selasar-loader

Inspirasi terbaik apa yang Anda dapatkan di Ramadhan tahun ini?

Last Updated Jun 22, 2017

Ramadhan 1438 H tak lama lagi usai. Banyak kenangan dan hikmah yang kita dapatkan dalam 29 hari penuh keberkahan itu. Dari sekian banyak inspirasi, sudilah kiranya Anda berbagi apa inspirasi terbaik yang Anda dapatkan. Semoga itu dapat memberikan manfaat juga untuk kami yang membacanya. Terima kasih.

2 answers

Sort by Date | Votes
Ma Isa Lombu
Masih Belajar Islam

FzRt7r3PEu3rcGoquNkdyEv9iRbqC8QP.jpg

Inspirasi Ramadan saya kali ini adalah saya menemukan hasil riset yang menyatakan bahwa untuk "berubah" kita butuh dua hal, yaitu konsistensi dan waktu yang cukup.

Jawaban tentang hal ini pernah saya share juga di Selasar. Intinya dalam jawaban tersebut, saya menyoroti fenomena akan kondisi umat Islam yang mendalami stagnansi dalam ketakwaan. Padahal sudah belasan atau puluhan tahun kita menjalankan ibadah Ramadan. Bulan yang ditunjukkan khusus untuk mendekatkan para pelakunya menuju derajat takwa yang dicitakan. 

Saya memiliki keyakinan bahwa ketakwaan memiliki korelasi positif dengan keberadaban yang juga beririsan dengan terciptanya sebuah peradaban baru. Hal tersebut terlihat pada kondisi ras manusia yang lebih baik, seperti kondisi yang pernah terjadi ketika zaman keemasan Islam beribu tahun silam.

Pertanyaannya adalah, di tengah carut-marut kondisi umat Islam saat ini, Apakah Ramadan telah gagal membuat kehidupan umat muslim menjadi lebih baik? Apakah Ramadan telah gagal membuat manusia menuju derajat takwa?

Bisa jadi benar, bisa Jadi tidak. 

Apapun jawabannya, yang jelas concern akan efektifitas Ramadan untuk menjadikan manusia Jadi lebih baik ini penting untuk didalami.

Pada Ramadan kali ini, saya menemukan sebuah hasil riset bahwa diperlukan sejumlah waktu tertentu agar sebuah perilaku (behaviour) berubah menjadi kebiasaan (habit). Menurut penelitian, diperlukan waktu sekitar 2 bulan untuk hal tersebut. Detail lihat di sini.

Seperti kita ketahui bahwa jumlah hari dalam Ramadan hanyalah 30 hari. Jika penelitian yang dilakukan oleh University College London itu valid adanya, jelas 30 hari di bulan Ramadan an sich jelas tidak cukup untuk mengubah perilaku menjadi kebiasaan. 

Salah memahami Ramadan dan pola psikologi, pada akhirnya akan membuat orang-orang yang menjalankan Ramadan hanya menjadi salih dan bertakwa hanya di bulan itu saja. Akhirnya, perilaku membaca Al Quran, menghafal hadist, berpuasa, berbuat baik kepada sesama dan hal-hal divine lainnya tidak menjadi sebuah kebiasaan yang melekat pada sebelas bulan sisanya. 

Belum lagi permasalahan terbesar umat Islam saat ini, di mana mereka tidak mengerti ucapan yang berasal dari bahasa Arab, apalagi dapat berbahasa Arab. Sebuah bahasa yang digunakan hampir di seluruh ritual/praktik ibadah umat Islam, dari mulai salat, mengaji, sampai berdoa. 

Kealpaan banyaknya umat Islam akan skill berbahasa Arab inilah yang akhirnya (bisa jadi) membuat banyak muslim saat ini tidak dapat dengan mudah menyerap pesan Tuhan. Sebuah pesan yang sejatinya diketahui sebagai petunjuk menuju jalan yang lurus. Layaknya seseorang yang membeli digital device, tetapi hanya mendapatkan manual handbook dengan bahasa yang berbeda dengan bahasa yang ia gunakan sehari-hari. 

Tanpa penguasa bahasa Arab yang baik, Muslim hari ini tidak akan mampu menyerap semua keunggulan dan kebaikan yang diberikan Tuhan lewat agama-Nya ini.

Mendapatkan insight seperti yang saya ungkapkan di atas merupakan pengalaman terbaik saya di Ramadan kali ini. Sebuah insight yang diharapkan dapat membuat saya dan orang-orang yang membaca jawaban ini bisa menjadi seorang muslim yang progresif. Muslim yang beruntung. Muslim yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Anyway, jawaban saya atas pertanyaan "Mengapa hadirnya bulan Ramadhan tidak mampu membuat orang Islam jadi lebih baik?" dapat di liat di sini. 

Good luck!

Sumber foto: satuharapan.com

Answered Jun 23, 2017
Aqil Wilda
External Relations Rumah Kepemimpinan // Dot Connector // Philantropist

TpvAv31tIA5t5Vnp9s--YnO52E9SW2iy.jpg

Setiap Ramadan yang terlewati pastilah memberikan inspirasi bagi setiap pribadi. Antara satu pribadi dengan pribadi lainnya, juga pasti mendapatkan inspirasi yang berbeda-beda. Bagi saya, setidaknya ada 3 hal yang memberikan saya inspirasi. Ketiga hal tersebut antara lain:

1. Keluarga

Inspirasi yang pertama ini cukup personal. Apalagi kaitannya dengan urusan di ranah pribadi (private). Pada Ramadan kali ini, keluarga memberikan dorongan dan motivasi yang signifikan untuk tak menyia-nyiakan hadirnya Ramadan, apalagi posisi saya sebagai kepala keluarga. Momen Ramadan ini menjadi dorongan untuk bisa menjadi teladan yang baik di dalam keluarga. Selain itu, dengan bertambahnya anggota baru dalam keluarga (sebulan sebelum Ramadan, anak ketiga penulis lahir), menjadi dorongan ekstra untuk berbagi peran dengan istri untuk mengurus keluarga kecil kami. Layaknya sebuah tim yang solid, Ramadan ini menjadi momen bagi saya untuk bisa bersikap lebih dewasa dalam memimpin bahtera rumah tangga.

2. Amanah 

Inspirasi kedua adalah amanah. Sebagaimana kita ketahui dan kita yakini bahwa setiap manusia terlahir di dunia ini pasti melekat amanah di pundaknya. Amanah sebagai seorang manusia, seorang hamba, dan seorang khalifah (penjaga) di muka bumi. Tuhan ciptakan manusia bukan tanpa alasan, tetapi dengan misi, dengan cara memberikan amanah dan kepercayaan pada setiap manusia.

Pada Ramadan ini, amanah yang saya emban dalam berbagai levelnya menuntut saya untuk bisa lebih profesional dalam membagi dan menempatkan peranan, di mana saya berada dan dalam peran apa saya dibutuhkan saat itu. Sebagai seorang manusia, sebagai seorang suami, sebagai seorang ayah, sebagai seorang karyawan, sebagai seorang da'i, bahkan sebagai seorang relawan sosial. Kesemua peran harus di manage sedemikian rupa sehingga setiap amanah dapat berjalan dengan baik dan tuntas.

3. Umat Islam

Inspirasi ketiga adalah kondisi umat Islam hari ini. Memang jika kita ikuti update berita yang wara-wiri di sekitar kita, tidak sedikit berita yang beredar membuat kita pesimis terhadap masa depan umat Islam di Indonesia. Kriminalisasi ulama, fenomena tahzir di kalangan ulama, labelling ulama sunnah dan non-sunnah hingga saling tuding antar kelompok. Itu semua jadi problematika umat yang terjadi hari ini.

Bagi saya, problematika yang muncul di atas, agaknya perlu disikapi dengan "ketinggian" sikap. Dengan berada pada "ketinggian", kita mampu melihat problematika tersebut justru sebagai tantangan alih-alih sebagai ancaman perpecahan. Kesemua problematika itu harus didudukkan pada tempatnya, sehingga kita mampu bijak dalam menanggapinya dengan penuh solusi. Ibaratnya semua itu hanya riak-riak kecil, ketika kita berfokus pada riak-riak tersebut tentunya tidak akan menyelesaikan problematika yang terjadi.

Hasil dari ketinggian sikap dalam melihat problematika tadi akan memunculkan optimisme dengan cara introspeksi terhadap diri. Bagi saya, ini adalah menjadi pilihan yang terbaik. Karena jika perubahan tidak dimulai dari dalam diri sendiri, bagi saya percuma saja. Menjadi optimis dengan mulai mengubah diri dalam melihat persoalan dan melangkah pada solusi penyelesian. Saya meyakini setiap orang mampu memulai dari dalam diri sendiri, maka atas izin-Nya perubahan dalam skala yang lebih besar akan dapat terjadi.

Demikianlah inspirasi-inspirasi saya pada Ramahan kali ini. Inspirasi yang membuat saya lebih termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Menjadi manusia berpredikat takwa setelah melalui pesantren Ramadan di tahun ini. Bukankah itu yang kita sama-sama cita-citakan bukan ?

Sumber foto: cdn.rockingmama.id

Answered Jun 23, 2017

Question Overview


3 Followers
662 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Siapa yang paling menginspirasi hidup Anda?

Apa cerita yang paling menginspirasi dan mengubah hidup Anda?

Novel apa yang paling menginspirasi dalam hidup Anda hingga mengubah hidup Anda?

Apa kegagalan-kegagalan terbesar dalam hidup Anda?

Apa film yang paling menginspirasi dan mengubah hidup Anda?

Siapakah tokoh olahraga Indonesia paling menginspirasi?

Siapakah tokoh olahraga dunia yang paling menginspirasi?

Apa hal paling menyedihkan yang pernah Anda dengar, baca, dan lihat?

Siapa di antara anggota keluarga besar Anda yang memiliki prestasi paling mengesankan?

Apa 10 pengalaman yang harus dijalani selama hidup?

Apa yang dinantikan saat bulan Ramadhan?

Apa tradisi keluarga Anda dalam menyambut bulan Ramadhan?

Bagaimana pandangan Anda soal ronda saat Bulan Puasa?

Apa tips Anda untuk anak kos selama bulan Ramadhan?

Apakah Anda setuju bahwa puasa dapat menahan hawa nafsu kita? Mengapa?

Saat berpuasa, Anda lebih sering lapar atau haus?

Apa menu yang paling Anda suka ketika berbuka puasa?

Apa itu ngabuburit?

Mengapa Anda meninggalkan shalat taraweh untuk berbuka puasa bersama kerabat?

Mengapa buka puasa bersama di bulan Ramadhan sering dijadikan ajang reuni?

Apa cerita tak terlupakan dan mengesankan yang Anda alami dengan seekor kucing?

Apa nasihat terbaik yang pernah Anda dapatkan dari ayah Anda?

Apa yang Anda rasakan hari ini?

APA KISAH RAMADAN MU KALI INI

Mengapa Tuhan membuat surga, padahal insentif tertinggi umat Islam adalah ridha Allah?

Apabila poligami adalah ibadah, mengapa banyak perempuan muslim yang tidak mau melakukannya?

Bagaimana cara mengakhiri konflik antara Sunni dan Syiah?

Apakah Syiah bukan Islam?

Mengapa Nabi Muhammad tidak mengizinkan Ali mempoligami Fatimah?

Apa yang dimaksud dengan bid'ah?

Apa yang dimaksud dengan munafik?

Apa yang dimaksud dengan halal?

Apa yang dimaksud dengan haram?

Apa yang dimaksud dengan mubah?

Ketika Hari Raya Idul Fitri, tempat manakah yang biasa menjadi tempat berkumpul seluruh keluarga besar Anda?

Apa makanan yang khas ketika Hari Raya Idul Fitri dalam keluarga Anda?

Kebiasaan apa yang biasanya keluarga Anda lakukan ketika Hari Raya Idul Fitri?

Apa yang biasanya Anda persiapkan untuk memasuki bulan Ramadan?

Bagaimana cara agar kita tetap bisa melakukan aktivitas seperti biasa ketika sedang berpuasa?

Mengapa sebelum puasa dan sesudah puasa, seseorang biasanya "nyekar" ke pemakaman keluarga mereka yang sudah meninggal?

Apa yang Anda rasakan ketika tidak bisa bersama keluarga ketika Hari Raya Idul Fitri?

Apa yang dapat seseorang lakukan ketika tidak bisa bersama keluarga ketika Hari Raya Idul Fitri?

Apa makna puasa yang Anda ketahui?

Apa manfaat puasa bagi diri kita?