selasar-loader

Pentingkah penerapan Video Assistant Referee (VAR) dalam suatu pertandingan sepakbola?

Last Updated Jun 20, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Gregorius Reynaldo
bermain sepakbola, bicara sepak bola. netral

http://media.bongda.com.vn/files/phuc.tran/2017/03/27/ref-1-1647.jpg

VAR atau Video Assistant Referee merupakan sebuah teknologi dan alat bantu baru dalam olahraga sepakbola. Meskipun begitu, teknologi VAR ini sudah lebih dahulu beken di gelanggang olahraga lain, semisal tenis dan bulu tangkis.

Jika berbicara tentang penerapan VAR  di lapangan hijau, meski masih sebatas uji coba, ada pro kontra yang muncul. Sama seperti saat FIFA menguji coba teknologi garis gawang beberapa tahun silam, VAR dianggap sebagian orang mengurangi budaya sepakbola dan pengaruh wasit. Tetapi, toh, lama kelamaan teknologi tersebut diterima dan terbukti sangat membantu dan sangat efektif dalam sejumlah pertandingan. VAR sendiri baru diuji coba pertengahan 2016 di ajang Major League Soccer dan beberapa liga seperti Serie A dan laga persahabatan Internasional. Yang terbaru, teknologi VAR ini digunakan dalam perhelatan Piala Konfederasi 2017 yang berlangsung di Rusia.

Masalah penting tidak pentingnya penerapan VAR menurut saya penting, tetapi perlu ada kesiapan dan pematangan aturan baru dari FIFA soal bagaimana penerapannya di lapangan agar tidak menimbulkan kebingungan kepada semua pihak yang terlibat dalam pertandingan.

Dalam beberapa tahun mendatang, VAR mungkin akan dipatenkan oleh FIFA sebagai teknologi baru dalam sepakbola. Keuntungannya adalah human error dalam sepakbola semakin diminialisir karena keputusan wasit akan dibantu oleh teknologi seperti VAR dan garis gawang. Hal ini sekaligus mengurangi sejumlah masalah di luar lapangan, terkait kesalahan pengambilan keputusan selama pertandingan. Namun, budaya sepakbola serta intrik-intrik dalam pertandingan sepakbola akan semakin jarang ditemui. Yang membuat sepakbola disukai bukan hanya karena aksi pemain yang terlibat, tetapi juga drama selama pertandingan. Akan sulit untuk menemukan cerita seperti gol tangan Tuhan milik Maradona, gol Frank Lampard yang dianulir kala Inggris melawan Jerman, dan lain-lain.

Dalam hal ini, yang menarik adalah penerapan VAR di Piala Konfederasi 2017. Dua negara sudah kena imbas penerapan teknologi yang satu ini, Portugal dan Chile. Chile bahkan merasakannya dua kali dalam satu pertandingan saat melawan Kamerun. Saat itu, gol Eduardo Vargas yang sudah disahkan dianulir kembali setelah menggunakan VAR. Padahal, gol dianulir cukup lama setelah gol terjadi sehingga cukup mebingungkan, tetapi yang kedua malah menguntungkan Chile, setelah gol Sanchez yang dianulir akhirnya disahkan.

Selain itu, yang cukup menghebohkan jagat sepakbola Indonesia akhir-akhir ini adalah aksi wasit Fariq Hibata yang seolah-olah seperti menggunakan penerapan VAR pada saat memimpin laga Persija dan PS TNI. Saat memasuki menit 85, terjadi kemelut di kotak penalti Persija, bola tampak seperti mengenai tangan Ryuji Utomo, kemudian wasit langsung meniup pluit tanda penalti. Sontak pemain Persija bereaksi dan memprotes keputusan wasit. Lantas tidak lama, Fariq berlari ke sisi luar lapangan menghampiri salah satu kameramen guna melihat tayangan ulang proses bola mengenai tangan salah satu bek Persija. Setelah melihat tayangan ulang, wasit mengubah keputusannya dan membatalkan hadiah Penalti untuk PS TNI. Keputusan tersebut menimbulkan kebingungan dan tentu saja protes dari pihak PS TNI, karena apa yang dilakukan wasit bukanlah sebuah aturan teknis yang diizinkan untuk dilakukan selama pertandingan. Jika yang dilakukan wasit adalah serupa dengan penerapan VAR, maka juga tidak serta merta seperti itu caranya. Ada mekanisme yang kompleks dan kematangan semua elemen dalam pertandingan, termasuk penyediaan kamera dan jumlah asisten wasit, serta harus dengan izin FIFA.

Penerapan VAR sebenarnya penting agar tidak merugikan kedua tim yang bertanding. Akan tetapi, harus ada kesiapan dan evaluasi setelah berbagai uji coba, dan yang terpenting adalah wasit harus paham mekanisme penerapan teknologi VAR ini sebelum benar-benar diresmikan.

 

foto via http://inter.vn

Answered Jun 25, 2017