selasar-loader

Apa dampak terbesar dalam hidup Anda setelah pernikahan?

Last Updated Nov 24, 2016

4 answers

Sort by Date | Votes
Hana Fitriani
Product manager & kontributor Selasar.com.

SShVJKo9sj7jTcIQzJX7HIV8kpeeMutt.jpeg

Hidup saya menjadi lebih terarah. Sebelum menikah, saya banyak memikirkan hal-hal yang bersifat jangka pendek. Selayaknya pergaulan anak muda, saya dulu gemar bersenang-senang untuk mendapatkan pengalaman baru bersama teman-teman. Setelah menikah, saya menyadari ada banyak hal yang bersifat jangka panjang dan yang lebih prioritas untuk saya fokuskan. Saya merasa hidup saya lebih terarah.

Selain itu, saya merasa lebih berenergi dan percaya diri. Salah satu faktor utamanya ialah karena ada suami yang selalu mendukung saya untuk berkarya. Saya selalu meminta rida dan dukungan dia ketika akan mengerjakan sesuatu, dan dia setulus hati mendukung saya. Saya menjadi lebih bersemangat dalam melakukan berbagai hal, dan itu berdampak besar bagi saya.

Answered Dec 13, 2016
Robby Syahrial
Menjalani hidup penuh drama india

Hasil gambar untuk pernikahan

Apa ya. Yang jelas semua berubah. Dampak terbesar yaitu pada pergaulan. Jelas kita harus membatasi pergaulan dalam hal harus mengutamakan keluarga. Tidak seenaknya seperti dulu, main dengan teman sampai tidak tahu waktu. Dari segi ekomoni, kita tidak bisa seenaknya belanja ini itu, sepatu, baju, dll. Tetapi harus memikirkan makan anak istri kita, biaya pendidikan ke depannya. Dari segi agama, akan jadi apa anak istri kita nanti ke depannya itu adalah tugas seorang ayah. Bukannya ingin sok alim. Mau tidak mau, kita harus menjadi figur yang bisa memberi contoh baik dalam agama. 

Setelah menikah, seseorang pasti akan bertambah dewasa. Maka dari itu segeralah menikah. 

Gambar via cdns.klimg.com

Answered Dec 13, 2016
Ma Isa Lombu
Seorang Ayah dari calon anak kedua

-am5nUI-SjdkQJpVl1KyIrU74zE2ylD_.jpg

Terkait pertanyaan ini sebenarnya sudah pernah diteliti oleh seorang Professor dari Universitas Stanford yang bernama Philip Zimbardo. Penelitiannya yang berkaitan dengan perilaku seorang sipir penjara dan para narapidana ini sudah dipublikasikan dengan sangat apik dan lebih populer dalam sebuah film “The Stanford Prison Experiment”, teaser-nya bisa dilihat di sini
 

Saya rasa hal itu juga yang terjadi dalam diri saya. Khususnya terkait dengan pertanyaan ini terkait perubahan apa yang terjadi pasca-pernikahan. Maka, jika ada pertanyaan tentang "Apa dampak terbesar dalam hidup Anda setelah pernikahan?" Maka jawabannya cukup jelas, "Perubahan perilaku!"

***

Perubahan perilaku pasca pernikahan jelas terjadi dalam diri saya. Saya sebenarnya sudah mengetahui adanya korelasi atribut-peran-perilaku ini ketika masih kuliah. Dahulu ketika kuliah, saya mencoba menguji (yang waktu itu saya kira masih hipotesis) hal ini dengan menambahkan sebuah variabel atribut dalam kehidupan saya. Yang saya lakukan sebenarnya sangat sederhana, saya menempelkan stiker UI (Universitas Indonesia) di salah satu bagian dari motor yang saya miliki.

Hasil perubahan perilakunya sangat luar biasa, saya pikir. Saya yang biasanya cenderung “tidak disiplin” dalam berkendara, setelah dipasangnya stiker tersebut, saya mendadak berubah jadi sosok yang lebih disiplin berkendara, memakai seluruh atribut berkendara, berusaha menjadi “teladan” di jalanan dll.

Saya awalnya cenderung skeptis terkait hasil yang saya simpulkan ini, mengingat “penelitian” yang saya lakukan ini tidak menggunakan rangkaian metodologi penelitian yang ajeg. Pastinya hasilnya jadi diragukan kevalidannya, sampai akhirnya saya menyakini hipotesis saya diterima setelah nonton film "The Stanford Prison Experiment” tersebut.

Kembali tentang perubahan perilaku dan pernikahan. Status seorang suami dan ayah yang “tiba-tiba” saya milimi jells mengandung konsekuensi perannya tersendiri. Berbeda dengan peran seorang “anak” atau “pacar” yang seseorang miliki prapernikahan.

Peran didefinisikan sebagai "role (also rôle or social role) is a set of connected behavioursrightsobligations, beliefs, and norms as conceptualized by people in a social situation. It is an expected or free or continuously changing behaviour and may have a given individual social status or social position." 

Peran seorang “suami” dan “ayah” yang saya miliki tentu tidak lepas dari sebuah kontruksi nilai yang didefinisikan oleh “Islam” dan Indonesia”.

Sebagai seorang muslim dan bagian dari Indonesia, jelas peran suami dan ayah dalam rumah tangga adalah:

a. Penanggung jawab keluarga

b. Menjadi teladan dan pendidikan yang baik untuk istri, anak, dan keluarga besar

c. Pemberi nafkah lahir dan batin

d. Menjaga kehormatan keluarga sebagai seorang muslim dan Indonesia

Tentunya, beberapa hal di atas beruriuan dengan peran perempuan sebagai seorang istri dan sifatnya “saling”, meski ada sebagian lain yang bersifat mutually exclusive dan sifatnya komplementer dengan peran istri dalam rumah tangga.

Dengan peran baru tersebut (sebagai ayah dan suami), ditambah lagi dengan adanya atribut baru yang disematkan kepada saya (panggilan “Mas, Kak, Bang” dari istri kepada si suami, dan panggilan “Ayah, Bapak, Abah” dari anak kepada bapaknya) makin memperkuat peran tersebut dan tentunya berdampak signifikan terhadap perilaku saya sendiri sebagai seorang individu. Pendeknya, setelah menikah dan menjadi seorang Ayah, saya jadi lebih bertanggung jawab, memiliki empati, bekerja keras, visioner, dan perubahan perilaku lainnya yang terkait dengan role yang dibebankan kepada saya.

Intinya, saya percaya bahwa variabel “peran” akan berbanding lurus dengan perilaku. Jadi mudahnya, jika menginginkan agar seseorang menjadi baik atau lebih baik, maka mudahnya berikan ia peran yang (juga) baik/ lebih berarti kepadanya. Terlebih lagi jika peran ini dilengkapi dengan adanya “atribut” yang mendukung, pasti akan semakin berpengaruh terhadap perubahan perilaku.

Maka, menikahlah atau bebani diri kita dengan beban yang lebih berat, maka secara otomatis kita akan jadi lebih baik.

Seperti kata orang bijak, “what doesn't kill you makes you stronger.”  

Answered Dec 14, 2016
Roisiyatin Roisiyatin
Memutuskan menikah, berarti memutuskan membagi diri kita kepada orang lain

cw3v3jRRu-z-A9ARwMiBb4lh6THMKNDO.jpg

via tisarana.net (FR)

Saya menjadi sadar bahwa kehidupan saya bukan untuk diri saya sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Dulu saya belajar bahwa manusia itu makhluk sosial secara teori, tetapi sekarang saya betul betul memahami arti sosial paling dominan adalah bahwa ada orang lain yang secara langsung merasakan dampak hadirnya kita bersama mereka, yaitu pasangan kita.

Answered Apr 11, 2017

Question Overview


4 Followers
1100 Views
Last Asked 3 years ago

Related Questions


Apa yang menyebabkan orang takut menikah?

Mengapa ada orang yang memilih untuk tidak menikah?

Hal apa yang paling Anda takutkan dari pernikahan? Mengapa?

Apa perbedaan Anda dan pasangan Anda?

Apa persamaan Anda dan pasangan Anda?

Bagaimana rasanya diselingkuhi?

Apa yang membuat seorang pria ragu untuk menikah?

Apakah lamanya berpacaran bisa melanggengkan hubungan pernikahan?

Apa yang perlu dilakukan oleh seorang wanita jika dia sudah berusia 35++ dan belum menikah?

Apakah pekerjaan orang tua (Ayah dan Ibu) yang sangat sibuk menjadi penghalang untuk bisa bersama dengan Anda?

Apa faktor yang menyebabkan seorang perempuan berselingkuh dari kekasih atau suaminya?

Apa yang melandasi suami mengizinkan istri untuk berkarir/bekerja di luar rumah?

Apa saja yang menjadi alasan sebagian perempuan memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga?

Apa saja yang menjadi alasan sebagian perempuan memutuskan untuk menjadi wanita karir?

Bagaimana cara mengelola amarah terhadap pasangan?

Apa yang harus dilakukan untuk berdamai dan mengembalikan keadaan setelah mengalami pertengkaran dengan pasangan?

Apa nasihat terbaik yang pernah Anda dapatkan?

Bagaimana menjelaskan bahwa ada kemungkinan kehidupan lain selain di Bumi ini?

Apa motto hidup paling keren?

Apakah seseorang mempunyai karakter bawaan yang tidak bisa diubah?

Apa ketakutan terbesar dalam hidupmu? Mengapa?

Siapakah cinta pertama Anda?

Seberapa pentingkah olahraga bagi Anda ?

Apa yang Anda lakukan ketika mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan?

Apa pengalaman paling bermakna dalam kehidupan Anda?

Siapakah orang yang paling berpengaruh dalam kehidupan Anda?

Apa dan bagaimana cinta itu?

Kepada siapa kecenderungan waria memilih pasangannya?

Adakah kaitan antara parfum dan kepribadian seseorang?

Apakah status sebagai anak tunggal mempengaruhi sikap politik Presiden ke-6 RI?

Apakah status sebagai anak lelaki satu-satunya dalam keluarga mempengaruhi sikap politik Presiden Jokowi?

Pada umur berapa sebaiknya anak diajak untuk menjalankan ritual keagamaan?

Apa yang menyebabkan seseorang takut menghadapi masa depan?

Mengapa respons orang sedih umumnya menangis?

Apakah menangis itu sehat atau malah membuat sakit?