selasar-loader

Mengapa kamu suka mendaki gunung?

Last Updated Jun 26, 2017

3 answers

Sort by Date | Votes
Ma Isa Lombu
Penikmat Budaya

t9cbEPP6jAZLDXQuNVreGczY_lpwQB80.jpg

Jelas. Awalnya buat gaya-gayaan.

Saya pertama kali mendaki gunung itu ke Gunung Gede, via salah satu jalur rintisan yang dibuat Mapala UI puluhan tahun silam. Waktu itu, ceritanya sedang dalam proses pendidikan Pecinta Alam SMA. 

Bertualang ke luar kota, tidak pulang di weekend, memakai kemeja flannel buluk, menggunakan ransel besar, kulit hitam terpapar matahari dengan lecet di beberapa bagian tubuh karena mendaki gunung sudah menjadi impian saya sejak SMP. Kebetulan ketika masuk SMA, ada kegiatan ekstrakurikuler yang memfasilitasi hal tersebut. Pas sudah.

Apa motivasinya? Biar kelihatan keren. Hanya itu. Mungkin karena terlalu banyak nonton film Indiana Jones dengan petualangannya menggali kuburan yang sangat seru tapi ilmiah. Sebuah karya fiksi ilmiah karya George Lucas dan Steven Spielberg.

Buat yang belum tau, Professor Henry Walton "Indiana" Jones Jr. Ph.D adalah seorang dosen Arkeologi di Marshall Collage di Connecticut, dan sempat dipindahkan sebentar ke Princeton University, Tapi akhirnya balik lagi ke Marshall Collage untuk mengajar di sana.

Jadi, dengan role model Indiana Jones yang pintar dan suka bertualang itulah saya sedari awal tidak mempersepsikan anak gunung sebagai sosok yang berandalan, suka gonjrang-gonjreng gitaran dan makan mie instan selama pendakian. Bayangan saya, anak gunung ya bebas, tapi intelek.

Setelah dilantik jadi anggota pecinta Alam SMA, beberapa petualangan naik gunung saya lakukan bersama teman-teman. Kebanyakan gunung-gunung di Pulau Jawa, dari Gunung Gede, Gunung Slamet, puncak Mahameru di Gunung Semeru, sampai kediaman Dewi Anjani di puncak Rinjani. Beberapa selingan yang juga kami lakukan di antaranya adalah panjat tebing, susur gua ataupun arung jeram.

Mungkin saya agak nyaman dengan pecinta alam SMA saya waktu itu karena "aliran" pendidikan Pecinta Alam kami adalah versi Mapala UI yang relatif akademik, bukan aliran Wanadri yang militeristik. Jadi, hasrat saya untuk jadi seorang Indiana Jones bisa agak terfasilitasi. 

Justifikasi atas kerennya jadi anak gunung makin menjadi kala waktu kelas 3 SMA bapak saya membelikan buku "Catatan Seorang Demonstran" karya So Hok Gie yang merupakan salah satu Pendiri Mapala UI. 

Waktu saya pertama kali mendapatkan buku tersebut dari bapak, buku itu masih belum dijual bebas di pasaran. Beberapa orang bahkan masih menganggap buku tersebut buku terlarang karena sarat akan nuansa "pemberontakan" mahasiswa yang mengancam kestabilan pemerintah Orde Baru. Tapi bapak saya tetap saja membeli buku terlarang tersebut untuk saya baca.

Intinya, jauh sebelum Gie jadi ikon populer millennial, saya sudah mengetahui betapa kerennya jadi anak gunung via sosok aktivis mahasiswa yang satu ini.

Belakangan, seperti kata Hok Gie, naik gunung punya arti lebih, khususnya bagi anak-anak muda idealis macam kami dulu. Dengan mendaki gunung, akhirnya kami dipaksa untuk berkeliling Indonesia, melihat keadaan alamnya, juga kondisi masyarakatnya. 

Naik kereta Ekonomi hampir 24 jam Pasar Senen--Pasar Turi ketika mendaki Semeru, atau ketika melintasi Bali on road ketika menyambangi kediaman Dewi Anjani di titik tertinggi Pulau Lombok, kami melihat Indonesia dengan cerita uniknya masing-masing. Lebih dekat. Lebih riil.

Meski dalam petualangan ini saya tidak mendapatkan harta karun seperti Professor Jones, tapi petualangan saya mendaki gunung beberapa tahun lalu cukup dapat menghadirkan gambaran tentang kondisi bangsa Indonesia yang kita cintai ini. Hal itu terlihat dengan segala kelebihan dan kekacrutan-nya. Dengan petualangan itu, saya merasa lebih dekat dengan Indonesia. Sebuah pengalaman yang jelas sangat berharga.

Benarlah seperti apa yang dikatakan Hok Gie beberapa tahun silam,

"Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. 

Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. 

Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. 

Karena itulah kami naik gunung!"

That's Awesome, dude!

 

foto via ask.fm

Answered Jun 26, 2017
Danis Hilma Lathifah
Co-founder MUNCAK.id

Awalnya Suka Karena Penasaran

bC2FuEMw5gkxMdZg4RMugcHqF-cRj3Td.jpg

Siapa yang tidak takjub dengan kemolekan alam Indonesia? Itulah yang membuat saya penasaran untuk mengamati secara langsung tentang alam negeri ini. Pantai sudah biasa, bukit, sawah, danau, sudah berapa kali saya kunjungi selama saya menjadi mahasiswa Geografi. Namun satu yang belum pernah saya kunjungi selama kuliah adalah gunung. Belum pernah ada praktik kerja lapangan ke puncak gunung. Dilihat dari karakteristik alamnya, gunung memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dengan risiko yang pastinya perlu lebih diwaspadai. Menjadi mahasiswa Geografi memang sudah menjadi kegiatan sehari-hari selama kuliah, tapi melakukan kegiatan di gunung baru saya mulai beberapa tahun setelah lulus. Awalnya penasaran karena belum pernah mengunjungi tempat yang tinggi untuk dipijak di atas tanah. Kedua, penasaran karena di ketinggian ini kita bisa melihat pemandangan di atas awan. Foto-foto dari atas gunung pun mulai bermunculan di sosial media.

Tapi sob, apa ya yang membuat kita harus mendaki gunung? Kami dari tim MUNCAK pernah membahasnya dalam blog.muncak.id. Silakan dicek ya :-)

 

foto via muncak.id

Answered Jun 30, 2017
Jiwo Damar Anarkie
| Community Engagement Selasar | Co-Founder FLAC Indonesia | @dijiwa

aB4YpY8oFZPLyJ5yaV1RVBsxE5uZuyT7.jpg

Merayakan Wisuda di Puncak Gede

 

Pertanyaan ini saya bisa jawab lewat jawaban yang pernah saya publikasikan di sini (lihat bagian akhir, ya).

Mengapa saya berziarah ke gunung? 

Mendaki gunung bagi saya adalah perjalanan hati. Ketika kamu naik gunung, mata tertuju pada setapak jalan, menengok ke bawah, namun tak terasa, dengan langkah-langkah kecil itu, kamu mulai menapak posisi lebih tinggi. Bagi saya, kita belajar untuk tetap rendah hati dalam perjalanan kita menuju posisi lebih tinggi. Sama halnya ketika kamu berziarah ke Mekah-Madinah bukan? Tantangannya bagaimana kamu menahan untuk tidak sekadar mendapatkan gelar haji atau sekadar foto selfie di depan Ka'bah, yang boleh jadi berpeluang membuat diri ini tinggi hati. Namun, bagaimana kamu bisa terus rendah hati sebagaimana inti dari tujuan berhaji. Maka dari itu, ziarah gunung boleh jadi pilihan kata terbak, bagi kamu yang bisa memaknai bahwa mendaki gunung, bukan sekadar dapat lelahnya, tapi ada suatu pelajaran untuk kita dapat renungkan. Mendapatkan kepantasan diri di wajah Sang Pencipta.

Ilustrasi via dokumentasi pribadi

 

Answered Jul 5, 2017

Question Overview


4 Followers
660 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Mengapa Anda suka naik gunung?

Di mana tempat terbaik untuk melakukan petualangan susur gua di Indonesia? Mengapa?

Apa destinasi wisata yang menurut Anda paling keren di Indonesia?

Apa saja tempat wisata yang belum terkenal di Indonesia, tetapi memiliki potensi yang luar biasa?

Apa tempat wisata paling menarik di Indonesia yang pernah Anda kunjungi?

Bagaimana rasanya mengunjungi pulau-pulau terluar di Indonesia?

Seperti apa rasanya pergi ke luar negeri untuk pertama kali?

Bagaimana cara traveling dengan biaya murah?

Apa alasan terbesar Anda melakukan travelling budaya?

Pengalaman traveling apa yang paling berkesan dalam hidup Anda? Mengapa?

Dari semua negara yang pernah Anda kunjungi, mana yang terbaik (Selain Indonesia)? Mengapa?

Dari semua makanan dari negara lain yang pernah Anda konsumsi, mana yang terbaik? Mengapa?

Negara mana yang tidak mau Anda kunjungi untuk yang kedua kali?

Gunung apa yang paling indah dan berkesan di Indonesia? Mengapa?

Apa destinasi wisata terbaik di Indonesia?

Apa yang istimewa dari Candi Borobudur sehingga banyak turis mengunjunginya?

Apa yang istimewa dari Gili Trawangan sehingga banyak turis mengunjunginya?

Apa yang istimewa dari Pulau Bali sehingga banyak turis mengunjunginya?

Apa yang istimewa dari Taman Nasional Gunung Rinjani sehingga banyak turis mengunjunginya?

Apa yang istimewa dari Danau Toba sehingga banyak turis mengunjunginya?

Apa yang istimewa dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sehingga banyak turis mengunjunginya?

Bagaimana cara mendapatkan kamar hotel berbintang dengan harga murah?

Apa yang Anda tahu tentang pariwisata Sulawesi Utara?

Tempat apa yang harus/wajib dikunjungi ketika datang ke Indonesia?

Tempat wisata mana yang tidak mau Anda kunjungi lagi dan apa alasannya?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan melakukan arung jeram dan mengapa hal itu penting?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan melakukan backpacker travel dan mengapa hal itu penting?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan naik gunung dan mengapa hal itu penting?

Apa yang Kamu Ketahui Mengenai Kota Nganjuk di Jawa Timur?

Apa gunung terindah di Indonesia?

Pengalaman unik apa yang pernah Anda alami selama melakukan pendakian di Gunung Rinjani?

Apa pendapat Anda tentang peristiwa meninggalnya pendaki baru-baru ini?

Berapakah waktu yang dibutuhkan untuk mendaki gunung?

Bagaimana tips jika ingin mendaki gunung di musim hujan?

Bagaimana cara ampuh mengatasi kram kaki saat mendaki gunung?

Apa hal yang paling berkesan bagi Anda ketika mendaki gunung?

Bagaimana tips berlindung dari sambaran petir di gunung bagi para pendaki?

Apa yang kamu pikirkan saat pertama kali mendengar "Sabana" di Indonesia?