selasar-loader

Faktor apa sajakah yang mendasari anak menggunakan narkotika? Bagaimana cara menanggulanginya?

Last Updated Jun 8, 2017

2 answers

Sort by Date | Votes

ndilRacRG3kQtTsoDADwNlVydmSn8nR5.jpg

Kemiskinan. Faktor tersebutlah yang paling mendasari narkotika mewabah didunia anak. Dengan kemiskinan anak-anak tidak mendapatkan hak anak sepenuhnya yang seharusnya mereka dapatkan.

Misalnya, anak-anak putus sekolah bahkan tidak bersekolah, sehingga anak-anak yang seharusnya belajar menuntut ilmu dan mendapatkan pendidikan yang cukup di usia dini, malah harus ikut bekerja untuk mencari uang untuk menambah penghasilan keluarga dan menjadi anak jalanan.

Dengan pengetahuan yang sangat minim, anak-anak selalu ingin mencoba sesuatu yang menurut mereka itu asik. Apalagi dengan adanya proses meniru orang dewasa yang melakukan hal tersebut.

Salah satunya yaitu ngelem. Yang dimaksud dengan ngelem yaitu menghirup uap lem, zat pelarut (thinner cat) atau zat sejenis lainnya dengan maksud untuk mendapatkan sensasi mabuk.

Tetapi bahan yang sering dipakai untuk ngelem biasanya lem. Karena lem sangat mudah didapatkan serta bisa didapat dengan harga yang cukup murah. Dalam dosis awal yang kecil, ngelem dapat menyebabkan perasaan euphoria, kegembiraan, dan sensasi yang menyenangkan sehingga dapat menimbulkan kecanduan.

Untuk pemakaian dosis yang tinggi dapat berupa rasa ketakutan, halusinasi, termasuk bicara yang tidak jelas (menggumam, penurunan kecepatan berbicara).  Tetapi untuk jangka panjang dapat menimbulkan kematian karena rusaknya organ dalam tubuh yang disebabkan oleh zat narkotika tersebut.

Betapa mirisnya ketika kita mendengar apabila anak bangsa Indonesia sebagai penerus bangsa mati konyol dikarenakan melakukan ngelem dan tidak mendapatkan pendidikan yang layak karena kemiskinan.

Di sini pemerintah sangat berperan penting dalam mengatasi masalah ini. Pemerintah harus lebih bergerak untuk dapat mensejahterakan masyarakatnya, dan memberikan perlakuan yang adil dalam hal pendidikannya.

Misalnya, mendirikan sekolah untuk anak-anak jalanan agar mereka tetap mendapatkan pendidikan yang cukup. Setelah itu pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan atau lembaga kegiatan masyarakat untuk para orang tua agar dapat memenuhi kebutuhan keluarganya, sehingga anak-anak tidak harus menjadi tulang punggung keluarganya.

Hak mereka sebagai anak-anak untuk dapat menikmati masa indah mereka harus dapat terpenuhi bukan malah kekelaman dan kepahitan hidup yang harus mereka rasakan. Bila ingin bangsa ini menjadi bangsa yang maju, maka salah satunya yaitu mendidik dan mencerdaskan anak bangsa sebagai generasi penerus bangsa yang kelak akan mengharumkan nama bangsa.

Untuk melihat videonya, silakan dilihat di bawah ini:

Sumber gambar: techno.okezone.com

Sumber video: Youtube

Tulisan lain dari saya dapat dilihat di sini.

Answered Jun 8, 2017
Hari Nugroho
Researcher at Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience

XK5uY38dKPjyT6r0BodiHayzq54HL6iS.jpg

Kecanduan maupun penyalahgunaan zat adalah hasil dari intervals kompleks antara berbagai faktor. Tak melulu faktor psikososial, faktor biologi juga memegang peranan yang tak boleh diremehkan. 

Seperti kita ketahui, adiksi adalah penyakit otak, yang diserang dan dimanipulasi adalah otak. Otak punya peranan yang sedemikian penting. Nah pada anak dan remaja otak juga masih dalam taraf perkembangan, otak bagian depan misalnya, belum berfungsi sebagaimana otak dewasa, padahal otak bagian depan memegang fungsi yang sangat penting, yaitu fungsi eksekutif, menimbang, menganalisa, dan memutuskan sesuatu. Adanya narkoba akan menggangu fungsi ini, sehingga wujud perilakunya adalah anak sering tanpa berpikir panjang langsung menerima tawaran memakai narkoba.

Faktor biologi lainnya adalah genetik. Pada anak-anak yang mempunyai gen kecanduan dari orang tuanya, mempunyai risiko lebih besar dari pada teman-temannya untuk mengalami kecanduan, terutama jika berinteraksi dengan stressor psikososial. Inilah yang oleh para ahli disebut gen by environment interaction.

Faktor psikosial jangan dilupakan, pada anak dan remaja peer pressure memegang peranan penting. Teman dapat menjadi risk factor maupun protective factor. Juga perkembangan psikologi anak dan remaja yang seeking adventure dan taking risk, membuat mereka sering penasaran untuk mencoba melakukan perilaku berisiko termasuk narkoba.

Faktor lainnya adalah bad parenting yang dilakukan oleh orang tua. Pola asuh dan pola komunikasi dalam keluarga berperan dalam membentuk resiliensi terhadap penggunaan narkoba, jika orang tua tak mengkoreksi pola komunikasi dan pola asuhnya, bukan tak mungkin anak akan terjerumus dalam perilaku berisiko.

Marilah bersama-sama mengajarkan anak untuk mengekspresikan perasaannya, bersikap asertif dan bangunlah critical thinkingnya. Bangun komunikasi yang baik, jangan mengedepankan ego orang tua, dengarkan pendapat anak dengan baik, diskusikan masalah yang mereka kemukakan.

Semoga anak-anak kita terlindungi dari bahaya drug abuse 

#stopnarkoba 

 

sumber gambar: beritacenter.com

Answered Jun 8, 2017

Question Overview


4 Followers
504 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apa dan bagaimana cinta itu?

Kepada siapa kecenderungan waria memilih pasangannya?

Adakah kaitan antara parfum dan kepribadian seseorang?

Apakah status sebagai anak tunggal mempengaruhi sikap politik Presiden ke-6 RI?

Apakah status sebagai anak lelaki satu-satunya dalam keluarga mempengaruhi sikap politik Presiden Jokowi?

Pada umur berapa sebaiknya anak diajak untuk menjalankan ritual keagamaan?

Apa yang menyebabkan orang takut menikah?

Apa yang menyebabkan seseorang takut menghadapi masa depan?

Mengapa respons orang sedih umumnya menangis?

Apakah menangis itu sehat atau malah membuat sakit?

Mengapa tingkat survival warga minoritas lebih tinggi/ulet di tengah kehidupan warga mayoritas?

Bagaimana cara mengurangi rasa malu sekaligus meningkatkan kepercayaan diri secara sosial?

Bila buang angin dengan suara keras dalam keramaian, apa yang Anda lakukan?

Mengapa kelompok pekerja minta gaji berdasar kebutuhan bukan karena kemampuannya?

Mengapa persoalan beragama begitu marak saat ini? Apa andil penguasa akan hal ini?

Bisakah hipnoterapi mengungkap rahasia seseorang?

Apakah pengaruh menonton film kartun pada balita?

Apa itu megalomania dan bagaimana cara mendeteksinya?

Siapa Michael Hogg?

Siapa Hamdi Muluk?

Apakah kenakalan remaja mengacu pada pergaulan bebas dan narkoba?

Kenapa sebagian orang menginginkan adanya legalisasi ganja?

Apa yang harus kita lakukan ketika menghadapi orang atau teman yang overdosis?

Kenapa pemberantasan narkoba di Indonesia terlihat begitu sulit?

Apakah rehabilitasi sudah cukup untuk menghentikan pengguna narkoba yang sudah terjerumus?

Mengapa orang dapat terjerumus dalam narkoba?

Bagaimana sikap Anda terhadap teman yang melakukan semua kenakalan remaja, mulai dari miras, balap liar, tawuran, hingga seks bebas dan narkoba?

Darimana datangnya Amphetamine ke Indonesia?

Apakah saya orangtua yang baik, saya membawa anak saya ke polisi karena mengkonsumsi narkoba?

Apakah Duterte Style dalam perang terhadap narkoba cocok jika diterapkan di Indonesia? Mengapa?

Apa yang membuat orang betah berlama-lama di suatu situs/web?

Bagaimana sikap Anda apabila mempunyai seorang teman penjilat atau suka cari muka?

Apa alasan Anda tidak merokok?

Berbeda, bagaimana merangkulnya agar dapat berjalan bersama tanpa memaksa?

Apakah sikap masyarakat Indonesia dalam menghadapi isu SARA saat ini lebih baik atau lebih buruk dibandingkan dengan zaman Orde Baru?

Mengapa seseorang bisa menyebarkan berita palsu (Hoax)?

Mungkinkah perilaku netizen di dunia digital dapat diatur agar lebih tertib dalam bersosial media?

Bagaimana peran Psikolog untuk 5 tahun ke depan?

Masyarakat Indonesia untuk 10 Tahun ke depan akan menjadi konsumen model apa?

Aliran lagu apa yang menjadi tren di Indonesia untuk 3 tahun terakhir ini?