selasar-loader

Apa yang membuat Anda rela bermacet-macetan agar bisa mudik?

Last Updated Jun 17, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Annisa Sri Aulia Mutiara
Pecinta sepakbola. Penikmat sastra.

TtDXnkcsvdrIelYtQDrHNqLF-_PSgEA_.jpg

Saya rasa, alasan semua orang rela bermacet-macetan di jalan hanya untuk mudik adalah sama, yaitu demi berkumpul dengan keluarga.

Mudik menjadi tradisi yang sudah mendarah daging di Indonesia. Banyaknya perantauan di negeri ini menjadikan lebaran sebagai momen yang tepat untuk kembali ke kampung halaman. Segala cara dilakukan agar dapat menikmati lebaran bersama dengan keluarga dan sanak saudara. Bagi mereka yang mudik menggunakan jalur darat, baik transportasi umum maupun kendaraan pribadi, kemacetan saat mudik bukan lagi hal yang asing. Bahkan, mudik kurang lengkap rasanya jika tanpa kemacetan di jalan.

Tahun lalu, saya terjebak kemacetan hampir seharian di Breksit. Saya rasa, tak hanya saya yang mengalaminya. Ribuan orang lainnya di luar sana juga pasti sudah akrab dengan kemacetan saat mudik lebaran. Namun, apakah kami kapok? Tentu tidak. Macet bukanlah suatu hal yang menjadi penghalang bagi kami untuk pulang ke kampung halaman. Terkadang, segala risiko besar pun ditempuh oleh para pemudik hanya agar dapat tiba dengan segera di kampung halaman tercinta. Rindu itu terlalu besar rasanya untuk dikalahkan hanya oleh kemacetan jalan.

Untuk para pemudik tahun ini, tetaplah perhatikan keselamatan Anda, karena ada orang-orang terkasih yang menanti kehadiran Anda di kampung halaman. Selamat mudik. Selamat bercengkrama dengan orang-orang tercinta.

Foto via https://cdn.tmpo.co

Answered Jun 24, 2017