selasar-loader

Apakah Duterte Style dalam perang terhadap narkoba cocok jika diterapkan di Indonesia? Mengapa?

Last Updated Nov 24, 2016

Presiden Fiilpina, Rodrigo Duterte, melakukan aksi tembak mati di tempat bagi pengguna dan pemain narkoba, tak peduli latar belakang. Apakah Darurat Narkoba di Indonesia harus dijawab dengan Rodrigo Style mengingat narkoba tetap marak dan seolah tanpa solusi?

3 answers

Sort by Date | Votes
Dwi M.
Software Developer. Alumni Teknik Elektro UI.

Hasil gambar untuk perangi narkoba

Saya tidak setuju Duterte Style.

Akan banyak penembakan mati yang "kebablasan" dan terjadi tanpa pertanggungjawaban. Seorang aparat bisa saja menembak tetangganya yang dibenci, dan dengan enteng mengatakan tetangga itu adalah bandar narkoba. Saya setuju dengan pola saat ini di mana bandar narkoba dibuktikan dulu bersalah di pengadilan, dan baru menjalani eksekusi di Nusa Kambangan.

Lalu, bagaimana dengan fakta bahwa narkoba tetap marak?

Menurut saya, bandar (penjual) ada karena memang ada pembelinya.

Sekarang, penanganan diarahkan dulu ke pembelinya. Saya sarankan semua lembaga negara (sekolah, departemen, dll) mewajibkan pemeriksaan narkoba di tempat sebelum menjadi pegawai atau pelajar. Siswa sebelum masuk SMP, SMA atau kuliah, dites narkoba dulu. Kalau pernah ada bekas narkoba, langsung tolak. Semua calon pegawai negeri dan swasta di tes narkoba dulu, kalau ada bekas narkoba langsung reject. Buat seakan-akan narkoba seperti paham PKI zaman dulu--di mana kita butuh Surat Kelakuan Baik (bebas PKI) sebelum masuk sekolah atau pekerjaan. Jadi, semua orang tidak main-main dengan narkoba atau masa depannya hancur lebur.

Lalu, buat pemeriksaan berkala terhadap siswa dan pegawai negeri. Misalnya, setahun atau dua tahun sekali, semua anak sekolah dan pegawai dites narkoba. Kalau ada bekas narkoba, segera dikeluarkan. Ini termasuk pejabat negara dan anggota DPR. Maka dengan pemeriksaan terus-menerus, akan memperkecil peluang bertambahnya pembeli. Orang tidak akan membeli narkoba lagi. Dan tidak mau coba-coba mencicipi narkoba.

Gambar via detak.co 

Answered Dec 7, 2016
Hari Nugroho
Researcher at Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience

1BxUHdt6VI3mqFlMrqMdL8Et37KoIuov.jpg

Bagaimana mengatasi permasalahan narkoba yang efektif telah lama menjadi perdebatan, yang kemudian melahirkan banyak madzhab, mulai dari paradigma moral, hingga kesehatan masyarakat, dan brain disease.

Paradigma moral banyak dianut oleh masyarakat, memandang permasalahan narkoba harus diselesaikan dengan hukuman yang berat, tanpa memandang status mereka apakah sebagai pengedar, bandar, atau hanya pengguna. Maka tak heran, tatkala Duterte menerapkan kebijakan tembak mati bagi warga Filipina yang terlibat narkoba, masyarakat banyak yang bergembira dan mendukung, sebagian yang lainnya merasa kebijakan itu tidak adil.

Paradigma moral ini di Amerika berwujud kampanye war on drugs yang di deklarasikan oleh Presiden Nixon di tahun 1971, yang menyatakan bahwa musuh negara nomor satu adalah penyalahgunaan narkoba (drug abuse).

Sebenarnya pidato Nixon menyebutkan bahwa untuk mengatasi masalah ini diperlukan pendekatan supply dan demand reduction. Alih-alih menjalankan apa yang dikatakannya, Nixon kemudian hanya melakukan pendekatan supply reduction saja. Begitu juga dengan Presiden Reagen di tahun 1981, yang me-review kembali apa yang dikatakan Nixon, bahwa pendekatan supply reduction saja tidak efektif dan menghabiskan banyak dana.

Namun sama seperti Nixon, Reagen juga ternyata hanya melakukan pendekatan supply reduction, dengan mendeklarasikan gerakan zero tolerance, dan memotong anggaran edukasi, pencegahan, dan rehabilitasi.

Apakah model penanganan narkoba semacam ini efektif? Ternyata dari hasil banyak kajian pendekatan moral saja dengan model war on drugs tidak cukup untuk mengatasi permasalahan ini. Oleh karena itu banyak negara kemudian melakukan pendekatan supply dan demand reduction dengan lebih baik, sesuai dengan rekomendasi INCB (International Narcotics Control Board) yang tidak merekomendasikan war on drugs dalam penanganan narkoba (INCB Annual Report, 2015).

Rekomendasi yang diberikan oleh INCB adalah pendekatan seimbang dan humanis dalam penanganan narkoba. Tujuan Utama dari penanganan narkoba/ controlling narkoba adalah menjamin kesehatan dan kesejahteraan.

Semangat ini pula yang dimasukkan dalam ruh UU No. 35/ 2009 tentang narkotika, sehingga, pendekatan yang dilakukan Indonesia sesuai dengan rekomendasi INCB/ UNODC, tegas terhadap para pengedar, bandar, atau produsen, serta humanis terhadap para penyalahguna atau pecandu.

Pendekatan seperti Duterte tentu saja mengkhawatirkan, terutama dalam hal potensi untuk disalahgunakan untuk kepentingan politik praktis, pelanggaran HAM, dan ketidakadilan karena menghukum tanpa pengadilan dan kesempatan membela diri.

Hal ini tentu tidak cocok dilakukan di Indonesia. Yang terbaik adalah pendekatan supply and demand reduction harus dilakukan secara seimbang. Edukasi juga harus dilakukan kepada seluruh masyarakat, dan memang hasilnya tidak akan dinikmati secara instan, namun jauh ke depan.

Answered Jan 18, 2017
El Hakim Law
Penikmat Politik

vJ-1BzHIfrWC3kgucZZbvTS2YFJQaNBq.jpg

Saya setuju dengan syarat.

1. Peradilan Indonesia sudah benar - benar tidak bisa dipercaya lagi;
2. Senjata bebas diperjualbelikan yang berimplikasi bahwa setiap warga negara berhak mempertahankan dirinya secara imbang dengan aparatur negara;
3. Narkoba menjadi aset pajak yang menjanjikan untuk dimonopoli negara.

Sebaliknya, Duterte-approach ini tidak perlu jika :

1. kebutuhan dasar atas warga negara sudah terjamin, minimal dari sandang pangan dan papan;
2. narkoba tidak lagi disukai dan diakui eksistensinya sebagai barang ilegal atau dengan kata lain dikontrol ketat peredarannya oleh negara, dan tentu saja
3. seluruh jajaran pemangku negara, baik dari eksekutif, yudisial, legislatif, maupun lembaga ekstra lain adalah pribadi berkarakter antikorupsi, mulai dari pucuk pimpinan sampai pegawai akar rumput.

Kapan?

 

Ilustrasi via Phillipine Primer

Answered Aug 3, 2017

Question Overview


6 Followers
1527 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Apakah kenakalan remaja mengacu pada pergaulan bebas dan narkoba?

Kenapa sebagian orang menginginkan adanya legalisasi ganja?

Apa yang harus kita lakukan ketika menghadapi orang atau teman yang overdosis?

Kenapa pemberantasan narkoba di Indonesia terlihat begitu sulit?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Mengapa orang dapat terjerumus dalam narkoba?

Bagaimana sikap Anda terhadap teman yang melakukan semua kenakalan remaja, mulai dari miras, balap liar, tawuran, hingga seks bebas dan narkoba?

Darimana datangnya Amphetamine ke Indonesia?

Apakah saya orangtua yang baik, saya membawa anak saya ke polisi karena mengkonsumsi narkoba?

Mengapa Hillary Clinton yang mendapatkan popular votes terbanyak tidak terpilih sebagai Presiden?

Apakah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat akan mengubah wajah dunia?

Mengapa seseorang bisa tertarik bergabung dengan ISIS?

Mengapa seluruh periset di lembaga survei dan media Amerika Serikat gagal dalam memprediksi Hillary Clinton sebagai Presiden?

Beranikah Donald Trump mewujudkan janji-janji kampanyenya dengan mengusir imigran ilegal, mencegah Muslim masuk, dan memproteksi produksi AS dari gempuran barang komoditas Tiongkok?

Bagaimana cara Bareskrim Polri bekerja saat menentukan status kasus yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Apakah aksi damai 411 ditunggangi kepentingan politik tertentu?

Seperti apa karakter pemimpin ideal yang pantas memimpin Jakarta?

Apa yang menyebabkan perilaku koruptif seperti tidak dapat dihilangkan di Indonesia?

Seperti apa kebijakan luar negeri Donald Trump terhadap pemerintahan Rodrigo Duterte?

Sejauh mana keterlibatan CIA (Central Intelligence Agency) dalam konstelasi politik Indonesia?

Adakah kemungkinan sejumlah negara bagian di Amerika Serikat memisahkan diri jadi negara berdaulat akibat kemenangan Donald Trump?

Mengapa negara-negara Islam tidak lebih mudah bersatu dibanding negara-negara Barat (Uni Eropa)?

Apakah Anugerah Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi masih pantas dipertahankan?

Kenapa Setya Novanto bisa menjadi Ketua DPR kembali?

Apakah Indonesia harus menerima pengungsi dari negara yang sedang berkonflik? Mengapa?

Apa itu "post truth politics"?

Bagaimana cara yang paling efektif untuk mengakhiri konflik Palestina dan Israel?

Bagaimana cara mengakhiri konflik antara Sunni dan Syiah?

Bagaimana kaitan antara genre film favorit dan budaya setiap negara?

Apa itu Mazhab Frankfurt?

Bagaimana perkembangan Mazhab Frankfurt dalam konteks budaya populer?

Apa yang dimaksud dengan Teori Fetisisme Komoditas?

Apa perbedaan antara budaya massa dan masyarakat massa?

Apakah kaitan antara budaya massa dan amerikanisasi?

Apa pendapat Anda tentang amerikanisasi dan kritik atas Teori Budaya Massa?

Bagaimana pengaruh industri budaya terhadap musik pop?

Apakah kaitan antara James Bond dan strukturalisme?

Bagaimanakah konsep hegemoni Gramsci?

Adakah keterlibatan Indonesia pada Perang Dunia II?

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

Hal-hal apa sajakah yang harus dipenuhi agar Indonesia menjadi pemimpin budaya populer dunia?

Foto apa saja yang bisa mengubah cara pandang kita tentang Indonesia?

Apa yang Anda banggakan dari Indonesia saat bertemu masyarakat internasional?

Masakan/makanan Indonesia apa yang menurut Anda paling mungkin go international?

Mengapa bangsa Indonesia dapat sebegitu lamanya dijajah oleh Belanda?

Makanan/masakan Indonesia apa yang paling memiliki nilai sejarah tinggi?

Apa yang membuat beberapa suku di Indonesia masih tetap bertahan dengan gaya hidup tradisionalnya, misalnya Suku Badui?