selasar-loader

Bagaimana budaya kerja di perusahaan startup?

Last Updated Jun 6, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Sandiaga Salahuddin Uno
Former CEO of Saratoga Capital

z7OQVGWyvX688ydo1yoewIY2Jql73GhR.jpg

Menurut saya, budaya kerja di startup harus ada minimal 3 (tiga).

Pertama, silo busting mentality. Artinya, orang-orang yang menjalankan startup harus bersifat terbuka satu sama lain dengan cara menghindari eksklusivitas. Informasi dari satu departemen tidak harus ditutup untuk departemen lainnya. Cair saja. Dengan mentalitas demikian, akan banyak permasalahan-permasalahan yang dapat dipecahkan dalam waktu lebih cepat dan dengan sendirinya, startup Anda akan mengalami kemajuan-kemajuan yang pesat.

Kedua, can do approach. Pendekatan-pendekatan perlu dilakukan, baik di dalam maupun di luar organisasi perusahaan. Di dalam perusahaan, berbagai pendekatan diperlukan untuk meningkatkan harmonisasi kerja sehingga lebih smooth dan mampu mencapai target-target yang telah dicanangkan. Di luar perusahaan, pendekatan-pendekatan biasanya dilakukan untuk cakupan yang lebih luas, mulai dari memperkenalkan merek/produk terhadap potential costumer, mendapatkan feedback dari mereka, hingga mendapatkan dana dari investor.

Ketiga, gotong royong/ikhlas. Ini masih berkaitan dengan poin pertama, sebenarnya. Startup biasanya dijalankan oleh orang-orang dengan jumlah tidak banyak, maka wajib hukumnya untuk gotong royong, saling membantu demi menuntaskan tantangan pekerjaan. Bagi saya, startup adalah tempat bagi setiap orang untuk ikhlas menolong pekerjaan rekannya meskipun mungkin beban kerjanya akan bertambah. Kerja tuntas. Kerja ikhlas.

Itu jawaban dari saya. Mudah-mudahan bermanfaat.

 

Ilustrasi via dokumentasi pribadi

Answered Jul 13, 2017