selasar-loader

Kapan waktu yang tepat untuk mudik agar terhindar dari kemacetan?

Last Updated Jun 17, 2017

2 answers

Sort by Date | Votes
Annisa Sri Aulia Mutiara
Pecinta sepakbola. Penikmat sastra.

dPLEHhxIfzyootRNnAGjBSJkbmLomFRY.jpg

Keluarga saya setiap tahunnya selalu mudik setelah hari lebaran. Biasanya H+1 atau H+2 lebaran. Alasan pertama tentunya karena kami ingin merayakan lebaran di Jakarta terlebih dahulu, mengingat banyaknya sanak saudara kami di sini. Hari pertama lebaran akan kami habiskan untuk berkeliling ke rumah saudara-saudara kami di Jakarta. Untungnya, rumah saudara kami hampir semua berdekatan, karena keluarga dari ibu masih memiliki budaya Betawi yang sangat kental.

Hari kedua lebaran, barulah kami sekeluarga pergi mudik. Bergantian lebaran dengan keluarga ayah di Tegal. Pilihan mudik hari kedua lebaran ini pun bukan tanpa alasan. Arus mudik saat hari kedua lebaran ini biasanya tak lagi padat. Bertahun-tahun kami tak pernah mengalami kemacetan yang parah selama mudik di hari kedua lebaran. Di hari itu, memang masih banyak pemudik, namun tidak lagi crowded. 

Mengingat ayah saya adalah satu-satunya orang yang pandai menyetir di keluarga kami, maka kami selalu mencari celah waktu mudik agar terhindar dari kemacetan. Meski tak mungkin sepenuhnya bebas dari kemacetan pada saat arus mudik lebaran, saya rasa berangkat di lebaran hari kedua cukup efektif.

 

foto via batamnews.co.id

Answered Jun 27, 2017
Syaifuddin Sayuti
Happy Holiday...

ljK-sSvQoBbku-D6mulK6yQg0vYUg92n.jpg

Saya jadi ingat pengalaman mudik tahun lalu ke Yogyakarta. Karena menggunakan kendaraan pribadi, saya dan adik jadi leluasa merencanakan waktu mudik. Sengaja kami tak mengambil peak season, di mana ribuan orang pada saat bersamaan seperti tumpah ke kampung halaman.

Kami berangkat dari rumah di Bekasi hari H plus 3 Lebaran. Asumsinya, pada tanggal itu mereka yang berlebaran di kampung sudah mulai melakukan perjalanan balik ke Ibu kota.

Dan benar apa yang kami prediksi. Berangkat subuh dan kami tak mengalami kendala berarti saat melewati Tol Cikampek, kemudian bersambung ke tol Cipali. Sementara di jalur berlawanan arah, saya lihat jalanan tak bisa dilewati karena mobil seperti parkir berjamaah di jalan tol.

Keputusan mudik di hari ketiga ternyata membawa berkah. Saya tak lagi harus berlelah-lelah dengan kaki di atas pedal terus menerus. Perjalanan mudik kamipun berjalanan dengan lebih santai.

 

foto via mediakompilasi.com

Answered Jun 27, 2017