selasar-loader

Jika Iblis itu jahat, mengapa Tuhan tetap menciptakannya?

Last Updated Nov 16, 2016

19 answers

Sort by Date | Votes
Ma Isa Lombu
Kadang Skeptis, Seringnya Rasional

F0xVENlYMvExr8xOS_cqsqIYlF5A5s7_.jpg

Iblis  dilaknat Tuhan karena berbuat salah. Kita semua tahu itu.

Namun menganggap Iblis itu atheis, bahkan anti-theis, jelaslah terlalu berlebihan. Dalam kisah yang mungkin sudah sama-sama kita tahu, sejatinya Iblis merupakan monotheis sejati. Ia telah bertemu Tuhan, bahkan berdialog kepada-Nya. Tidak mungkin ia mengingkari adanya Sang Pencipta.

Iblis dilaknat Tuhan karena berbuat salah. Salah karena penolakannya untuk sujud kepada Adam. Sejatinya, ia hanya menolak untuk sujud kepada sesuatu, selain Tuhan.

Ia menolak untuk merendahkan kepalanya untuk sesuatu yang “diciptakan” bukan “menciptakan. Ia menolak untuk menunduk kepada sesuatu yang atasnya berpotensi untuk menyebabkan kerusakan.

Ia melakukan pembangkangan sebagai bentuk ekspresi rasa cinta akan Tuhan-nya. Rasa cinta yang tak tergantikan oleh apa pun. Bahkan untuk seorang makhluk yang paling sempurna sekali pun. Jelas, Ia membangkang karena cinta. Apakah itu salah?

Sudah selayaknya manusia meneladani iblis untuk tidak menyekutukan sesuatu yang Maha Agung, dengan sesuatu yang jauh lebih rendah. Tidak menuhankan dan mendominasi dirinya, selain kepada yang Maha Besar. Seperti uang, atasan, juga jabatan. Tiga hal yang tidak jarang menjadi tuhan-tuhan baru manusia modern.

Saya pikir, hal itu tidak jauh berbeda dengan penyembahan Latta, Uzza, dan Mannat, Tuhan pagan kaum Quraisy prakenabian Muhammad. Tidak ada bedanya.

Bahkan bisa jadi iblis lebih “mulia” karena ia menolak untuk tunduk kepada Adam karena alasan yang sangat ideologis, bukan alasan-alasan jangka pendek yang temporer dan kadang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

***

Iblis dilaknat Tuhan karena berbuat salah. Kita semua tahu itu.

Namun salah besar jika menggangap iblis adalah pembangkang. Sejatinya, ia hanya meminta keadilan dan menuntut penjelasan. Tidak lebih. Dalam pledoi-nya, ia hanya mempertanyakan keputusan Tuhan untuk memintanya sujud kepada sesosok makhluk yang diciptakan dari tanah. Sesuatu yang menurut iblis memiliki derajat yang lebih rendah.

Terlepas apakah iblis bersikap “kurang ajar” kepada Tuhan, sebuah kenyataan yang tidak dapat dielakkan adalah bahwa jelas iblis memiliki kemampuan untuk bertanya, karena Tuhan menciptakan iblis dengan kapasitas tersebut. Sesederhana itu.

Jika Tuhan menginginkan iblis untuk selalu tunduk dan patuh, pasti Tuhan dengan mudah membuat itu terjadi. Seperti yang terjadi pada malaikat. Harusnya tidak sulit bagi Tuhan yang Maha Kuasa.

Kembali, iblis hanya menggunakan “hak bicara” dan “menuntut keadilan”. Hanya itu. Dua hal yang sepertinya menjadi kemewahan untuk rakyat Indonesia di tahun-tahun mendatang.

Sudah seharusnya manusia meneladani iblis untuk berani memperjuangkan hak bicara yang sejatinya sudah dianugerahkan kepadanya. Belum lagi, dua hal tersebut akan berpotensi menjadi barang langka dan sebuah kemewahan demokrasi yang tidak akan dimiliki oleh rakyat Indonesia di masa mendatang.

Sebuah hak sipil yang mungkin tidak akan dinikmati lagi secara bebas karena dikatakan berpotensi untuk mengganggu kestabilan politik (dan kepentingan pemodal), seperti tidak dikabulkannya tuntutan masyarakat untuk membuka nama perusahaan yang bertanggung jawab dalam pembakaran lahan di Sumatera dan Kalimantan.

Bisa jadi kebebasan berpendapat juga akan dibatasi di masa depan karena dianggap berpotensi untuk menjatuhkan kredibilitas pemimpin tertinggi republik ini. Sebuah keredibilitas dan wibawa yang sepertinya “wajib” dijaga dengan baik oleh seluruh warga negara.

Sekali lagi, iblis sejatinya tidak mencoba membangkang, apalagi melakukan kudeta terhadap kekuasaan Tuhan. Saat itu, ia hanya berharap diperlakukan secara adil. Ia hanya tidak mudah untuk menerima kenyataan bahwa sesuatu yang diciptakan belakangan harus lebih dihormati lebih karena pengetahuan yang dimilikinya. Sebuah "fasilitas" yang hanya diberikan kepada Adam, tidak diberikan kepada para seniornya, malaikat dan juga iblis. Sesederhana itu sebenarnya.

***

Iblis dilaknat Tuhan karena berbuat salah. Kita semua tahu itu.

Namun, keliru ketika kita menganggap iblis sebagai sosok yang suka bersenang-senang. Selama keberadaannya di dunia, ia hidup untuk berkerja. Ia bekerja untuk satu visi yang jelas, tanpa pernah berpaling dari janji yang ia pernah sampaikan kepada Tuhan. Dengan sabar dan tingkat persistensi tinggi, ia mencoba membuktikan kepada Tuhan bahwa pembangkangannya untuk sujud kepada Adam adalah sesuatu yang benar. Ia sedang mencoba membuktikan bahwa sujud kepada sesuatu yang “rapuh” dan dapat ternoda dosa, adalah tindakan yang tidak perlu dilakukan.

Dengan “ke-istiqomah-an” yang sangat luar biasa tersebut, ia berusaha membuktikan hipotesisnya. Hipotesis bahwa manusia lemah tidak layak untuk “dihormati lebih”. Tanpa merasa bersalah dan pantang melihat ke belakang, iblis menggoda manusia dari kanan, kiri, atas, dan bawah setiap hari, setiap waktu, tanpa kenal lelah, menggunakan cara yang berbeda setiap harinya bahkan menggoda manusia di titik terlemahnya.

Jelas, ia melakukan semua itu dan mengambil risiko atasnya bukan untuk menambah teman di neraka, alasan yang sangat sangat remeh temeh saya pikir. Ia melakukan hal tersebut, selama beribu-ribu, bahkan berjuta tahun lamanya secara konsisten hanya untuk membuktikan sesuatu. Sesuatu yang ia anggap benar. Sesuatu yang ia anggap layak untuk diperjuangkan. Sesuatu yang ia pikir dapat memulihkan kedudukannya di mata Tuhan. Sungguh kita harus meneladani ke-istiqomah-an iblis untuk hal ini.

***

Benarlah iblis dilaknat Tuhan karena berbuat salah. Meski sebenarnya bukan atas kesalahan yang “special-special amat”. Sebuah kesalahan yang sejatinya jamak dilakukan manusia pada umumnya. Ya, kesalahan karena telah sombong dan memonopoli kebenaran. Hanya itu.

Sebuah kesalahan yang harusnya juga dilabeli kepada manusia kebanyakan karena sering menganggap diri, kelompok, dan golongannya adalah yang paling benar, paling mendekati Tuhan dan paling sesuai dengan tuntunan rasul.

Sebuah kesombongan dan tindakan memonopoli kebenaran yang...(more)

Answered Dec 13, 2016
(A)gansky
Ngalamers. Bataknese. Loving Annelies.

Menurut cerita yang saya percaya, Iblis itu dulunya merupakan malaikat Tuhan yang membangkang perintah Tuhan hingga kemudian dia dikutuk, lalu dilempar ke neraka.

Simple, sama seperti pertanyaan "Kenapa kejahatan diciptakan?", hei, kejahatan adalah kondisi ketiadaan kebaikan. Jadi saat kebaikan itu nihil, kejahatan ada.

Answered Jan 13, 2017
Andy Nugroho
Passionately write every review. Especially travel, tech,

Ibarat sebuah api. Jika Api itu bisa membakar dan berbahaya kenapa manusia tetap menggunakan api?

Tuhan menciptakan iblis jahat sebagai penyeimbang agar yang baik bisa terlihat baik dan yang jahat bisa terlihat jahat.

Answered Jan 14, 2017
Rizandi Sofyan
Classic and custom motorcycle enthusiast

Tuhan menciptakan seluruh makhluk agar mengikuti perintah dan menyembah-Nya. Begitu pula dengan iblis yang pada saat nabi Adam belum diciptakan, sangat tunduk dan patuh dalam menyembah Allah.

Answered Jan 15, 2017
Sugiarto
Communication Bandung Islamic University

7hueQ3ueb-HwXaHrr-qvSxuBkr-oEq6D.jpg

Pada awalnya, Allah menciptakan Iblis dan Malaikat. Iblis merupakan ciptaan yang paling disayang dan sangat berharga menurut Allah. Setelah itu, Allah menciptakan manusia dan menilai bahwa manusia merupakan makhluk paling mulia dibanding seluruh mahluk ciptaanya. Merasa terkalahkan, Iblis pun merasa iri dan syirik karena menganggap bahwa manusia hanyalah terbuat dari tanah sedangkan ia terbuat dari api yang rasanya lebih kuat. Lalu, ia pun membangkang terhadap Allah dan menantangNya, Jika ia dapat merayu manusia pertama di muka bumi, yakni Adam untuk memakan buah khuldi maka, manusia harus diturunkan ke Bumi tidak lagi di tempatkan di akhirat.

Itu cerita menurut Ustadz dan guru Agama saya.

 

sumber gambar: klimg.com

Answered May 4, 2017

Iblis (Lucifer) adalah malaikat di surga yang ingin menyamai dirinya dengan Allah, sehingga ia mengkhianati Allah dan ia diusir dari surga dan membuat kerajaan kejahatan.

Answered Jul 29, 2017

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "kami telah beriman" dan mereka tidak diuji? -QS. Al-'Ankabut: 2

Answered Aug 14, 2017
Fakhrotun Nisa
Mahasiswi fakultas tarbiyah jurusan pend. biologi uin syarif hidayatullah 2017

Iblis diciptakan untuk menyembah Allah dan iblis juga diciptakan untuk menggoda manusia, serta untuk mengetahui seberapa kuat iman seseorang.

Answered Aug 18, 2017
putri ayu Syafitri
hukum ekonomi syariah

Karena iblis diciptakan untuk menggangu manusia dan menguji seberapa jauhkah keimanan manusia terhadap TuhanNya yang telah menciptakannya. Karena kita hidup tidak ada yang bersifat instan. Lahir pun ke dunia butuh tahapan yang begitu panjang. Maka untuk menggapai surga dan RidhoNya, kita butuh tahapan yang lebih panjang lagi dengan salah satu caranya menciptakan iblis untuk mengganggu dan menggoda keimanan manusia.

Answered Aug 18, 2017
Ismi Wan Azizah
mahasiswi uin syarif hidayatulloh fakultas fidikom jurusan manajemen dakhwah

Untuk menguji keimanan dan ketakwaan seseorang

Answered Aug 19, 2017
AJ Danial
Nama : Abdul Djabar Danial, Fakultas Syariah dan Hukum, Jurusan PM

iblis memang jahat karna ia diciptakan dari api dan dia ditematkan di Neraka, mengapa Tuhan menciptakaanya? Allah tidak mungkin menciptakan sesuatu dengan sia-sia seperti halnya iblis diciptakan untuk menguji manusia dari segala perbuatan atau iman mereka, seberapa kuat iman manusia jika diuji dengan adanya iblis apakah mereka tetap dengan pendiriannya ataukah goyah mengikuti iblis tersebut. jika tidak ada iblis maka hidup kita akan baik-baik saja dan tak ada rintangan tentunya, maka untuk apa diciptakan neraka jika tidak ada iblis? dan tentunya kita semua masuk surga.

Answered Aug 19, 2017
Seto Sangaji
Ttl : Wonogiri, 30 Januari 1999 Alamat : Purwantoro Wonogiri Universitas:UINJKT

Karena allah menciptakan sesuatu pasti ada hikmahnya. Jika Allah bekehendak untuk menciptakan sesuatu yg allah memang sudah tahu apa yg akan terjadi sekalipun iblis yg awal slalu ibadah kpd dan akhirnya bangkang kpd allah. Karna semua itu wallahua'lam bisshowab.

 

Answered Aug 19, 2017

Iblis itu tidak jahat. Dia hanya tidak mengenal cinta.

Didalam sebuah cinta ada sebuah kasih sayang dan rasa saling menghormati.

Saat dia tidak mau menghormati Adam a.s sudah jelas tidak ada cinta dihati iblis. Dan iblis dendam karna Allah mengusirnya karna dia tidak 'mencintai' Adam. Maka dia berjanji akan menyesatkan anak cucu Adam.

Dan iblis tidak mengingkari janjinya

 

Basmallah - Ilmu hukum

Answered Aug 20, 2017

Agar allah dapat menguji seberapa taat umatnya kepadanya, karna iblis itu kerjaannya menggoda dan menyesatkan manusia, jadi allah menciptakan jin untuk menguji ketaatan umatnya kepadanya

Answered Aug 20, 2017
Irham Aminulloh
Jurusan : dirasat islamiyah NIM : 11170600000133

Terima Kasih pertanyaannya. 

Sedikit mengulang pertanyaannya "jika iblis jahat, mengapa tuhan tetap mencintainya? " membaca pertanyaan ini jujur saya tertawa terbahak bahak, mengapa dalam medsos sebesar yang saya tau dari banyak orang ada pertanyaan yang sangat memalukan. Sebelum saya menjawab saya ingin bertanya dari mana anda tau bahwa tuhan itu mecintai iblis??? Dari dasar apa anda bisa berkata seperti itu?? Saya ini pelajar islam dan saya orang islam,  saya pernah menghatamkan kitab alqur'an yang mana itu adalah panutan umat islam, di dalam alqur'an tidak ada satu pun ayat yang mengatakan bahwa tuhan itu mencintai iblis. Mungkin anda mengatakan tuhan tetap mencintai iblis karena di biarkan hidup sampai hari kiamat nanti.  Iya, memang alloh menjanjikan iblis hidup sampai hari kiamat nanti, tetapi itu bukan bentuk Cinta alloh kepada iblis melainkan sebuah imbalan karena telah tunduk kepada alloh selama 8000 tahun sebelum nabi adam As di ciptakan. Sama sekali bukanlah suatu bentuk Cinta alloh kepada iblis.  Justru iblis adalah makhluk yang di laknat oleh alloh,  dalil yang menerangkan bahwa iblis itu di laknat iblis itu adalah musuh yang nyata ada dalam alqur'an bahkan setiap surat dalam alqur'an pasti di sebutkan. Seperti sepenggal ayat dalam surat albaqoroh juz satu yang berbunyi يا ايها الدين أامنوا لاتتبعوا خطوات الشيطان انه لكم عدو مبين. 

Answered Aug 21, 2017
Aries Budiono
Sosiologi Unair / Rumah Kepemimpinan Surabaya

Sungguh ini adalah pertanyatan yang sulit, juga sekaligus mudah untuk dijawab. Mudah karena dalam Alqur'an terdapat beberapa ayat yang menjelaskan bahwa iblis adalah makhluk Tuhan yang membangkang terhadap perintah Tuhannya, dan laknat Tuhan terhadapnya. Sekaligus juga sebagai pertanyaan yang sangat sulit. Selama ini manusia sudah terkonstruksi dan mempercayai bahwa iblis adalah seburuk-buruknya makhluk. Haram untuk didekati apalagi dipelajari. Namun percayalah bahwa Tuhan memiliki tujuan tertentu dalam penciptaannya yang tidak diketahui oleh manusia. 

Tidak ada makhluk sekuat iblis yang merelakan dirinya untuk dikutuk, dihujat dengan sumpah serapah. pun juga dengan manusia selalu menyebut perkara yang buruk dengan frasa iblis. Selain itu, Tuhan menjanjikan iblis untuk menghuni neraka. Saya percaya bahwa dalam kehidupan ini penuh dengan warna hitam dan putih. Kebaikan dan keburukan selalu berlawanan hingga akhir zaman. Tentu akan banyak yang membantah, "Bukan iblis yang memilih untuk tidak patuh pada Tuhannya ?". Ya, memang benar, iblis memilih untuk tidak patuh. Namun ketahuilah sejatinya pilihan untuk menjadi iblis adalah perkara yang sulit. Malaikat pun tidak berani mengambil peran antagonis layaknya iblis. Karena itu adalah pilihan yang berat, dan setiap pilihan selalu ada konsekuensinya.

Mungkin banyak pula manusia yang mengaggap penciptaan iblis adalah sia-sia semata. Jika tidak ada iblis mungkin manusia aka selamanya berada di surga. Justru disitulah peran iblis yang sesungguhnya. Mereka hadir sebagai uian bagi manusia. Maihkah manusia mendustakan nikmat Tuhannya dan terbuai oleh nikmat lainnya 

Answered Nov 1, 2017
Tutur Jiana
K3 FKM '14 | DAI BEM FKM UNAIR | Rumah Kepmimpinan Surabaya '8

Iblis memang jahat, tidak ada yang memungkiri hal tersebut. Lantas kenapa diciptakan? Mungkin lebih tepat jawabannya adalah Rahasia Allah. Namun, disini saya ingin berpendapat kenapa diciptakan iblis. Hal ini tidak lain karena agar kehidupan manusia seimbang. Iblis adalah ujian kedua setelah nafsu bagi seorang manusia. Tujuan diciptakan iblis yang pertama adalah untuk beribadah kepada Allah, namun disinilah rahasia Allah bekerja. Tiba-tiba iblis tidak mau menuruti perintah Allah dan malah membangkang untuk menghormati Adam, sang manusia pertama. Ini lah rahasia-Nya. Hal ini ada atas kehendak-Nya. Iblis ada pasti ada alasannya, sampai saat ini alasan terbuat dan dapat dibuktikan adalah iblis ada sebagai penguji manusia di dunia. 

Allahu a'lam bisa showaab.

Answered Jan 2, 2018
Muhammad Bintang
Mahasiswa Teknik Fisika ITS | Peserta Rumah Kepemimpinan Surabaya angkatan 8

Jawaban sederhananya adalah Rahasia Allah subhanahu wa ta'ala. Namun jika kita telaah lebih dalam maka Iblis diciptakan untuk menguji sejauh mana ketakwaan manusia kepada Allah sebagaimana saat Nabi Adam as digoda oleh iblis untuk memakan buah khuldi di surga.

Answered Jan 3, 2018
Agus Rahman
Departemen Biologi Unhas |Rumah Kepemimpinan Makassar

suatu hikmah dari tuhan menciptakan iblis adalah sebagai sebuah ujian dan tantangan terhadap orang-orang yang ingin berbuat kebaikan dan meneggakkan kebenaran. tingkat keimanan kita akan di uj dengan peran yang di mainkan oleh iblis. meskipun iblis telah dengan jelas masuk kedalam neraka, oleh karena itu mereka telah berjanji kepada tuhan tidak akan berhenti menjerumuskan manusia kedalam neraka hingga hari kiamat nanti.

Answered Feb 3, 2018