selasar-loader

Bagaimana reaksi warga Jerman mengenai Adolf Hitler dengan negaranya dalam hal Perang Dunia II dan Holocaust?

Last Updated Nov 16, 2016

2 answers

Sort by Date | Votes
Muhammad Rizki Ramadhani
Penyuka sejarah dan intrik :)

CWq3cQTFdRP6ALFzdeuD_8iKCT-ish7E.jpg

Dalam memandang Adolf Hitler dan Holocaust selama PD II, Jerman mengambil posisi "never forget, never forget". Semua atribut Nazi, termasuk lambang swastika dan salam fasis ala Nazi dilarang keras oleh undang-undang dengan hukuman yang tegas.

Tokoh-tokoh yang berkaitan dengan Nazi banyak yang dikejar pascaperang. Yang melarikan diri dari Jerman bahkan diburu, diekstradisi kembali, dan menghadapi pengadilan perang.

Pascaperang, orang-orang yang terlibat dalam Partai Nazi harus mengalami denazifikasi sebelum diterima kembali dalam masyarakat. Aturan antinazi itu masih berlaku sampai sekarang, terlepas dari mulai muncul benih-benih Neonazi karena banjir imigran di Jerman akhir-akhir ini.

 

goodtheraphy.org (via MRR)

Answered Nov 23, 2016
Manoressy Tobias
Seorang skeptis. Banyak pikiran, banyak opini.

h3czhF_PkhouNAP1j4kMw7gYZHN7BivV.jpg

Saya sempat mengenal beberapa orang Jerman dan tahu opini mereka dan sedikit mengenai opini publik Jerman mengenai Hitler dan Nazi. Jadi saya jawab berdasarkan pengalaman dan pengetahuan saya yang terbatas...

Topik ini adalah salah satu topik sejarah yang paling ditekankan dalam pelajaran di sekolah. Study tour ke kamp-kamp konsentrasi merupakan bagian dari kurikulum pembelajaran (setidaknya beberapa sekolah saya tahu...).

Bisa dikatakan, Jerman adalah salah satu contoh negara yang paling baik soal "mengakui kesalahan". Monumen dan museum holocaust didirikan; Jerman tidak malu untuk melihat kembali sejarah mereka dan mengakui kesalahannya serta belajar dari itu. Di sisi lain, hal ini agak mengikis rasa kebanggaan mereka kepada negara mereka. Di Indonesia, nasionalisme seringkali digaungkan. Di Jerman, stereotipe yang diberikan kepada "nasionalisme" adalah "fasis/Nazi".

Sebetulnya, di beberapa negara di Eropa, "nasionalisme" memang dipandang negatif. Trauma terhadap "nasionalisme" yang berujung pada "fasisme" di Eropa memang masih ada. Saya pernah bercerita tentang bagaimana nasionalisme diajarkan / digaungkan di Indonesia kepada beberapa orang Belanda dan Turki; reaksi mereka seperti melihat sesuatu yang menjijikkan. Yang masih cukup nasionalis di Eropa, setahu saya Prancis dan Italia. Saya kurang tahu mengenai negara lain.

Kadang agak susah bagi orang Jerman untuk merasa sangat bangga terhadap negaranya. Seorang Jerman pernah berkata, "Kalau Anda ingin membungkam seorang Jerman dalam suatu debat, ungkit-ungkit saja soal Hitler."

Tapi dengan situasi sekarang, krisis di Uni Eropa, krisis imigran, isu terorisme, dan lain-lain, sentimen nasionalis di Eropa kembali bangkit.

 

Holokaus via Deutsche Welle (AM)

Answered Apr 14, 2017