selasar-loader

Bagaimana cara mengobati TBC?

Last Updated Jun 19, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Hari Nugroho
Suka single origin kopi Indonesia

N73Ybt14F_JYEms8EGE5ET1Jf_aSz059.png

TBC singkatan dari Tuberculosis, merupakan salah satu penyakit yang sudah "tua" atau telah lama dikenal. Di masyarakat seringkali disebut dengan istilah flek paru, yang sebenarnya kurang tepat.

Karena TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri, yaitu M. Tuberculosis, maka untuk mengobati TBC diperlukan suatu anti bakteri, atau lebih dikenal dengan antibiotik.

Pengobatan antibiotik pada TBC memerlukan jangka waktu yang cukup panjang, dapat berlangsung selama 6 hingga 9 bulan, tergantung pada TBC nya, apakah ada resistensi obat, apakah hanya paru-paru saja yang terkena atau ada organ lain yang juga terinfeksi, atau kah merupakan TBC yg aktif atau laten.

Di sinilah yang menjadi titik tekannya, durasi pengobatan yang lama membuat orang seringkali bosan untuk menyelesaikan terapi, sehingga kasus drop out dari pengobatan seringkali terjadi. Hal ini menjadi suatu permasalahan, terputusnya pengobatan dapat membuat kuman TBC menjadi kebal terhadap obat, atau dikenal dengan istilah resisten terhadap obat, TBC yang resisten ini kemudian dikenal dengan istilah MDR TB ( Multi Drugs Resistance TB) dan XDR TB (Extensively Drugs Resistance TB)yang membuat pengobatan menjadi makin kompleks, dan diperlukan kombinasi obat second line.

Pada umumnya pengobatan TBC diberikan kombinasi beberapa antibiotik seperti : Isoniazid (INH), Rifampisin, Pirazinamid, dan Ethambutol. Dalam kasus tertentu seperti resistensi, akan diberikan obat-obatan lain seperti golongan floroquinolone dan second line antibiotik injeksi.

Untuk meningkatkan kepatuhan minum obat, juga terdapat obat yang merupakan FDC (Fixed Dose Combination), sehingga orang dengan TBC tak perlu meminum banyak obat yang terpisah-pisah.

Jadi, supaya TBC dapat diobati dengan sempurna dan tidak menulari orang lain, maka hal yang perlu diperhatikan adalah :

1. Kepatuhan minum obat.

Kepatuhan minum obat ini adalah isu penting, untuk menghindari resistensi kuman. Jangan stop berobat ketika ada merasa sudah ada perbaikan, khususnya setelah beberapa minggu minum obat, tetap minum obat hingga dokter menyatakan sudah selesai pengobatan.

2. Rajin kontrol ke dokter yang merawat 

Kontrol ke dokter yang merawat juga hal penting untuk menilai kemajuan terapi dan menilai apakah terjadi efek samping obat, sehingga pengobatan dapat maksimal.

3. Gunakan etika batuk 

Jika anda batuk gunakanlah etika batuk, yaitu menutup mulut menggunakan tissue, sapu tangan, atau tangan, jangan lupa cuci tangan setelah itu, atau pergunakanlah masker. Kita tahu jika kuman TBC mudah sekali menyebar dari percik renik batuk.

4. Mintalah orang terdekat untuk menjadi pengawas minum obat.

Pengawas minum obat ini punya andil yang penting, supaya memastikan tidak lupa minum obat dan obat benar-benar diminum.

5. Makanlah makanan yang cukup nilai gizinya.

Makanan bergizi membuat sistem imun akan lebih baik dalam melawan kuman TBC.

6. Bukalah jendela supaya sinar matahari dan udara di rumah mempunyai sirkulasi yang baik.

Jika hal tersebut dilakukan dengan baik, insya Allah TBC yang diderita dapat sembuh dengan sempurna.

 

Gambar via lgcpublishing.com 

Answered Jun 24, 2017