selasar-loader

Mengapa kita percaya adanya Tuhan?

Last Updated Nov 16, 2016

16 answers

Sort by Date | Votes

Hasil gambar untuk mengapa kita percaya adanya tuhan

Mengapa kita percaya kalau kita punya otak, hmmmmmmmmm.

Mengenai percaya atau tidak percaya, penjelasan seperti ini mungkin tidak masuk akal jika si pembaca tidak mencari tahu sendiri.

Siapa yang menciptakan semua ini jika kita percaya, Jammes Watt menemukan kereta uap.

Setiap hal yang ada pasti ada yang menciptakan.

Bayangan diciptakan oleh matahari yang tidak menembus benda berpartikel.

Lalu, siapa yang menciptakan matahari?

Mengapa kita harus percaya adanya Tuhan? Adalah mengapa kita harus berusaha sebelum memperoleh sesuatu yang kita belum tahu hasilnya.

Sesuatu yang tidak dapat dilihat belum tentu dia tidak ada.

Pernah membayangkan orang yang buta sejak lahir? Apakah dia pernah bermimpi, atau dia bertanya apa itu mimpi? Apakah dia tahu dia tidur atau terbangun, apakah dia tahu bentuk mobil itu beroda 4 atau 5?

Sering kali kita menanyakan, mengapa kita percaya? Karena kita meyakini segala yang ada pasti ada karena sebuah penciptaan. 

Cukup sekian. Bila ada salah, saya mohon maaf.

Gambar via seteteshidayah.files.wordpress.com

Answered Dec 18, 2016
Agil (Ragile) Abdullah
Penulis blog Kompasiana, ex programer komputer, staff keuangan, Gusdurian

Hasil gambar untuk percAYA TUHAN

Mulanya karena diajarkan oleh orang tua dan guru bahwa Tuhan ada. Kemudian, saya mengalami kejadian-kejadian spiritual yang memastikan Tuhan memang ada dan berkuasa atas roda kehidupan.

Ilustrasi via kompasiana.com

Answered Jan 4, 2017
Wilingga Wilingga
Menulis, menulis, menulislah

Dengan semua keajaiban yg ada diseluruh dunia tentulah ada yang menciptakan

Answered Jan 17, 2017
Amri Shf
Amri Shf

karena kita diciptakan

Answered Jan 17, 2017
Wijaya Adhisurya
Embedded Software Craftsman di Salatiga, suka ngopi dan heavy metal

Karena kita memutuskan untuk percaya adanya Tuhan. Percaya itu adalah keputusan pribadi, dan tidak selalu harus didasari dengan landasan-landasan logis maupun ilmiah.

Answered Jan 18, 2017
Rina Karlina
Mahasiswi Program Studi S1 Akuntansi Universitas Bakrie.

sLW6HBrQew4nFQy8GFIMvw_IWaaaYTy2.jpg

Percayalah. Kalau tidak percaya, lalu kita diciptakan oleh siapa? Dan bumi, langit, dan beserta isinya diciptakan oleh siapa? Jawabannya cuma satu, Allah SWT. 

Thanks to Allah for everything.

Alhamdulillah, saat ini masih diberi kesempatan untuk bernapas.

ilustrasi via wordpress.com

Answered Jul 9, 2017
Anonymous

Karena Tuhanlah yang telah memberikan kita hidup.

Answered Aug 3, 2017

Jika engkau belajar tentang tauhid dan keislaman, kau akan mengerti kenapa kita percaya adanya Allah (Tuhan).

Answered Aug 18, 2017
Ismi Wan Azizah
mahasiswi uin syarif hidayatulloh fakultas fidikom jurusan manajemen dakhwah

Karena kekuasaan dan kasih sayangnya terasa dan terbukti oleh diri kita dan hati kita masing-masing, contohnya adanya alam semesta ini.

Answered Aug 18, 2017

karena dunia dan seluruh isinya hanya milik Alloh Subhanahu Wata'ala, dengan tidak adanya Tuhan kita semua tidak akan bisa hidup di dunia ini hingga saat ini. Semua yang ada di dunia ini dan seluruh isinya hanya milik Alloh dan kita sebagai hamba-Nya harus menaati perintah dan semua larangan-Nya dan kita harus mempercayai BAHWA TIDAK ADA TUHAN KECUALI DIIA (ALLOH Subhanahu Wata'ala)

Answered Aug 19, 2017
AJ Danial
Nama : Abdul Djabar Danial, Fakultas Syariah dan Hukum, Jurusan PM

sebenarnya menurut akal yang sehat dan biasa tidak terlalu sukar untuk membuktikan  bahwa Allah itu ada hanya saja jika otak yang teralu diputar-putar dan dipersulit maka terpaksa harus ada penjelasan tentang hal ini agar tidak adanya perputaran lidah maka dari itu tdak aneh apabila bnyak org yang sesat melalui otak yg diputar tsb. percaya adanya Tuhan karena adanya bukti-bukti ciptaannya seperti bumi beserta isinya, jika bumi ini ada maka pasti ada yang menciptakannya tidak mungkin ada dengan sendirinya. seperti halnya meja, meja tidak akan ada dengan sendirinya tanpa ada yang membuatnya yaitu tukang pembuat meja, begitupun dengan alam, dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada. dalam QS. Al-imron ayat 62 dan al-baqarah: 163.

Answered Aug 19, 2017
Muhammad Sirajuddin
Saya pemalu dan penyengap (senyap). Saya suka berbicara kapan udah kenal orang..

NAMA : MUHAMMAD SIRAJUDDIN BIN AHMAD KHAIRANI

NIM : LAGI DIPROSES SAMA IBU NOVI ( INTERNATIONA OFFICE )

FAKULTAS : SYARIAH DAN HUKUM

JURUSAN : PERBANDINGAN MAZHAB

 

JAWAPAN : Sebagai orang Islam kita wajib percayakan Allah itu wujud (ada). Allah itu Tuhan sekalian alam. Allah menciptakan kita dan segala makhluk dimuka bumi ini. Allah itu bersifat kekal. Tidak ada mulaNya dan tidak ada akhirNya.

#PBAKUINJKT2017

Answered Aug 26, 2017
Aries Budiono
Sosiologi Unair / Rumah Kepemimpinan Surabaya

Sesungguhnya manusia diliputi oleh ketidaktahuan, ketidakpastian, dan ketidakberdayaan. Oleh karena itu manusia membutuhkan kekuatan diluar dirinya, yang bisa dijadikannya sebagai sebuah pengharapan, dan menyelamatkan atas kondisi yang dialami oleh manusia.

Answered Dec 2, 2017
Anonymous

Manusia lahir dalam keadaan fitrah. Fitrahnya yaitu percaya akan adanya Tuhan. Akan selalu mempertanyakan siapa yang membuat langit bintang matahari bahkan manusia itu sendiri. Hal ini telah terjadi ribuan abad silam oleh Bapak para Nabi.. Nabi Ibrahim AS yang mempertanyakan bulan bintang gunung, kemudian mendapatkan jawaban bahwa memang ada Illah yaitu pencipta yang Esa yang menciptakan ini semua.

Answered Jan 4, 2018
Aulia Hanifah
Mahasiswi Farmasi Universitas Indonesia | Tiara 8, Rumah Kepemimpinan Awardee

Pada hakikatnya, manusia memang butuh tempat bersandar yang kedudukannya lebih tinggi dari manusia itu sendiri. Maka secara fitrah, manusia aman mencari sesuatu yang lebih tunggi darinya. Kepercayaan adanya tuhan memang bukan suatu yang indrawi, namun dapat kita rasakan. Namun bukti paling mudah untuk hak ini adalah adanya alam semesta ini. Walaupun telah ada big bang theory, evolution theory, tapi itu belum cukup menjelaskan darimana asalnya alan semesta ini dengan detail yang luar biasa. Dan tidak mungkin alam ini berkembang hanya dengan konsep ketidakteraturan. Semacam mesin pencari yang begitu kompleks saja ada orang-orang yang mengatur dibaliknya. Hak yang saya paparkan ini baru sedikit bukti tentang keberadaan Tuhan tapi semoga dapat menjadi salah satu alasan untuk membuktikan adanya tuhan.

Answered Feb 2, 2018
Lulu Nailufaaz
Environmental Engineering|PM Bakti Nusa 8

Suatu hari, ketika bahkan diri ini tak kuasa untuk merencanakan keberjalanan hari, berbekal keyakinan bahwa ada kekuatan Yang Maha Tinggi, yang akan menggerakan diri ini ke jalan yang terpuji, dengan berani akhirnya mulai melangkahkan kaki.

Pernah ada di kondisi ini? Ini kondisi dimana kita menyadari kehadiran Yang Maha segalanya yang tidak dapat dijangkau oleh akal dan pikiran tapi selalu membuat ketenangan tidak hanya dalam diri, tetapi juga hati.

Tidak berhenti disini. Ketika ternyata cerita tak terencana itu malah menghadirkan sebuah skenario yang lebih nyaman , rapi, dan begitu tertata menyatukan satu kondisi dengan kondisi lainnya. Kuasa siapakah yang dapat melakukan hal ini? Siapa yang berhak membolak balikkan hati manusia sehingga menghadirkan sebuah cerita indah yang selalu harus disyukuri?

Nabi SAW bersabda:
"Allah berfirman: Aku adalah sebagaimana dugaan hamba-Ku. Jadi biarkan dia berpikir tentang-Ku sebagaimana yang dia harapkan"

Yang Maha Tinggi tidaklah mungkin setara apalagi berada dibawah kita. Bahkan mungkin memang belum bisa dijangkau. Sedangkan sudah jelas, dari semua makhluk yang terlihat oleh kasat mata, manusia adalah yang paling berakal saat ini jika dibandingkan dengan binatang dan tumbuhan. Sudah jelaslah, tidak mungkin sosok manusia yang berada dibalik berjalannya semua skenario baik dalam kehidupan. Lalu, harus atas dasar apa kita bisa meyakini keberadaan-Nya hari ini?

 

Saya pribadi menjawab ini dengan kemurnian yang saya lihat hari ini. Kemurnian atas ajaran yang turun temurun dan tetap sama dilakukan oleh banyak makhluk di dunia ini. Kemurnian atas kitab-Nya yang tidak pernah ada perubahan dan tidak ada yang sanggup untuk merubahnya. Kemurnian atas perintah untuk memuliakan diri sendiri dan sesama makhluk. Kemurnian untuk menghadirkan segala solusi dari permasalahan kehidupan yang terjadi. Dan tentu, kemurnian untuk menerima dengan kelapangan hati bahwa Tidak Ada Tuhan selain Allah Subhanau wa ta'alaa dan Nabi Muhammad Sallallahu 'alaihi Wassalam adalah utusan Allah Subhanau wa ta'alaa.

Answered Dec 3, 2018