selasar-loader

Apakah Salafi sama dengan Wahabi?

Last Updated Nov 16, 2016

6 answers

Sort by Date | Votes

Hasil gambar untuk SALAFI SAMA DENGAN WAHABI

Bergantung siapa yang menjawab. Kalau ndak paham dan ga pernah dateng kajiannya, mah njawab sama aja.

Silakan bertanya kepada ustaz Salafi, apakah mereka wahabi (dan saya yakin mereka akan menolak disebut wahabi).

Ilustrasi via ytimg.com

Answered Dec 31, 2016
Eka Prasetya
Mahasiswa Pasca Sarjana Ilmu Politik, FISIP Universitas Indonesia

Perihal Salafi:
Salafiyah (as-salafy) jamaknya adalah salafiyyun (as-salafiyyun) adalah salah satu metode dalam agama Islam yang mengajarkan syariat Islam secara murni tanpa adanya tambahan dan pengurangan, berdasarkan syariat yang ada pada generasi Muhammad  dan para sahabat , setelah mereka dan orang-orang setelahnya. Kata Salafi merupakan kependekan dari Salafus Shalihin atau "pendahulu yang sholih" untuk merujuk pada generasi terbaik umat Islam. Istilah Salafi sudah dipergunakan pada abad pertengahan misalnya terdapat dalam  Kitab Al-Ansab karangan Abu Sa'd Abd al-Kareem al-Sama'ni, yang meninggal pada tahun 1166 M jauh sebelum Muhammad Bin Abdul Wahab mulai mendakwahkan pemurnian tauhid di Semenanjung Arabia. Akan tetapi istilah salafi dalam konteks modern, memang merujuk kepada gerakan umat Islam yang terpengaruh oleh ajaran dakwah Muhammad Bin Abdul Wahab yang hendak mengembalikan umat pada ajaran Islam yang otentik pada abad ke 18 M.

Perihal Wahabi:
Biasanya terdapat dua pendapat. Pendapat pertama seperti yang sudah dijelaskan di atas, Salafi = Wahabi.
Sedangkan pendapat kedua mengatakan bahwa Wahabi sesungguhnya adalah Wahhabi (huruf "h" dobel), merupakan salah satu sekte sesat yang dibawa oleh Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum pada abad 9 M.

Answered Jan 15, 2017
Ricky Jenihansen
Adventurer, Journalist, Student and Researcher

Tidak ada istilah Salafi dan Wahabi dalam Islam. Yang ada hanya berpedoman kepada Al-Quran dan Hadist.

Answered Jan 16, 2017

Beda.

Answered Aug 16, 2017

Hasil gambar untuk salafi dan wahabi

Salafi atau Salafiyah adalah sebutan untuk kelompok atau paham keagamaan yang dinisbatkan kepada Ahmad Taqiyuddin Ibnu Taimiyah ( 661 H-728 H) atau yang sering dikenal dengan panggilan Ibnu Taimiyah. Salafi atau Salafiyah itu sering dipahami sebagai gerakan untuk kembali kepada Alquran dan sunah Rasulullah s.a.w. beserta para sahabat beliau.

Wahabi atau Wahabiyah adalah sebutan untuk kelompok atau paham keagamaan yang dinisbatkan kepada pelopornya yang bernama Muhammad bin Abdul Wahab (1702 M-1787 M/ 1115 H-1206 H). Sebetulnya, nama Wahabi ini tidak sesuai dengan nama pendirinya, Muhammad, tetapi begitulah orang-orang menyebutnya. Sedangkan para pengikut Wahabi menamakan diri mereka dengan al-Muwahhiduun (orang-orang yang mentauhidkan Allah), meskipun sebagian mereka juga mengakui sebutan Wahabi.

Kedua paham di atas, Salafi & Wahabi, sebenarnya memiliki hubungan tidak langsung yang cukup erat, yaitu bahwa Muhammad bin Abdul Wahab adalah termasuk pengagum Ibnu Taimiyah dan banyak terpengaruh oleh karya-karya tulis Ibnu Taimiyah. Itulah mengapa kedua ajaran mereka memiliki kesamaan visi dan misi, yaitu “Kembali kepada Alquran & sunah Rasulullah s.a.w. beserta para sahabat beliau,” sehingga apa saja yang “mereka anggap” tidak ada perintah atau anjurannya di dalam Alquran, sunah, atau atsar sahabat nabi s.a.w., langsung mereka anggap sebagai bid’ah (perkara baru yang diada-adakan) yang diharamkan dan dikategorikan sebagai kesesatan, betapa pun bagusnya bentuk suatu kegiatan keagamaan tersebut, dengan dasar hadis Nabi s.a.w. “… kullu bid’atin dhalalah, wa kullu dhalalatin fin-naar” (setiap bid’ah adalah kesesatan, dan setiap kesesatan akan dimasukkan ke dalam neraka). Dengan visi dan misi inilah maka para pengikut mereka di zaman ini menamai diri mereka dengan sebutan Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah (penganut sunah Nabi Muhammad s.a.w. & para sahabat beliau) yang pada hakikatnya berbeda dari pengertian Ahlus-sunnah wal-Jama’ah yang dipahami oleh para ulama Islam di dunia (yaitu yang mempunyai hubungan historis dengan al-Asy’ari dan al-Maturidi).

 

Ilustrasi via i.ytimg.com

Answered Aug 16, 2017

Sama sekali tidak. Salafi tidak ekstrimis seperti wahabi

Answered Aug 19, 2017