selasar-loader

Bagaimana cerita Anda bersama Kaos Selasar?

Last Updated Jun 13, 2017

Menurut saya, Kaos Selasar merupakan atribut yang menjadi produk branding Selasar. Dengan produksi besar dan para selasares juga dapat memilikinya tentu dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Selain itu, para petinggi Selasar juga senang menggunakan Kaos tersebut dalam setiap kegiatannya.

Saat ini mungkin sudah banyak selasares yang mendapatkan Kaos tersebut, mulai dari ikut dan terpilih dalam kuis mingguan Selasar, hadir dan dapat doorprize dalam acara Bincang Selasar, dapat Kaos saat berkunjung ke markas Selasar dan sekarang juga ada bagi-bagi 100 Kaos Lebaran dengan menjawab 5 pertanyaan lalu meng-klaim Kaos melalui surel ke admin@selasar.com

Nah, mungkin para selasares bisa tunjukkan ceritanya bersama Kaos Selasar dalam foto menggunakan Kaos dan juga menceritakan alasan dapat kaos selain itu bagaimana perasaannya. Lalu bisa juga ditambah harapan kedepannya buat Selasar.com atau hal apapun. hehehe

Pengen tahu aja sih haha

5 answers

Sort by Date | Votes
Resty Ine
Communication Science UNC

Saya ingin berbagi sedikit cerita tentang Kaos Selasar, yang saya rasa sangat menginspirasi. Saya bukan salah satu dari anggota Selasar yang sudah memiliki Kaos Selasar secara pribadi di lemari pakaian saya. Cuma fotonya yang sudah saya koleksi. Akan tetapi saya punya seorang teman yang sudah mempunyai kaos ini, yang entah disadari  atau tidak, namun sejauh saya perhatikan, teman saya ini akan begitu bangganya memamerkan Kaos Selasar yang Ia memiliki setiap ada kesempatan. Bahkan pernah sekali dalam kegiatan perkuliahan Ia ditegur dosen mata kuliah bersangkutan karena menggunakan Kaos Selasar, yang memang merupakan kaos oblong (kategori rapi menurut prodi tempat kuliah saya adalah ketika menggunakan baju berkerah). Beberapa kali Ia menanyakan kepada  beberapa teman saya yang juga tergabung dalam Selasar "kalian kapan punya Kaos Selasar?" (nanya sambil cengingiran).

Pernah juga sekali dia bilang sama saya "Neng ayo menulis lagi di Selasar. Sekarang lagi ada sayembara. Bisa dapat Kaos Selasar". Saya  cuma menjawab dengan santainya, "ok vroh". Setelah itu, selesai.

Namun pada kahirnya dari beberapa kelakuannya dengan Kaos Selasar, saya jadi tahu betapa Ia begitu menikmati waktunya bersama Selasar. Setidaknya dari sisi psikologis dia smampu bertanggung jawab karena sudah menggiring saya dan beberapa teman saya untuk akhirnya berselasar.

Dan berkat teman saya dengan aksi Kaos Selasarnya ini sekarang saya mulai sering berselasar, bahkan  hanya  untuk sekedar nongol , atau membaca beberapa jurnal dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bisa saya jawab untuk saling berbagi.

Semoga kali berikut saya bisa jawab pertanyaan ini dengan versi Kaos Selasar punya saya sendiri. (ngarep. hahaha :D)

 

Answered Jun 15, 2017
Syaifuddin Sayuti
Happy Holiday...

Kaos Selasar pertama kali saya lihat digunakan oleh kang Pepih Nugraha di laman Facebook pribadinya. Entah kenapa melihat desainnya yang sederhana itu saya seperti terhipnotis untuk mendapatkan satu lembar kaos. Setelah bergabung dan ikut menulis di Selasar baru saya tahu bahwa sebagai kontributor di Selasar kita bisa mendapatkan selembar kaos dengan cara menyelesaikan tantangan yang dibuat oleh Selasar. Di antaranya sudah menjawab 5 pertanyaan yang diajukan di Selasar.

Sampai suatu hari sebuah pesan masuk ke inbox di Selasar yang mengabarkan bahwa saya berhak mengklaim selembar kaos Selasar. Gotcha.. Finally saya akhirnya masuk ke komunitas pemilik kaos Selasar yang jumlahnya masih cukup sedikit di negeri ini. Kaos ini kemudian saya gunakan dan jadikan pic profile di sosmed. Foto di sosmed saya kemudian terdeteksi oleh akun Instagram Selasar dan direpost. Foto itu membuat heboh. Saya dapat banyak pertanyaan dari teman-teman soal kaos ini. Ada yang tanya cara mendapatkannya, bahkan ada pula yang japri dan bertanya apakah saya bergabung sebagai seorang kru Selasar. Pertanyaan terakhir muncul karena banyak yang tahu saya 'cukup dekat' dengan Kang Pepih. Padahal tak ada urusannya sama sekali.

Hmm... semua gara-gara selembar kaos.

Answered Jun 15, 2017
Hari Nugroho
Medical Doctor with Addiction Medicine training

Rm1KHerc8x5H7MFXRKYVkH4kT3BAup_S.jpg

Kaos Selasar? Saya sempat menunggu lama mendapatkannya, setelah diumumkan pertama kali desain kaos selasar yang pertama. Nampaknya Bung Akew lupa mengirimkannya saat itu, namun demikian saya sabar menunggu, hingga pada satu bincang selasar di Plaza City View, kaos pesanan saya diberikan plus bonus satu kaos, jadilah saya punya dua. Kaos-kaos ini masih desain lama, tulusan Selasar.com dan connecting ideas berwarna kuning.

Kaos ketiga saya, adalah kaos Selasar desain baru, lengan panjang. Kali ini gratis, saat saya berkunjung ke Como Park dan berbincang dengan Kang Pepih. Kaos ini yang paling sering saya pakai, jadi semacam sweater yang melapis kemeja, keren juga loh ketika dipakai, pada saat itu belum banyak yang memakainya jadi berasa ekslusifnya.

Kaos keempat, ya keempat, baru saya dapatkan Jumat lalu setelah berbuka puasa bareng crew Selasar dan Selasares. Kali ini, kaos desain baru berlengan pendek, jadi komplit deh. Adanya kaos ini membuat saya merasa menjadi bagian dari keluarga besar Selasar.

Jadi, sudah punya kaos Selasar? Saya, sih, punya empat, hahahahahaha.

Answered Jun 18, 2017
Teti Zebua
Just an ordinary me

Hahaha, masih belum punya, sih, jadi ngga bisa ikutan mejeng. Cuma, sedang proses request ke admin Selasar, semoga dapat satu (atau banyak) nanti wkwkwk.

Entah mengapa, dengan hanya melihat foto teman-teman yang pakai kaos itu saja, sudah memberikan sense tersendiri. Ada perasaan bangga, unik, dan spesial menjadi bagian dari sebuah komunitas. Logo dan tulisannya yang simple, saya pikir itu yang membuatnya unik, cukup serasi dengan warna dasar kaos yang hitam (sejauh ini saya baru melihat foto teman-teman dengan kaos hitam saja).

Rasanya tidak sabar pengen pakai juga, semoga ada ukuran paling kecil, sesuai badan haha :D

Semoga Selasar semakin jaya dan menjadi platform terbaik dan bermanfaat yang pernah ada^^


 

Vivat Selasares! ^^ (*btw, ini artinya apa tha? hehe)

Answered Jun 20, 2017
Gregorius Reynaldo
selasares garis keras


hWVo7hU7JmDHnqncDKXfkUIaux-67Xfl.jpg

Ini kaos selasar saya, gimana, saya udah keren kan? Hhhh... Semoga foto saya ini bisa bikin iri teman-teman Selasares yang belum mendapatkan salah satu merchandise Selasar ini.

Kaos Selasar ini saya dapat 2 bulan lalu, dikirim langsung oleh COO Selasar, Kang Pepih Nugraha. Setelah menunggu cukup lama, saya akhirnya mendapat kaos ini. Kaos ini memang cukup simple tetapi keren kalau dipakai kemana-mana, mau ke kampus atau untuk jalan-jalan. Cerita unik dengan kaos Selasar ini salah satunya sudah ditulis oleh Mba Resty Ine pada jawaban sebelumnya. Gara-gara menggunakan kaos Selasar (kaos oblong) selama perkuliahan, saya ditegur dosen mata kuliah Komunikasi Politik saya. Beliau memang mewajibkan semua mahasiswa menempuh mata kuliah dengannya harus berpakaian rapi (bersepatu dan baju berkerah). Tetapi toh, akhirnya saya ditanya dan diinterogasi juga perihal Selasar, jadi saya jawab seperti apa yang saya tahu tentang perusahaan startup, Selasar. Dari situ, ternyata atensi teman-teman untuk bergabung dan berbagi pengetahuan, wawasan, dan pengalaman bersama Selasar semakin tinggi.

Sekarang banyak teman Selaseres dari Kupang, dan NTT. Tetapi saya beruntung, saya adalah yang pertama dan mungkin masih satu-satunya yang mendapatkan kaos Selasar. Dan berkat kaos ini, makin banyak orang yang tahu Selasar, sebagian sudah bergabung, sebagian lagi masih pikir-pikir. Hehehe.

Saya doakan, semoga teman-teman Selasares saya yang belum kebagian kaos sesegeranya mendapat kaos, mumpung sekarang Selasar sedang berbagi 100 kaos untuk Selasares yang berhasil menjawab minimal 5 pertanyaan di Selasar.

Perihal foto ini, foto ini diambil di jalur trans Flores, di tebing batu yang rawan longsor. Tempat ini menjadi salah satu tempat paling menakjubkan sekaligus berbahaya untuk dilewati. dan beruntung, saya bisa berkelana kesini lagi.

 

foto via dokumen pribadi

Answered Jun 30, 2017