selasar-loader

Apakah proses pengaturan keuangan (financial management) itu penting? Mengapa?

Last Updated Nov 24, 2016

2 answers

Sort by Date | Votes
Achmad Zaky
Pendiri dan CEO Bukalapak

Hasil gambar untuk merencanakan keuangan

Sangat penting, khususnya financial literacy.

Saya melihat sebagian besar kebangkrutan banyak usaha kecil dan menengah karena kurangnya melek terhadap dunia finansial. Umumnya terjadi ketika sudah sukses, mereka banyak rajin membantu teman (tanpa perhitungan), kemudian gaya hidup yang konsumtif, dan terlalu boros dalam membelanjakan keuntungan. Gaya hidup seperti itu terjadi karena kurangnya melek terhadap dunia finansial sehingga ketika terjadi hal buruk (krisis), mereka tidak siap. Semua harta lenyap tak tersisa. 

Ilustrasi via dakwatuna.com

Answered Dec 23, 2016
Ma Isa Lombu
Rational Doers

VUv3-ygQDkeYyK1bCkCMWj8UO8FWFVcl.jpg

Saya akan coba jawab dengan pointers.

a. Memiliki kehidupan yang lebih baik tentu menjadi impian setiap orang. Salah satu indikator untuk memiliki kehidupan yang lebih baik adalah dengan memiliki kondisi finansial yang baik. Lebih baik dari waktu ke waktu. Continuous improving

Sebagai orang Islam, saya juga meyakini sekali bahwa agama ini sangat meng-endorse umatnya untuk hidup sejahtera. Hal ini ditunjukan dengan hadis di bawah ini.

"Dari Hakîm bin Hizâm Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 'Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu. Dan sebaik-sebaik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya. Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya, maka Allâh akan menjaganya dan barangsiapa yang merasa cukup maka Allâh akan memberikan kecukupan kepadanya.'”

Hadis ini muttafaq ‘alaih. Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhâri (no. 1427) dan Muslim no.1053 (124)

b. Menjadi pribadi yang sejahtera dari waktu ke waktu tentu bukanlah persoalan yang mudah. Cara yang paling sering dilakukan adalah menjadi value creator. Proses value creation ini dapat dilakukan beberapa cara dengan cara, di antaranya adalah dengan: 1) Bekerja, 2) Mengajar dan 3) Menjadi seorang entrepreneur

Perlu diketahui bahwa menjadi seorang entrepreneur adalah cara yang paling efektif untuk menjadi sejahtera. Mengapa? Karena dengan menjadi seorang entrepreneur, seseorang akan hidup dengan risiko. Untungnya, semakin tinggi risiko kita dalam mengerjakan sesuatu, semakin besar return yang kita akan terima. High risk, high return, istilahnya. Mudahnya, dengan menjadi entrepreneur, para pengusaha akan melakukan sebuah proses value creation dengan membuat produk/melakukan sesuatu yang bernilai untuk orang lain. Nilai untuk orang lain tersebut akan dikompensasi dengan sejumlah uang tertentu yang dibayarkan. Uang yang diterima oleh seorang pengusaha kita kenal dengan sebutan pendapatan (revenue). 

Nah, proses value creation yang dilakukan oleh seorang entrepreneur inilah yang diwadahi dalam sebuah institusi bisnis yang kita kenal dengan nama perusahaan.

c. Sayangnya untuk membangun sebuah perusahaan tidak semudah membalik telapak tangan. Semakin besar ukuran perusahaan atau semakin besar aset yang dikelola, semakin sulit mengelolanya. 

Perlu diketahui bahwa banyak sekali persoalan yang akan terjadi kala seseorang memutuskan untuk mendirikan dan mengelola perusahaan. Beberapa persoalan yang akan dihadapi adalah mulai dari membuat produk yang benar-benar dibutuhkan oleh target market, mengahadapi tingkat kompetisi yang semakin ketat, menerima kenyataan bahwa competitors memiliki strategi yang lebih efektif dan efisien, memastikan rencana yang sudah dibuat berjalan dengan baik, mengatur cash flow agar tidak bleeding, memilih dan mengevalusi para pekerja, sampai kepada memutuskan kapan harus ekspansi kapan tidak.

d. Kesemua persoalan yang saya sebutkan di atas merupakan hal-hal yang dapat diselesaikan melalui kebijakan pengelolaan keuangan (financial decision), seperti keputusan untuk:

  1. kapan dan bagaimana launch produk baru;
  2. memutuskan mana yang lebih baik, mengalokasikan keuntungan bersih (net profit) yang dimiliki untuk langsung dibagikan kepada para pemegang saham (shareholders) atau memutarnya kembali (retained earning) untuk membeli aset baru;
  3. ketika perusahaan memutuskan untuk melakukan ekspansi, memutuskan kebijakan mana yang lebih efektif untuk dapat bertumbuh dengan baik dengan cara yang proper; Apakah dengan menggunakan laba ditahan (retained earning), menerbitkan surat hutang, menjual saham baru, atau meminjam ke bank;
  4. Mengatur cashflow agar kegiatan operasional perusahaan dapat berlangsung dengan baik; dan
  5. lain-lain.

e. Intinya, saya ingin katakan bahwa pada dasarnya keputusan perusahaan (apapun itu) harus didasari dengan pertimbangan finansial yang baik. Sebuah pertimbangan finansial yang baik akan menghasilkan keputusan perusahaan yang baik pula. Proses melakukan perencanaan (planning), mengelola (organizing), mengeksekusi (actuating) dan mengevaluasi (evaluating) segala resources keuangan yang dimiliki oleh perusahaan itu kita sebut dengan manajemen keuangan. 

Saya memiliki keyakinan bahwa terdapat korelasi positif yang kuat antara pengelolaan keuangan (financial management) dengan kesuksesan perusahaan. Untuk itulah saya kembali katakan bahwa mengatur keuangan (financial management) itu penting untuk dilakukan oleh seorang value creator!

Simak juga pemaparan berikut ini:

 

Answered Oct 2, 2017