selasar-loader

Apakah semua mazhab dan aliran dalam Islam menganggap anjing binatang najis?

Last Updated Jun 4, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes

Fenomena yang banyak ditemui bahwa anggapan masyarakan terhadap anjing adalah binatang najis, hingga bila menyentuhnya harus disamak (disucikan dengan menggunakan air tujuh kali) dan itu berbeda dengan saya. 

Sebelum menjelaskannya lebih rinci, eloklah saya kutip dulu hadits terkait hal ini :

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda "Bila Anjing meminum dari wadah air milikmu maka harus dicuci tujuh kali" (HR Bukhori dan Muslim) dan Rasulullah bersabda "sucinya wadah minummu yang telah diminum anjing adalah dengan menyucinya tujuh kali dan salah satunya dengan tanah" (HR Muslim dan Ahmad)

Fahmul hadits ini bagi saya adalah : 

1. Tidak ada sebutan bahwa bersentuhan dengan anjing adalah najis, artinya anjing bukanlah binatang yang najis.

2. Yang disuruh dicuci adalah jika terkena air liur anjing dengan pemahaman jika anjing meminum dengan wadah minum kita.

3. yang harus dicuci adalah wadah yang di minum oleh anjing (saya memahami sebatas wadah saja bukan orang yang terkena jilatan anjing)

4. Cara mencucinya dengan tujuh kali cucian menggunakan air di tambah satu kali menggunakan pasir/tanah.

Sehubungan ditanya pandangan madzhab terkait hal ini maka : 

Madzhab Hanafiyah, kenajisan anjing hanya pada air liur, mulut dan kotorannya sahaja. Sementara itu, tubuh dan bahagian-bahagian lainnya bukannya najis. Pendapat Mazhab Al-Hanafiyah ini adalah merujuk secara zahir kepada hadith riwayat Bukhari dan Muslim.

Madzhab Malikiyah, anjing tidak termasuk najis, seluruh binatang adalah suci. bahkan mereka menganggap air liur dari anjing tersebut juga tidak termasuk najis, dengan dalil dihubungkan dengan perintah menjadikan anjing-anjing sebagai binatang pemburu dan hasil gigitannya tersebut menjadi makanan yang halal. Terkait hadits di atas hanya sebatas ditaati saja sesuai dengan konteks haditsnya bila anjing minum di wadah kita maka wadahnya dicuci 7 kali dengan air dan ditambah dengan satu kali dengan pasir/tanah.

Madzhab Syafi'i dan Hambali, bukan hanya air liur anjing saja yang najis tetapi seluruh tubuh anjing itu adalah najis berat atau mughallazah. Segala yang berkait dengan anjing termasuk keturunannya atau haiwan lain yang bersenyawa dengan anjing turut dihukum sebagai najis mughallazah.Secara rasionalnya kedua mazhab ini tidak hanya mengakui mulut dan air liur anjing sahaja yang najis kerana sudah tentu sumber air liur itu dari badannya maka badannya itu turut merupakan sumber najis.

Fenomena yang juga banyak terjadi khususnya di Indonesia adalah memposisikan antara keharaman, kenajisan anjing sederajat dengan keharaman dan kenajisan babi, hanya terkadang makian orang indonesia menggunakan nama kedua binatang tersebut. 

 

sumber gambar: blogspot.com

Answered Jun 14, 2017