih sangat menikmati hidup sebagai manusia di bumi. 

Mengapa banyak orang melakukan segala cara untuk kepuasan dunianya? Kepuasan adalah tujuan/goal, maka butuh strategi untuk mendapatkannya. Terlepas itu, dengan cara hitam atau putih. Hitam dan putih pun menurut saya hanya terpisah oleh sudut pandang. Kalau Mas Heri bilang ini hitam, belum tentu menurut saya ini hitam. Begitupun sebaliknya...

Manusia hidup di bumi karena menjalani hukuman atas dosa yg telah leluhur lakukan. Begitu nikmatkah buah khuldi hingga Adam dan Hawa tergoda? Apakah saat itu Adam dan Hawa menikmatinya? Menurut saya "YA".

Menurut saya, di dunia yg menurut Mas Heri sebagai kutukan adalah surga yang tak serupa dengan tempat Adam dan Hawa terdahulu. Di sini, tak hanya ada satu jenis buah khuldi, akan tetapi lebih banyak bahkan tak akan terhitung dengan jari jemari. 

Jadi, kembali lagi bagaimana sudut pandang dalam menikmati buah khuldi di bumi. Mau dilihat dari sudut pandang hitam, putih atau abu-abu.

Terakhir, "Mengapa banyak sekali orang yang saat ini menikmati kehidupan "kutukan" di dunia ini?".

Ya karana sangat nikmat... 

ilustrasi via viva.co.id

Answered Jul 6, 2017
Ma Isa Lombu
Kadang Skeptis, Seringnya Rasional

MWdFSOLP4iK1ysc15kBmY24h03ay0GPC.jpg

Menurut saya, keluarnya Adam dan Hawa dari surga adalah kecelakaan yang "direstui" Tuhan.

Mengapa?

Singkatnya, by default, tempat Adam dan Hawa adalah surga.

وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلاَ مِنْهَا رَغَداً حَيْثُ شِئْتُمَا وَلاَ تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الْظَّالِمِينَ

Artinya: “Dan Kami berfirman, 'Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim'.” (QS. Al Baqarah: 35)

Karena Adam dan Hawa melanggar salah satu perintah Tuhan, maka mereka (dengan semua keturunannya) di-punished untuk keluar dari surga dan hidup di Bumi. 

Nah, apakah Adam dan Hawa diusir dari surga merupakan skenario Tuhan atau bukan, secara umum pertanyaan ini mengacu kepada konsep takdir. 

Jika kita bicara takdir, ada setidaknya tiga kelompok yang menyoroti perihal ini secara serius. Kelompok yang pertama adalah Jabariyah. Kelompok ini menganggap bahwa apa-apa yang dilakukan oleh manusia itu pada dasarnya telah ditentukan oleh Tuhan dan manusia tidak memiliki pilihan untuk memilih nasibnya sendiri. Semua by design, oleh Tuhan. Kelompok kedua adalah Qadariyah. Kelompok ini berpendapat bahwa manusia memiliki kebebasan dalam menentukan nasib dan jalan hidupnya sendiri secara bebas, tanpa intervensi dari Tuhan. 

Kelompok yang terakhir adalah kelompok Ahlussunnah yang berpendapat tengah-tengah antara kedua pendapat Jabariyah dan Qadariyah. Kurang lebih, pemikiran ini berpendapat bahwa memang benar bahwa manusia dan jin diberikan kebebasan (free will) untuk melakukan segala sesuatunya. Tapi dengan kemahakuasaan-Nya, akhirnya Tuhanlah yang akan menentukan hasil akhirnya. Untuk itulah, dalam konsep pemikiran Ahlussunnah kita mengenal dengan istilah Qada dan Qadar. Qada didefinisikan sebagai segala sesuatu yang sudah didesain sejak zaman azali, dan Qadar adalah ketetapan final Tuhan terhadap segala sesuatu.

Menjawab pertanyaan di atas, salah satu ketetapan Tuhan yang didesain sejak awal (Qada) adalah menjadikan manusia dan jin memiliki free will untuk berbuat sesuatu, sedangkan malaikat diperintahkan untuk selalu patuh dan taat akan perintah Tuhan. "Algoritma" tentang karakteristik manusia dan jin inilah yang saya sering sebut dengan istilah "the law of universe" atau sunatullah.

Free will yang dimiliki jin inilah yang akhirnya membuat sesosok jin (yang kita ketahui dengan nama Iblis) mempengaruhi Adam dan Hawa untuk melanggar perintah Tuhan. Pertanyaannya adalah, mengapa Iblis menggoda Adam? Karena Iblis menolak untuk sujud kepada Adam dan akhirnya dia dihukum Tuhan untuk masuk ke dalam neraka. Lebih jauh lagi, mengapa Iblis menolak untuk sujud kepada Adam? Karena Iblis memiliki free will untuk menentukan nasibnya sendiri.

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُواْ لآدَمَ فَسَجَدُواْ إِلاَّ إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, 'Sujudlah kamu kepada Adam,' maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir." (QS. Al Baqarah: 34)

قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ

وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

Artinya: “Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu dari surga; Sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk, Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan'.” (QS. Shaad: 77 – 78)

Pertanyaan selanjutnya, mengapa Adam dan Hawa bisa-bisanya melanggar perintah Tuhan? Jelas karena adam dan hawa (sebagai manusia) diciptakan untuk memiliki free will dalam bertindak. Manusia bisa melakukan kebaikan dan juga kejahatan. Ini adalah algoritma yang memang Tuhan ciptakan sendiri untuk manusia, sama seperti iblis/jin, seperti yang sudah saya singgung sebelumnya. Jadi, pelanggaran perintah Tuhan oleh Adam dan Hawa adalah hasil keputusan mereka sendiri. Sebuah keputusan yang didasarkan atas ketetapan Tuhan. Ketetapan untuk membebaskan manusia untuk memilih. Free will.

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِن سَوْءَاتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ إِلاَّ أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ

Artinya: “Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata, 'Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)'." (QS. Al A’raf : 20)

Menariknya, karena free will itulah maka tidak hanya Adam dan Hawa yang dihukum Tuhan, tetapi juga Iblis. 

Adam dan Hawa dihukum Tuhan karena melanggar perintah Tuhan untuk tidak memakan buah khuldi, sedangkan Iblis dihukum Tuhan karena menolak untuk menaati perintah Tuhan untuk sujud kepada Adam, sang manusia pertama. Mereka sama-sama dihukum karena pembangkangan yang mereka lakukan. Algoritma free will-lah yang merupakan penyebab kedua jenis hukuman itu ditimpakan kepada mereka.

Tentu, Tuhan Mahakuasa, Mahakehendak. Apapun bisa Ia lakukan, seperti memasukan iblis ke neraka sebagai konsekuensi perbuatannya. Ini adalah qadar atas iblis. Ia pun berkuasa untuk melempar Adam dan Hawa keluar dari surga dan akhirnya hidup di Bumi. Inilah qadar Tuhan kepada Adam, Hawa dan setiap keturunannya. Tuhan pun...(more)

Answered Jul 17, 2017