selasar-loader

Mengapa Yogyakarta disebut sebagai kota yang ngangenin?

Last Updated Jul 5, 2017

3 answers

Sort by Date | Votes
Annisa Nur Purnama Sari
Public Policy and Management UGM | Public Relation and Adm. sharingbareng.com

nGF2569kC80L9MKWgzNyCCxDK66cHZjx.jpg

Mendengar katanya saja, sudah ingin mengunjungi.

YOGYAKARTA, dahulu sempat menjadi ibu kota RIS, karena saat itu belum menjadi NKRI. Memiliki sejarah yang sudah dikenal banyak kalangan, mulai dari keraton yang dimiliki, berdirinya Muhammadiyah oleh KH Ahmad Dahlan, pendidikan yang dicanangkan oleh Ki Hadjar Dewantara, dan seterusnya.

Keindahan alam tersedia dari utara hingga selatan, serta dari barat hingga timur. Di bagian utara terdapat Merapi Tour, Batu Alien, di mana pemandangan gunung Merapi terlihat jelas. Tentunya tempat ini memiliki hawa dingin. Hijaunya alam dapat menenteramkan hati dan pikiran sejenak setelah penat berkegiatan. Di sebelah selatan (Kab. Gunung Kidul) terdapat banyak pantai yang memang menyatu dan dikenal dengan sebutan pantai selatan. Di bagian barat terdapat air terjun dan bukitnya. Kalian bisa menyusuri sungat dari hilir ke hulu dengan air yang masih jernih. Sebagaimana di bagian utara tadi, masih ada daerah hijau yang dapat menyejukkan hati dan pikiran sejenak. Terakhir, di bagian timur ada candi-candi dari yang kecil hingga paling besar. Pintu masuk ke candi berbeda disesuaikan dengan besarnya candi yang dikunjungi. Intinya, banyak tempat wisata!

Malam hari di Yogyakarta serasa di hotel bintang 5, karena pancaran lampu jalan yang terang dan memiliki arti tersendiri. Banyak angkringan yang menjadi  markas anak muda untuk berdiskusi bidang ilmu apapun. Burjo-burjo yang menjadi andalan anak kos saat dompet menipis HEHE. Tempat makan dan swalayan dengan free wifi-nya membuat mahasiswa khususnya merasa nyaman akan fasilitas tersebut. Kalau ada orang yang pernah tinggal di Yogyakarta, kemudian keluar dari zona nyaman tersebut, pasti harus berhati-hati dalam mengeluarkan uang, sebab energi untuk tubuh di Yogyakarta sangat murah, benar-benar harga mahasiswa!

Yogyakarta juga disebut dengan kota Pelajar. Sebutan ini ada sampai sekarang dan ditunjukkan dengan banyaknya sekolah formal didukung dengan perpustakaan yang nyaman untuk menimba ilmu juga. Kalau mau lihat daftar universitasnya, pasti ada banyak yang belum kamu kenal, padahal itu ada di Yogyakarta.

Dari segi sosialnya, masyarakat Yogyakarta sangat santun. Senyum, sapa, dan salam ketika bertemu dengan orang lain, bahkan yang belum kenal sekalipun, tetap terjaga. Hal inilah yang membuat orang lain merasa dihargai, dianggap spesial. Banyak orang di luar Jogja yang ingin tinggal di sini saja karena kondisi lingkungan yang mendukung. Ramahnya penduduk menjadi ciri khas Indonesia juga. Saat ke luar negeri dan bertanya tentang Indonesia, pasti ada yang menjawab “friendly people.” HEHE pengalaman saja.

Itu sih bagi saya, mengapa Yogyakarta adalah tempat yang banyak kenangan. Kalau kata Pak Anies Baswedan, “...setiap sudut kota Jogja itu romantis”

foto via indoturs.com

 

Answered Jul 10, 2017
FLAC Jogja
Future Leader For Anti Corruption Yogyakarta. IG : Flac Jogja.

Karena orang-orangnya selalu sepenuh hati menerima. Jujur dan apa adanya.

Answered Aug 5, 2017
Ulfah Choirunnisa
Mahasiswi Pembangunan Wilayah UGM 2015 | www.ucgeolife.blogspot.com

Jujur, saya baru merasakan kangen jogja saat pergi jauh dari sini. Meskipun hanya kira2 5 hari, tetapi ternyata kangen itu sudah muncul! hehe.

Image result for yogyakarta

Bagiku, yang sudah tinggal di jogja sekitar 19 tahun, merasakan kangen jogja pada beberapa poin. Pertama adalah Suhu. Suhu di Jogja mmanng tergolong panas, tetapi panasnya masih bisa ditolerir! masih bisa diajak buat jalan kaki di siang hari. Kedua adalah living cost. Tau kan kalau di Jogja itu living costnya murah banget? Yup.. bahkan hanya dengan 8ribu, kamu bisa dapet 1 mangkuk soto dengan isi banyak, 2 mendoan, dan 1 gelas air putih/air es. Sudah deh, kenyang!. Kemarin, saya pergi ke salah satu kota besar di Indonesia. Betapa terkejutnya saya ketika membeli jus mangga 1 gelas seharga 20000 dimana di Jogja hanya dijual paling mahal 9000 (versi pinggir jalan). Ketiga, kerammahannya. Adalah khas ketika di jogja, kita menmukan orang2 yang mempersilakan kita untuk menyeberang duluan dengan jamuan tangannya yang seolah berkata 'monggo' dengan senyum yang mengembang. Tidak jarang pula kemudian menemukan orang berlalu lalang di depan orang tua dengan badan yang dibungkukkan. Sangat menjaga kehormatan. Kelima, variasi destinasi. Di jogja, rasanya banyaaak sekali destinasi wisata dengan jarak yang berdekatan. Apalagi jogja ini memiliki nnilai historis yang tinggi. Sehingga, disetiap sudut kota memiliki kisah :). Keenam, Hujan. ini nggak begitu khas sih, tapi saya suka saja hujan di kota yogyakarta. Hangat :)

Answered Nov 2, 2017